
''Kamu kenapa sih?'' tanya Salsa gugup. Devan masih menatap wajah cantik istrinya.
''Udah marahnya?'' tanya Devan datar.
''I iya udah. Jangan menatapku seperti itu,'' ucap Salsa. Devan segera memalingkan wajahnya dan tersenyum smirk. Devan berjalan ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana.
''Sayang,'' rengek Salsa.
''Jangan ganggu aku mau tidur!'' ucap Devan ketus.
''Kita kesini buat honey moon lo. Kamu pengen punya dedek gemes ngak sih?'' tanya Salsa dengan kesal.
''Aku udah ngak mood Sa. Aku lelah,'' ucap Devan yang tersenyum di balik selimut.
''Ngak ini semua ngak bisa di biarin. Kenapa Devan malah cuek gitu sama aku. Apa di bawah tadi dia bertemu dengan wanita lain yang lebih se*y. Ngak, pokoknya aku harus bisa buat Devan kembali romantis lagi,'' batin Salsa yang masih berdiri di samping ranjang. Ia segera berjalan menuju lemari dan mengambil pakaian kurang bahan yang sangat se*y dengan warna yang mencolok. Salsa melepaskan pakaiannya begitu saja. Ia segera memakai parfum di baju kurang bahan tersebut. Rambut yang semula ia cepol kini ia biarkan terurai. Penampilan Salsa kali ini sangat-sangatlah se*y.
''Sayang,'' ucap Salsa manja.
''Hem.''
''Sayang, aku dingin nih,'' ucap Salsa yang berada di belakang Devan. Namun Devan tak menanggapi.
''Sayang.''
''Sayang,'' ucap Salsa berulang ulang kali. Salsa tak kehabisan cara, ia segera naik ke atas tubuh Devan dan membuka selimut yang menutupi wajah Devan.
''Apasih,'' ucap Devan pura-pura kesal.
''Sayang, kita buat dedek yuk,'' ucap Salsa merayu Devan.
''Aku lelah!'' ucap Devan.
''Sayang buka matamu,'' ucap Salsa. Devan segera membuka matanya perlahan, setelah terbuka lebar ia menelan salivanya susah payah.
''Kita buat dedek yuk,'' ucap Salsa dengan nada bicara yang kalem dan lembut.
''Aku ngantuk Sa,'' ucap Devan segera mengangkat tubuh Salsa dan di turunkan dari tubuhnya.
''Apa dia benar-benar marah? Oh ya ampun, aku sudah menjatuhkan harga diriku demi suamiku, tapi apa balasannya, ia sama sekali tak tergoda denganku. Apa Devan udah ngak cinta ya sama aku. Ih kenapa kamu bodoh sekali sih Sa, seharusnya selama ini kamu bisa memuaskan suamimu agar tak jajan di luaran sana. Kalau seperti ini sekarang kan kamu juga yang repot,'' batin Salsa yang masih memikirkan cara agar Devan mau menyentuhnya dan tak marah dengannya.
Terlintas sebuah ide konyol di otak Salsa.
__ADS_1
''Masak aku harus lakuin itu sih. Kalau dia tambah marah gimana ya. Tapi aku harus mencobanya,'' batin Salsa memutari ranjang, dan sekarang ia berada di depan Devan.
Salsa membuka selimut yang menempel di tubuh Devan dan membuangnya. Salsa juga membuka kancing kemeja yang di kenakan oleh Devan. Dengan jari lentik yang mengusap dada bidang Devan. Devan di buat mengeluarkan suara de*ahan oleh Salsa.
''Hahaha kena kau. Hanya segitu kah benteng pertahananmu!'' batin Salsa tersenyum gembira.
Setelah kancing kemeja Devan sudah terlepas, sekarang Salsa juga melepas ikat pinggang Devan serta celana panjangnya.
''Aku tau sekarang kau sedang menahan diri. Lihatlah juniormu, dia berdiri tegak saat ini,'' batin Salsa tertawa jahat dalam hati.
Devan sudah tak tahan dengan semua ini. Ia segera meraih tubuh Salsa dan menindihnya. Saat ini Salsa sudah berada di bawah kungkungan Devan.
''Mulai nakal ya,'' ucap Devan.
''Habisnya kamu ngambekan gitu,'' ucap Salsa mengelus dada bidang Devan.
Devan segera me*umat bibir merah milik Salsa. Ia sudah tak tahan melihat Salsa yang tampil sangat cantik malam ini. Devan menarik tali baju haram tersebut. Gu*ung ke*bar milik Salsa terpampang nyata di depan wajah Devan. Devan tak tinggal diam ia segera melahap buah cerry yang ada di pucuk gunung itu.
Suara er*ngan dan de*ahan memenuhi kamar hotel itu. Dua insan yang sedang di mabuk asmara sedang menyalurkan has*at mereka masing-masing. Hampir 2 jam berolah raga siang, keringat pun membanjiri tubuh mereka. Sampai akhirnya mereka tumbang dan terlelap ke dalam mimpi.
😁😁
Pagi harinya di keluarga Bora.
''Cez, kamu beneran mau pulang sekarang?'' tanya Mama Luna yang terlihat sedih.
''Iya Ma, Cezy ingin memulai hidup baru di sana,'' ucap Cezy.
''Tapi Cez, kamu belum mendapatkan duda impian kamu loh,'' ucap Mama Luna membantu membawa koper Cezy turun dari tangga.
''Aku udah ngak kepengen sama Duda Ma,'' ucap Cezy dengan muka sedih.
''Kenapa? Bukannya impian kamu bersama duda?'' tanya Mama Luna.
''Ada hal yang tak bisa Cezy ceritakan pada Mama. Tapi Mama tenang aja, Cezy ngak papa kok,'' ucap Cezy berusaha tersenyum. Mereka menuruni anak tangga bersama-sama. Sampai di ruang keluarga Cezy menaruh kopernya.
''Kita sarapan dulu. Setelah itu biar Kak Ronald yang mengantarkan kamu,'' ucap Mama Luna.
Ronald dan Chaca menuruni anak tangga, ia segera bergabung dengan Mama Luna dan Cezy di meja makan.
''Cez, maafin Kakak. Hari ini Kakak ada meeting yang ngak bisa Kakak tinggalkan. Kakak udah menyuruh orang kepercayaan Kakak untuk mengantarkan kamu. Ngak papa kan?'' tanya Ronald.
__ADS_1
''Iya Kak, ngak papa,'' ucap Cezy.
Mereka pun sarapan bersama-sama.
''Kenapa hatiku berat sekali meninggalkan kota ini. Aku merasa nyaman di sini. Semalaman aku juga bermimpi buruk tentang William. Sebenarnya aku rindu sekali dengannya. Namun aku tak mau bertemu dengan Reno lagi,'' batin Cezy.
''Cez di makan sarapannya. Jangan di aduk-aduk mulu,'' ucap Mama Luna.
Tring tring tring.
Handphone milik Ronald berdering.
''Halo ada apa Ren?'' tanya Ronald.
''.........''
''William sakit apa? Kenapa sampai di opname?'' tanya Ronald.
''.........''
''Ya sudah tak apa. Semoga William segera sembuh dan di perbolehkan pulang,'' ucap Ronald. Ia segera mengakhiri panggilan teleponnya.
''Siapa Mas?'' tanya Chaca.
''Reno yank. William sakit, sekarang di opname di RS Sejahtera. Kasihan ya,'' ucap Ronald melirik ke arah Cezy yang sedang terlihat kepo.
''William sakit? Dia sakit apa? Kenapa aku juga ikut merasakan sakit mendengar William sakit. Aku ngak boleh diam saja begini. Aku harus ke RS sekarang,'' batin Cezy. Cezy segera berdiri dari tempatnya.
''Cez kamu mau kemana?'' tanya Mama Luna.
''Cezy ada urusan sebentar Ma,'' ucap Cezy yang setengah berlari. Cezy segera mengambil kunci mobil yang di berada di atas meja dan mengambil mobilnya yang ada di garasi.
''Cezy kenapa sih, aneh banget,'' ucap Mama Luna bingung. Namun Ronald dan Chaca tersenyum. Entah apa yang ada di fikiran Chaca dan Ronald, hanya mereka yang tau.
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian guys.
Selamat menunaikan ibadah malam jumat😁
__ADS_1
See you next episode😊