Hello Presdir

Hello Presdir
Aku Tidak Cemburu


__ADS_3

"Ah, kau ini." Aira mencubit perut Keno.


"Apa?"


"Aku mencintaimu," bisik Aira.


"Aku tidak mendengarnya, katakan sekali lagi."


"Tidak mau."


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam, dua sejoli itu enggan melepas pelukan mereka.


"Sudah malam, tidurlah," seru Keno.


"Baiklah, aku juga sudah mengantuk. Aku akan tidur di sofa," jawab Aira, ia pun hendak turun dari brankar namun Keno mencekalnya.


"Siapa yang menyuruhmu turun dari sini?"


"Kenapa? Aku sudah mengantuk, aku ingin segera tidur."


"Tidur di sini denganku." Keno menarik tubuh Aira dan merebahkannya, kemudian ia ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Aira hingga mereka pun berhadap- hadapan. Aira terbelalak saat mendapati wajah Keno yang sangat dekat dengannya. Jantungnya berdebar tak karuan ketika menatap wajah Keno yang tampan dan sedang tersenyum manis itu.


"Kenapa? Jangan malu- malu, anggap saja ini latihan," bisik Keno. Hembusan nafasnya terasa jelas di telinga Aira, membuat wanita itu merasa kaku dibuatnya.


Aira segera tersadar, ia pun menolak tubuh Keno dan beranjak turun. Tapi sayang, Keno menahannya dan mendekapnya ke pelukan Keno.


"Aku akan tidur di sofa saja, nanti kalau ada dokter dan perawat masuk bagaimana? Ii- ini memalukan sekali," ucap Aira gugup.


"Tidak akan ada yang masuk, ini sudah waktunya pasien beristirahat. Kalau pun ada yang masuk ya biarkan saja, kau kan calon istriku. Tak apa, kan? Biar semua orang tahu juga," goda Keno mengerlingkan matanya membuat Aira semakin gugup.


"Sudahlah, ayo tidur." Keno semakin mengeratkan pelukannya dan mengusap kepala Aira lembut. Ia membiarkan tangannya sebagai bantal Aira. Tak lama kemudian seruan nafas Aira sudah teratur pertanda orang itu sudah tertidur.


"Mimpi yang indah, Aku mencintaimu," lirih Keno sebelum ia ikut ke alam mimpi bersama Aira.


***


Keesokan paginya, Alfa yang mengetahui kalau Keno mengalami kecelakaan pun segera menjenguknya. Bagaimanapun juga ia masih memiliki hati dengan anak yang selalu mengusik hidupnya itu.


Saat memasuki kamar rawat Keno, mata Alfa terbelalak seketika. Hatinya hancur berkeping- keping saat mendapati Keno dan Aira yang masih tertidur nyenyak di brankar seraya berpelukan.


Bulir air matanya menetes tanpa permisi, segera ia menyekanya. Tiba- tiba, pintu kamar rawat Keno terbuka.


"Loh, Nak Alfa kemari ternyata," seru Tante Maria, yang pagi itu membawakan sarapan untuk Keno dan Aira.


"Eh, iya Tante," jawab Alfa tersenyum kecut.


"Allahu Akbar, lihatlah kelakuan mereka. Menggemaskan sekali," ujar Tante Maria saat melihat Keno dan Aira berpelukan dan masih tertidur nyenyak.


"Ah, ini pasti anak tengil itu yang memaksa Aira tidur bersamanya," ucap Tante Maria menggelengkan kepalanya.


"Tante, saya permisi. Saya harus kembali ke Rumah Sakit Sanjaya," tutur Alfa sopan. Ia pun segera meninggalkan ruangan itu, ruangan yang membuat dadanya begitu sesak, jadi ia tak ingin berlama- lama di sana.

__ADS_1


Tante Maria tak lupa mengabadikan momen langka itu. Banyak foto yang ia ambil dan tak lupa menjadikannya Story WhatsApp.


Wanita itu segera membangunkan keduanya karena waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


"Ehemm, sampai kapan kalian akan tertidur," serunya, tapi Aira dan Keno hanya menggeliat dan semakin mengeratkan pelukannya.


Tante Maria hanya menggelengkan kepalanya, mungkin mereka sedang mimpi indah dan tenggelam dalam kehangatan.


"Selamat pagi, sayang," ucap Tante Maria lagi, dan kali ini ia mengusap kepala Aira dan Keno bergantian.


Aira tersentak, ia pun mengerjapkan matanya. Ia melihat wajah Keno yang masih tertidur dan tangannya juga memeluk lelaki itu.


"Sepertinya tidur kalian sangat nyenyak, ya. Sampai enggan untuk bangun."


Sontak, Aira kaget mendengarnya. Ia pun segera terbangun dan semakin terkejut saat melihat Tante Maria berdiri di sebelahnya.


"Tan, Tante..." Dengan cepat, Aira turun dari brankar hingga membuat Keno ikut terbangun dari tidurnya.


"Selamat pagi, sayang," seru Tante Maria menghujani wajah bantal Aira dengan ciuman. Untung saja Aira tidak ileran, kalau tidak ia akan semakin malu jadinya.


"Memangnya ini sudah pagi, ya? Kenapa Mama sudah ke sini lagi?" tanya Keno sambil mengucek matanya.


"Gini nih kalau saking nyenyak tidurnya gara- gara dipeluk cewek cantik, sampai nggak inget waktu," sindir Tante Maria membuat Aira semakin malu.


***


Di sisi lain, Alfa keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai. Hatinya sangat terluka. Ia sadar kalau Aira hanya mencintai Keno. Ia hanya menjadi duri dan orang asing dalam hubungan mereka.


Alfa lalu berjalan keluar dari rumah sakit itu. Ia mencoba menenangkan hatinya, belum sempat ia memiliki wanita itu tapi ia sudah harus merasakan patah hati yang teramat dalam.


Terlintas di kepalanya senyum Aira, canda, tawa, cerianya. Hari- hari yang mereka habiskan bersama akhir- akhir ini selalu terngiang jelas di otaknya. Ia tidak bisa melupakan semua yang ada pada Aira. Wanita itu telah membuatnya jatuh cinta begitu dalam hingga lupa mencintai dirinya sendiri.


Perjuangannya selama ini terasa sia- sia, ia terlalu berharap lebih dengan Aira. Impian untuk memiliki sepenuhnya, mengikatnya dengan tali pernikahan, tinggal berdua dan bahagia bersama anak- anak mereka kelak, sirna begitu saja.


Tuhan, siapapun dia yang akan mendampinginya, Ku do'akan semoga dia selalu bahagia. Aku rela melepasnya.


***


"Padahal tadi Alfa juga sudah kemari, tapi kalian sangat nyenyak sampai tak menyadari kehadirannya."


Apa? Kak Alfa tadi ke sini? Jadi, dia melihatku tertidur dengan Keno? Ya Tuhan, aku semakin menyakiti hatinya. Maafkan aku, Kak Alfa, gumam Aira.


"Sekarang dia kemana?" tanya Keno.


"Pulang lah, sudah lama menunggu tapi kalian tak bangun juga."


Kak Alfa, maafkan aku, hiks.


Tante Maria pun segera pulang karena pekerjaannya sudah menunggu. Tinggalah Aira dan Keno saja di ruangan itu. Aira segera membersihkan tubuhnya, hari ini ia izin untuk tidak bekerja dan akan menemani Keno.


Dokter dan dua perawat memasuki kamar Keno. Mereka hendak memeriksa kondisi dan tak lupa membawakan sarapan dan juga perlengkapan untuk mandi Keno.

__ADS_1


Setelah dokter memeriksa Keno, ia pun meninggalkan ruangan dan tinggalah seorang perawat yang hendak memandikan Keno.


Aira tak rela jika ada yang menyentuh tubuh Keno, apalagi dia adalah seorang wanita. Ia tak akan membiarkan hal itu terjadi.


Perawat itu tersenyum menggoda ke arah Keno, ia mulai membuka kancing baju rumah sakit Keno.


"Jangan dilanjutkan ! Biar aku saja yang memandikannya, pergi dari sini," seru Aira seraya melayangkan tatapan tak suka kepada perawat itu.


"Tapi Nona, ini sudah tugas saya. Biar saya saja yang memandikan Tuan Keno."


"Aku calon istrinya, hanya aku yang boleh menyentuhnya."


"Tapi Nona..."


Keno yang mengetahui kalau Aira sedang cemburu pun semakin ingin membuatnya tambah cemburu.


"Aira, biarkan saja dia yang memandikanku," ucap Keno ia pun menarik tangan perawat itu menyuruh untuk melanjutkan membuka baju.


Tentu saja perawat itu senang, apalagi bisa sedekat itu dengan lelaki tampan yang siapa saja melihatnya pasti klepek- klepek.


"Sudah ku bilang, aku yang akan memandikanmu," Aira menepis tangan perawat itu dan membuka kancing baju Keno.


Ia segera mengambil waslap dan mencelupkannya ke air hangat. Ia pun membersihkan tubuh Keno dengan kasar karena kesal.


"Kenapa kasar sekali, kalau begitu biarkan perawat itu saja yang melakukannya."


"Enggak boleh, tidak akan ku biarkan ada yang menyentuhmu."


Keno terkekeh mendengarnya, sedangkan perawat yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua itu mencebikkan bibirnya kesal.


Ah, padahal kesempatan bagus buatku. Jarang- jarang aku bisa memandikan presdir tampan seperti dia. gerutu perawat yang sedari tadi berdiri di dekat Keno dan Aira.


"Jangan melihatnya atau aku akan membuatmu tidak bisa melihat apapun lagi," seru Aira, ia langsung menutupi dada Keno dengan handuk supaya perawat itu tidak melihat dada Keno yang begitu menggoda.


"Astaga, Nona. Kau galak sekali, iya iya aku akan menutup mataku."


"Kenapa kau menggemaskan sekali sih kalau sedang cemburu," ucap Keno mencubit kedua pipi Aira.


"Aku tidak cemburu !"


.


.


.


.


.


Happy Reading😂🤣

__ADS_1


__ADS_2