
Setelah menemani Salsa berbelanja, Malik mengantarkan Salsa menuju parkiran mobil. Ia segera menaruh barang belanjaan di bagasi mobil.
''Thanks ya,'' ucap Salsa.
''Sama-sama Sa. Jangan sungkan-sungkan kalau mau di temani belanja lagi, bilang aja. Aku siap kok kapan pun,'' ucap Malik.
''Oke. Aku pulang dulu,'' ucap Salsa masuk ke dalam mobilnya, dan meninggalkan mall tersebut. Sementara Malik menatap kepergian Salsa.
''Pak ke panti asuhan Mutiara Bunda ya,'' perintah Salsa.
''Baik Nyonya.''
Mereka pun pergi ke panti asuhan Mutiara Bunda. Panti asuhan yang sudah beberapa bulan ini tak ia sambangi. Setelah perjalanan beberapa menit, mereka sampai di panti asuhan Mutiara Bunda.
''Kak Salsa,'' ucap seorang gadis kecil berumur 10 tahun. Gadis kecil itu langsung berlari ke arah Salsa. Ia memeluk Salsa dengan erat. Sementara yang lain juga ikut menyusul mendekat ke arah Salsa.
''Hai semua, gimana kabar kalian?'' tanya Salsa.
''Kita semua baik kok Kak. Kakak kenapa jarang ke sini?'' tanya bocah berambut keriting.
''Kakak akhir-akhir ini sibuk sayang. Makanya Kakak jarang ke sini. Tapi jangan sedih, Kakak bawa makanan yang banyak untuk kalian semua,'' ucap Salsa. Di perjalanan tadi, Salsa menyempatkan berhenti di salah satu restoran untuk membelikan makan adik-adik pantinya.
''Asik, kita bisa makan banyak dong,'' ucap anak laki-laki yang paling besar di sana.
''Iya kalian bisa makan banyak,'' ucap Salsa tersenyum ke arah mereka. Salsa bersyukur bisa mengenal mereka. Mereka anak-anak yang kurang beruntung, yang tidak mempunyai keluarga.
''Kalian ambil makanan nya di mobil ya. Kakak mau ke dalam dulu,'' pamit Salsa kepada anak-anak.
''Baik Kak,'' ucap anak-anak serempak, lalu mereka berlari ke arah mobil untuk mengambil makanan yang di belikan oleh Salsa.
*
Sementara di tempat lain, Devan telah menghabiskan beberapa gelas minuman ber alkohol. Ia benar-benar tak habis fikir dengan jalan fikiran Salsa.
''Apa gini rasanya di khianati? Hati ku sakit, benar-benar sakit,'' ucap Devan yang hampir kehilangan kesadarannya.
''Sa, kenapa kamu tega khianati aku Sa. Katamu kamu cinta sama aku, tapi kamu malah memilih jalan berdua dengan dia,'' racau Devan.
__ADS_1
Setelah melihat Salsa dan Malik di mall tadi, Devan memutuskan pergi dari tempat itu. Ia tak mau terus menerus melihat Salsa dan Malik berdua-duaan seperti itu. Devan pergi menuju apartemennya dulu.
''Aku jadi mempertanyakan siapa bayi yang kau kandung itu Sa. Hahahaa, apa aku harus yakin jika itu bayiku? Sementara kamu sangat jijik aku sentuh Sa,'' ucap Devan yang terus menegak minumannya. Sampai akhirnya ia tergeletak di lantai apartemennya.
*
Sementara di panti asuhan, Salsa terlihat berpamitan dengan ibu panti karna hari sudah sore.
''Bu, Saya pamit dulu ya,'' ucap Salsa.
''Hati-hati Nak Salsa dan terima kasih banyak,'' ucap Ibu panti.
''Iya Bu sama-sama, Assalamualaikum.''
''Walaikumsalam.''
Salsa juga berpamitan dengan anak-anak panti. Mereka memeluk Salsa satu per satu.
Setelah dari panti, Salsa memutuskan untuk pulang ke rumah. Perasaan Salsa tidak enak sejak tadi.
''Mas Devan kemana Bi?'' tanya Salsa kepada asisten rumah tangganya karna melihat mobil Devan tidak ada di tempatnya.
''Tuan pergi Nyonya, sudah hampir 3 jam yang lalu,'' ucap asisten rumah tangganya.
''Oh ya udah, aku ke atas dulu,'' ucap Salsa. Salsa tak curiga Devan pergi kemana. Salsa kira ada kerjaan mendadak, pikirnya.
Setelah sampai di lantai atas, Salsa segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Butuh waktu 20 menit untuk ritual mandinya. Setelah selesai Salsa segera keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.
''Devan kok belum pulang sih,'' ucap Salsa kefikiran Devan. Ia segera mengambil benda pipihnya dan menelpon suaminya.
''Kok nggak di angkat ya,'' ucap Salsa yang kembali mengulangi panggilan telepon ke nomor Devan.
Salsa terus menelpon sampai 10 kali. Namun tak ada jawaban dari Devan.
''Devan kemana sih, buat aku khawatir aja deh,'' gerutu Salsa.
Jam hampir menunjukkan pukul 9 malam, dan Devan lagi-lagi belum pulang ke rumah. Salsa hanya mondar mandir di dalam kamarnya menunggu kabar dari Devan.
__ADS_1
''Ini nggak bisa di biarin,'' ucap Salsa. Salsa segera menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari Devan.
''Dalam waktu 10 menit kamu harus tau dimana Devan berada,'' ucap Salsa di telepon. Ia segera mematikan sambungan teleponnya. Belum ada 10 menit, namun orang kepercayaannya sudah mengabarkan jika Devan berada di apartemennya.
''Ngapain sih ke apartemen,'' ucap Salsa tampak berfikir. Namun tak terlalu lama berfikir ia segera mengganti bajunya dan pergi ke apartemen suaminya.
Biasanya tak memakan waktu 15 menit untuk sampai di apartemen Devan. Namun lagi-lagi malam ini jalanan begitu macet karna malam ini adalah malam minggu. Banyak pasangan muda mudi yang keluar hanya untuk makan malam romantis atau pun jalan-jalan.
''Akhhhhh, macet lagi,'' gerutu Salsa memukul setir mobilnya.
Jalanan pun begitu padat merayap. Salsa benar-benar di uji kesabarannya kali ini.
''Ngapain sih mereka semua keluar dari rumah di waktu yang tidak tepat kayak gini. Bikin kesel aja,'' gerutu Salsa.
Setelah hampir memakan waktu 40 menit Salsa baru sampai di apartemen suaminya. Ia segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam. Salsa berjalan menuju lantai 12 di mana tempat kamar Devan berada.
''Semoga saja Devan bener disini,'' ucap Salsa memasukkan pasword untuk membuka pintunya.
Pintu pun terbuka, Salsa segera masuk ke dalam dan betapa terkejutnya melihat apartemen Devan yang sangat berantakan. Pecahan barang-barang antiknya mampu memenuhi lantai kamar tersebut. Meja dan kursi yang biasanya tertata rapi di tempatnya, sekarang sudah tak beraturan. Salsa hanya menatap itu semua dengan perasaan campur aduk. Salsa bingung ada apa dengan suaminya itu.
Salsa melewati pecahan-pecahan itu dengan hati-hati. Ia mencari suaminya menuju kamar, namun tak ada kehidupan di sana. Bahkan kamar Devan pun terlihat rapi, Sepertinya Devan tidak masuk ke dalam kamarnya. Ia segera berjalan menuju dapur namun lagi-lagi tak menemukan Devan di sana. Salsa hanya melihat beberapa minuman ber alkohol di atas meja makan. Salsa mendekat, memastikan jika minuman itu masih baru, dan tanpa sengaja ia melihat Devan yang sudah tak sadarkan diri di lantai apartemennya.
''DEVAN!!!''
*
*
Hehehe
Jangan pada kesal sama Salsa ya.
Setelah ini Author janji bakal buat mereka baikan.
Jangan lupa mampir di novel kedua ku PESONA GADIS DESA.
See you next episode๐๐๐
__ADS_1