
''Mas aku malu,'' Cezy menutup wajahnya karna malu. Namun tidak bagi Reno. Reno segera merebahkan tubuh Cezy. Dan ia juga segera melepas celana yang di pakai oleh Cezy.
''Mas aku bisa sendiri,'' Cezy benar-benar malu jika yang melakukan itu adalah suaminya.
''Kamu malu? Kan semalam Mas udah melihat dan menikmatinya juga,'' ucap Reno tanpa filter.
Setelah celana Cezy terlepas, Reno segera mengobati area yang sakit dan bengkak itu.
''Tahan ya sayang, mungkin ini akan sedikit perih,'' ucap Reno yang melihat jika area itu sedikit bengkak dan memerah.
''Ishh udah Mas, biar aku aja yang mengobati,'' ucap Cezy langsung duduk. Ia benar-benar malu kepada Reno.
''Mau Mas obati sama salep ini atau sama yang lain,'' ucap Reno berkacak pinggang menatap Cezy.
''Kalau ada yang lain yang nggak sakit kenapa harus pakai salep,'' ucap Cezy menantang Reno.
''Sayang, aku tuh kasihan sama kamu. Nanti kalau kamu kesakitan lagi gimana?'' ucap Reno.
''Ya kamunya harus pelan-pelan dong Mas, biar aku nggak kesakitan,'' ucap Cezy.
''Jadi ini beneram boleh?'' tanya Reno memastikan. Cezy menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Reno.
Reno langsung menaruh kembali salep yang ia pegang. Ia langsung mendekati Cezy yang berada di atas ranjang.
''Aku tau Mas, jika adik kecilmu dari tadi udah bangun,'' ucap Cezy setengah berbisik di telinga Reno.
''Kalau dekat kamu rasanya mau masuk aja yank. Lihat itunya aja udah kembali on,'' ucap Reno.
Mereka pun melakukan hubungan suami istri untuk yang kedua kalinya setelah menikah.
Skip๐
Sedangkan di tempat lain, Ronald dan Chaca sedang mengajak Baby Al dan Baby El jalan-jalan di kota tempat tinggal Cezy. Ia akan menghabiskan waktu beberapa hari untuk berlibur di negara ini.
Ronald mengendarai mobil milik Reno, hadiah pernikahannya dari Ronald. Mereka terus melajukan kendaraannya sampai menemukan tempat yang pas untuk keluarga kecil mereka.
__ADS_1
''Mas, kita berhenti di taman depan situ aja,'' Chaca menunjuk taman di pinggir jalan yang tengah sepi. Jalanan di sana pun tak terlalu ramai. Hanya beberapa kendaraan saja yang lewat jalan itu.
Ronald pun memarkirkan mobilnya di dekat taman. Ronald segera turun terlebih dulu dan membukakan pintu di sebelah Chaca. Setelah itu Ronald membuka pintu belakang, dimana Baby Al dan Baby El berada. Ronald mengeluarkan stroller terlebih dulu. Baby Al dan Baby El di tidurkan di stroller dan di ajak berkeliling taman.
''Ini Pertama kalinya kayak gini,'' ucap Chaca menggandeng lengan Ronald yang tengah mendorong stroller Baby Al dan Baby El.
''Harus di abadikan Mas,'' Chaca mengambil ponselnya, lalu ia membuka kamera dan berselfi ria bersama.
''Dari depan kayaknya lebih bagus Mom,'' ucap Ronald. Kebetulan ada orang yang lewat di depannya. Tanpa malu Ronald meminta orang tersebut untuk memfotokan keluarga kecil mereka. Banyak jepretan yang di ambil oleh orang tersebut. Ronald pun berterima kasih karna sudah mau memotret keluarganya.
''Kita duduk di sana Mas,'' Chaca menunjuk kursi di pojok taman. Mereka melangkahkan kakinya ke kursi tersebut.
''Haus?'' tanya Ronald.
''Sedikit, hehehe,'' ucap Chaca nyengir kuda.
''Aku beliin minum dulu ya,'' Ronald membeli minum, sementara Chaca di taman bersama Al dan El.
*
''Mom, Wiyiam mau ikut,'' William terus menerus mengetuk pintu kamar Cezy.
''William, Mommy lagi istirahat, William main sama Oma aja yuk,'' ajak Mami Mita.
''Tapi aku mau ikut Mommy Oma,'' ucap William dengan muka yang di tekuk.
''Mommy lagi tidur sayang, William ikut Oma yuk,'' ucap Mami Mita membujuk William. Namun William masih kekeh pada pendiriannya.
Cezy dan Reno segera memakai baju mereka. Baju yang sudah berserakan di atas lantai, mereka punguti kembali. Ranjang yang sudah seperti terkena gempa pun segera mereka tata serapi mungkin.
''Cepet Mas. William masih di depan pintu tuh,'' ucap Cezy yang menyisir rambutnya agar tak terlihat berantakan.
Ceklek.
Pintu di buka dari dalam. Cezy membuka pintu itu dan mendapati William yang hampir menangis karna ingin ikut dengannya.
__ADS_1
''William, Ada apa?'' tanya Cezy berjongkok di depan William.
''Wiyiam mau ikut Mommy. Wiyiam mau main sama Mommy,'' ucap William meneteskan air matanya. Entah apa yang membuat ia menangis.
''Kenapa menangis? Mommy kan udah di sini. William mau main sama Mommy? Ya udah kita main yuk,'' ajak Cezy. Ia membawa William masuk ke kamarnya. Nampak Reno tengah menatap William dengan tatapan yang sulit di artikan.
''Ada apa Wil?'' tanya Reno yang tengah duduk di sofa.
''Wiyiam mau main sama Mommy Dad,'' ucap William.
''Kenapa harus menangis? Daddy kan udah pernah bilang, jangan dikit-dikit menangis, kamu itu anak laki-laki harus kuat dong. Kamu besok yang akan melindungi adik-adikmu,'' ucap Reno datar.
''Maaf Dad,'' William menundukkan wajahnya. Ia menyembunyikan tangisannya dengan wajah yang menunduk.
''Mas, kamu ini apa-apaan sih. Mungkin William merasa kesepian saja. Udah ya sayang, jangan menangis lagi. Sekarang kita main ya,'' ucap Cezy dengan sabar. William hanya menganggukkan kepalanya pelan. Cezy menghapus air mata William yang menetes di pipi.
''Udah jangan menangis. Anak Mommy kan hebat!'' ucap Cezy memeluk tubuh kecil William.
Cezy pun segera mengajak William pergi ke belakang rumah. Cezy akan mengajari William berenang. William sangat senang, karna bisa bermain sambil belajar sesuatu yang belum pernah ia rasakan.
Cezy sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian renang. Sedangkan William hanya menggunakan celana pendek dan kaos dalam. Cezy dengan telaten mengajari anak dari suaminya itu. Walaupun di dalam tubuh William tak ada darahnya, namun Cezy sangat menyayangi William seperti anaknya sendiri.
Reno yang melihat dari balkon kamarnya hanya tersenyum tipis. Ia melihat jika Cezy sangat menyayangi William.
''Aku tidak salah memilihmu sayang. Walaupun umur kamu masih terbilang muda, namun jiwa kamu sudah sedewasa ini. Aku sangat mencintaimu Cez,'' ucap Reno yang melihat dari balkon. Reno diam-diam memotret dan mem video aktivitas Cezy dan William. Ia tersenyum bahagia karna bisa menjadi suami Cezy.
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian gaes.
Mampir juga di novel PESONA GADIS DESA (Menceritakan gadis desa yang melanjutkan pendidikannya ke kota. Si Ana nama panggilannya. Ia gadis cantik, putih, dan cerdas. Ia ingin sekali mengangkat derajat orang tuanya yang hanya berprofesi tani di desanya).
Jangan Lupa Like, Coment, Vote dan beri hadiah๐๐๐
__ADS_1
See you next episode๐๐๐