
"Selain tidak boleh melihatnya, kau juga tidak boleh menyentuh istriku !"
"Kalau tidak boleh menyentuh dan melihat untuk apa kau menyuruhnya kemari !" maki Aira setelah menimpuk Keno dengan bantal sofa berkali- kali.
Ilham menggelengkan kepalanya dan terus merutuki Keno di dalam hatinya.
"Lalu bagaimana aku memeriksanya? Tidak mungkin 'kan memakai mata batin. Aku dokter bukan mbah dukun." Ilham tersulut emosi, ingin sekali ia membungkam mulut Presdir itu.
"Baiklah- baiklah, kau boleh menyentuhnya tapi jangan lama- lama."
Ilham mulai mengecek denyut nadi Aira. Ia meletakkan tangan Aira di bawah bantal kecil. Lalu, ia memiringkan pergelangan tangan ke atas sedikit sampai tulang kecil bisa terlihat. Kemudian dokter itu meletakkan ibu jarinya sebelah kiri di bagian tulang, mencoba menemukan denyut nadi.
"Hey, kenapa kau lama sekali memegang tangan istriku, awas saja kalau sampai menyukainya," seru Keno seraya menyentil kening Ilham.
"Anak manis, kau diam dulu ya..." ucap Aira seraya melototkan matanya.
Ilham tak memperdulikan anak menyebalkan itu lagi, yang ia inginkan sekarang adalah memeriksa Aira dengan cepat dan segera keluar dari rumah menyeramkan itu.
Dokter itu meletakkan empat jarinya untuk merasakan denyut nadi Aira. Dan benar saja dugaannya sedari tadi kalau makanan yang Aira makan rasanya hambar itu karena hormon kehamilan. Denyut nadi Aira sangat cepat, itu berarti Aira sedang mengandung.
Keno menepis tangan dokter itu dari tangan Aira, "Sudah lepaskan, jangan lama- lama. Periksa otak istriku juga. Dia semakin aneh, aku rasa otaknya sedikit bermasalah.
"Otakmu saja yang bermasalah, punyaku masih normal !" ucap Aira merasa tak terima dengan perkataan Keno.
"Tidak ada yang perlu diperiksa lagi, istrimu baik- baik saja. Dia sedang hamil, jadi wajar saja kalau kelakuannya sedikit aneh dari biasanya."
"Apa yang kau katakan? Istriku sedang datang bulan, tidak mungkin kalau dia hamil," bantah Keno.
"Tapi aku sudah mengeceknya, istrimu benar- benar hamil. Kalau tak percaya datanglah ke rumah sakit besok menemui dokter kandungan."
"Dasar dokter bodoh, hanya memegang tangannya saja bagaimana bisa kau mengetahui kalau istriku hamil. Sepertinya kau itu dokter palsu."
"Kenapa kau mengataiku bodoh, jelas- jelas aku itu dokter. Aku lulusan Australia, kalau tak percaya akan ku buktikan."
Aira memijat pelipisnya karena sudah tak sanggup lagi mendengar dokter dan presdir itu berdebat membahas hal yang tak penting.
"Dokter tampan, sepertinya dugaanmu salah. Aku sedang datang bulan, tidak mungkin 'kan kalau aku hamil," ujar Aira.
"Tapi aku yakin kalau kau itu sedang hamil. Mungkin kau sedang tidak datang bulan, melainkan pendarahan implantasi."
"Sudahlah, kau pergi saja dari rumahku." Keno mendorong tubuh Ilham.
"Tidak perlu mendorongku, aku bisa keluar sendiri." Ilham segera membereskan alat- alat medisnya dan mengajak ketiga perawat itu keluar dari rumah Presdir menyebalkan.
Aira segera bangun, dan hendak pergi ke kamar untuk mandi. Namun, langsung dihadang dengan tubuh kekar Keno.
"Mau kemana? Urusanku denganmu belum selesai." Keno berkata dengan nada kesal.
Aira mencoba mengingat hal apa yang telah ia lakukan sehingga membuat anak manis itu kesal dengan dirinya. Dan ia baru sadar jika menyebut Ilham dokter tampan.
"Ehm, urusan apa sayang?" tanya Aira membelai pipi Keno dengan ibu jarinya.
"Jangan pura- pura tak tahu. Kenapa kau berkata kalau Ilham itu tampan? Bukankah kau pernah bilang kalau hanya aku saja yang paling tampan? Tapi kenapa kau memuji dokter bodoh itu."
__ADS_1
"Dokter Ilham memang tam-"
"Aira..." Keno memotong perkataan Aira.
"Jangan dipotong dulu biarkan aku menyelesaikannya."
"Dokter Ilham memang tampan, tapi hanya sedikit. Tuan Keno Arka Sanjaya lah yang paling tampan, dia sangat tampan tak ada yang menyainginya." Aira mengecup kedua pipi Keno berharap lelaki itu tak marah lagi.
"Pokoknya aku tidak mau kau seperti tadi, apalagi senyum- senyum dengan lelaki lain. Senyummu hanya untukku, ingat itu."
"Iya- iya, Tuan Keno yang cemburuan..."
"Aku tidak cemburu !" bantah Keno.
"Nye nye nye nye nye..." Aira menirukan ucapan suaminya.
"Kau meledekku?"
"Eh tidak sayang, mana berani aku meledekmu." Aira merasa kesal, sedari tadi ia salah terus di mata Keno.
***
Keno tengah asyik menatap dokumen- dokumen kantornya, padahal waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Lelaki itu bekerja dengan memangku Aira.
"Aku duduk di sofa saja, biar kau bisa fokus dengan pekerjaanmu."
"Kalau kau sampai pindah dari pangkuanku, aku malah tidak bersemangat dalam bekerja," ucap Keno seraya mengecup pipi Aira.
"Tapi aku tidak nyaman, adek kecilmu menggangguku." Aira malu- malu, ia memainkan jari- jarinya.
Aira selalu mencoba untuk bangkit dari pangkuan dan pelukan Keno, namun ketika ia bergerak sedikit saja, Keno semakin erat memeluknya.
"Ehm, sayang. Aku ingin pergi ke dapur, aku haus."
"Panggil Bi Ijah saja, jangan membuat alasan supaya pergi dariku."
"Nanti aku kembali lagi, aku hanya ingin membuat jus jeruk."
Setelah berbagai cara Aira lakukan, akhirnya wanita itu bisa lepas dari Keno. Aira segera pergi ke dapur untuk membuat jus jeruk yang ia inginkan.
Segeralah ia menyiapkan jeruk, es batu, air, dan susu kental manis. Ia langsung memblender semua bahan dan menuangkannya ke dalam gelas saat semuanya sudah tercampur rata.
Tak menunggu waktu yang lama, ia langsung meminumnya hingga tandas.
"Ahh...enak sekali."
"Loh, Nak Aira kok minum jus malam- malam? Kenapa tidak menyuruh Bibi saja, Nak?" seru Bi Ijah yang kala itu hendak mengambil air minum.
"Tidak apa, Bi. Aku hanya ingin saja," jawab Aira, ia menuangkan sisa jus jeruk ke dalam gelasnya.
"Aira ke kamar dulu ya, Bi. Selamat malam..." Tak cukup dengan jus, ia juga membawa dua buah jeruk yang masih utuh.
***
__ADS_1
Ceklekk
"Heyyy !!!" Keno menepuk pundak Aira dari belakang.
"Aaaaaa...." Aira berteriak sekencang mungkin, ia sangat terkejut tatkala ada yang memegang pundaknya. Hingga jus yang Aira bawa tumpah.
"Keno !!!"
Lelaki itu tertawa terpingkal- pingkal bersandar di pintu seraya memegangi perutnya. Ekspresi Aira yang terkejut sangatlah lucu, membuat Keno tak berhenti tertawa.
"Jus ku jadi tumpah, hiks..." Aira menangis ketika melihat jusnya tumpah dan hanya tersisa setengahnya saja.
"Hey, kenapa kau menangis. Cup cup cup, sayang jangan menangis." Keno menjadi salah tingkah melihat istrinya yang benar- benar meneteskan air mata. Ia pun memeluk Aira dan mencoba menenangkan.
"Sudah jangan menangis. Hanya tumpah sedikit, jangan seperti anak kecil dong sayang..."
"Jus ku tumpah banyak ! Lihat, tinggal setengah gelas saja. Kau jahat !" bentak Aira, ia langsung meminum sisa jusnya.
"Kenapa seperti anak kecil sih, menggemaskan." Keno mengecup bibir Aira dan mengusap air mata yang membasahi pipi istrinya.
"Kau harus membuatkanku lagi, ini belum cukup."
"Ini sudah malam, jangan minum jus terlalu banyak."
Aira tak menghiraukannya, ia berlalu keluar dari kamar dan menuju dapur untuk membuat jus jeruk lagi. Padahal ia sudah minum jus jeruk sangatlah banyak hari ini, tapi rasanya belum puas.
"Biar aku yang membuatnya." Keno langsung mengupas jeruk dan membuat jus yang Aira inginkan.
"Mau pakai susu atau gula?" tanya Keno.
"Susu saja, tapi jangan banyak- banyak. Biar aku saja lah yang ngasih susunya."
Tak perlu waktu lama, jus jeruk pun sudah jadi. Aira langsung meminumnya hingga habis satu gelas.
"Masam ! Harusnya kau menambahkan susunya lagi," ucap Keno setelah ia mencicipi jus itu. Rasanya sangatlah masam tapi Aira nampak biasa- biasa saja.
"Ini sudah pas, tidak masam."
Keno mengernyitkan dahinya, ia benar- benar tak mengerti dengan Aira. Istrinya benar- benar aneh, tadi tiba- tiba menangis hanya karena jusnya tumpah, dan sekarang jus yang rasanya masam dia malah menyukainya.
Keno pun menjadi kepikiran dengan perkataan dokter Ilham tadi. Apa kelakuan Aira ini karena hormon kehamilan? Dan apakah memang benar jika istrinya itu hamil? Tapi, kenapa Aira datang bulan?
Sebelum tidur, Aira pergi ke kamar mandi sebentar untuk buang air kecil dan cuci muka. Ia sedikit heran karena pembalut yang ia pakai tidak mengeluarkan darah. Padahal, jelas- jelas tadi pagi ia masih menstruasi.
"Kok aneh sih? Masa iya mestruasi cuma sehari doang?" Aira terheran- heran, padahal ia jika menstruasi bisa sampai seminggu tapi ini cuma sehari.
.
.
.
.
__ADS_1
.
eheheheš„“š¤