I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 71


__ADS_3

''Van kita pulang sore ini ya. Mom dan dad ku mau balik ke Indo,'' ucap Salsa.


''Baiklah,'' ucap Devan yang saat ini sedang meninjau proyek pembangunan rumah sakit.


''Kita istirahat dulu di sana,'' ucap Salsa mengajak Devan untuk berteduh karna cuaca siang ini sangatlah terik.


Mereka berteduh di bawah rumah-rumahan sederhana yang biasa di buat berteduh oleh para pekerja. Salsa menerima air minum yang dia kira dari Devan. Karna Salsa tak melihat siapa yang memberikan air minum itu.


''Terima kasih Van,'' ucap Salsa.


''Sama-sama,'' ucap seorang pria yang duduk di sebelah Salsa. Salsa segera menoleh saat ia tidak mendengar suara Devan melainkan suara orang lain.


''Eh Pak Ridwan. Aku kira tadi Devan yang kasih air minum. Soalnya tadi Devan yang pamit mau cari air,'' ucap Salsa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


''Tidak apa-apa Bu Salsa. Cuaca hari ini sangat terik ya. Sampai saya hampir menghabiskan dua botol air minum,'' ucap Pak Ridwan yang mencoba mencari topik pembicaraan.


''Iya Pak. Di kepala terasa pusing kalau panas-panasan begini, harus banyakin minum air mineral kalau tidak mau dehidrasi,'' ucap Salsa yang berusaha mengusir kecanggungan.


''Baru aja di tinggal cari minum. Udah di pepetin aja,'' ucap Devan kesal saat melihat Salsa asik mengobrol dengan Ridwan. Devan segera berjalan menuju Salsa dan Ridwan namun hanya membawa 1 botol air minum. Karna yang 1 botol di berikan kepada pekerja karna melihat Salsa yang sudah membawa minuman.


''Kok cuma 1 Van?'' tanya Salsa yang melihat Devan hanya membawa 1 botol saja dan itu tinggal setengah.


''Kan kamu udah minum tuh. Jangan maruk,'' ucap Devan yang terus meminum airnya untuk menghilangkan panas di hatinya.


''Ini tadi yang ngasih Pak Ridwan,'' ucap Salsa.


''Aku ngak tanya,'' gumam Devan pelan dan itu hanya Salsa yang mendengar.


''Ckk, dia pasti marah,'' batin Salsa.


Setelah mereka selesai meninjau proyek, mereka segera berkemas untuk pulang ke Jakarta. Di dalam perjalanan pun mereka hanya diam.


''Van kenapa sih kamu. Dari tadi diem mulu,'' ucap Salsa kesal karna di cuekin Devan.


''Ngak papa,'' ucap Devan.


''Ih ngambek mulu kayak cewek pms. Udah aku tukar tambah tuh kalau ngak sayang,'' gumam Salsa.


''Apa? Kamu tadi bilang apa?'' tanya Devan memastikan.


''Enggak bilang apa-apa Van,'' kilah Salsa.

__ADS_1


''Kenapa harus tukar tambah. Sekalian di jual,'' ucap Devan ketus.


''Kamu mau aku jual?'' tanya Salsa.


''Buang aku sekalian Sa, buangggg,'' ucap Devan menatap tajam Salsa.


''Buang kemana? Ngak ada yang mau sama kamu. Mending aku simpen aja. Itung itung buat koleksi,'' ucap Salsa tanpa dosa, membuat Devan naik pitam.


''Memang tidak ada yang mau sama aku karna aku duda dan hanya orang sederhana Sa. Tapi asal kamu tau aku juga punya hati. Tidak semua orang berdosa harus di rendahkan seperti ini,'' ucap Devan datar.


''Van aku bercanda Van,'' ucap Salsa yang merasa salah bicara. Ia meraih tangan Devan, namun Devan segera menepisnya.


''Van maafin aku,'' ucap Salsa yang sudah berkaca- kaca. Namun Devan hanya diam dan tak berekspresi apa-apa.


''Van. Maafin aku. Jangan diem aja dong Van,'' ucap Salsa.


''Memangnya aku harus apa Sa,'' ucap Devan datar.


''Jangan diemin aku kayak gini Van. Aku minta maaf. Aku hanya bercanda tadi Van. Aku mohon maafin aku,'' ucap Salsa yang tengah menangis tersedu-sedu.


''Hapus air matamu. Aku ngak marah kok,'' ucap Devan yang masih fokus pada jalanan tanpa ingin menoleh ke arah Salsa.


''Aku udah maafin kamu Sa. Kenapa harus menangis seperti itu,'' ucap Devan.


''Beneran kamu udah maafin aku? Tapi kenapa ekspresimu sama seperti tadi,'' ucap Salsa dengan menhapus air mata dan ingusnya.


''Terus aku harus gimana dong. Udah dong Sa. Jangan ngajak ribut mulu,'' ucap Devan yang lagi-lagi tak menatap Salsa.


''Apa segitu marahnya dia sampai ngak mau menatapku,'' batin Salsa.


Setelah perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka sampai di Jakarta. Devan mengantar Salsa menuju rumahnya.


''Van kamu ngak mampir dulu. Mom dan dad kayaknya udah sampai deh. Mampir yuk sekalian aku kenalin ke mereka kalau kamu calon suami aku,'' ucap Salsa meraih tangan Devan.


''Lain kali aja Sa. Aku capek,'' ucap Devan menghindar.


''Aku balik dulu,'' pamit Devan. Ia segera melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Salsa.


''Apa semarah itu kamu sama aku Van,'' batin Salsa sedih.


Salsa segera masuk ke dalam rumah. Dan di sana sudah di sambut oleh mommy.

__ADS_1


''Hai sayang, kamu udah sampai. Gimana kabar kamu, hem?'' tanya Mommy Salsa.


''Kabar aku baik Mom. Mommy jangan khawatir,'' ucap Salsa.


''Mommy sangat menyayangkan hubungan kamu dengan Malik Sa. Mommy ngak menyangka Malik seperti itu,'' ucap Mommy.


''Udahlah Mom, ngak usah bahas Malik. Membuat mood ku rusak aja,'' ucap Salsa.


''Aku bahagia dengan hidupku sekarang Mom,'' ucap Salsa lagi.


''Apa kamu udah menemukan pengganti Malik?'' tanya Mommy Salsa yang penasaran karna melihat Salsa tak sedih sama sekali setelah putus dengan Malik. Dan Salsa hanya mengangguk pelan.


''Siapa? Kenapa ngak di kenalin sama Mommy dan Daddy?'' tanya Mommy Salsa penasaran.


''Besuk aku kenalin sama Mommy dan Daddy ya,'' ucap Salsa semangat. ''Oh iya Daddy mana Mom?'' tanya Salsa yang tak melihat Daddy nya sejak masuk ke dalam rumah.


''Daddy kamu masih keluar, bertemu dengan teman-temannya. Palingan sebentar lagi pulang,'' ucap Mommy Salsa.


Salsa berpamitan dengan Mommynya ingin ke kamar istirahat.


''Huft,'' Salsa merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia membuka ponselnya, siapa tau Devan mengirim pesan untuknya. Tapi nihil, Devan tak mengirim pesan apapun untuknya.


''Devan kemana sih,'' gerutu Salsa.


''Apa aku telpon aja ya, kangen nih,'' ucap Salsa lalu menekan panggilan ke nomor Devan.


Tut tut tut.


Tak ada jawaban dari Devan membuat Salsa kesal. Berulang kali Salsa menekan panggilan ke nomor Devan, tapi lagi-lagi tak ada jawaban.


''Percuma beli handphone mahal-mahal kalau ngak bisa di buat komunikasi,'' gerutu Salsa. Ia membanting ponselnya ke atas kasur.


''Devan kalau marah serem juga ya. Ih nih mulut kalau ngomong juga se enaknya sih. Devan bener-bener marah nih sama aku,'' ucap Salsa menjentikkan bibirnya yang asal ceplas ceplos.


''Aku kirim pesan aja deh, nanti kalau dia buka handphone biar tau,'' ucap Salsa mengetikkan sesuatu lalu di kirim ke nomor ponsel Devan.


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak like, coment, vote dan beri hadiah ya🤗

__ADS_1


__ADS_2