
''Shhhh ah sakit,'' ucap seorang wanita yang tengah terbangun dari tidurnya. Ia memegang perutnya yang terasa sangat lah sakit.
''Aduh, ini kenapa ya. Kayaknya aku ngak makan apa-apa deh tadi. Kenapa sekarang perutku sakit sekali,'' ucap Wanita itu kembali meringis kesakitan.
''Aduhhhh, Mas, Mas,'' ucap wanita itu terus menggoyang tubuh suaminya yang sedang terlelap dalam tidurnya.
''Mas, perutku sakit Mas,'' ucapnya lagi. Dan akhirnya suaminya bangun dari tidurnya.
''Kamu kenapa?'' tanyanya sambil mengucek matanya yang terasa masih sepet.
''Perut ku Mas, perutku sakit banget,'' ucap Wanita itu yang mengadu kesakitan.
Ronald segera mencuci mukanya ke kamar mandi.
''Kita ke rumah sakit,'' ucap Ronald yang sudah kembali ke kamar. Ia menggendong istrinya ala bridal. Di perjalanan menuju rumah sakit, Chaca terus meronta jika perutnya sangatlah sakit. Ronald menggenggam tangan sang istri untuk menguatkannya.
''Sabar sayang. Sebentar lagi kita sampai,'' ucap Ronald melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Setelah beberapa saat, mobil mereka telah sampai di halaman rumah sakit. Ia segera menggendong sang istri ke dalam.
''Sus, suster tolong,'' ucap Ronald berteriak minta tolong.
Suster yang mendengar segera membawa blankar ke arah Ronald. Ronald membaringkan tubuh istrinya di atas blankar.
''Kamu harus kuat sayang,'' ucap Ronald menggenggam tangan Chaca dengan erat. Keringat dingin membasahi wajah Chaca.
Setelah sampai di ruang bersalin, Dokter segera memeriksa Chaca.
''Gimana Dok?'' tanya Ronald yang terlihat khawatir.
''Masih bukaan 1 Pak. Namun air ketuban Ibu Chaca sudah pecah. Mau tidak mau kita harus melalui jalan pintas, yaitu operasi,'' ucap Dokter tersebut. Air ketuban milik Chaca pecah saat berada di dalam mobil tadi.
''Lakukan Dok, lakukan yang terbaik untuk istri dan anak-anak saya,'' ucap Ronald. Sementara Chaca terlihat lemas tak berdaya.
__ADS_1
Setelah Ronald menanda tangani surat pernyataan dari rumah sakit, sekarang Chaca sedang berada di ruang operasi. Ronald juga ikut masuk ke dalam ruangan operasi. Ia tak akan tenang jika hanya menunggu sang istri di luar.
Operasi pun di mulai, Chaca terlihat sedang di beri obat bius melalui pinggang bagian belakangnya. Ronald yang melihat bergidik ngeri. Walaupun ia takut sekali dengan jarum suntik, ia akan tetap menemani sang istri untuk melahirkan buah hati mereka.
Ronald tak henti-hentinya berdoa untuk sang istri dan calon anak-anaknya. Ia menggenggam tangan putih nan mulus milik sang istri. Ronald tak berkedip melihat proses pengeluaran bayi dari dalam perut milik sang istri. Air matanya tak bisa ia bendung lagi, jika ia boleh memilih, ia saja yang merasakan sakitnya melahirkan.
Setelah hampir 1 jam lamanya bayi kembar berjenis laki-laki tersebut sudah lahir di dunia ini. Ronald tak henti-hentinya mencium wajah sang istri.
''Terima kasih sayang. Kamu telah memberikan aku baby boy yang sangat lucu-lucu. Aku sangat sangat mencintaimu,'' ucap Ronald mencium wajah sang istri. Chaca hanya tersenyum saat melihat Ronald menangis bahagia. Tubuhnya tak bisa ia gerakkan karna pengaruh obat yang bersarang di tubuhnya. Setelah selesai operasi, Chaca di pindahkan menuju ruang pemulihan untuk beberapa jam kemudian.
Di luar ruangan Ronald terlihat sedang menelpon seseorang.
''Halo Ma, Chaca sudah melahirkan Ma. Sekarang kita ada di Rumah Sakit Sejahtera,'' ucap Ronald kepada sang mertua. Ia juga menelpon Mama Reni dan Papa Sanjaya untuk mengabarkan bahwa cucunya sudah lahir ke dunia ini.
Ronald segera menemui anak-anaknya yang berada di ruang bayi. Ia menatap baby boy yang sangat mirip dengannya. Dari matanya, hidungnya bahkan bibirnya sama persis seperti punya Ronald.
''Kamu memang anak-anak Daddy,'' ucap Ronald mencium baby boy satu persatu.
''Ronald bagaimana keadaan anak Mama dan cuca Mama?'' tanya Mama Luna yang terlihat khawatir.
''Chaca masih di ruang pemulihan Ma, Dan cucu-cucu Mama ada di ruang bayi,'' ucap Ronald.
''Chaca baik-baik saja kan Ro?'' tanya Mama Luna.
''Chaca baik-baik saja Ma. Maafin Ronald karna menelpon Mama terlambat,'' ucap Ronald.
''Tidak apa-apa. Ayo antar Mama ke ruangan Chaca,'' ucap Mama Luna yang ingin melihat putri semata wayangnya.
Ceklek.
Pintu ruangan rawat Chaca terbuka. Mama Luna melihat anaknya yang terbaring di atas tempat tidur. Ia segera mendekat dan mencium anaknya itu.
''Sayang. Mama khawatir sama kamu,'' ucap Mama Luna yang tak bisa membendung air matanya.
__ADS_1
''Chaca baik-baik saja Ma,'' ucap Chaca yang masih sedikit lemas.
''Mana anak-anakku Mas, aku ingin bertemu dengan mereka Mas,'' ucap Chaca kepada Ronald.
Ronald menyuruh suster untuk membawa anak-anak mereka ke ruangan istrinya.
Beberapa saat kemudian, 2 suster menggendong baby boy mereka. Chaca yang melihat tersenyum bahagia.
''Sus, bawa mereka ke dekat saya,'' ucap Chaca. Suster segera membawa bayi kembar tersebut dan meletakkannya di dekat sang Mama. 1 di sebelah kanan dan 1 di sebelah kiri.
''Kenapa wajah kalian ngak seperti Mommy sayang. Hampir 9 bulan loh kalian di perut Mommy, tapi saat kalian lahir malah mirip Daddy,'' ucap Chaca yang melihat anak-anaknya mirip dengan Ronald. Ronald yang mendengarkan ucapan Chaca ikut tersenyum.
''Karna bibit Daddy lebih unggul Mom. Jadi mereka mirip Daddy,'' ucap Ronald mendekat ke arah istri dan anak-anaknya. Chaca yang mendengarkan ucapan Ronald hanya mendengus kesal.
''Yang penting semuanya sehat. Ngak apa-apa mirip Ronald, kan dia memang bapaknya. Kalau malah mirip orang lain, itu bisa di pertanyakan,'' ucap Mama Luna yang ikut nimbrung.
*
*
Sementara di kamar pengantin baru, Salsa dan Devan baru menyelesaikan belah durennya. Devan yang merasa candu dengan tubuh Salsa, baru selesai hingga jam 2 dini hari. Devan menatap wajah Salsa yang tengah terlelap dari tidurnya. Sebenarnya Devan masih ingin nambah, namun ia melihat jika Salsa sangatlah lelah. Ia tak mau membuat istrinya tak bisa berjalan besok.
''Aku ngak nyangka bisa mendapatkan wanita sepertimu sayang. Wanita unik, kadang cerewet, nyebelin tapi ngangenin juga. Kamu itu udah paket komplit buat duda sepertiku,'' ucap Devan mengelus wajah mulus sang istri. Ia bersyukur bisa memiliki istri seperti Salsa. Salsa yang selalu menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya kelak. Dan sekarang Devan merasakan yang namanya membuka segel perawan.
Devan terus menerus mencium wajah sang istri. Selama ini ia menahan agar tak menyentuh Salsa, dan setelah halal ia balas dendam menghujani kecupan-kecupan di seluruh tubuh Salsa.
''Love you sayang,'' ucap Devan mencium bibir Salsa dengan lembut.
*
*
Malam pertamanya gitu aja ya guys. Bener-bener ngak sanggup othor mahðŸ¤ðŸ˜‚😂😂
__ADS_1