Hello Presdir

Hello Presdir
Jangan Tidur Denganku


__ADS_3

Hari telah berganti hari. Kini, pernikahan Aira dan Keno sudah berjalan dua minggu. Kadar kemesraan mereka bertambah tiap harinya. Tapi, tak bisa dipungkiri juga, walaupun status mereka sudah berubah, mereka selalu saja mengusili satu sama lain. Keno selalu saja menjahili istrinya dan Aira juga membalasnya.


Siang ini, Toko Aira sangatlah ramai. Bahkan, ia ikut turun tangan dalam melayani pembeli. Ia juga yang mengantarkan minuman ke meja pembeli sampai tak ada waktu untuk istirahat.


"Sepertinya aku harus menambah karyawan lagi. Akhir- akhir ini tokoku ramai sekali," gumam Aira dalam hati. Ia sangatlah senang tatkala pengunjung di tokonya meningkat tiga kali lipat dari sebelumnya. Itu karena Keno membantunya dalam promosi.


"Ini, Pak, Espresso dan satu slice Mousse Cake pesanan Anda," ucap Aira seraya meletakkannya di depan lelaki itu.


"Selamat menikmati, saya permisi..." Belum sempat melangkah, tangan Aira yang membawa nampan langsung dicekal lelaki itu.


"Apa kau tidak mengenaliku?" tanya lelaki yang sedari tadi menundukkan wajahnya.


"Kak Alfa..." Tanpa diminta, Aira langsung mendudukkan tubuhnya di kursi depan Alfa. Ia tertarik untuk mengobrol dengan dokter tampan itu.


"Hai bocil, lama tak bertemu, apa kabar?" tanya Alfa sambil mengacak- acak rambut Aira. Namun, sang pemilik segera menepisnya. Aira masih marah dengan kelakuan Alfa yang sering bermalam di club.


"Aku minta maaf atas kelakuan Mamaku kemarin. Sungguh, aku tak menyangka kalau dia akan memperlakukanmu seperti itu."


Kemarin, Alfa langsung mengecek CCTV di rumahnya. Ia sangat terkejut tatkala Mamanya mendorong tubuh Aira sampai terjatuh dan menginjak- injak tangannya.


Alfa terus meminta maaf kepada Aira, wajahnya tertunduk seakan kesalahan yang dibuat Mamanya itu adalah kesalahannya sendiri.


"Kak, aku mohon berhentilah ke club dan minum- minuman alkohol. Aku ingin Kak Alfa yang dulu, bukan yang sekarang." Aira bersusah payah menahan air matanya supaya tak jatuh.


"Bukankah kau dulu bilang kalau kau telah mengikhlaskanku? Tapi, apa ini? Kau mencoba melupakan aku dengan cara yang salah, aku tidak suka, kak !"


"Gara- gara aku Mamamu membenciku. Aku telah merusakmu, aku telah menghancurkan hidupmu, kak. Ku mohon berhentilah melakukan hal bodoh, itu sangat menjijikkan !" tutur Aira dengan suara yang meninggi. Ia sangat murka dan kecewa dengan lelaki di hadapannya, apalagi saat melihat mata Alfa yang merah. Lelaki itu pasti mabuk lagi semalam.


Alfa tersenyum kecil dan menggenggam kedua tangan Aira. Mengusap pelan dengan ibu jarinya.


"Aku akan berusaha. Tapi, aku masuk ke dunia malam bukan karena ingin melupakanmu." Alfa berkaca- kaca saat berbicara kepada Aira.


"Lalu gara- gara apa? Sudahlah kak, siapapun juga tahu kalau itu semua gara- gara aku." Aira menarik tangannya dari genggaman Alfa.


"Kau masih ingat dengan wanita yang bersama Mamaku, kan? Gara- gara dia aku jadi seperti ini."


"Ada apa sebenarnya?"


"Setelah Mamaku tahu kalau kau akan menikah dengan Keno, dia terus saja mencari pengganti untukmu. Dan Vera adalalah wanita pilihan Mama yang dijodohkan denganku."


"Aku tidak suka dengan wanita itu walaupun dia sama baiknya denganmu. Aku hanya mencintaimu, aku tidak bisa membuka hatiku untuknya. Aku sudah menolak, akan tetapi Mama kekeh untuk menikahkan kami. Dan akhirnya kami menikah di hari yang sama seperti pernikahanmu," tambah Alfa.


Aira menutup mulutnya dengan tangan, ia sangat terkejut mendengarnya. Pantas saja Alfa hanya hadir sebentar saat pernikahannya dulu.


"Aku enggan untuk tinggal bersamanya satu atap. Setelah aku pulang bekerja, aku lebih memilih untuk pergi ke club dan menyegarkan otakku. Aku tidak ingin melihatnya. Sulit sekali menerimanya walaupun sekarang dia sudah menjadi istriku."

__ADS_1


"Kak..." Aira berdiri dan langsung memeluk Alfa. Tubuhnya bergetar, ia menangis di dekapan Alfa.


"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku. Harusnya kau tidak memendamnya sendiri, bukankah aku adikmu?"


"Maaf, aku tidak mau kau sedih. Kau itu memang adikku, ayolah jangan menangisi aku." Alfa mengedarkan pelukannya dan mengusap air mata Aira.


"Kenapa nasibmu seperti ini, kak? Tuhan tidak adil, dia sangat jahat."


"Sssttt, jangan bicara seperti itu. Vera itu sebenarnya sangat baik, dia menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Aku belum bisa membuka hatiku untuknya, tapi aku akan selalu berusaha."


"Aku tidak tahu harus berbuat apa untukmu. Aku hanya bisa mendo'akanmu, kak," lirih Aira.


"Do'akan supaya aku bisa mencintainya sama seperti aku mencintaimu." Alfa tersenyum manis seolah tak ada beban.


"Oh ya, Maafkan Mamaku. Mama hanya salah paham saja denganmu. Mamaku sudah dipenjara karena telah melakukan kekerasan terhadapmu. Kau tenang saja, dia tidak akan seperti kemarin lagi," ujar Alfa.


"Apa ?!!! Dipenjara?"


"Iya, hanya satu bulan saja untuk membuatnya jera. Aku juga setuju dengan Keno, Mamaku memang pantas untuk itu."


"Maafkan aku, kak. Aku akan membujuk Keno supaya membebaskannya. Ini hanya masalah sepele saja tak perlu masuk ke ranah hukum." Aira menjadi kesal dengan Keno. Ia akan memberi pelajaran untuk anak itu jika sudah sampai rumah.


Mereka melanjutkan obrolan hingga petang, melepas rindu karena dua minggu tidak bertemu.


***


"Kenapa nggak nunggu di dalam aja, Nak," seru Bi Ijah.


"Di sini aja, Bi. Bosan kalau nunggu di dalam."


Tak lama kemudian, mobil Keno mulai memasuki rumah. Dengan cepat, Aira langsung menghadang mobil itu. Keno pun segera keluar.


"Aira...Kenapa kau menghadang mobilnya? Apa kau sudah tak sabar bertemu denganku? Maaf ya, aku tadi ada meeting mendadak soalnya," ucap Keno.


Aira mendengus kesal mendengarnya, usai mencium tangan Keno, ia pun segera menjewer telinga suaminya itu.


"Aww, kenapa malah ngejewer aku sih? Harusnya dicium bukan dijewer," pekik Keno.


"Kau itu apa- apaan! Hanya masalah kecil tapi sampai memenjarakan Mamanya Kak Alfa. Sekarang, bebaskan dia. Jangan nakal jadi orang itu," seru Aira dengan nada marah.


"Oh kau sudah tahu rupanya, aku tidak akan membebaskannya. Toh hanya sebulan saja bukan setahun," jawab Keno santai, ia langsung masuk ke rumah dan meninggalkan Aira.


"Kenoooooo !!!"


***

__ADS_1


"Ken, ayolah bebaskan saja. Aku kan juga nggak papa, kasihan dia." Aira bergelayut manja dan tetap berusaha membujuk Keno.


"Jangan kasihani dia. Dia sudah menamparmu, mendorongmu berkali- kali sampai terjatuh, bahkan dia juga menginjak- injak tanganmu, kan? Wanita biadap itu pantas mendapatkannya."


"Cabut tuntutannya, ya? Kau 'kan baik, nanti aku kasih permen deh, yang banyak," rayu Aira.


"Nanti aku juga akan membelikan es cream dan rainbow cake yang banyak untukmu," tambah Aira lagi.


"Cihhh, memangnya aku anak kecil ! Aku tidak akan membebaskannya. Titik !"


"Sudah jangan bergelayut di tubuhku, atau aku akan memakanmu malam ini," seru Keno, ia merasa risih karena sedari tadi Aira terus menggodanya sampai adik kecilnya bangun.


Aira sudah memasang wajah memelasnya, bahkan ia juga berpura- pura menangis supaya Keno luluh. Tapi, Keno tetap kekeh ia tidak mau membebaskan Diva.


"Kalau begitu malam ini jangan tidur denganku. Tidur di kamar lain sana !" bentak Aira, ia langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang.


"Heyyy, kenapa jadi seperti ini? Lalu, bagaimana jatahku malam ini?"


"Enggak ada. Pergi kau dari sini !" teriak Aira seraya melemparkan bantal tepat ke wajah Keno.


Keno tak menghiraukannya, ia langsung merebahkan tubuhnya dan mendekap tubuh istrinya erat.


"Aaa lepaskan ! Aku nggak mau tidur denganmu sebelum kau membebaskan dia !" Aira terus memberontak dan memukuli dada Keno.


"Kau itu jangan terlalu baik jadi orang. Biarkan dia jera, aku nggak mau dia nyakitin kamu lagi !"


"Dia nggak nyakitin aku ! Pergi sana, aku nggak mau tidur denganmu..."


"Baiklah, aku akan tidur di sofa malam ini. Tidurlah yang nyenyak istriku, papayy..." Keno langsung beranjak dari ranjangnya dan langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


Aira terdiam, ia hanya bercanda saja supaya Keno membebaskan Diva. Tapi, Keno tetap kekeh dengan pendiriannya dan lebih memilih untuk tidur di sofa daripada membebaskan Diva.


"Tidur yang nyenyak istriku !"


"Ah ! Menyebalkan sekali kau itu !" gerutu Aira.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Keno nyebelin banget sih🤣🤣🤣


Jangan lupa like dan votenya ya🤗🤗🤗


__ADS_2