
"Aku mau steak daging buatanmu !" lirih Aira dalam pelukan suaminya.
Mata Keno kembali terbuka sempurna mendengar ucapan istrinya. Ia mendengus kesal, anaknya benar- benar jahat dengannya.
"Besok pagi saja ya..."
"Kau mau membuatku mati? Aku laparnya sekarang," rengek Aira.
"Tapi ini masih jam dua, tunggu dua atau tiga jam lagi saja."
"Baiklah aku akan membuatnya sendiri saja." Aira lalu bangkit dari ranjangnya dan langsung keluar kamar.
Keno mengacak- acak rambutnya. Orang ngidam ternyata begitu menyebalkan, tak tahu waktu dan situasi. Ia kemudian menyusul istrinya ke dapur. Aira sudah menyiapkan semua bahannya dan mulai memasaknya.
"Katanya mau steak buatanku? Kenapa tidak menunggu..." ucap Keno manja, ia melilitkan tangannya ke pinggang istrinya yang sedang melumuri bumbu ke daging.
"Kau 'kan tidak mau, jadi lebih baik aku yang membuatnya."
"Biar aku saja yang melanjutkan, kau duduklah di sana." Keno menunjuk kursi yang berada di samping kulkas.
"Memangnya kau bisa memasak?"
Keno menggeleng seraya meringis menunjukkan gigi rapinya. Aira pun mengarahkan suaminya untuk memasak.
"Kalau sudah lelehkan margarin, terus masukin bawang putih dan rosemary."
"Dagingnya kapan?"
"Sekarang, pelan- pelan saja masukinnya."
Keno melempar daging itu sehingga dirinya terciprat margarin panas, berjingkatlah ia dan langsung berlari menuju istrinya. Aira pun tertawa terbahak- bahak melihat suaminya kabur.
"Ayo balik dagingnya, biar cepat matang."
Keno pun segera membalik dagingnya sesuai perintah Aira. Setelah menunggu beberapa menit, dagingnya pun sudah matang.
"Sudah matang sayang," serunya senang.
"Di cek dulu pakai meat thermometer, itu ada di dekat rak sendok meat thermometernya."
Keno patuh dengan istrinya, ia mengambil alat yang dimaksud. Namun, ia tak tahu cara menggunakannya.
"Ditusuk ke dagingnya bukan jidatmu, astaga!" Aira menepok jidatnya melihat tingkah suaminya yang sangat menyebalkan itu.
"Ya 'kan aku tidak tahu!" tukas Keno kesal.
Daging yang dimasak Keno telah menunjukkan matang medium sesuai keinginan Aira. Ia pun segera memindahkan daging itu ke piring dan tak lupa memotongnya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Aku berbakat juga ternyata," ucap Keno bangga saat melihat steak buatannya telah matang dan siap disantap.
"Lihatlah, aku bisa memasaknya dengan baik dan benar." Keno menunjukkan masakannya kepada istrinya, ia menepuk dadanya karena sangat bangga.
"Dan lihatlah, dapur kita tadi rapi. Sekarang jadi seperti kapal pecah," jawab Aira tergelak.
Keno langsung menoleh ke arah dapurnya, yang ternyata bukan hanya seperti kapal pecah, tapi benar- benar sudah hancur. Semuanya berantakan dan peralatan dapur tak sesuai dengan tempatnya lagi.
"Kenapa bisa begitu ya." Keno menggaruk tengkuknya, ia heran sendiri tatkala melihat panci- panci koleksi istrinya tergeletak di lantai dan kotor, padahal memasaknya tak memerlukan panci.
"Ah, sudahlah. Ayo aku suapi."
"Ehm, sangat enak," seru Aira setelah mencoba steak buatan suaminya. Keno pun semakin bangga dengan masakannya, yang ia pikir rasanya tidak enak tapi kata Aira sangatlah enak.
Keno pun ikut mencicipi masakannya, raut wajahnya langsung berubah seketika saat memasukkan sepotong daging ke mulut. Rasanya sangatlah tidak enak, hanya berasa lada dan garam saja.
"Jangan dilanjutkan makannya. Makanan neraka ini tidak layak dimakan." Keno langsung menggeser piring steaknya menjauhi Aira.
"Kenapa kau bilang tidak enak? Ini sangatlah enak, lidahmu saja yang sudah rusak. Kemarikan !" Aira mengambil steaknya lagi dan kembali memakannya.
Keno bergidik ngeri melihat istrinya yang begitu lahap. Orang ngidam benar- benar aneh, pikirnya.
"Aku sudah kenyang." Aira baru memakan tiga potong daging tapi sudah bilang kenyang, membuat Keno semakin kesal. Ia sudah bersusah payah membuatkannya tapi hanya dimakan sedikit saja.
***
Pagi itu, Aira dan Keno sedang bermanja- manjaan di meja makan. Tiba- tiba ada suara anak kecil yang begitu renyah di telinga.
"Hei bocil ! Om kangen nih sama kamu, gimana sekolah kamu?" Keno pun nampak senang bertemu dengan anak itu.
"Luar biasa, Om. Aku punya banyak teman di sana, tapi kata Mama aku akan sekolah di sini. Jadi aku tidak bisa bertemu lagi dengan mereka." Anak itu terlihat sedih karena pisah dengan temannya yang ada di Jepang.
"Nanti juga dapat teman lagi, bahkan lebih banyak." Keno mencubit pipi anak itu dengan gemas. "Di mana Mamamu?"
"Hai, Ken. Apa kabar?" seru wanita yang sepertinya adalah Mama dari anak kecil tadi. Wanita itu memeluk dan menghujani wajah Keno dengan kecupan. Aira sedikit cemburu melihatnya.
"Harusnya aku yang menanyakan itu padamu, Kak. Berapa abad kau tidak pulang?" sindir Keno.
"Sepuluh abad mungkin." Wanita itu membalas candaan Keno, mereka pun tertawa lepas.
"Wahh, ini pasti istrimu ya. Cantik sekali," ucap wanita itu langsung memeluk dan menyium Aira. Orang asing itu sok kenal !
"Kak Tiara, ya?" tebak Aira, dan wanita itu pun mengangguk.
"Tante...Tante cantik sekali, seperti barbie," celetuk anak kecil tadi seraya menarik baju Aira dari bawah.
"Kamu pasti Livka, ya? Kamu cantik dan lucu," balas Aira membelai pipi Livka.
Mereka pun berkumpul di ruang keluarga. Bercerita dan bercanda bersama. Keno yang merasa diabaikan kedua wanita itu lebih memilih untuk bermain dengan Livka, gadis kecil dengan rambut lurus sepinggang.
"Aku tidak melihatmu di pernikahanku? Kenapa tidak hadir?" tanya Aira kepada Tiara.
__ADS_1
"Sebenarnya aku sudah mau ke Indonesia, tapi Papanya Livka sangatlah sibuk jadi tidak bisa datang saat hari pernikahanmu," jelas Tiara.
"Pantas saja, aku baru tahu beberapa hari yang lalu kalau Keno itu punya kakak angkat. Mama Maria juga tak pernah bercerita tentangmu."
"Ya begitulah, mungkin mereka lupa karena aku terlalu lama di Jepang. Sekarang kita akan sering bertemu karena aku akan kembali menetap di Indonesia dan akan membantu Keno lagi di Sanjaya Group."
Aira membulatkan mulutnya menanggapi ucapan Tiara. Entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak. Tapi, ia segera menepisnya. Tiara itu terlihat baik baik dan ramah. Tidak mungkin 'kan kalau dia akan berbuat jahat dengannya, lagipula dia itu adalah Kakak Keno.
"Katanya kau lagi hamil? Pasti masih ngalamin morning sickness ya?" tanya Tiara seraya mengusap perut Aira.
"Jarang, Kak. Bayiku tidak nakal ha-ha-ha !" Tiara ikut tertawa juga melihat Aira.
"Kak, kita harus berangkat sekarang nih. Kak Tiara mau di sini atau pulang sekarang?" tanya Keno menyela obrolan Tiara dan Aira.
"Ehm, apa aku boleh ikut kau saja? Sekalian lihat Sanjaya Group yang sekarang, sebentar lagi 'kan aku akan kembali ke sana," jawab Tiara.
Keno pun mengiyakan, mereka segera masuk ke mobil.
"Mamah, aku duduk di depan saja ya di samping Om Keno," ucap Livka.
"Tidak boleh sayang, itu tempat duduknya Tante Aira. Kita duduk di belakang saja ya..." Tiara mencoba menasihati anaknya, namun Livka malah menangis saat Mamanya menolak duduk di depan.
"Tidak apa, Kak. Kakak dan Livka duduk saja di depan, biar aku yang di belakang." Aira mengalah supaya Livka berhenti menangis.
"Sayang, masa iya kamu duduk di belakang. Kalau begitu kita minta Mang Dadang saja ya yang membawa mobilnya, aku akan duduk di belakang denganmu." Keno tidak enak hati jika istrinya yang harusnya duduk di sampingnya malah duduk di belakang dan sendiri.
"Tidak perlu, nanti aku kesiangan. Sudahlah tak apa, ayo berangkat sekarang," tolak Aira lembut. Keno pun segera melajukan mobilnya, matanya terus menatap istrinya. Ia sangat tak tega melihatnya.
Livka dan Tiara terus menggoda Keno. Mereka bertiga bercanda dan tertawa riang, hingga melupakan kehadiran Aira.
Aira sedikit sesak melihat keakraban mereka. Aira benar- benar menjadi orang asing di antara Keno, Tiara, dan Livka.
"Ini kantor kamu, Ra?" tanya Tiara tatkala mobil mulai memasuki kantornya.
"Kalau bukan kantorku terus kenapa Keno memberhentikan mobilnya di sini?!" batin Aira. Ia sedikit kesal, karena selama perjalanan mereka benar- benar mengacuhkannya dan tak ada satupun yang mengajaknya berbicara.
Aira segera mencium tangan Keno dan berlalu masuk kantornya. Ia benar- benar tak mau lagi melihat ketiga orang itu yang telah mengabaikannya.
.
.
.
.
.
Si Tiara ini aslinya gimana ya? Jahat atau Baik nih? Huhu pinisirin deh :v
Jgn lupa like dan votenya ya😂🤗
__ADS_1