I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 51


__ADS_3

''Pak Devan kok malah melamun di sini sih, udah di tungguin tuh sama Nona Salsa,'' ucap Mita.


''Em maaf, kita kesana sekarang,'' ucap Devan berjalan ke arah meja Salsa.


''Maaf Nona,,,'' belum selesai Devan berucap namun Salsa sudah menatap Devan dengan tajam.


''Duduk!'' perintah Salsa pelan.


Devan segera duduk di samping Salsa, sementara Ronald masih berkutat dengan benda pipihnya.


''Maaf pak Ronald, bisa kita lanjutkan meetingnya,'' ucap Salsa.


''Oh, baik,'' ucap Ronald lalu menaruh handphone nya di saku jasnya. Lalu Ronald kembali menatap depan.


''Kamu?'' ucap Ronald menatap Devan dengan tajam.


''Pak Ronald mengenal Devan?'' tanya Salsa.


''Ya, dia mantan kekasih istri saya,'' ucap Ronald datar.


''Istri? apa Devan mantan kekasih Chaca?'' tanya Salsa bingung.


''Ya,'' ucap Ronald tanpa mengalihkan tatapannya kepada Devan.


''Istri? jadi Chaca sudah menikah?'' batin Devan bertanya-tanya.


''Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda, karna sudah meninggalkan Chaca waktu dulu. Dan sekarang saya hidup bahagia dengan Chaca,'' ucap Ronald tersenyum tipis penuh arti. Namun tidak dengan Devan. Devan membeku, mendengarkan ucapan Ronald. Devan masih mengingat-ingat wajah Ronald. menurutnya ia tidak asing dengan wajah itu.


''Nona Salsa, meeting kita tunda. Istri saya sudah terlalu lama menunggu,'' ucap Ronald berdiri dari duduknya. ''Permisi,'' ucap Ronald berjalan meninggalkan meja Salsa.


Salsa hanya menghembuskan nafasnya kasar.


''Apa maksud semua ini Van?'' tanya Salsa.


''Ceritanya panjang Nona. Saya tidak ingin membahas masa lalu saya. Dan saya sudah mengakui kesalahan saya di masa lalu,'' ucap Devan datar. Ia menatap lurus ke depan. Ia tak menyangka gadis yang selama ini selalu di fikirannya sudah menikah dengan orang lain.


Pantas saja jika Chaca selama ini terus menghindar darinya. Karna ada hati yang ia jaga. Tapi apakah secepat itu melupakan dirinya? pikir Devan.


''Apa kamu menghianatinya?'' tanya Salsa yang masih ingin tau tentang masa lalu sahabatnya. Devan hanya mengangguk pelan. Membenarkan ucapan Salsa.

__ADS_1


''Astaga!!!! kamu menghianati sahabatku? rasanya aku ingin mencekikmu sekarang juga Van,'' ucap Salsa kesal.


''Sahabat?'' tanya Devan bingung.


''Ya Salsa sahabatku. Dan kamu tega-teganya mengkhianati dia. Aku benar-benar tak habis fikir dengan kelakuan kamu,'' ucap Salsa geram.


''Itu dulu Nona, jika saja saya dan Chaca tidak di pisahkan. Pasti kita sudah menikah sekarang,'' ucap Devan.


''Di pisahkan?'' Salsa mengerutkan keningnya.


''Mama Chaca tidak menyetujui hubungan kami. Hingga saya di pindahkan ke perusahaan cabang. Dan akhirnya saya di goda habis-habisan oleh mantan kekasih saya. Hingga benteng pertahanan saya roboh begitu saja, dan dengan terpaksa saya harus menikahi mantan kekasih saya,'' ucap Devan yang terpaksa harus berterus terang dengan atasannya itu. Devan teringat kejadian dulu. Seolah-olah bayangan waktu dulu seakan terjadi kembali.


''Kamu sudah menikah?'' Salsa melototkan matanya, ia tak percaya dengan apa yang di katakan Devan. Untung waktu dulu ia tak jatuh hati dengan kebaikan dan ketampanan Devan.


''Ya, hanya bertahan beberapa bulan. Karna saya tak menginginkan pernikahan itu,'' ucap Devan kembali datar.


''Jadi kamu duda?'' tanya Salsa yang semakin penasaran. Dan Devan hanya menganggukkan kepalanya pelan.


*


''Sayang kita pulang yuk,'' ajak Ronald yang tiba-tiba sudah berada di dekat Chaca.


''Memangnya meetingnya udah Mas?'' tanya Chaca.


''Habisnya aku laper terus Mas, ngak tau kenapa mulutku rasanya pengen ngunyah terus,'' ucap Chaca.


''Mas Ronald kan belum makan siang. Mending Mas makan dulu,'' ucap Chaca lagi.


''Mas ngak nafsu makan sayang. Kita pulang sekarang yuk,'' ajak Ronald. ''Mas bayar dulu makanan kamu,'' ucap Ronald lagi.


Setelah selesai membayar, ia segera mengajak Chaca keluar dari Restauran tersebut. Rasanya Ronald tak rela jika melihat istrinya bertemu dengan Devan. Ia segera menggandeng tangan Chaca lalu berjalan keluar. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari jauh.


''Ternyata benar, Chaca sudah menikah. Bahkan sekarang dia telah bahagia dengan suaminya. Berbeda saat dengan ku dulu,'' ucap Devan pelan. Ia memperhatikan Chaca dan Ronald yang keluar dari Restauran tersebut dengan tangan yang bergandengan dengan mesra.


''Aku harap kamu akan selalu bahagia Cha. Walaupun bahagia mu tidak bersamaku,'' batin Devan menghembuskan nafasnya kasar.


''Relakan dan ikhlaskan. Masih banyak di dunia ini yang jauh lebih baik dari Chaca. Dan ingat! jangan pernah mengusik kebahagiaan Chaca dan juga Ronald,'' ucap Salsa menepuk bahu Devan pelan.


''Saya akan berusaha merelakannya, jika itu yang membuat dia bahagia,'' ucap Devan berusaha tegar, walaupun tidak dengan hatinya. Hatinya hancur saat mengetahui Chaca sudah menikah dengan orang lain. Ia membayangkan dulu saat ia mengkhianati Chaca, betapa sakitnya hatinya dulu.

__ADS_1


*


''Mas aku pengen rujak, rasanya mungkin enak makan rujak panas-panas gini,'' ucap Chaca.


''Kita cari dulu ya sayang,'' ucap Ronald mengendarai mobilnya pelan.


Selang beberapa menit, mereka menemukan tukang rujak keliling. Rasanya air liur Chaca sudah ingin menetes.


''Mas beliin 2 ya,'' rengek Chaca.


''1 aja ya sayang. Nanti kebanyakan makan rujak perut kamu sakit loh,'' ucap Ronald.


''Ngak usah kalau gitu. Ngak usah beli,'' ucap Chaca yang sudah merajuk.


''Oke-oke Mas beliin 2 tapi jangan ngambek. Dan nanti, jika perutnya sakit jangan nyalahin Mas,'' ucap Ronald. Ia segera turun untuk menghampiri tukang rujak keliling itu. Ronald segera memesan 2 bungkus rujak untuk istri tercinta. Ia tak mau jika istrinya merajuk.


''Nih rujaknya,'' ucap Ronald menyerahkan rujaknya.


''Em makasih sayang,'' ucap Chaca tersenyum bahagia.


''Dapat rujak aja kayak dapat duit sekebon bahagianya,'' batin Ronald mnggeleng-gelengkan kepalanya.


''Habis ini kita kemana Mas?'' tanya Chaca yang terus mengunyah rujaknya.


''Kita langsung pulang saja ya. Mas capek banget. Di kantor juga ngak ada pekerjaan yang terlalu penting. Hari ini Mas ingin istirahat lebih awal,'' ucap Ronald. Entah mengapa hari ini begitu melelahkan untuk nya. Apalagi permintaan istrinya yang semakin hari semakin aneh menurut Ronald.


''Mas Ronald mau? ini enak banget loh,'' ucap Chaca sambil menyodorkan mangga muda di dekar mulut Ronald.


''Mas takut sakit perut sayang. Mending kamu aja yang makan ya. Kasian tuh baby kita,'' ucap Ronald tanpa sadar. Dan ketika sadar mereka menoleh bersamaan.


''Apa kamu hamil yank?'' tanya Ronald dengan mata berbinar.


''Entahlah Mas. Tapi aku udah telat 3 minggu. Tapi aku takut untuk melakukan tes lagi Mas, takut kecewa,'' ucap Chaca tertunduk.


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa kasih kopi buat author agar semangatttt😊😊😊


Jangan lupa kasih like, coment, fav, vote sebanyak-banyaknya kawan😊😊😊😍😍😍😍😍


__ADS_2