I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 56


__ADS_3

''Halo kak. Kakak bilang aku udah di terima di perusahaan sahabat kakak, tapi kenapa aku ngak boleh ketemu yang punya,'' omel Cezy yang berada di sebrang telepon membuat telinga Chaca mendadak sakit.


''Kamu membuat telingaku sakit Cez,'' ucap Chaca menjauhkan telepon dari telinganya.


''Kakak aku ngak boleh masuk nih,'' ucap Cezy merengek.


''Why?''


''Resepsionisnya ngak bolehin aku masuk. Kata kakak aku kan udah keterima kerja di sini. Tapi resepsionisnya ngak percaya,'' ucap Cezy melihat resepsionis itu dengan tatapan sinis.


''Ya udah aku telpon sahabatku dulu,'' ucap Chaca langsung mengakhiri panggilan teleponnya. Padahal Cezy belum selesai bicara.


''Kebiasaan! selalu di matiin duluan,'' ucap Cezy telihat kesal.


Beberapa menit kemudian telepon yang ada di meja resepsionis itu berbunyi. Entah siapa yang menelpon Cezy tidak begitu kepo.


''Apa Mbak yang namanya Cezy?'' tanya resepsionis tersebut.


''Hem, ya,'' ucap Cezy seadanya.


''Mbak Cezy di minta menemui ibu Salsa di ruangan CEO lantai 25,'' ucap Resepsionis tersebut.


''Oke,'' ucap Cezy berlalu begitu saja dari hadapan Resepsionis tersebut. Resepsionis tersebut hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Cezy berjalan menuju ke arah lift yang akan membawanya menuju lantai 25. Setelah sampai di depan lift ia berpapasan denga pria yang sangat tampan menurut Cezy. Lelaki tinggi, putih dan memiliki hidung mancung. Beberapa saat Cezy terpesona dengan ketampanan pria tersebut. Namun, beberapa saat kemudian ia tersadar.


''Sadar Cez sadar. Dia bukan Duda,'' ucap Cezy lalu masuk kedalam lift.


Sesampainya di lantai 25, Cezy segera menuju ruangan yang bertuliskan ruangan CEO. Karna di lantai tersebut hanya ada 3 ruangan.


''Gila besar-besar banget ruangannya,'' ucap Cezy menatap kagum.


Setelah sampai di depan ruangan CEO, ia segera mengetuk pintu tersebut.


Tok tok tok


''Masuk,'' ucap seseorang terdengar di dalam ruangan tersebut.


''Permisi Bu, eh Kak, eh Nona,'' ucap Cezy gugup.


''Panggil saja Kakak. Aku sama seperti kakakmu Chaca,'' ucap Salsa tersenyum.


''Halo Kak, perkenalkan nama saya Cezy. Adik sepupu kak Chaca,'' ucap Cezy memperkenalkan diri.


''Duduk Cez. Kakakmu sudah cerita banyak tentangmu,'' ucap Salsa tersenyum. Lagi-lagi Salsa tersenyum. Entah senyumannya itu mengandung arti apa. Pikir Cezy.


''Benarkah?'' tanya Cezy.


''Ya Cez. Hem apa kamu sudah siap memulai pekerjaan kamu hari ini?'' tanya Salsa.

__ADS_1


''Saya siap Kak,'' ucap Cezy mantap.


''Baiklah. Tunggu di sini sebentar. Orang yang akan mengajarimu sebentar lagi datang,'' ucap Salsa tersenyum lagi ke arah Cezy.


Setelah beberapa saat menunggu datang lah seseorang dengan dokumen di tangannya.


''Permisi Nona. Ada yang harus anda tanda tangani,'' ucap Devan. Setelah menandatangani dokumen tersebut Salsa tersenyum penuh arti ke arah Devan.


''Ada apa Nona?'' tanya Devan penasaran.


''Tidak apa-apa. Oh ya Van. Dia yang akan menggantikan Mita. Tolong kamu ajari dia,'' ucap Nona Salsa tersenyum.


Nona Salsa berdiri dari duduknya dan berbisik di dekat telinga Devan.


''Awas dia pecinta Duda,'' bisik Salsa sambil terkekeh. Sementara Devan menatap Salsa bingung.


''Oh ya Cez. Ini kenalin asisten pribadi saya. Nanti dia yang akan mengajarimu,'' ucap Salsa. Cezy hanya mengangguk mengerti.


Setelah keluar dari ruangan Salsa. Devan segera masuk ke ruangan Mita.


''Ruangan kamu di sini. Ruangan saya ada di sebelah. Jika ada yang ingin kamu tanyakan ke ruangan saya saja,'' ucap Devan yang terdengar dingin. Raut wajahnya pun tak ada senyumannya sama sekali.


''Baik Pak,'' ucap Cezy. Devan lalu meninggalkan ruangan Cezy.


''Ganteng-ganteng mahal bicara,'' ucap Cezy menyebikkan bibirnya. Cezy segera melangkahkan kakinya menyusuri setiap inchi ruangan.


''Hem besar juga, semoga aku betah di sini,'' ucap Cezy berbicara sendiri.


''Ada apa?'' tanya Devan.


''Ngak ada apa-apa. Apa aku tidak boleh jika berdiri di sini?'' tanya Salsa dengan senyuman penuh arti.


''Terserah!'' ucap Devan membuka pintu ruangannya dan masuk ke dalam ruangan.


''Devan tunggu!'' ucap Salsa.


''Ada apa Nona Salsa yang terhormat,'' ucap Devan memutar bola matanya.


''Apa menurutmu dia cantik?'' tanya Salsa.


''Ya, dia cantik. Bukankah semua perempuan cantik,'' ucap Devan terdengar datar.


''Kalau Chaca dan Cezy cantikan siapa?'' tanya Salsa.


''Semuanya cantik,'' ucap Devan terlihat biasa saja. Walaupun dalam hatinya ia teringat dengan Chaca.


''Apa menurutmu Cezy mirip dengan Chaca?'' tanya Salsa yang masih kepo dengan jawaban Devan.


''Apa Nona Salsa tidak ada kerjaan lagi? dan sekarang, apa ini pekerjaan baru anda?'' tanya Devan menyipitkan matanya.

__ADS_1


''Apa kamu lupa jika saya pemilik perusahaan ini,'' ucap Salsa menatap tajam Devan.


''Ya ya ya atasan selalu benar,'' ucap Devan.


Jika hanya berdua mereka seperti seorang teman. Berbeda jika ada orang lain di sisi mereka.


*


*


Di lain tempat, pasangan ini sedang bermesraan. Mereka tidak peduli walaupun saat ini mereka sedang berada di kantor.


''Sayang geli,'' ucap seorang perempuan.


''Nikmati saja sayang,'' ucap seorang laki-laki.


''Jangan begini sayang. Nanti ada yang melihat kita,'' ucap perempuan itu.


''Biarlah, bukankah semua yang ada di kantor ini sudah tau hubungan kita,'' ucap pria tersebut.


''Iya, tapi aku ngak mau nanti di tatap dengan tatapan tajam oleh fans beratmu,'' ucap perempuan itu..


Ya dia Cinta kekasih Wilson. Berbulan-bulan lamanya Wilson menyukai sekretaris barunya yang berada di kantornya. Awalnya Cinta bukan sekretaris Wilson. Dia bekerja di bagian keuangan. Tapi sejak Wilson bertemu dengan Cinta dan ada benih-benih cinta yang tumbuh. Wilson mengangkat Cinta menjadi sekretarisnya. Awalnya Cinta selalu menghindar saat Wilson memberi perhatian kecil kepada nya. Cinta gadis polos yang belum pernah pacaran, jadi dia terlalu takut untuk dekat dengan atasannya itu.


''Kamu jangan takut sayang. Kamu itu calon Nyonya Wilson. Tatap mereka yang menatapmu. Jangan tundukkan pandanganmu,'' ucap Wilson.


''Kalau ngomong mah enak,'' ucap Cinta.


''Ya udah kalau gitu kita nikah sekarang. Biar mereka berhenti menyukaiku,'' ucap Wilson.


''Menikah?'' tanya Cinta ragu.


''Ya menikah. Apa kamu tidak mau menikah denganku sayang?'' tanya Wilson menyipitkan matanya.


''Ya, ya aku mau menikah. Tapi aku harus meminta restu dulu kepada ayahku,'' ucap Cinta tertunduk.


''Hey kenapa kamu sedih seperti itu?'' tanya Wilson menyentuh dagu Cinta dan menatapnya dalam-dalam.


''Akan sulit mendapatkan restu dari ayahku,'' ucap Cinta yang terlihat sangat sedih.


''Dan aku akan terus berjuang hingga ayahmu merestui hubungan kita. Dan kita akan menikah,'' ucap Wilson.


''Huftttt,'' Cinta menghela nafas panjang.


''Kamu tidak tau masalahnya Wilson,'' batin Cinta.


*


*

__ADS_1


Wilson numpang lewat ya makkk😁😁😁😁😁


__ADS_2