
''Hanya salah paham? bagaimana kalau video ini? apa ini juga salah paham?'' ucap Chaca memutar video yang ada di hpnya. Seorang yang sedang bergulat di atas sofa tanpa memakai sehelai benang pun. Jelas terlihat di video itu atas dasar suka sama suka tidak ada pemaksaan sama sekali. Bahkan hampir setiap hari Chaca melihat Cctv yang ada di ruangan Devan selalu melihat adegan tak senonoh. Awalnya Devan menolak dengan rayuan Jal*ng itu, tapi benteng pertahanan Devan runtuh dan akhirnya ia berhianat. Habis sudah kesabaran Chaca selama ini.
''I itu bukan aku Cha, aku bisa jelasin semuanya,'' ucap Devan lagi.
''Semuanya?'' tanya Chaca.
''Ya aku akan jelasin semuanya,'' ucap Devan.
''Tapi aku ngak sudi mendengar penjelasan kamu Van. Waktuku terlalu berharga untuk seorang penghianat sepertimu van,'' ucap Chaca dengan senyum smirknya.
''Cha please...'' Ucap Devan berlutut di kaki Chaca. Sementara Chaca tak bergeming sama sekali.
''Devan apa kamu masih ingat tentang ucapanku saat kamu tidak ingin menikah denganku?'' tanya Chaca datar. Tapi Devan hanya diam saja, mungkin dia masih mengingat ingat.
''Van kamu dengar tidak?'' bentak Chaca.
''Ucapan yang mana Cha?'' tanya Devan yang tidak ingat sama sekali.
''Ucapan yang akan memecatmu dan membuat hidupmu dan keluargamu hancur,'' ucap Chaca menekan setiap kalimatnya.
Glegg
Devan menelan salivanya dengan susah payah. Ia tau jika Chaca tidak hanya mengancam tapi pasti disertai tindakan.
''Cha dengerin penjelasan aku dulu,'' ucap Devan dengan sedikit membentak Chaca.
''Jaga ucapan anda Tuan, atau saya akan menghabisi anda sekarang juga,'' ucap Ronald menarik kerah kemeja Devan.
''Udah Ro, jangan kotori tanganmu. Tolong kamu panggil satpam saja.'' Perintah Chaca.
''Baik Nona,'' ucap Ronald pergi dari ruangan itu dan memanggil satpam.
''Cha, kenapa kamu tidak percaya denganku? aku sayang Cha sama kamu. Aku memang salah aku minta maaf tapi jangan begini Cha,'' ucap Devan memohon kepada Chaca. Devan sampai berlutut di depan Chaca.
''Apa menurutmu aku ini wanita bodoh Van. Lihat di pojok sana terdapat cctv yang setiap saat merekam apa yang kamu perbuat dengan jal*ng ini. Jadi tidak usah mengelak lagi,'' ucap Chaca santai.
Sedangkan Monica tertunduk malu. Ternyata kekasih Devan saat ini adalah atasannya sendiri. Sedangkan yang ia tau pemilik perusahaan ini adalah pak Wiratama Bora ayah Chaca.
__ADS_1
2 orang security datang bersama dengan Ronald.
''Seret mereka pergi dari sini pak.'' Perintah Chaca.
''Cha, aku mohon maafkan aku Cha.'' Devan dan Monica di paksa keluar dari ruangan tersebut. Sebenarnya hati kecilnya merasa kasihan, tapi sekali berhianat pasti akan terus seperti itu. Chaca terduduk lemas di lantai. Hatinya terlalu sakit. Sudah dua kali di hianati oleh orang yang di cintainya.
''Nona anda baik-baik saja?'' tanya Ronald berjongkok di hadapan Chaca. Chaca segera menghapus air mata yang mengalir di pipinya.
''Aku baik-baik saja Ro,'' ucap Chaca yang menahan tangisannya.
''Jika ingin menangis, menangislah Nona, Jangan di tahan,'' ucap Ronald. Air mata Chaca mengalir dengan derasnya. Sebenarnya ia ingin sekali tidak membuang air matanya untuk seorang penghianat, tapi air matanya luruh begitu saja.
''Apa aku tidak pantas di cintai Ro. Kenapa setiap aku mencintai seseorang aku yang malah merasakan sakitnya,'' ucap Chaca.
''Anda terlalu sempurna untuk seorang penghianat Nona. Dan menurut saya hanya seorang yang tidak tau diri saja yang berani menyakiti anda,'' ucap Ronald.
''Ingin sekali tangan ini menghapus air mata yang mengalir di pipimu, dan memeluk erat dirimu. Tapi apalah dayaku, aku tak seberani itu.'' Batin Ronald berbicara.
*
*
''Apa pak Devan korupsi besar-besaran sampai Nona Chaca datang jauh-jauh kesini?'' bisik-bisik mulai terdengar.
''Ngak tau tuh. Apa mereka ketahuan sedang berbuat mesum di kantor dan ketahuan Nona Chaca?''
''Dasar tidak tau diri!''
Banyak komentar pedas yang mengomentari mereka berdua. Para karyawan tau jika Devan dan Monica mempunyai hubungan saat Devan masih menjadi karyawan biasa.
Saat ini Devan dan Monica sudah berada di dalam mobil. Devan hanya diam saja memikirkan kesalahannya kepada Chaca. Seharusnya ia tidak mengingkari janjinya kepada Chaca.
''Chaca maafkan aku.'' Batin Devan. Tak sengaja air matanya menetes.
''Van.'' Panggil Monica pelan. Devan langsung menoleh kearah Monica.
''Ini semua gara-gara kamu Mon,'' ucap Devan emosi.
__ADS_1
''Kamu nyalahin aku?'' tanya Monica.
''Iya ini semua salah kamu. Jika saja kamu tidak terus-terusan menggodaku aku tidak akan seperti ini,'' ucap Devan menatap Monica dengan tajam.
''Waktu itu kamu juga menikmatinya Van. Jadi terima saja semua ini. Kita kan bisa mencari pekerjaan di luaran sana,'' ucap Monica santai.
''Kamu tidak tau siapa Chaca Mon. Aku tidak bisa membayangkan hidupku setelah ini,'' ucap Devan.
Flashback on
''Van aku mohon lakukan sekali ini aja. Setelah itu aku tidak akan mengganggumu,'' ucap Monica yang sudah telanjang di depan Devan. Saat itu Devan lembur di kantornya hanya seorang diri dan tiba-tiba datanglah Monica yang memang tidak pulang dari sore tadi.
''Aku tidak mau Mon,'' ucap Devan tanpa menoleh kepada Monica.
''Van apa kamu tidak tergoda sama sekali denganku. Aku hanya ingin tubuhmu sekali ini saja. Aku janji tidak akan mengganggumu lagi dan pergi dari hidupmu,'' ucap Monica serius.
''Kalau aku bilang tidak ya ti...'' Ucapan Devan terhenti saat Monica menyambah bibir Devan dengan bibirnya.
Entah setan dari mana. Devan yang saat itu merindukan Chaca malah membalas ciuman panas Monica. Ia membayangkan jika tubuh itu adalah tubuh Chaca. Ia sangat menikmati permainan 1 malam itu. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang merekam kejadian malam itu.
Suara erangan dan ******* memenuhi seluruh ruangan. Devan yang pertama kali merasakannya ingin nambah dan nambah lagi. Seperti sudah kecanduan. Mereka melakukannya hingga datang waktu subuh.
Sementara Monica tersenyum penuh kemenangan saat Devan sudah jadi miliknya seutuhnya. Ia tidak akan melepaskan Devan begitu saja.
''Kamu sudah menjadi milikku seutuhnya Devan,'' ucap Monica memeluk Devan dengan erat.
Flashback off
''Nona apa kita langsung pulang?'' tanya Ronald saat mereka sudah sampai di dalam mobil.
''Tidak Ro. Aku tidak ingin di tertawakan oleh mamaku.'' Chaca yang cemberut mengingat mamanya yang selalu usil. Mamanya pasti tertawa kencang saat tau Devan menghianatinya.
''Kalau begitu kita kemana Nona?'' tanya Ronald.
''Aku ingin makan yang banyak Ro. Cari restoran yang paling enak.'' Perintah Chaca kepada Ronald.
*
__ADS_1
*
Jangan lupa kopi dan bunga nya kakak😊😊😊😊