
''Mana sih baju gantiku. Kok semuanya baju kurang bahan seperti ini sih.'' Gerutu Chaca.
''Aghhhhh mama kurang kerjaan banget sihh. Masa iya aku pakek baju kayak gini. Kan malu,'' ucap Chaca memegang baju kurang bahan itu.
''Tapi kalau ngak ganti baju pasti nanti pasti Ronald ngomel tanpa henti. Aku coba aja deh,'' ucap Chaca lagi. Ia mencoba baju kurang bahan yang di bawakan oleh mama Luna itu.
*
Sementara di lain tempat.
''Pasti sekarang Chaca ngomel-ngomel ngak jelas gara-gara baju itu. Hihihi aku ngak sabar pengen cepet-cepet punya cucu,'' ucap Mama Luna senyum-senyum sendiri.
*
Ceklek
Pintu kamar mandi di buka. Chaca kaget bukan main. Biasanya Ronald mandi lama tapi kenapa sekarang cepat sekali. Ronald tertegun dengan apa yang di lihatnya sekarang. Sementara Chaca membalikkan badannya karna ia baru selesai mengganti bajunya.
''Sayang kamu cantik sekali,'' ucap Ronald mendekat kearah Chaca. Sedangkan Chaca masih membelakangi Ronald.
Greb
Lagi-lagi Ronald membuat Chaca kaget. Ronald memeluk Chaca erat dari belakang.
''Mas jangan gini,'' ucap Chaca yang jantungnya sudah lari maraton sejak tadi.
''Kenapa? Kamu sendiri lo yang menggoda Mas,'' uvap Ronald yang masih memeluk istrinya dari belakang.
''Ta tapi mas,'' ucapan Chaca terhenti saat tubuh Chaca di bawa Ronald ke atas tempat tidur.
''Sayang aku menginginkanmu,'' ucap Ronald yang sudah diliputi gairah.
''Bolehkan?'' tanya Ronald meminta persetujuan Chaca. Namun Chaca hanya mengangguk malu-malu.
''Pelan-pelan,'' ucap Chaca. Sebenarnya ia takut, kata orang pertama kali itu akan terasa sangat sakit.
Malam itu mereka melakukan malam pertama yang seharusnya sudah mereka lakukan 3 hari yang lalu. Sepasang pengantin baru itu sudah di liputi gairah.
''Aghhh mas sakit.'' Rintih Chaca saat tongkat Ronald ingin menerobos masuk ke dalam tubuhnya.
__ADS_1
''Maaf sayang. Aku akan melakukannya dengan pelan,'' ucap Ronald menciumi bibir Chaca agar Chaca lebih rileks.
Skip😁
Setelah hampir 2 jam mereka melakukan malam pertamanya, akhirnya mereka berdua tumbang, dengan keringat membanjiri tubuh mereka.
''Terima kasih sayang kamu telah menjaganya untukku.'' Ronald memeluk tubuh sang istri dan mencium pucuk kepalanya.
''Iya Mas,'' ucap Chaca lirih. Ia terlalu lelah setelah hampir 2 jam di gempur oleh suami kecilnya. Walaupun hanya 1 ronde tapi long time membuat tubuh Chaca seperti habis di gebuki oleh orang 1 kampung.
Chaca menyembunyikan kepalanya di dada bidang Ronald. Mencium dada wangi milik Ronald membuatnya nyaman.
''I love you istriku,'' ucap Ronald menunduk mencium bibir Chaca sekilas.
''I love you too mas,'' ucap Chaca dengan wajah bersemu merah.
''Aku berjanji akan menjadi istri terbaik untukmu Mas.'' Batin Chaca membalas pelukan Ronald. Dan akhirnya mereka tertidur.
*
Pagi harinya di hotel tersebut, Chaca dan Ronald masih terlelap dalam tidurnya. Padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul 9.
''Mau kemana yank?'' tanya Ronald dengan suara serak khas bangun tidur tangannya menahan Chaca yang ingin bangun.
''Aku pengen ke kamar mandi dulu Mas,'' ucap Chaca.
''Mau aku bantu? pasti masih sakit kalau di buat berjalan,'' ucap Ronald membuat wajah Chaca bersemu merah lagi karna malu.
''Ngak usah aku bisa kok.'' Chaca berusaha bangun dan berdiri. Saat masih ingin menapakkan kakinya di lantai Chaca merasakan daerah kewanitaannya perih dan sangat tidak nyaman.
''Aww.'' Rintih Chaca.
''Kamu sih di bilangin ngeyel. Udah sini, Mas gendong aja,'' ucap Ronald yang turun dari ranjang lalu menggendong Chaca ala bridal style. Chaca yang takut jatuh melingkarkan tangannya di leher Ronald. Saat sampai di kamar mandi Ronald mendudukkan Chaca di atas closet.
''Sebaiknya Mas keluar deh,'' ucap Chaca.
''Memangnya kenapa? kamu malu?'' tanya Ronald.
''Udahlah Mas, Mas keluar aja dulu. Aku pengen pipis nih.'' Rengek Chaca. Karna Ronald masih berada di dalam kamar mandi hanya memakai boxer, sedangkan Chaca tidak memakai pakaian sama sekali. Ya jelas malu lah.
__ADS_1
''Yank kamu sadar ngak sih kalau kita sama-sama belum memakai baju. Aku sudah menikmati tubuhmu tadi malam jadi kenapa kamu harus malu!'' Ucap Ronald tanpa di filter membuat wajah Chaca seperti kepiting rebus.
''Mas!'' Rengek Chaca menghentak hentakkan kakinya.
''Iya iya Sayang Mas keluar. Nanti kalau sudah pipisnya mas masuk lagi kesini. Mau mandi bareng sama istri cantikku ini,'' ucap Ronald mengerlingkan matanya nakal.
''Ih mesum deh!'' Teriak Chaca saat Ronald keluar dari kamar mandi.
Sementara Ronald tertawa cekikikan saat sudah keluar dari kamar mandi.
''Aduh, kenapa istriku hot sekali. Rasanya aku ingin mengulangi adegan tadi malam lagi.'' Ronald yang mengingat kejadian tadi malam yang berhasil mengambil keperawanan istrinya. Apalagi tadi menggendong istrinya yang tanpa memakai sehelai baju, membuat adik kecilnya berontak di bawah sana. Untung dia masih menggunakan boxer. Jadi Chaca tidak melihatnya tadi.
Ceklek.
Pintu di buka lagi oleh Ronald dari luar, terlihat Chaca yang berendam di bath up.
''Mas, kenapa kamu disini.'' Ucap Chaca membuka matanya saat Ronald membelai lembut pipi Chaca.
''Aku ingin ikut mandi yank,'' ucap Ronald. Tanpa menunggu persetujuan Chaca, Ronald segera masuk ke dalam bath up bersama Chaca.
''Mas jangan macam-macam ya,'' ucap Chaca menatap Ronald dengan tajam.
''Ngak macam-macam sayang. Hanya satu macam aja.'' Ronald mengedipkan matanya nakal.
Dan terulang lagi kejadian tadi malam. Chaca hanya mendengus kesal karna sang suami yang tidak merasa puas untuk menikmati tubuhnya. Sedangkan Ronald tersenyum bahagia.
''Udah Mas, aku capek banget,'' ucap Chaca yang tubuhnya sudah lemas sekali. Ronald memeluk Chaca yang sangat ini sedang berada di atasnya. Ia tak percaya jika istrinya juga bisa se agresif itu.
Ronald segera mengangkat tubuh Chaca menuju ranjang. Ia tak tega melihat istrinya menggigil kedinginan karna berjam-jam berendam di dalam bath up.
''Cepat tumbuh anak-anak Daddy. Daddy dan Mommy sangat menginginkan kehadiran kalian.'' Ronald mencium dan mengelus perut rata Chaca. Sedangkan Chaca yang mendengar ucapan Ronald hanya tersenyum.
''Cepet tumbuh anak-anak Mommy, biar Daddy ngak nakal-nakal lagi.'' Chaca membalas perkataan Ronald.
''Memangnya Daddy nakal kenapa Mom? disini yang nakal Mommy ya. Banyak teman cowoknya.'' Ronald tak terima di katakan nakal oleh Chaca.
''Daddy ngak sadar kalau Daddy mantan pacarnya banyak. Kemana pun perginya selalu ketemu mantan kekasihnya. Sampai muak aku!'' ucap Chaca kesal saat mengingat banyak wanita yang mengenal Ronald.
*
__ADS_1