I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 24


__ADS_3

''Kenapa parfum ini tidak asing di hidungku?'' batin Chaca mengeryitkan dahinya. Ia kenal betul dengan bau parfum itu. Tapi Chaca tidak tau siapa yang mempunyai parfum tersebut. Dengan penasaran ia mendongakkan wajahnya pelan, ingin melihat siapa yang mempunyai bau parfum itu dan tak begitu lama Chaca di buat terkejut dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.


''Ronald,'' ucap Chaca kaget. Ia tak meyangka jika orang yang ingin di jodohkan dengannya adalah Ronald.


''Hai Cha,'' ucap Ronald sedikit gugup.


''Ngapain kamu di sini. Bukannya kamu punya acara dengan keluarga kamu?'' tanya Chaca.


''Ini acara aku dan keluargaku Cha,'' ucap Ronald tersenyum canggung.


''Maksudnya apa sih ini. Ma tolong jelasin ini maksudnya apa,'' ucap Chaca masih bingung.


Mama Luna pun menjelaskan alasan kenapa Ronald dan keluarganya ada di sana. Mama Luna juga menjelaskan tentang perjodohan yang di rencanakan oleh omanya dulu.


''Kamu udah tau tentang ini Ro?'' tanya Chaca. Ronald hanya menganggukkan kepalanya pelan.


''Jadi di sini hanya aku yang tidak tau apa-apa?'' tanya Chaca dengan senyum kecewanya. Semua orang yang ada di sana bingung harus menjawab apa. Ini juga kesalahan mama Luna yang belum siap memberi tau Chaca.


''Chaca, Mama minta maaf Nak...'' ucap Mama Luna.


''Kenapa harus Ronald sih Ma?'' tanya Chaca kepada Mamanya.


''Kenapa dengan Ronald sih Cha. Dia baik, tampan, bisa nglindungi kamu apa sih yang kamu ragukan dari Ronald,'' ucap Mama Luna.


''Iya sih bener kata mama Ronald baik, tampan dan bisa nglindungin aku. Tapi rasanya aneh kalau jodohku adalah Ronald si gunung es ini,'' ucap Chaca ketus.


''Kayaknya Chaca bakal nolak aku deh. Kenapa cinta tulusku selalu di ragukan sih.'' Batin Ronald.


''Ronald aku pengen bicara berdua dengan kamu. Om tante saya permisi dulu,'' ucap Chaca berlalu meninggalkan ruang tamu dan berjalan kearah taman samping rumah di ikuti Ronald dari belakang.


''Ronald apa kamu selama ini bekerja denganku hanya untuk melindungiku?'' tanya Chaca menatap Ronald yang sedang menatapnya. Ronald hanya menganggukan kepalanya.


''Kenapa kamu mau melakukan ini semua Ro?'' tanya Chaca.


''Karna aku mencintaimu Cha,'' ucap Ronald singkat.


''Haaaahh itu ngak mungkin Ro. Aku tau betul siapa kamu. Kamu pasti hanya di suruh mama kan untuk mengakui jika kamu mencintaiku,'' ucap Chaca yang tak percaya dengan apa yang di ucapkan Ronald.

__ADS_1


''Tidak ada yang menyuruhku untuk mengakui perasaanku padamu. Ini masalah hati Cha. Aku benar-benar mencintaimu,'' ucap Ronald menggenggam tangan Chaca yang dingin. Tapi Chaca segera menepisnya.


''Ngak aku ngak percaya,'' ucap Chaca menggelengkan kepalanya.


''Kamu meragukan cintaku?'' tanya Ronald dengan jantung yang berdetak kencang. Dia yakin pasti akan di tolak lagi dengan orang yang di cintainya.


''Bukannya aku meragukan cintamu. Tapi aku masih belum yakin jika kamu mencintaiku Ro. Sementara selama ini kamu cuek-cuek aja padaku,'' ucap Chaca.


''Aku hanya menjaga hatiku agar tak jatuh terlalu dalam kepadamu Cha. Sedangkan kamu masih menjadi kekasih orang lain,'' ucap Ronald. Chaca hanya tertegun dengan pernyataan Ronald.


''Will you marry me Chaca?'' ucap Ronald tiba-tiba berjongkok di depan Chaca dan menggenggam tangannya. Membuat Chaca sedikit kaget dengan ucapan Ronald.


''Ronald berdiri.'' Perintah Chaca.


''Enggak Cha sebelum kamu mau menjawabnya,'' ucap Ronald yang kekeh dengan pendiriannya.


''Ini pilihan oma pasti oma akan bahagia jika aku mau menerima perjodohan ini. Ronald pria yang baik yang selalu melindungi aku. Dia juga tak kalah tampan dengan mantan-mantanku dulu. Semoga ini pilihan terbaikku.'' Batin Chaca menghembuskan nafasnya kasar.


''Iya Ro aku mau,'' ucap Chaca pelan.


''Beneran?'' tanya Ronald dengan mata berbinar. Chaca hanya menjawab dengan anggukan kepala.


''Ro lepasin. Malu kalau ada yang lihat,'' ucap Chaca.


''Biarin seperti ini Cha. Aku kangen sama kamu,'' ucap Ronald.


''Sejak kapan kamu jadi se lebay ini. Beberapa jam yang lalu kita masih ketemu Ro. Ngak usah lebay deh,'' ucap Chaca gemas dengan tingkah Ronald.


''1 tahun Cha aku menahannya agar tak menyentuh apalagi memeluk kamu. Jadi biarkan seperti ini untuk saat ini,'' ucap Ronald masih memeluk Chaca.


''Ehm ehm.'' Suara deheman mampu memisahkan pelukan mereka. Mama Luna, Mama Reni dan Papa Sanjaya menyusul ke taman.


''Belum sah tau. Udah pelukan aja,'' ucap Papa Sanjaya. Tapi mereka berdua hanya tersenyum malu.


''Gimana? apa perjodohannya di batalkan saja. Kayaknya Chaca menolak ya,'' ucap Mama Reni menakut nakuti Ronald.


''Maaa, Chaca mau kok menikah dengan Ronald. Iya kan Cha?'' tanya Ronald.

__ADS_1


''Maaf Ro,'' ucap Chaca.


''Cha,'' ucap Ronald memohon.


''Maaf om tante saya tidak bisa...'' ucap Chaca. Ronald langsung lemas. Ia tak menyangka di permainkan seperti ini oleh Chaca.


''Tidak apa-apa Nak,'' ucap papa Sanjaya.


''Saya tidak bisa menolak Ronald om tante. Apa yang saya cari selama ini semua ada pada Ronald,'' ucap Chaca membuat Ronald tersenyum lagi.


''Kamu ngak ngeprank aku lagi kan?'' tanya Ronald. Chaca hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


''Alhamdulillah kalau gitu kita bisa langsung bahas akad nikahnya,'' ucap mama Luna.


''Ma ini terlalu cepat. Aku ingin mengenal Ronald lebih dalam lagi sebelum aku menjadi Istrinya,'' ucap Chaca dengan wajah bersemu merah saat berbicara seperti itu.


''Gimana kalau kita kasih waktu 1 bulan Na. Itu lebih dari cukup kan?'' ucap Mama Reni.


''Aku setuju. Setelah itu kalian harus segera menikah. Lihat tuh Ronald udah ngak sabar pengen nikah sama kamu,'' ucap Papa Sanjaya.


''Apaan sih Pa,'' ucap Ronald dengan wajah yang memerah karna malu.


Setelah asik berbincang-bincang Ronald dan keluarganya pamit untuk pulang karna waktu sudah malam.


''Aku pulang dulu ya. Sampai ketemu besuk di kantor,'' ucap Ronald yang tak henti-hentinya tersenyum ke Chaca.


''Iya hati-hati,'' ucap Chaca. Ronald segera masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah Chaca.


''Kenapa dia jadi hangat begini ya. Kapan gunung es itu mencair,'' batin Chaca senyum-senyum sendiri.


''Malah senyum-senyum sendiri. Udah ngak sabar ya pengen nikah.'' Ledek Mama Luna.


''Apaan sih Ma.'' Chaca masuk ke dalam rumah. Ia ingin segera merebahkan tubuhnya karena lelah. Ia tak menyangka akan menikah dengan asistennya. Bukan Devan tapi dengan Ronald. Ia juga tak menyangka jika selama ini Ronald sudah menaruh hati padanya.


*


*

__ADS_1


Jangan lupa like, favorite, vote dan beri hadiah sebanyak-banyaknya.


Tinggalkan kopi dan bunganya kakak biar author tambah semangat๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


__ADS_2