
Tiba dimana hari pernikahan Keno dan Aira.
Aira sudah selesai dirias oleh MUA ternama. Rambut panjangnya disanggul, leher jenjangnya yang putih mulus terekspos jelas. Veil atau kerudung pengantin berlapis ganda dengan panjang sebetis menghiasi kepalanya.
Wajah cantik dengan bulu mata lentik, bibirnya yang merah tak hentinya menyunggingkan senyuman. Jantungnya berdetak lebih cepat, impiannya menikah dengan orang yang ia cintai terwujud.
"Ratu Cleopatra akan iri jika melihatmu, kau lebih cantik darinya," ucap Mira.
"Ah, Mama ini terlalu berlebihan," seru Aira malu- malu.
"Lo emang cantik banget, Ra. Selamat ya, akhirnya Tuhan mempersatukan kalian kembali," ucap Mega memeluk Aira. Suasana hangat dan penuh haru tercipta.
Di sisi lain, Keno juga sudah mempersiapkan dirinya. Berbalut kemeja putih polos dan tuxedo dengan dasi kupu- kupu di lehernya, ia tampan seperti biasanya. Jantungnya berdebar tak karuan, wajahnya pucat pasi, ia gugup.
"Jangan gugup, tenanglah. Ingat ! Kau jangan sampai mempermalukan Keluarga Sanjaya," ucap Bram dengan sedikit penekanan.
"Ti- tidak akan, aku tidak akan mempermalukan siapapun. Aku juga akan lancar mengucapkan ijab kabul nanti, tidak seperti dia," jawab Keno menunjuk Sandi.
"Ishh, kenapa bawa- bawa gue sih. Kan jadi malu kalau keinget yang dulu." Sandi malu saat Keno mengingatkan kepada ijab kabulnya dulu. Semua yang di sana tergelak ketika mengingat pernikahan Sandi.
Gedung pernikahan telah dipenuhi dengan para tamu undangan yang telah duduk manis di depan meja bundar. Gedung dihias sangat mewah, menampakkan status sosial Keluarga Sanjaya yang sangat tinggi. Pernikahan bertema Classic Romance, dengan tempat pesta yang sudah dipenuhi dengan dekorasi berwarna pink dan putih, serta bunga- bunga yang menambah nuansa romantis.
***
Semua tamu tampak antusias menanti kedatangan sang mempelai.
Aira mulai memasuki gedung pernikahan dengan diikuti Mira, Mega, Hana, dan Tante Ratna dibelakangnya.
Di sisi lain, Keno, Alfa, Raka, dan juga Sandi menunggu kedatangan mempelai wanita.
Aira dengan membawa buket bunga mawar putih yang senada dengan dekorasi ruangan, melangkahkan kakinya pelan di atas karpet merah yang telah terbentang. Alunan musik romantis mengiringi langkah wanita itu. Iringan tepuk tangan dari keluarga dan para tamu undangan begitu riuh terdengar. Jepretan kamera juga terus terdengar.
Semua tertegun akan kecantikan seorang Aira Madali itu. Polesan make up Flawless namun tetap terlihat natural. Wajahnya tampak segar dengan senyum yang terus tersungging. Ia berjalan sangat anggun dan elegan.
"Kau sangat cantik, para bidadari di langit akan iri jika melihatmu," bisik Keno saat Aira sudah duduk di sampingnya.
"Kau tidak perlu mengatakannya, karena aku sudah tahu itu." Aira terkekeh saat mendengar ucapannya sendiri. Sedangkan Keno hanya tersenyum, calon istrinya sedikit menyebalkan, pikirnya.
"Apa kau sudah siap?" tanya Andi dengan tatapan tajam ke arah calon menantunya itu.
"Sangat siap."
"Tapi, kenapa tanganmu dingin?" ledek Andi saat menjabat tangan Keno.
"A- anu itu, udaranya kan dingin," jawab Keno terbata.
"Sepertinya hanya kau saja yang kedinginan, apa kau sedang tidak enak badan?" Andi kembali melontarkan pertanyaan yang sebenarnya adalah ledekan untuk Keno.
"Sudahlah, Pah. Langsung nikahkan Keno saja, dari tadi malah ngajak ngobrol mulu," ucap Keno menggelakkan tawa di gedung itu.
"Wahhh sepertinya Presdir kita ini sangat tidak sabar untuk menikah, atau sudah tak sabar untuk malam pertama nanti?" goda pembawa acara mengerlingkan matanya.
"Dua- duanya !" jawab Keno lantang dan kembali menggelakkan tawa.
__ADS_1
Aira mencubit perut Keno, ia sangat malu dengan tingkah calon suaminya itu. "Memalukan," bisik Aira seraya melototkan matanya.
"Apa?"
"Sudah- sudah, kau ini tidak sabaran sekali," ucap Andi menggelengkan kepalanya. Andi dan Keno kembali berjabat tangan lagi.
"Ananda Keno Arka Sanjaya bin Bramantyo Sanjaya, Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya Aira Madali binti Andi Sasongko dengan mas kawin seperangkat alat solat, uang 500 juta, dan emas 500 gram dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Aira Madali binti Andi Sasongko dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Keno mengucapkannya lantang hanya dengan satu tarikan nafas saja.
"Yeeyyyyyy !!!" teriak Keno dan berdiri dari kursinya.
"Yey apanya? Belum ada yang bilang sah udah yeyy aja," ucap Andi membuat Keno begitu malu. Gelak tawa di gedung itu pun pecah kembali.
"Bagaimana para saksi?"
Dan "SAHHHH !" satu kata terucap dari bibir para tamu undangan. Itu tandanya Keno Arka Sanjaya dan Aira Madali sudah sah sebagai suami istri !!!!!
Semuanya pun membacakan do'a untuk pengantin baru itu. Rasa bahagia menyelimuti semua orang di sana. Orang tua mereka tampak meneteskan air mata bahagia.
"Tak ada yang lebih penting lagi selain kebahagiaan anak- anak kita," lirih Bram.
"Iya, Semoga mereka selalu diberi kebahagiaan. Dan semoga kita cepat dapet cucu," ucap Maria.
"Iya, aku mau cucu sepuluh dari mereka, haha," timpal Andi.
"Tapi aku mau lima belas, haha," ucap Mira. Mereka pun tertawa.
***
"Kau juga sudah sah menjadi suamiku," balas Aira saat mencium tangan Keno.
Rasa haru, bahagia, semuanya bercampur jadi satu. Tak terasa air mata mereka menetes membasahi pipi. Untuk melaju ke jenjang yang serius ini bukanlah hal yang mudah.
Dulu, untuk sampai ke titik ini sangatlah mustahil, rasanya sangat berat dan seolah tak akan pernah sampai. Hingga rasa putus asa pun selalu menyelimuti.
Perjuangan yang amat sangat berat, namun akhirnya keduanya bisa berjuang dan mempertahankannya. Karena cinta memang harus diperjuangkan. Meskipun sulit namun mereka tetap berusaha, hingga keberhasilan dan kebahagiaan pun akhirnya mereka capai.
"Sekarang sudah sah, kalau mau loncat- loncat silakan, Tuan Keno," ucap Pembawa acara meledek Keno.
Keno tak menghiraukannya, ia lalu memeluk erat tubuh istrinya. Bahagia yang tak terkira menyelimutinya. Sorotan kamera dari para wartawan pun tertuju pada mereka. Pernikahan Presdir Sanjaya ini pasti akan menjadi trending topik.
***
Tamu undangan sangatlah banyak mengingat status sosial kedua keluarga mereka yang sangat tinggi. Keno dan Aira yang meladeni tamu pun merasa kelelahan. Acara berlangsung sampai sore harinya.
"Huffttt gila ! Tangan gue mau copot bagiin souvenir," tutur Mega. Ya, Mega dan Sandi bertugas membagikan souvenir pernikahan kepada para tamu undangan, sebagai ganti bayaran untuk Aira dan Keno yang telah menjadi MC di pernikahan mereka dulu.
"Sumpah ya, tamunya bikin ngeri," tambah Sandi.
"Itu bayaran buat kita, kan dulu kita udah jadi Mc di pernikahan kalian. Udah gitu aku juga nyumbang lagu," ucap Keno dengan santainya.
"Dihh, jadi dulu nggak ikhlas nih." Mereka pun tertawa.
"Selamat Kak Aira, semoga cepet nyusul kita," ucap Hana seraya memeluk Aira.
__ADS_1
"Loh, aku kan udah nyusul kalian," jawab Aira terheran- heran.
Raka dan Hana pun tersenyum dan saling pandang- pandangan. "Maksud kita nyusul punya momongan," ujar Raka.
"Ha? Jadi, Hana hamil?" tanya Aira yang mendapatkan anggukan oleh Raka dan Hana.
"Wahhh, selamat Hana. Semoga sehat selalu dedek bayinya." Lagi- lagi, kabar kebahagiaan datang dari keluarga mereka. Keluarga itu benar- benar dilimpahi kebahagiaan yang tak terduga.
***
Acara diakhiri dengan Exit Wedding Tos. Para rekan kerja dan sahabat pengantin baru itu telah berjejer rapi dan siap menaburkan kelopak bunga dan potongan- potongan kertas.
Keno dan Aira bergandengan melewati para rekan dan sahabat mereka. Taburan dan sorakan mengiri langkah mereka saat keluar dari gedung.
Senyum bahagia terus tersungging dari keduanya. Mereka terlihat sangat serasi membuat semua orang iri melihatnya.
***
Acara pun selesai, Keno dan Aira menuju ke ruang ganti.
"Aira, jangan dilepas dulu. Aku belum mengambil fotomu di kameraku," cegah Keno saat Aira hendak melepas riasannya.
"Baiklah- baiklah. Ambil 1000 foto juga tak apa," jawab Aira.
"Kau sangat cantik, aku akan memfoto mu lebih dari itu," jawab Keno membuat Aira menggelengkan kepalanya.
"Ken, jangan foto- foto terus. Ajaklah istrimu beristirahat, nanti masih ada acara makan malam keluarga," seru Mira.
"Bentar lagi, Mah."
"Cepat ke kamar sana, tapi jangan main dulu," ucap Andi.
"Iya, bener tuh jangan main dulu," timpal Bram, Aira dan Keno pun menjadi malu dibuatnya.
"Main apaan sih, Pah?" tanya Keno.
"Halah, sok- sokan nggak tau aja kamu itu," ucap Maria seraya menoyor kepala anaknya itu.
Tawa bahagia pun kembali pecah di dua keluarga itu.
.
.
.
.
.
Yeyyyyy, selamat buat Keno dan Aira😍
__ADS_1
Like, komen, dan Votenya jgn lupa para pembaca😂