I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 91


__ADS_3

Cezy membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia takut jika William kenapa napa. Entah perasaan apa yang ia rasakan tapi Cezy merasa ia sangat nyaman dengan William.


Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan Rs.Sejahtera, tempat William di rawat.


''Aku ragu masuk ke dalam. Bagaimana kalau di sana aku bertemu dengan Reno. Ya pasti lah aku bertemu dengannya, Reno adalah ayahnya William. Sudah pasti Reno ada di sana,'' ucap Cezy yang masih berada di dalam mobil.


''Tapi kalau aku ngak ke sana, aku ngak tau keadaan William,'' ucap Cezy lagi. Akhirnya ia turun dengan menggunakan masker dan topi agar Reno tak mengenalinya. Ia bertanya ruangan anak kepada suster yang sedang bertugas. Setelah mendapat informasi, Cezy segera berjalan ke ruangan yang di beritahu oleh suster.


Cezy mencari ruangan milik William, dan setelah beberapa saat, ia menemukan ruangan William. Cezy melihat dari kaca luar, jika saat ini William sedang tidur pulas. Di hidungnya terdapat alat bantu pernafasan, wajah mungil yang biasa tersenyum saat ini berubah menjadi pucat. Hati Cezy teriris melihatnya.


''Kamu siapa?'' tanya seseorang di belakang Cezy. Cezy kaget, ia hafal betul dengan suara itu. Ya itu suara Daddy William siapa lagi kalau bukan Reno.


''Em maaf Pak, saya sedang melihat anak Bapak yang sakit. Saya merasa kasihan,'' ucap Cezy.


''Dari mana kamu tau jika dia anak saya?'' tanya Reno dengan tatapan tak bersahabat.


''Aduhhh, kamu bodoh banget sih Cez,'' batin Cezy merutuki kebodohannya sendiri.


''Em itu anu Pak----'' ucap Cezy terpotong.


''Sudahlah, mending kamu pergi dari sini,'' ucap Reno kepada Cezy.


''Ini ngak boleh di biarin, aku ingin bertemu dengan William. Kenapa dia malah mengusirku,'' batin Cezy menatap Reno dengan tatapan tajam.


''Aku tau itu kamu Cez. Aku tau kamu masih peduli dengan William, terima kasih dan aku minta maaf,'' batin Reno berbicara.


''Ayo cepat pergi dari sini,'' ucap Reno mengusir Cezy.


Cezy segera melepas masker dan topi yang ia kenakan.


''Cezy,'' ucap Reno seolah kaget.


''Pak, saya mohon izinkan saya bertemu dengan William Pak. Ini yang terakhir kalinya,'' ucap Cezy dengan raut wajah yang sedih.

__ADS_1


''William sedang istirahat. Mending kamu pulang sana,'' ucap Reno.


''Tapi Pak. Saya mohon satu kali ini saja Pak,''ucap Cezy memohon kepada Reno.


''Mending sekarang kamu pulang Cez. Jangan temui William lagi, jika kamu hanya ingin singgah sebentar. William sudah terlalu menderita akhir-akhir ini, sampai akhirnya ia masuk rumah sakit begini,'' ucap Reno.


''Dengan berjalannya waktu, William pasti bisa melupakanmu. Pergilah, aku tak akan memaksamu untuk tetap di sampingku,'' ucap Reno meninggalkan Cezy yang masih diam mematung.


''Kenapa hatiku sesakit ini. Ini kan memang yang aku mau. Tapi kenapa aku ngak rela meninggalkan mereka,'' ucap Cezy menatap ruangan William. Terlihat Reno sedang duduk di kursi samping ranjang William.


''Apa aku bisa meninggalkan William dengan kondisinya seperti ini,'' ucap Cezy yang tanpa sengaja meneteskan air matanya. Cezy memilih duduk di kursi yang ada di dekat ruangan William. Rasanya ia tak mau jauh-jauh dari ruangan tersebut.


Jam pun berputar, Cezy masih setia duduk di kursi tersebut, sampai rasa kantuk pun menderanya. Cezy tertidur begitu saja di kursi itu. Reno yang keluar dari dalam ruangan, melihat Cezy yang tertidur dengan kepala yang tertunduk merasa kasihan. Ia menggendong Cezy masuk ke dalam ruangan William. Reno menidurkan Cezy di sofa.


''Kamu wanita ter unik yang pernah aku temui Cez. Maka dari itu aku mencintaimu,'' ucap Reno membelai pipi mulus Cezy. Tak lupa ia mengecup pucuk kepala Cezy. Reno segera pergi dari ruangan itu.


Cezy yang merasa badannya sakit semua berusaha membuka matanya.


''Aku dimana?'' ucap Cezy yang tiba-tiba hilang ingatan, karna nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.


Cezy segera mendekat ke arah ranjang William. William masih setia memejamkan matanya.


''Sayang, bangun yuk. Ada Mommy di sini. Apa William ngak kangen sama Mommy Cezy,'' ucap Cezy menggenggam tangan mungil milik William.


''Mommy kangen banget lo sama William. Ayo bangun sayang. Nanti kita main sama-sama lagi. Mommy janji ngak akan ninggalin William lagi. Tapi William harus bangun,'' ucap Cezy.


''Jangan menjanjikan apapun kepada William Cez,'' ucap Reno yang tiba-tiba sudah berada di belakang Cezy.


''Eh,,


''Jangan menjanjikan apapun kepada William. Karna kamu sekarang sudah bangun kamu boleh pergi. Biarkan William istirahat, karna sejak kamu pergi kemarin dia ngak mau makan dan tidak tidur,'' ucap Reno datar.


''Tapi saya ingin disini menemani William Pak,'' ucap Cezy dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


''Tidak usah merasa kasihan kepada anak saya. Biarkan saya yang mengurusnya sendiri,'' ucap Reno.


''Bapak sendiri yang membawa saya ke dalam kehidupan Bapak, tapi sekarang Bapak sendiri yang menyuruh saya pergi di saat saya sudah menyayangi William. Apa Bapak masih punya otak? saya kira Bapak sudah ngak waras,'' ucap Cezy meneteskan air matanya.


Reno segera mendekap Cezy yang menangis itu. Ia sungguh tak bisa melihat seorang wanita menangis.


''Jangan menangis, Please,'' ucap Reno pelan.


''Bapak yang membuat saya menangis!'' ucap Cezy sesenggukan, ia merasa nyaman berada di pelukan Reno.


''Saya antar kamu sekarang. Biar William di temani omanya, sekarang omanya sudah perjalanan kesini,'' ucap Reno.


''Di antar kemana?'' tanya Cezy mendorong tubuh Reno pelan.


''Ke Bandara. Ronald yang meminta saya mengantarkan kamu,'' ucap Reno.


''Siapa memangnya yang mau pergi, saya masih mau disini,'' ucap Cezy.


''Cez, tolong pergi dari sini. Jika William sampai melihatmu, dan kamu hanya sesaat di sampingnya, saya ngak tau apa yang akan terjadi dengan William,'' ucap Reno memohon kepada Cezy.


''Saya ngak mau Pak,'' ucap Cezy datar.


''Jangan keras kepala Cez. Fikirkan William juga,'' ucap Reno.


''Apa salah jika saya ingin menemani calon anak saya di sini Pak. Jika bukan saya yang menemani lalu siapa? Apa Bapak sudah punya calon lagi?'' tanya Cezy yang membuat bibir Reno bungkam. Reno masih mencerna perkataan yang di ucapkan oleh Cezy.


''Apa kamu bilang Cez, Calon anak? apa kamu sudah menerima cintaku?'' tanya Reno. Namun Cezy diam saja dan duduk di sebelah ranjang William.


''Cez, jawab dong!'' ucap Reno.


''Iya iya, aku menerima cintamu,'' ucap Cezy dengan wajah yang memerah menahan malu.


*

__ADS_1


*


Jangan lupa tinggalkan Like, coment, vote dan beri hadiah.


__ADS_2