I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 35


__ADS_3

''Yank aku minta maaf. Aku memang salah. Riska itu mantan aku waktu masih SMA yank. Ya biasa yank hanya cinta monyet. Aku bener-bener udah ngak punya perasaan apa-apa sama dia. Karna semenjak kami putus aku udah ngak menyimpan nomornya. Ketemu dia saja juga tak pernah,'' ucap Ronald menjelaskan kepada Chaca. Sedangkan Chaca terlelap dalam tidurnya.


''Yank, sayang.'' Panggil Ronald. Tapi tak ada sahutan dari Chaca.


''Yah malah di tinggal tidur,'' ucap Ronald. Ia juga segera menyusul Chaca yang sudah terlelap ke alam mimpi.


*


Pagi harinya Chaca sudah terlihat wangi dan bersih. Ia segera mengambil baju formalnya untuk di pakai bekerja.


Ronald mengerjabkan matanya saat sinar mentari sudah menembus kaca jendela kamarnya.


''Hoaammm.'' Ronald menguap.


''Kok udah cantik sih yank,'' ucap Ronald masih duduk di atas tidur.


''Heem. Hari ini ada meeting dengan klien penting jadi harus terlihat cantik dong,'' ucap Chaca tanpa menoleh ke arah Ronald. Ia masih kesal terhadap Ronald.


''Klien?'' tanya Ronald memastikan.


''Iya,'' ucap Chaca sambil memoles sedikit make up ke wajahnya.


''Aku ikut. Mas mandi dulu. Tungguin mas,'' ucap Ronald buru-buru ke kamar mandi.


''Aneh banget sih dia,'' ucap Chaca berbicara sendiri.


Setelah beberapa menit. Ronald keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Jujur jantung Chaca saat ini berdetak lebih cepat saat melihat roti sobek yang ada di tubuh Ronald.


''Kenapa pikiranku mesum gini sih.'' Batin Chaca.


''Bajuku mana yank?'' tanya Ronald. Biasanya istrinya selalu menyiapkan bajunya. Tapi lain hari ini, istrinya terlihat aneh.


''Ambil sendiri.'' Ucap Chaca menyambar tas lalu keluar dari kamarnya.


''Yank, yank tungguin Mas,'' ucap Ronald namun sudah tak di dengar oleh Chaca.


''Astaga kenapa lagi dia. Apa Chaca masih marah dengan kejadian tadi malam?'' Batin Ronald sendiri.


Setelah selesai memakai baju Ronald keluar dari kamarnya. Ia menenteng tas dan juga dasi yang belum di pakainya. Kemejanya terlihat berantakan, tidak seperti Ronald yang biasanya selalu berpenampilan rapi.


Chaca yang melihat Ronald menuruni anak tangga mengendus kesal. Kenapa suaminya ini selalu minta di perhatikan.


''Yank pakein,'' ucap Ronald manja dengan menyerahkan dasi yang tadi di bawanya. Chaca pun menuruti kemauan Ronald. Walaupun dalam hati masih kesal tapi itu sudah kewajiban istri untuk melayani suaminya.


''Apa memang aku yang harus memasukkan?'' tanya Chaca dengan tatapan tajam sambil menunjuk kemeja Ronald yang berantakan.

__ADS_1


''Hehe tadi buru-buru yank. Jadi berantakan seperti ini deh,'' ucap Ronald dengan tertawa.


Chaca langsung menarik kemeja Ronald lalu melonggarkan ikat pinggangnya. Dengan hati-hati Chaca memasukkan kemeja itu ke dalam celana milik suaminya.


''Yank kamu membangunkan sesuatu,'' ucap Ronald yang menahan sesuatu. Namun Chaca tak bergeming, ia menyelesaikan tugasnya sampai selesai.


''Selesai. Yuk kita sarapan.'' Ajak Chaca tanpa merasa berdosa.


''Yank. Ini gimana?'' Rengek Ronald yang seperti anak kecil.


''Ya kalau bangun ya tidurin lah. Gitu aja repot,'' ucap Chaca ketus.


''Kamu harus tanggung jawab yank. Kamu yang sudah bangunin dia,'' ucap Ronald kesal.


''No. Sekarang kita sarapan!'' Perintah Chaca yang tak bisa di ganggu gugat. Ronald berjalan menuju ruang makan dengan mendengus kesal.


''Awas kamu besuk yank. Ngak aku biarkan keluar dari kamar sedetik pun.'' Batin Ronald tersenyum licik.


''Kenapa kamu tersenyum seperti itu. Pasti kamu merencanakan sesuatu kan?'' tanya Chaca penasaran dengan senyuman Ronald.


''Eng enggak kok.'' Kilah Ronald.


''Kenapa dia bisa tau apa yang sedang aku pikirkan? Ah istriku kenapa kamu misterius seperti ini.'' Batin Ronald masih menatap Chaca dalam-dalam.


''Maksud kamu apa yank?'' tanya Ronald.


''Cepat makan Ronald!'' ucap Chaca. Ia sangat kesal kepada Ronald yang melupakan kejadian tadi malam begitu saja.


*


*


Di perusahaan Bora group.


Saat ini Chaca, Ronald dan Nina sudah berada di dalam ruangan meeting perusahaan Bora Group.


Mereka menunggu klien penting dari PT. Angkasa. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya mereka sampai di ruangan meeting tersebut.


''Haris?'' Gumam Chaca pelan. Ia tak percaya jika kliennya adalah mantan kekasihnya.


''Halo Bu Chalondra bagaimana kabarnya? Senang bertemu anda kembali. Pasti anda sangat terkejut bukan?'' Ucap Haris dengan senyum liciknya.


''Nina, bukankah PT. Angkasa pemiliknya adalah Ibu Lily?'' tanya Chaca dengan nada bicara pelan.


''Benar bu Chaca. Ibu Lily hari ini berhalangan hadir. Jadi calon suami ibu Lily yang menggantikan beliau,'' ucap Sekretaris ibu Lily.

__ADS_1


''Calon suami?'' Beo Chaca. Setau Chaca Haris bertunangan dengan mantan karyawannya. Tapi kenapa sekarang malah ingin menikah dengan pemilik PT. Angkasa.


''Bisa kita mulai meetingnya bu?'' tanya Haris kepada Chaca karena sejak tadi Chaca hanya berperang dengan pikirannya sendiri.


''Em baiklah,'' ucap Chaca. Mereka memulai meetingnya. Sekali kali Haris menatap Chaca dengan kagum. Ternyata mantan kekasihny ini begitu cerdas.


''Aku menyesal telah mengkhianatimu Cha.'' Batin Haris yang masih menatap Chaca saat Chaca membahas tentang proyek kerjasamanya.


''Rasanya aku ingin mencolok matanya itu. Sebenarnya siapa sih dia. Kenapa Chaca tadi mengenalnya. Dan tatapannya itu bukan tatapan yang biasa.'' Batin Ronald mengepalkan tangannya di bawah meja.


Setelah meeting selesai Haris meminta orang-orang yang ada di dalam ruangan itu untuk keluar. Ia ingin berbicara 4 mata dengan Chaca.


''Apa yang ingin anda bicarakan Tuan Haris?'' tanya Chaca dingin.


''Aku hanya ingin berlama-lama denganmu Cha,'' ucap Haris tersenyum tanpa dosa.


''Jika tidak ada yang ingin anda bicarakan silahkan keluar dari ruangan ini.'' Perintah Chaca. Tatapannya menunjukkan kebencian yang amat sangat.


''Ternyata kamu tidak berubah Cha. Masih galak seperti dulu,'' ucap Haris. Namun Chaca masih diam saja.


''Cha pasti kamu penasaran kan kenapa aku bisa menjadi calon suaminya Lily?'' tanya Haris.


''Maaf, Aku sama sekai tidak penasaran dengan hidup orang lain,'' ucap Chaca tersenyum smirk.


''Jika tidak ada hal yang penting lagi. Tolong angkat kaki dari sini,'' ucap Chaca berdiri dan berjalan keluar ruangan. Aura dinginnya masih terasa di dalam ruangan tersebut.


''Cha, segitu bencinya kah kamu kepadaku?'' tanya Haris sendiri di dalam ruangan.


*


Chaca keluar dari ruangan meetingnya. Ia menuju ruangannya. Bertemu dengan Haris membuat moodnya menjadi rusak. Dan yang menjadi lebih kesal lagi ternyata Haris adalah calon suami bu Lily. Pasti ia akan sering bertemu dengan Haris.


''Yank, are you okay?'' tanya Ronald membuka pintu ruangan Chaca tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


''Hem aku baik-baik saja,'' ucap Chaca sambil memijit kepalanya yang terasa nyut nyutan.


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak man teman.


Happy readinggggg


I lope you sekebon🄰

__ADS_1


__ADS_2