
"Ra, lo ati- ati ya. Semoga lo engga di apa- apain sama Keno," pesan Mega melalui WhatsApp.
"Tenang aja, gue cuma diajak makan kok. Anak manja dia itu, haha," balas Aira yang sebenarnya juga takut kalau Keno akan membalas kejadian tadi pagi.
Mobil mewah Keno sudah sampai pada salah satu mall terbesar di ibukota. Mereka langsung memasuki salah satu restoran American food dan segera memesan makanan untuk makan siang mereka.
Cih, hanya makan saja di suruh menemani. Kurang kerjaan banget, Aaaa pengen banget noyor kepalanya. gerutu Aira dalam hatinya.
"Ehm, kau hanya meminta untuk di temani makan siang saja?"
"Kenapa memang? Kau mau lebih? Baiklah hari ini kita akan kencan," ucap Keno santai sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.
"Tidak."
"Astaga, kenapa malah ngajak kencan." gerutu Aira lagi, ia menepuk jidatnya.
"Kau sudah bilang tadi, baiklah ayo kita pergi dari sini," ajak Keno menarik tangan Aira dan segera keluar dari restoran.
Aira memutar mata malasnya, ia mengikuti langkah Keno.
"Tunggu," ucap Keno berhenti melangkahkan kakinya.
"Kenapa?"
"Aku tidak tau kencan itu bagaimana, Aku tidak pernah."
"Tidak pernah? Terus kamu ngapain aja sama pacarmu?" tanya Aira mengernyitkan dahinya.
"Tuan sibuk kerja, jadi tidak pernah melakukan hal konyol seperti itu hahah," ucap Frido yan sedari tadi menguping.
"Coba ku ingat."
"Baiklah aku ingat, pertama kita pergi ke toko sepatu, lalu baju, lalu toko perhiasan, lalu tas, dan-"
"Stop, itu belanja bukan kencan."
"Tapi pacarku dulu selalu begitu, bukannya itu kencan?"
Aira menepuk jidatnya kesal, "Ah sudahlah, mari aku ajarkan," ucap Aira dan kali ini ia yang menggandeng tangan Keno.
"Pertama kita nonton film, aku yang beli tiketnya dan kau yang membeli pop corn dan minuman untuk camilan saat menonton nanti," ucap Aira ketika sudah sampai di gedung bioskop.
"Frido, kau paham yang dikatakan Aira tadi?"
"Paham, Tuan. Akan kubelikan."
"Noooo !!! biar Keno saja yang beli."
"Apa kau tidak lihat, disana banyak antrian. Mana mungkin seorang Presdir mengantri hanya untuk pop corn dan minuman dingin," ketus Keno.
"Apa salahnya memang? Kau juga harus merakyat, biar tahu bagaimana rasanya menjadi orang lain."
Keno terdiam dan akhirnya ia menyetujui permintaan Aira. Ia ikut mengantri dan sering menatap Aira. Aira yang melihatnya senang karena berhasil ngerjain Keno.
Lucu juga ya, seorang presdir mengantri demi pop corn hahaha. batin Aira yang melihat Keno sedang mengantri dan digoda para pengantri lain.
Tuan, ku mohon jangan lakukan hal konyol seperti ini lagi. Kalau rekan bisnis kita ada yang tau harga dirimu akan anjlok parah. batin Frido.
Keno menghampiri Aira dengan pop corn dan minuman dingin namun wajahnya sangatlah kesal.
"Kau kenapa? Itu pipi kenapa merah?" tanya Aira pura- pura tidak tau.
"Dicubit tuh sama emak- emak," ketus Keno.
"Hahaha. Sudahlah, ayo kita masuk," ajak Aira.
"Frido, kau pulang ke kantor saja. Tinggalkan mobilnya, nanti biar aku nyetir sendiri."
"Baiklah, Tuan. Kalau begitu saya pamit ke kantor," jawab Frido.
Huh kalau sudah berdua aku dilupakan, dasar. gerutu Frido.
Keno dan Aira segera memasuki gedung dan menonton film bergenre romance.
"Harusnya kita booking dulu tempatnya, aku engga suka kalau rame- rame gini."
"Menghabiskan uang saja," sahut Aira.
"Tidak apa, daripada aku digelayuti emak- emak gini," ucap Keno yang sedari tadi lengannya digelayuti emak- emak di sampingnya.
"Tukeran tempat duduk aja yuk." Keno dan Aira bertukar tempat duduk.
"Loh kok pindah sih, ah engga seru deh pengennya deket sama babang ganteng saja," ucap Emak- emak.
"Aduh tante, jangan gangguin pacar saya, ya," sahut Aira dan langsung menyandarkan kepalanya di bahu Keno.
Deg. Deg. Jantung Keno berdetak cepat ketika Aira menyandarkan kepalanya di bahunya dan mengaku sebagai pacarnya, ya walaupun untuk membuat emak- emak itu tidak mengganggu Keno lagi.
"Ah, ternyata sudah punya pacar."
"Memang kenapa kalau sudah punya pacar? Tante mau sama dia?"
"Ya, tentu saja mau."
"Ah tante genit deh, terus suami tante gimana. Sudahlah tante, nikmatin aja filmnya." Emak- emak itu pun akhirnya diam dan menonton filmnya.
Keno yang mendengar dua wanita yang sedang ribut itu terkekeh. Mereka menikmati filmnya sembari bersuap- suapan pop corn.
Film selesai dalam waktu dua jam. Kemudian Aira dan Keno keluar.
"Kita mau kemana lagi?"
"Kita ke sana yuk, karokean," ajak Aira dan menarin tangan Keno ke tempat karoke keluarga. Mereka masuk ke salah satu ruangan.
"Kamu mau lagu apa?"
"Apa aja."
"Cinta terbaik aja ya, yang versi dj. Kamu bisa kan? Nih," ucap Aira menyodorkan satu microfon ke tangan Keno.
Lagu pun di putar, Aira mengajak Keno untuk berjoged. Aira berjoged dan melompat- lompat dengan riang gembiranya. Ia pun mulai menyanyi.
Jujur saja 'ku 'tak mampu
Hilangkan wajahmu di hatiku
Meski malam mengganggu
Hilangkan senyummu di mataku
'Ku sadari aku cinta padamu
"Ayo Ken." Menarik tangan Keno mengajaknya berjoged dan melompat- lompat. Keno dan Aira pun bernyanyi.
Meski 'ku bukan yang pertama di hatimu
__ADS_1
Tapi cintaku terbaik untukmu
Meski 'ku bukan bintang di langit
Tapi cintaku yang terbaik
Keno pun tampak bersemangat, ia berjoged dan melompat seperti halnya Aira dan sambil bernyanyi- nyanyi dan tertawa.
"Seru, kan."
"Iya, kamu sering ginian?"
"Iya, kalau weekend sama kak Mega dan Sandi juga."
Mereka melanjutkan hingga lagu habis diputar.
"Aduh capek." ucap Aira menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Tapi seru, jarang banget aku gini."
"Emang kamu engga pernah ke tempat karaoke? Biasanya kan cowo sering tuh ke sana."
"No, aku terlalu sibuk. Jarang banget ginian."
"Sesekali kamu harus refreshing biar engga panas tuh otak haha."
"Udah yuk, udah sore nih," ajak Keno. Keno dan Aira keluar dari tempat karoke itu.
"Beli minum dulu ya, kamu pasti haus. Kamu tunggu di sini," seru Aira.
Aira segera membeli dua boba dan satu crepes dengan es krim coklat favorite Aira.
"Nih Ken, minum dulu." Menyodorkan satu boba ke tangan Keno.
"Kamu mau?" ucap Aira memperlihatkan crepes ke Keno.
"Boleh."
"Aku beliin dulu ya, aku kira kamu engga mau tadi jadi aku beli satu doang."
"Jangan, kita makan berdua aja," ucap Keno yang langsung menggigit crepes yang dipegang Aira.
Deg.Deg.Deg. Jantung Aira berpacu sangat cepat saat bertatapan.
"Kita udah kaya orang pacaran aja tau ngga sih, hahahaha," ucap Aira.
"Kalau kamu mau kita bisa pacaran," ucap Keno santai.
Wajah Aira memerah seketika. Ia masih mencerna apa yang dikatakan Keno.
"Aku bercanda kali, enggak usah dipikirin haha. Pipi udah kaya tomat aja," ucap Keno mencubit Aira.
Tapi sebenarnya enggak, lanjut Keno dalam hatinya.
Tuh kan dia cuma bercanda, ngapain dipikirin serius, huh! gerutu Aira dalam hatinya.
"Ih, jangan cubit- cubit, sakit tau," seru Aira.
Mereka akan segera pulang, tapi saat menuju pintu keluar Aira melihat permainan capit boneka.
"Ken."
"Hm"
"Main itu dulu, yuk," menunjuk ke mesin capit boneka.
"Kamu ada kartu buat main nggak?"
"Enggak ada lah, aneh- aneh aja kamu."
"Kamu beli kartu dulu deh sana ke mbak- mbak kasir," pinta Aira.
Keno hanya mengernyitkan dahinya lalu berjalan untuk membeli kartu yang dimaksud Aira.
"Udah di isi saldo, kan?" tanya Aira ketika Keno sudah kembali.
"Sudah."
"Yeaaayyy, aku mau ambil boneka Stitch itu deh."
Aira segera menggesekkan kartu pada mesin tersebut dan mulai menggerakkannya ke boneka stitch yang ia inginkan. Perlahan boneka mulai terangkat namun terjatuh kembali.
"Arrggghhh..." teriak Aira ketika bonekanya jatuh lagi untuk yang ke tiga kalinya.
Keno yang dari tadi menonton ikut geram dan mulai mencobanya hingga berkali- kali.
"Kali ini pasti bisa," ucap Keno dengan percaya diri.
"Arrgghhh."
"Biar aku coba lagi, Ken."
"Nooo !!!"
"Kenapa jadi kamu yang ambisius sih." kesal Aira.
"Bentar ya, aku isi saldo lagi," ucap Keno dan mengisi saldo untuk bermain lagi.
Keno terus mencoba mengambil boneka tersebut hingga tidak memperdulikan Aira yang berada di belakangnya.
"Ken, udah yuk. Pulang aja."
"Ken."
Sudah memanggil bahkan hingga berteriak tapi Aira tidak diperdulikan Keno yang sedang asyik bermain. Aira yang capek segera mencari tempat duduk dan membeli minum karena haus.
"Yeeeeyyyy akhirnya berhasil," teriak Keno ketika dia berhasil mendapatkan boneka stitch.
"Nih Ra, aku dapet bo-" ucapan Keno berhenti ketika tidak melihat Aira di belakangnya.
Aira yang melihat Keno celingak- celinguk kebingungan pun melambaikan tangannya dan berteriak memanggil Keno.
"Ken, Keno sini," teriak Aira melambaikan tangannya.
Keno yang mendengar teriakan cempreng itu pun segera berlari menuju Aira.
"Kamu ngapain sih di sini, bikin bingung aja."
"Hehe, maap tadi pegel berdiri terus jadi ke sini deh," cengir Aira.
"Haus." Keno langsung menyerobot cup minuman yang dibawa Aira.
"Kebiasaan deh," gerutu Aira ketika Keno meminum minumannya.
"Nih aku dapet bonekanya," ucap Keno dengan bangganya.
__ADS_1
"Wahh, dapet juga."
"Iya dong, Keno gitu loh."
"Habis berapa?"
"Hm lupa, kayanya cuma 550 ribu."
"Astaga, boneka ini harganya paling cuma 50 ribu dan kamu malah main sampe segitu. Mubazir tau ngga sih," ucap Aira menepuk jidatnya.
"Abisnya seru sih, udah engga papa."
Dasar anak sultan. batin Aira.
"Beliin minum lagi dong, Ra."
"Oke, bentar."
Aira membeli dua cup minuman lagi.
"Nih, pulang sekarang yuk. Udah capek aku."
"Okey, mari kita pulang," ucap Keno dan merangkul Aira.
"*Aduuhhh udah punya pacar ternyata."
"Patah hati deh gue"
"Ya ampun ganteng sama cantik banget lagi."
"Astagaaa, hati abang meleleh dek."
"Bang, aku rela kok dijadiin simpanan*."
Saat mereka berjalan untuk keluar, banyak mata memandang dan berbisik tentang Keno dan Aira. Keno dan Aira yang mendengar pun merasa risih. Aira yang saat itu memakai kaos hitam dengan perpaduan rok merah muda memang terlihat menawan hingga mampu meruntuhkan kaum adam. Sedangkan, Keno berbalut dengan jas kantornya tampak begitu tampan dan elegan mampu meluluhkan kaum hawa yang melihatnya.
"Kenapa sih tiap kita jalan pasti diomongin terus. Pada engga capek apa," kesal Aira.
"Udahlah biarin aja, toh nyatanya emang kita itu bikin iri semua orang haha," jawab Keno.
"Yang cewek- cewek tuh liat, kaya mau ngebunuh aku aja."
"Kamu makin cantik tau ngga kalau marah gini," ucap Keno sembari mencubit pipi Aira.
Keno hanya terkekeh melihat Aira yang kesal. Selama perjalanan Aira dan Keno tak berhenti bercanda dan ribut. Mereka terlihat bahagia setelah seharian bermain bersama.
"Thanks ya, Ra."
"Buat?"
"Ya buat kencan kita hahaa."
"Ohh, sekarang kamu udah tau kan kencan itu gimana haha. Nanti kalau pacarmu ngajak jalan, jangan cuma belanjain dia," ucap Aira terkekeh.
"Engga ada pacar. Mana ada yang mau sama aku," ucap Keno tetap fokus mengendarai mobil.
"Siapa yang engga mau, jelas- jelas kamu banyak dikerubutin cewek- cewek."
"Engga ada yang aku suka sama sekali. Semua sama aja, matre mata duitan. Pada mentingin karir, body, fashion, ya gitulah."
"Hm, terus kamu maunya cewek yang gimana?"
"Kaya kamu."
Deg. Aaaa jantungku mau copot. Tenang Aira tenang, dia cuma bercanda. batin Aira.
Hening.
Hening.
Hening.
Sudah tak ada lagi suara dalam mobil itu selain suara mesin mobil itu sendiri. Aira masih terpana dengan perkataan Keno tadi. Mereka diam hingga tak terasa mobil sudah memasuki kediaman Keno.
Sesampainya di rumah, Aira langsung merebahkan tubuhnya dan mengecek pekerjaannya melalui ponsel.
Drrrtt.Drrrrttttt.
Lagi ngapain Ra? Kamu baik- baik aja kan?. Raka
Lagi engga ngapa-ngapain hehe. Baik kok, kamu sendiri gimana? Aira.
Baik juga kok, kangen nih, Ra. Besok ketemuan di toko kamu, ya. Raka.
Besok aku engga ke toko, aku ke kantor terus pulangnya malam. Maaf ya. Bohong Aira.
Y**audah Ra, kapan- kapan aja hehe. Raka.
"Maaf Raka, aku udah bohongin kamu. Aku cuma mau lupain kamu aja, tapi tenang aja kok aku akan tetep jadi temen buat kamu." lirih Aira.
Tringgg.Tringgg. Bunyi panggilan video masuk di ponsel Aira.
"Hana?"
"Halo Han, ngapain?"
"Kak hiks hiks hiks," ucap Hana terisak.
"Kenapa nangis?"
"Raka kak, Raka hiks hiks."
"Kenapa Raka, jangan nangis cerita aja sama aku. Kamu disakitin sama dia?"
"Dia engga bisa cinta sama aku, kak. Dia cuma cinta sama kakak. Akhir- akhir ini kita sering jalan bareng, tapi dia tetep biasa aja, kak. Padahal aku udah cinta sama dia, aku suka dia kak hiks hiks hiks," jelas Hana dan masih terisak.
"Udah kamu tenang ya, jangan nangis lagi. Aku yakin kok dia bakalan bisa cinta sama kamu, kamu enggak perlu sedih. Nanti seiring berjalannya waktu dia pasti cinta kok."
"Dia cuma suka sama kak Aira, dia cuma cinta sama kamu, hiks hiks," ucap Hana dengan suara meninggi.
"Han, dengerin aku. Aku udah engga cinta sama Raka. Aku udah ngerelain dia. Aku juga engga akan ganggu kalian berdua."
"Cinta itu perlu waktu untuk tumbuh, semua butuh proses. Kamu yang sabar," tambah Aira.
"Apa kakak yakin kalau dia bisa cinta sama Hana nantinya? Sama kaya dia cinta sama kakak?"
"Yakin, percaya deh sama aku. Hapus tuh air mata, malu- maluin aja masa iya polisi nangis haha."
"Ah dasar!" Hana langsung mematikan panggilan video tersebut.
"Adik kurang ajar, main matiin aja telfonnya. Awas kalau ketemu." gerutu Aira.
Ceklek. pintu kamar Aira terbuka.
__ADS_1
Aira yang kaget segera melempar bantal ke orang yang membuka pintunya tanpa mengetahui siapa itu.
"Awwww..."