Hello Presdir

Hello Presdir
Memilih Melepaskan


__ADS_3

Hari demi hari terlewati, kaki Keno mulai membaik. Aira selalu merawatnya dan kini ia mentatih Keno untuk berjalan. Sebelumnya, Keno telah dipindahkan ke rumah sakit Sanjaya.


"Gimana? Masih sakit?" tanya Aira.


"Kalau dibuat jalan saja, kalau diam ya tidak," jawab Keno cengengesan.


"Huh, dasar kau ini," balas Aira seraya mencubit perut Keno


"Ayo kita berkeliling taman lagi." Mereka pun berjalan berkeliling taman, Aira tetap memapah Keno dan berjaga- jaga agar tidak jatuh.


Di sisi lain, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan mereka. Yang tak lain adalah Alfa. Hatinya sakit saat melihat kemesraan Keno dan Aira. Tapi ia selalu berusaha untuk kuat, ia pun menghampiri mereka.


"Hai, bagaimana kabarmu?" tanya Alfa kepada Keno.


Keno langsung menyembunyikan Aira di belakangnya. "Jauh lebih baik, kenapa?"


Alfa terkekeh melihat Keno yang posesif itu. "Tenang saja, kau tidak perlu menyembunyikannya dariku karena aku tidak akan mengambil Aira darimu."


"Apa maksudmu?"


"Aku sudah merelakan Aira untukmu, walaupun cintaku tidak akan hilang tapi aku akan mencoba mengikhlaskannya untukmu. Aku sadar kalau cinta itu tidak bisa dipaksakan, Aira hanya mencintaimu itu berarti aku yang harus mundur," tutur Alfa dengan senyum paksa.


Aira pun terhenyak mendengarnya, ia semakin merasa bersalah. Ia telah menyakiti lelaki yang sangat baik dan juga perhatian seperti Alfa.


"Maafkan aku kak," lirih Aira menundukkan wajahnya.


"Kenapa minta maaf, ayolah jangan bersedih."


"Alfa, apa kau benar- benar akan melepaskan Aira untukku?" tanya Keno. Hatinya sangat senang tapi di sisi lain ia juga tidak tega dengan Alfa.


"Untuk apa aku bercanda? Tapi kalau kau menyakiti Aira lagi, aku akan mengambilnya darimu," goda Alfa.


"Ehm, apa aku bisa bicara dengan Aira sebentar?"


Aira menatap Keno meminta persetujuannya dan Keno pun menganggukkan kepalanya, ia memperbolehkan Aira untuk berbicara dengan Alfa.


Alfa pun mengajak Aira untuk pergi menjauh dari Keno, ya walaupun Keno masih bisa memperhatikan mereka, tapi tidak dengan apa yang dibicarakan. Aira dan Alfa duduk di kursi panjang yang berada di bawah pohon besar taman rumah sakit.


"Kak Alfa, Aira minta maaf, Kak. Aira sudah jahat sama kakak," ucap Aira meneteskan air matanya.


Alfa hanya memandang sekilas wajah Aira, ia ikut menangis melihatnya.


"Jangan menyalahkan dirimu, ini semua salahku. Aku salah sudah menjatuhkan hatiku terlalu dalam untukmu. Aku sudah salah terlalu dalam mencintaimu."

__ADS_1


"Andai saja kita tidak pernah bertemu, Kak. Pasti kakak tidak akan merasakan patah hati seperti saat ini, maafkan aku, kak."


Alfa tersenyum tipis seraya menyeka air matanya. Ia pun mengusap bahu Aira lembut, "Jangan salahkan pertemuan kita, Tuhan telah mempertemukanku denganmu lalu membuatku patah hati sebelum memiliki, itu karena Dia ingin membuatku menjadi manusia yang lebih kuat."


"Kita bertemu secara tidak sengaja, namun begitu melihatmu aku sudah sangat yakin kalau kau itu orang yang selama ini ku cari. Orang yang akan mendampingi sisa- sisa hidupku, tapi ternyata aku salah."


Aira semakin tersedu- sedu mendengarnya, ia menutup wajahnya. Alfa merangkulnya dan menyandarkan kepala Aira di pundaknya.


"Harusnya aku mencintaimu dan mulai menghilangkan rasaku dengan Keno saat ia menyakitiku dulu, tapi ternyata aku terlalu mencintainya hingga selalu bisa memaafkan sebesar apapun kesalahannya," ucap Aira di sela isakannya.


"Aku mengetahuinya, tapi kau juga tak bisa memaksakan perasaanmu untukku. Aku tahu kalau rasa sayangmu selama ini hanya sebatas kakak dan adik saja."


"Maaf kak, maaf..."


"Sudahlah bocil, aku tak apa. Harusnya aku yang meminta maaf kepadamu, aku terlalu dalam mencintaimu, sehingga mataku buta dan hanya bisa melihat padamu."


"Aku mencoba tenang dan belajar menerima. Tapi, hati tetap saja merasakan betapa pedihnya luka. Mencintai seseorang, hidup bersamanya, menghabiskan waktu yang begitu lama. Namun, kenyataan pada akhirnya semua perjuangan hanya sia- sia."


"Kau memang terbaik, Kak. Kau pantas mendapatkan yang lebih baik dariku."


"Aku minta maaf karena aku tidak bisa menghilangkan rasa ini, aku akan tetap menyimpannya di hatiku. Aku tetap akan mencintaimu," ucap Alfa.


"Carilah penggantiku, Kak. Kau akan semakin patah dan sakit jika tetap memilih mencintaiku. Aku akan semakin bersalah nantinya."


"Apa setelah ini kau akan pergi dariku, kak?" tanya Aira menatap wajah Alfa yang sendu.


Alfa menggeleng, "Aku tidak akan pernah pergi, aku akan tetap di sini mengawasimu dan memastikanmu supaya kau tetap bahagia selalu."


"Aku menyayangimu, aku sangat menyayangimu. Aku sudah menganggapmu sebagai kakakku dan keluargaku."


"Iya, aku juga akan menganggapmu seperti adikku sendiri."


"Aku akan selalu mendo'akan untuk kebahagiaanmu, kak. Semoga kau mendapatkan jodoh yang terbaik. Orang baik akan selalu mendapat kebaikan juga," ucap Aira terisak dipelukan Alfa.


"Amin, semoga saja ya. Oh ya, kapan kalian akan menikah? Aku harus memberikanmu kado pernikahan apa nih?" tanya Alfa menggoda.


"Tak perlu siapkan apa- apa, cukup datang saja sudah cukup."


Aku tidak tahu, ini sangat sulit untukku. Bagaimana bisa aku melihatmu bersanding dengan lelaki lain. Ah, tapi aku akan berusaha kuat. Aku bukan lelaki lemah yang terus memikirkan hati yang patah.


"Bolehkah aku memelukmu lagi, Kak?"


Alfa mengangguk dan mendekap tubuh Aira. Ia mendekapnya erat, mungkin ini yang terakhir untuknya jadi ia menikmati saat- saat terakhir itu.

__ADS_1


"Kak, Aku akan selalu memelukmu. Kau kakakku, aku tidak akan jauh darimu. Kita akan selalu bersama."


"Terima kasih, adikku sayang," ucap Alfa walaupun ia sangat sakit saat memanggil Aira dengan sebutan Adik. Ia tidak menginginkan itu, tapi ia juga tak bisa merubahnya.


Alfa dan Aira pun segera menghampiri Keno yang sedari tadi menunggu mereka.


"Aku kembalikan, tuh ambil," ucap Alfa seraya mendorong Aira agar lebih dekat dengan Keno.


"Kak Alfa ini apa- apaan sih, memangnya aku barang yang harus dikembalikan," ucap Aira mencebikkan bibirnya.


"Sudahlah, jangan kesal gitu. Kau tambah manis kalau begitu," seru Alfa mengacak- acak rambut Aira gemas.


"Hey kau ! Ingat ya, kau harus menjaganya dengan baik, awas saja kalau kau sampai menyakiti adikku. Aku akan mengambilnya dan memberimu pelajaran," seru Alfa dengan sedikit ancaman kepada Keno.


"Adikmu? Siapa?"


Alfa tersenyum dan langsung merangkul Aira, begitu juga dengan Aira. Mereka membuat Keno semakin kebingungan.


"Siapkan pernikahan sebaik mungkin, kau harus membahagiakannya. Aku tidak mau melihat Aira bersedih, ingat itu," tambah Alfa seraya menepuk pundak Keno.


"Tanpa kau beritahu aku juga akan melakukannya, memangnya aku ini anak kecil apa yang harus diperingatkan dulu. Dasar si tengik," ucap Keno menggerutu.


"Apa kau bilang? Si tengik? Itu bukankah kau ya?"


"Bukan, itu panggilan spesialku untuk dokter spesialis anak terbaik di dunia ini." Keno lalu memeluk Alfa, ia terharu ketika bisa melihat Alfa tetap baik- baik saja meskipun kehilangan cintanya.


"Terima kasih, aku akan selalu mendo'akan untuk kebahagiaanmu juga. Semoga kau mendapatkan jodoh yang terbaik untuk mendampingimu," ucap Keno yang tengah memeluk erat tubuh Alfa.


"Iya terima kasih, aku juga akan selalu mendo'akan kalian berdua. Bahagialah selalu adik iparku."


"Kau sangat baik, kakak ipar. Semoga kebahagiaan selalu menyelimutimu."


Aira ikut meneteskan air matanya, ia terenyuh saat melihat dua lelaki yang dulunya tidak akur tapi sekarang bisa menerima satu sama lain. Semoga kehangatan ini tidak akan berlalu begitu cepat.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading😭


__ADS_2