
"Aku duluan apa kamu dulu nih yang mandi?" tanya Aira saat mereka sudah memasuki kamar.
"Ehm, bagaimana kalau bareng saja?" jawab Keno seraya mengerlingkan matanya menggoda Aira.
"Aaa aaku yang akan mandi duluan," Aira langsung masuk ke kamar mandi. Keno tersenyum nakal, istrinya masih perlu waktu untuk itu, pikirnya.
Beberapa saat kemudian, Aira sudah keluar dari kamar mandi, dan sudah berpakaian rapi tentunya.
"Aku sudah selesai mandilah," perintah Aira.
Keno pun segera bangkit dari duduknya, ia segera menanggalkan semua pakaiannya dan melilit tubuhnya dengan handuk. Namun, saat beberapa langkah handuknya terjatuh.
"Aaaaaa !" Aira berteriak histeris saat melihat tubuh Keno tanpa sehelai benang.
Keno malah tertawa terpingkal- pingkal mihat Aira yang menutupi matanya.
"Kenapa teriak sih? Bikin kaget aja."
"Ii- itu ada yang tegak !" jawab Aira terbata.
"Apanya yang tegak?"
"Tidak tahu, tapi bukan keadilan. Ada yang menonjol juga," jawab Aira dengan tetap menutup matanya.
"Apalagi yang menonjol?" tanya Keno terkikik geli.
"Aku tak tahu, pokoknya ada yang menonjol tapi bukan bakat !"
"Heyy, kau harus biasakan. Nanti kau juga akan berkenalan dengannya, atau mau sekarang saja?" goda Keno.
"Tidaaaaakkkkk !" Aira lalu berlari keluar kamarnya, sedangkan Keno, ia malah semakin tertawa terbahak- bahak melihat tingkah Aira yang lucu.
***
Aira dan Keno sudah bersiap untuk acara makan malam keluarga. Acara makan malam digelar di sebuah Restoran mewah yang telah dibooking keluarga Sanjaya.
"Aduuuhhh pengantin baru ini kayanya dari tadi lengket terus," goda Mira.
"Iya ya Jeng, lihat aja mereka. Enggak pernah lepas sedikitpun," tambah Maria terkekeh.
Keno dan Aira malu mendengarnya, tapi memang benar jika dari tadi mereka itu menempel terus.
"Kita udah laper dan lama nunggu. Pasti kalian habis ngapa- ngapain dulu, ya," ucap Sandi.
"Aduhh sayang, kamu kaya enggak tahu Keno aja sih. Dia kan enggak sabaran banget orangnya, pasti Aira udah diapa- apain sama dia," timpal Mega menggoda.
Keno hanya mendengus kesal, padahal ia belum melakukan apapun dengan Aira. Namun, semua keluarganya sudah berpikiran macam- macam.
"Gimana pertama kali ngerasain? Merem melek nggak?" tanya Hana saat Aira sudah duduk bergabung dengan keluarga.
"Apaan sih, mulut tuh dijaga. Mau ku robek dengan pisau mulutmu itu?" Aira melototkan matanya seraya mendekatkan pisau ke mulut Hana.
"Ti- tidak, Kak Aira ini apa- apaan sih."
Sedangkan, di sisi lain. Keno duduk di tengah- tengah Raka, Sandi, dan Frido. Frido pun juga tampak antusias menggoda pengantin baru itu.
"Hm, sepertinya ada yang belum melepas perjakanya nih," goda Frido.
__ADS_1
"Emang bener, Ken?" tanya Sandi.
Keno hanya menyenggol keduanya mengisyaratkan supaya mereka diam dan tak banyak bertanya.
Dari tadi, Aira mencari sosok lelaki tampan dengan julukan dokter itu. Namun, ia tak kunjung menemukannya. Apa Kak Alfa memang tidak bisa hadir di acara makan malam ini? Atau ia tidak mau melihat dirinya dengan Keno yang sekarang sudah berstatus suami istri? Itu yang terus saja dipikirkan Aira.
Semua keluarga pun segera menikmati makan malam. Sajian yang dihidangkan pun sangatlah banyak dan beragam, ini melebihi pesta kecil- kecilan. Mereka makan dengan tenang dan sesekali disisipin obrolan ringan, sehingga tercipta suasana kehangatan keluarga yang sesungguhnya. Kebahagiaan masih menyelimuti dua keluarga itu.
"Semoga kita bisa seperti ini terus ya. Selalu bahagia dan tetap bersatu menjadi keluarga yang harmonis," seru Andi.
"Ku harap juga begitu. Dan semoga kita segera mendapat kabar baik lagi dari anak kita, haha," ucap Bram dengan tawa.
"Sudah malam, sepertinya kita harus mengakhiri acara kita. Sudah ada yang nggak sabar lagi tuh, Pah," seru Maria seraya melirik Keno yang sedaritadi terus memperhatikan Aira, mengisyaratkan untuk kembali ke kamar terlebih dahulu.
"Kau benar juga. Baiklah, acara makan malam ini kita akhiri," ucap Bram.
Mereka segera meninggalkan resto dan menuju ke kamar hotel. Bram sengaja memesankan kamar untuk keluarganya untuk beristirahat malam ini.
***
"Hay baby, bagaimana kabarmu?" tanya Aira seraya mengusap perut Niken.
"Kabar baik Aunty, sebentar lagi Aunty akan segera melihatku," jawab Niken menirukan suara anak kecil.
"Aww sakit..." ringis Niken memegang perutnya.
"Mbak Niken, kau kenapa?"
"Perutku sakit sekali. Arghh..."
"Sepertinya kau akan melahirkan, sayang. Kita ke rumah sakit saja ya..." Frido yang panik segera memapah Niken.
"Heyyy Airaa..." teriak Keno. Ia mengacak- acak rambutnya karena frustasi, sesuatu yang ia inginkan tertunda.
Keno segera berlari mengikuti mereka, ia mengemudikan mobilnya. Keno menjadi kasihan dengan Frido karena dari tadi terus dijambak dan dicubit Niken yang tengah menahan kontraksi.
"Ayooo cepatlah, bayiku sudah mau keluar, aww..."
"Sayang, bertahanlah kita akan segera sampai." Frido sangat panik, ia sampai tak merasakan sakit dengan cubitan dari Niken.
"Heyy !!! Cepatlah, kau itu bisa membawa mobil tidak sih !" teriak Frido kepada Keno.
"Cihhh ! Sudah mending aku mengantarmu, tapi apa ini? Kau malah membentakku ! Awas saja kau, Kau telah menggangguku ! Aku tidak akan-"
"Kenooo..." Aira menjamkan suaranya dan melotot, menjadikan Keno terdiam seketika.
Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah sakit Sanjaya. Segeralah Frido menggendong istrinya itu menuju ke ruang bersalin. Ia terus berteriak memanggil dokter.
"Sayang sabarlah, baru pembukaan tiga..." Frido menangis melihat istrinya yang kesakitan.
"Mbak Niken, tenang ya. Baby...cepatlah keluar, kasihan Mama mu," lirih Aira.
"Rasanya sakit sekali, Ra..."
"Kalau sakit, pukuli saja suamimu, mbak."
"Heyyy, kenapa kau malah menyuruhnya memukuliku ! Kau tidak lihat jika tangan dan wajahku saja sudah penuh dengan cakarannya," ujar Frido tak terima.
__ADS_1
"Yang sabar ya bos ! Nikmati saja cakaran istrimu itu," ledek Keno, ia malah tertawa terbahak- bahak.
"Cihh, lihat saja nanti. Aira pasti juga akan begitu denganmu."
***
Aira dan Keno masih setia menunggu kelahiran anak pertama Frido dan Niken. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
"Ra, ayo kita pulang saja."
"Aku akan pulang jika sudah menggendong baby," jawab Aira. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Keno dan berkali- kali menguap.
"Kenapa harus menunggunya sih, bahkan kita bisa membuatnya sendiri. Aku akan membuatnya sangat banyak," bisik Keno, membuat wajah Aira merah.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara tangisan bayi dari ruang bersalin. Aira pun langsung beranjak dan masuk ke ruangan itu meninggalkan Keno yang tengah duduk di kursi tunggu.
"Huffttt, sabar, sabar, dan sabar !" ucap Keno mengusap dadanya dan tersenyum paksa.
Keno tidak merasa kesal lagi saat melihat Aira yang tengah menggendong bayi. Ia semakin tak sabar ingin memiliki bayi dengan Aira.
"Ken, lihatlah dia dia lucu sekali. Aku jadi ingin membawanya pulang," ucap Aira.
"Kau pikir bayiku ini apa? Seenaknya saja mau membawanya pulang bersamamu," sahut Frido.
"Kalau mbak Niken memperbolehkannya, kau bisa apa? Wlee..." jawab Aira menjulurkan lidahnya.
"Lucu sekali, aku jadi tak sabar untuk memilikinya sendiri..." lirih Keno mengusap- usap pipi bayi laki- laki itu.
"Kalian sudah cocok menjadi ayah dan ibu, semoga kalian cepet menyusul ya biar anakku ada temannya," ucap Niken.
"Amin," ucap Aira malu- malu.
"Bagaimana cepat menyusul kalau selalu ada halangan," gerutu Keno.
"Terima kasih sudah mengantar kami, kalian boleh pulang sekarang,"
"Tanpa kau suruh pun aku juga akan pulang sendiri. Kau telah menggangguku, awas saja besok," ucap Keno dengan nada ancaman.
"Aku masih mau di sini..."
"Pulang saja, jangan lama- lama menggendongnya." Frido langsung mengambil bayinya dari gendongan Aira.
"Huffftttt, Aunty yang cantik dan manis ini pulang dulu ya, Baby. Sampai bertemu besok, muachhh." Aira menghujani bayi itu dengan ciuman sebelum pergi.
"Kalian semangat ya ! Semoga besok langsung jadi, haha..." teriak Niken dan Frido saat pengantin baru itu mulai melangkah keluar.
***
"Aku tidak akan melepasmu kali ini," bisik Keno. Aira bergidik ngeri mendengarnya.
Sesampainya di kamar, Keno dan Aira langsung....
Langsung mengingatkan kepada para pembaca supaya tidak lupa Like, Komen, dan Vote🤭🤭🤭
Dan mereka juga menyuruh kalian untuk membaca "Young Marriage"
__ADS_1
terima kasih ya wkwk