
''No problem Sayang,'' ucap wanita tersebut tersenyum ke arah William.
Reno langsung mendekat ke arah William yang sedang berbicara dengan orang asing.
''Wil, kita main di sana yuk,'' ucap Reno dari kejauhan memanggil anaknya.
''Tante cantik, Wiyiam main duyu ya, bye bye tante cantik,'' ucap William meninggalkan wanita itu.
''Bye sayang,'' ucap wanita tadi. Wanita itu pun menoleh mengikuti langkah anak kecil yang tadi di depannya. Ia mengerutkan keningnya saat melihat seseorang yang pernah menemuinya.
''Daddy, kita main di sini aja,'' ucap William.
''Daddy?'' gumam Cezy.
''Jadi orang yang kemaren itu udah punya anak dan istri. Omegat, buaya darat ternyata,'' ucap Cezy menepuk jidatnya.
*
*
Hari ini adalah hari yang di nantikan oleh Devan dan juga Salsa. Hari ini akan menjadi hari bahagia untuk mereka berdua.
''Gila, aku cantik banget. Pantes Devan terkintil ****** sama aku,'' ucap Salsa yang tertawa cekikikan saat melihat wajah cantiknya yang habis di make up.
''Kok aku deg-deg an gini ya. Aduh Sa, santai woles jangan gugup, okey. Ini masih ijab qabul, belum malam pertama,'' ucap Salsa menenangkan dirinya sendiri.
Sedangkan saat ini Devan masih dalam perjalanan menuju rumah mempelai wanita yaitu Salsa. Devan di temani dengan Ibu Bapak dan juga Adiknya.
Setelah perjalanan hampir setengah jam, Devan dan keluarga telah sampai di rumah bak istana milik keluarga Salsa. Ibu Marwah yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di sini merasa takjub dengan keindahan dan kemewahan rumah calon menantunya itu.
''Ya ampun Nak, ini beneran rumah calon istrimu? Besar dan mewah sekali,'' ucap Bu Marwah yang tak henti-hentinya menatap bangunan itu dengan wajah yang berbinar.
''Kita masuk sekarang ya Bu, ijab qabul nya akan segera di mulai,'' ucap Devan menatap jam yang ada di pergelangan tangannya.
''Iya iya ayo kita masuk,'' ucao Bu Marwah.
Devan dan juga keluarga nya terlihat memasuki rumah milik keluarga Salsa. Semua mata tertuju kepada Devan dan juga keluarganya. Devan dan juga keluarganya di sambut ramah oleh keluarga Salsa.
Setelah semuanya sudah siap, ijab qabul pun di mulai. Devan terlihat sangat sangat gugup. Walaupun ini bukan kali pertama untuknya, tapi Devan tidaklah main-main dengan pernikahannya ini. Dengan satu kali tarikan nafas akhirnya Devan mampu mengucapkan kalimat sakral tersebut dan keluar kata sah oleh para saksi yang menyaksikan ijab qabul tersebut. Devan segera menghembuskan nafasnya panjang.
''Alhamdulillah,'' ucap Para tamu undangan.
Di sisi pojok, ada Chaca dan juga Ronald yang meyaksikan ijab Qabul tersebut.
__ADS_1
Sedangkan di kamar pengantin, saat ini Salsa terlihat sangat bahagia.
''Ngak nyangka banget aku sekarang udah jadi seorang istri,'' ucap Salsa.
Ceklek.
Pintu kamar di buka oleh Mommy Salsa.
''Kita turun sayang,'' ajak Mommy Salsa.
''Baik Mom,'' ucap Salsa berjalan ke arah Mommynya. Ia tak sabar ingin bertemu dengan mantan asisten sekaligus suaminya itu.
''Apa kamu bahagia?'' tanya Mommy Salsa saat mereka berjalan menuju tempat ijab qabul.
''Salsa bahagia Mom. Terima kasih sudah merestui kami,'' ucap Salsa menggandeng tangan Mommy nya.
Salsa dan Mommy nya menuruni anak tangga. Semua mata tertuju kepada mereka. Apalagi Devan tak berkedip melihat sang istri menuruni anak tangga.
''Cantik,'' gumam Devan pelan.
Salsa berjalan mendekat dan duduk di sebelah Devan. Salsa segera mencium tangan Devan, begitu juga dengan Devan mencium kening Salsa.
''Aku berjanji akan terus membahagiakanmu Sayang,'' bisik Devan di dekat telinga Salsa.
''Sepertinya pengantin pria sudah tak sabar ya,'' ucap Pak penghulu.
''Pak Devan, walaupun sakit aku udah ikhlas Pak,'' batin Cezy yang duduk di sebelah Chaca.
Chaca yang melihat Cezy melamun segera mencubit lengan milik Cezy.
''Aww sakit Kak,'' ucap Cezy mengelus lengan sebelah kirinya yang terasa sakit.
''Ngak usah melamun, kalau kesambet baru tau rasa kamu,'' ucap Chaca kepada Cezy.
''Apaan sih, siapa juga yang melamun,'' bantah Cezy.
Walaupun terasa sakit di dada, namun Cezy berusaha tegar datang ke acara pernikahan Salsa dan Devan.
Setelah acara ijab qabul, sekarang bergantian dengan acara resepsi pernikahan tersebut. Salsa terlihat memakai gaun berwarna silver, terlihat simple tapi mewah. Salsa benar-benar sangat cantik memakai gaun tersebut.
Chaca, Cezy dan Ronald memberikan selamat kepada Salsa dan Devan.
''Selamat Kak, semoga langgeng sampai akhir hayat,'' ucap Cezy memeluk Salsa dengan erat. Ia menganggap Salsa sudah seperti kakak nya sendiri.
__ADS_1
''Terima kasih Cez. Semoga kamu segera mendapatkan seseorang yang mencintaimu dengan tulus,'' ucap Salsa membalas pelukan Cezy.
''Selamat Pak Devan,'' ucap Cezy tanpa memandang ke arah Devan. Cezy lagi-lagi menundukkan pandangannya.
''Terima kasih Cez,'' ucap Devan.
Setelah Cezy, sekarang berganti Chaca yang memberi selamat kepada sahabatnya itu.
''Selamat Sa. Akhirnya sold out juga. Aku ada kado buat kamu, nanti malam di pakai ya,'' ucap Chaca berbisik kepada Salsa.
''Jangan macam-macam ya Cha. Aku tau di otakmu itu hanya kemesuman yang ada,'' ucap Salsa yang sudah bisa menebak apa isi kado tersebut.
''Memangnya kamu tau apa isi kado tersebut. Ish kalau belum tau ngak usah sotoy ya,'' ucap Chaca dengan muka di tekuk.
''Oke sayang, nanti malam aku pakai. Udah jangan ngambek lagi bebeb ku,'' ucap Salsa memeluk Chaca, Chaca juga membalas pelukan dari Salsa.
''Malam pertama itu sakit banget lo Sa. Kamu harus hati-hati,'' ucap Chaca setengah berbisik dan tersenyum smirk.
Gleg.
''Benarkah?'' tanya Salsa penasaran. Namun Chaca tak menjawabnya.
''Apa benar kata orang-orang jika malam pertama itu sakit? aku harus gimana dong. Kok aku tiba-tiba takut gini sih,'' ucap Salsa dalam hati.
''Kamu kenapa sayang?'' tanya Devan yang melihat istrinya bertingkah aneh.
''Em ngak papa kok Van,'' ucap Salsa setengah gugup.
''Apa yang di katakan Chaca sampai raut wajah kamu berubah seperti itu?'' tanya Devan mengerutkan keningnya.
''Eng enggak ada. Udahlah ngak usah di fikirin. Aku ngak papa Van,'' ucap Salsa yang berusaha menghilangkan kegugupannya.
Setelah para undangan pulang ke rumah masing-masing, saat ini Salsa dan Devan sudah berada di kamar pengantin milik mereka. Mereka terlihat sangat lelah.
''Kamu mandi dulu sana, aku mau bersihin make up dulu,'' ucap Salsa mengusir kecanggungan. Biar bagaimana pun ini kali pertama untuk Salsa berdua dengan pria di dalam kamar.
''Baiklah,'' ucap Devan masuk ke dalam kamar mandi.
''Huh, kenapa dengan jantungku ini. Semalaman aku ngak bisa tidur karna ingin cepat-cepat pagi dan ingin segera menjadi istri sah Devan. Namun kali ini aku begitu takut,'' ucap Salsa memegang dadanya yang terasa seperti lari maraton.
*
*
__ADS_1
See you next episode.
Yuk kepoin malam pertama Salsa dan Devan guys😁🤭