I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 59


__ADS_3

''Sayang, beneran kamu mau nemuin ayahku?'' tanyanya.


''Iya Sayang,'' ucap Wilson.


''Tapi aku ragu, bagaimana kalau ayah tidak merestui hubungan kita,'' ucap Cinta.


''Jangan berfikir negatif dulu ya, kita kan belum mencoba. Tapi apa alasannya ayah mu tidak merestui hubungan kita. Aku baik, tampan dan juga kaya,'' ucap Wilson mengedipkan sebelah matanya.


''Kamu tidak tau ayahku Wil,'' batin Cinta.


Hari ini mereka memutuskan untuk pergi ke Sukabumi, tempat lahirnya Cinta. Mereka akan meminta restu kepada ayah Cinta. Dan tak lupa mereka juga akan mampir ke tempat peristirahatan terakhir ibu Cinta.


Di dalam mobil Cinta sudah was-was. Ia takut sekali jika tidak di restui oleh sang ayah.


''Bagaimana kalau ayah sulit untuk di bujuk? aku benar-benar pusing,'' batin Cinta memijit kepalanya yang terasa sakit.


Perjalanan mereka hampir memakan waktu 3 jam. Setelah sampai di rumah sederhana milik ayah Cinta mereka segera turun dari mobil.


''Sayang, berfikir positif,'' ucap Wilson menggenggam tangan Cinta yang dingin.


Mereka berjalan kearah pintu utama rumah sederhana tersebut.


Tok tok tok.


Tok tok tok.


Ceklek.


Pinti di buka dari dalam, menampilkan seorang laki-laki yang berotot, tato hampir di sekujur tubuhnya dan memiliki kumis. Dari wajahnya terlihat sangat menyeramkan. Wilson yang baru saja bertemu ayah cinta hanya bergidik ngeri.


''Ternyata anak kesayangan Ayah pulang juga. Kita masuk yuk,'' ucap Ayah Cinta mengajak cinta Masuk dan di susul Wilson.

__ADS_1


''Bagaimana keadaan Ayah?'' tanya Cinta.


''Kabar Ayah baik sayang. Apalagi anak kesayangan Ayah pulang. Ayah jadi semangat kembali,'' ucap Ayah Cinta tersenyum ke arah Cinta. Wilson diam saja karna sejak tadi Ayah Cinta tak melihat kearahnya.


''Yah kenalin, dia Wilson kekasih Cinta,'' ucap Cinta yang sedikit gugup.


''Kekasih?'' tanya Ayah Cinta memastikan.


''I iya Yah,'' ucap Cinta takut saat melihat ekspresi Ayahnya.


''Cinta apa-apaan kamu. Kamu kan sudah Ayah jodohkan dengan anak teman Ayah, kenapa kamu malah membawa kekasihmu kemari,'' ucap Ayah Cinta yang sudah terlihat kesal.


''Yah. Cinta ngak mau sama anak teman Ayah. Cinta hanya mau sama Wilson Yah,'' ucap Cinta.


''Jadi selama ini Cinta sudah di jodohkan? kenapa Cinta tak pernah bicara sama aku,'' batin Wilson.


''Pokoknya Ayah tidak akan merestui hubungan kalian. Dan kamu, saya tidak akan sudi punya menantu seperti kamu,'' ucap Ayah Cinta dengan menunjuk ke arah Wilson.


''Kalau saya bilang tidak ya tidak. Dan ingat cinta, Guna lebih baik daripada dia,'' ucap Ayah Cinta. Cinta sudah tidak bisa lagi membendung air matanya. Ini yang ia takutkan selama ini.


''Om, tolong restui kami. Apapun yang Om minta akan saya berikan Om,'' ucap Wilson merasa patah semangat.


''Heh, kamu kira saya mata duitan! aku tau kamu orang kaya. Tapi tidak semua hal bisa kamu beli,'' ucap Ayah Cinta tertawa sinis.


''Ayah, Cinta tidak mau dengan Guna Yah. Cinta hanya ingin menikah dengan Wilson. Kenapa Ayah keras kepala sekali. Untuk saat ini tolong turuti keinginan Cinta Yah,'' ucap Cinta memohon di kaki Ayahnya.


''Kalau Ayah bilang tidak ya tidak Cinta. Apa kamu tidak dengar ucapan Ayah,'' bentak Ayah Cinta.


Cinta hanya memejamkan matanya saat sang Ayah membentaknya. Ini sudah sering terjadi kepada Cinta. Semua keinginan Ayahnya harus ia turuti. Sejak kecil Cinta hanya tinggal dengan Ayahnya karna sang ibu meninggal saat melahirkannya. Cinta sangat menyayangi ayahnya, walaupun ayahnya terlalu egois dan hanya mementingkan kesenangannya semata.


''Apa Ayah benar-benar tidak merestui kami?'' tanya Cinta pelan, ia masih duduk di bawah Ayahnya.

__ADS_1


''Tidak!'' ucap Ayah Cinta dingin.


''Baiklah. Jika itu keputusan Ayah,'' ucap Cinta berdiri dari hadapan Ayahnya.


''Terima kasih untuk waktu 25 tahun ini Yah. Maaf belum bisa menjadi anak yang bisa Ayah banggakan. Sejak kecil hingga Cinta lulus SMA, Cinta selalu menuruti keinginan Ayah, walaupun Cinta tidak nyaman, tidak bahagia tapi Cinta lakukan semua itu demi Ayah. Tapi kali ini maaf Yah, Cinta tidak bisa menuruti keinginan Ayah lagi. Jika Ayah tidak merestui kami, Cinta pamit, mungkin Cinta tidak akan pernah menginjakkan kaki Cinta di rumah ini lagi,'' ucap Cinta berjalan melangkah ke arah Wilson, lalu menarik tangan Wilson untuk keluar dari rumah tersebut.


''Cinta! Cinta! tunggu! kenapa kamu berubah sejak mengenal lelaki itu, hah? apa kamu mau jadi anak durhaka?'' tanya Ayah Cinta berteriak.


''Cinta tidak ingin menjadi anak durhaka Yah. Maka dari itu Cinta datang kemari meminta restu kepada Ayah. Tapi Ayah masih tetap ingin melanjutkan perjodohan konyol ini. Maaf Cinta tidak bisa Yah,'' ucap Cinta melanjutkan langkahnya kembali.


''Cinta! Cintaaa!! jika kamu meninggalkan rumah ini satu langkah lagi. Ayah akan menganggap kamu bukan anak Ayah lagi,'' ucap Ayah Cinta.


''Terserah Yah. Jika itu keinginan Ayah, maka akan Cinta turuti,'' ucap Cinta tanpa berbalik.


Mereka masuk kedalam mobil Wilson. Dan Wilson segera melajukan kendaraannya meninggalkan rumah sederhana itu.


Di dalam mobil, air mata Cinta sudah tidak bisa di bendung lagi. Ia teringat kata-kata Ayahnya yang sudah tidak menganggap ia anaknya lagi. Entah kenapa Ayahnya begitu egois. Sejak dulu ayah Cinta tak pernah berubah.


''Ayah, keinginan Cinta hanya ingin mendapat restu dari ayah saat Cinta mendapatkan belahan jiwa Cinta. Tapi mengapa ayah tetap pada pendirian ayah yang ingin melanjutkan perjodohan itu. Ayah belum mengenal Wilson dengan baik, bahkan ayah belum berkenalan dengannya. Tapi Ayah sudah menilai jika Wilson tidak baik untuk Cinta,'' air mata Cinta kembali mengalir dengan deras.


Wilson yang berada di sebelah Cinta hanya diam membisu. Ia ingin memberikan ruang kepada Cinta untuk meluapkan kesedihannya. Ia tau jika saat ini Cinta benar-benar hancur.


''Selamat tinggal ayah. Maaf jika Cinta sudah menjadi anak yang durhaka. Tapi untuk kali ini Cinta tidak bisa mengikuti kemauan ayah. Wilson cinta pertama bagi Cinta. Semua yang Cinta cari selama ini ada pada dirinya. Cinta mencintainya ayah,'' batin Cinta.


Setelah dari rumah ayahnya, Cinta meminta Wilson mengantarkan mereka ke tempat peristirahatan ibunya untuk terakhir kalinya.


''Ibu, bagaimana kabar ibu, pasti saat ini ibu sedang bahagia kan di surga Nya. Cinta kesini ingin meminta restu kepada ibu. Cinta ingin menikah dengan lelaki pilihan Cinta Bu. Lelaki yang selama ini selalu ada untuk Cinta, dia lelaki baik bu, namanya Wilson,'' ucap Cinta menatap Wilson yang berada di sampingnya. ''Cinta akan tetap melangsungkan pernikahan ini Bu, walaupun tanpa restu ayah, tapi Cinta yakin jika ibu ada pasti ibu merestui Cinta. Cinta tidak akan menyia-yiakan lelaki seperti Wilson Bu,'' ucap Cinta yang tak bisa membendung air matanya lagi.


*


*

__ADS_1


Kisah Cinta dan Wilson nyesek banget yak🄲


__ADS_2