
Di tempat lain di sebuah mall.
''Sayang bagus yang ini atau yang ini,'' ucap seorang gadis cantik berperawakan tinggi.
''Bagus yang warna merah maroon sayang,'' ucap kekasihnya.
''Oke lah aku ambil yang merah maroon,'' ucap gadis itu kepada karyawan toko tersebut.
Setelah selesai membayar mereka menuju restoran yang ada di mall tersebut. Mereka segera memesan makanan kesukaan mereka.
''Sayang kalau pesan jangan yang terlalu pedas. Nanti bisa-bisa sakit perut kamu,'' ucap seorang pria.
''Kalau ngak pedas ngak enak sayang. Dan perutku sudah terbiasa makan pedas. Pasti aku akan baik-baik saja,'' ucap gadis itu.
''Kalau di bilangin pasti ngeyel. Itu ngak sehat buat perut kamu Sal.''
''Iya iya Dokter bawel,'' sungut gadis tersebut.
Ya mereka adalah pasangan Salsa dan Dokter Malik. Mereka menjalin hubungan hampir 2 bulan. Kaki Salsa pun sudah sembuh total berkat Dokter Malik.
Dokter Malik jatuh hati pada Salsa saat pertama bertemu. Saat Salsa jatuh dari ranjang. Bayangan Salsa mampu membuatnya tidak konsen bekerja. Saat Salsa di rawat di RS tempat ia bekerja, Dokter Malik selalu memberikan perhatian yang lebih kepada Salsa hingga Salsa juga jatuh hati kepada Dokter Malik, Dokter yang di gilai banyak perawat dan pasien.
Dokter Malik memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang tinggi. Wajah ke bule-buleannya mampu membuat seorang Salsa terpesona.
''Habis dari sini aku antar pulang ya. Aku harus kembali ke Rumah Sakit. Ada jadwal operasi hari ini,'' ucap Dokter Malik.
''Hem, tapi aku belum pengen pulang. Antar aku ke Bora Group ya sayang. Aku mau menemui sahabatku di sana,'' ucap Salsa.
''Bora Group? sahabat kamu kerja disana?'' tanya Dokter Malik.
''Bukan hanya kerja. Dia yang punya Bora Group,'' ucap Salsa.
''What?? perusahaan besar itu yang punya sahabat kamu?'' tanya Dokter Malik memastikan.
''Heem, dia sahabat aku dari SMA,'' ucap Salsa. Dokter Malik hanya mengangguk pertanda mengerti.
''Oke setelah makan kita kesana,'' ucap Dokter Malik.
Makan siang mereka telah usai. Sesuai janjinya tadi Dokter Malik mengantar kekasihnya menuju Bora Group. Setelah mengantarkan kekasihnya sampai Bora Group ia segera menuju Rumah Sakit Medika.
Salsa berjalan ke ruangan Chaca. Ia akan memberikan kejutan untuk sahabatnya itu. Karna sudah lama sekali mereka tak bertemu.
__ADS_1
Tok tok tok.
Suara pintu ruangan Chaca di ketuk. Saat ini Chaca sedang merebahkan tubuhnya di sofa ruangan tersebut dan bermain ponselnya.
''Masuk,'' ucap Ronald.
Ceklek.
''Chaca,'' panggil Salsa lalu lari ke arah Chaca yang masih rebahan.
''Ya ampun Sal, kamu kesini kenapa ngak bilang-bilang,'' ucap Chaca segera duduk.
''Pengen buat kejutan ke kamu,'' ucap Salsa.
''Dan aku sangat-sangat terkejut,'' ucap Chaca, mereka langsung tertawa.
''Kalau kalian ingin mengobrol. Jangan disini! mengganggu konsentrasi saja,'' ucap Ronald kesal karna mendengar suara heboh mereka berdua, sampai-sampai ia tidak fokus pada pekerjaannya.
''Ih suamimu galak juga ya. Kalau di atas ranjang galak juga ngak?'' bisik Salsa tapi masih di dengar oleh Ronald. Dan itu sontak mendapat cubitan dari Chaca.
''Aw sakit Cha,'' ucap Salsa mengelus elus pahanya yang terasa sakit.
''Eh ngomong-ngomong kamu ngapain kesini, tumben banget,'' ucap Chaca.
''Memangnya situ udah punya calon?'' tanya Chaca menaik turunkan alisnya.
''Ya udah dong. Pesona Salsa ngak di ragukan lagi,'' ucap Salsa.
''Hem masa? mana calonnya. Jangan-jangan kamu ngaku-ngaku aja,'' ucap Chaca.
''Enggak Cha. Dia seorang Dokter, namanya Malik,'' ucap Salsa.
''Beneran kamu udah punya calon? Kok ngak di kenalin aku sih. Ganteng ngak?'' tanya Chaca antusias dan mendapat tatapan tajam dari Ronald.
''Ya beneran Chaa. Dia dokter yang nyembuhin kaki aku. Dia orangnya baik banget dan tak kalah tampan dari suamimu,'' ucap Salsa.
''Kok ngak di ajak kesini sih. Aku kan penasaran Sal, biasanya pesona Dokter ngak ada bandingannya,'' ucap Chaca.
''Ehmm, kalo kalian ingin ngomongin ketampanan seseorang mending jangan di sini deh, dari pada gedung ini nanti roboh,'' ucap Ronald yang kesal dengan Chaca karna begitu penasaran dan memuji kekasih Salsa.
''Iya iya sayang. Galak amat sih,'' ucap Chaca.
__ADS_1
''Oh iya memangnya kaki kamu kenapa kok dia yang nyembuhin?'' tanya Chaca penasaran.
''Aku pernah terserempet motor Cha. Dan orang yang menyerempet aku melarikan diri. Kaki ku cidera sampai ngak buat jalan dan tanganku terkilir,'' ucap Salsa menjelaskan.
''Kok kamu ngak ngasih tau aku sih!'' ucap Chaca kesal.
''Ya lupa Cha. Hehe,'' ucap Salsa tanpa dosa.
''Terus yang urus kamu siapa? kan orang tuamu udah balik ke London,'' tanya Chaca.
''Yang urus aku orang yang nolongin aku. Sumpah ya dia ganteng dan baik banget. Dan sekarang dia jadi asisten aku di kantor,'' ucap Salsa.
''Kalau yang nolongin kamu lebih ganteng, kenapa kamu lebih memilih Dokter Malik. Kenapa ngak asisten kamu aja,'' ucap Chaca tidak habis fikir dengan jalan fikiran Salsa.
''Karna dia ngak tertarik sama aku, yang tertarik hanya Dokter Malik. Gimana dong?'' ucap Salsa dengan di iringi tawa.
Mereka mengobrol cukup lama, dan akhirnya Salsa berpamitan untuk pulang terlebih dahulu. Sebenarnya Salsa ingin mengajak Chaca jalan-jalan tapi Ronald tidak mengizinkan dengan alasan Chaca ngak boleh terlalu lelah.
Tapi bukan Chaca kalau menyerah begitu saja. Ia akan melakukan segala cara agar keinginannya terwujud, seperti ingin jalan-jalan seperti ini.
''Sayang boleh ya, kasian tuh Salsa udah nungguin,'' ucap Chaca.
''Kalau Mas bilang ngak ya enggak. Jangan membantah suami Cha,'' ucap Ronald tanpa mengalihkan tatapan dari layar laptopnya.
''Tapi Mas,,,''
''Ngak ada tapi-tapian. Salsa kamu boleh pulang duluan. Chaca biar nanti pulang bareng saya,'' ucap Ronald datar dan terkesan dingin.
''Oke, aku pulang duluan,'' ucap Salsa lalu menutup pintu ruangan Chaca.
''Ih kenapa sih Mas aku ngak boleh jalan-jalan sama Salsa. Kan udah lama kita ngak pergi bareng. Mas tega ih,'' ucap Chaca kesal.
''Kamu mau hamil ngak? kalau pengen cepet-cepet bisa hamil, turuti ucapan suami. Jangan membantah terus!'' ucap Ronald.
''Iya iya,'' ucap Chaca. Chaca segera mendudukkan bokongnya lagi di sofa. Ia sangat-sangat bosan seharian di dalam ruangan tanpa melakukan apapun. Yang ia lakukan hanya rebahan, menonton film kesukaannya dan hanya buka tutup media sosialnya.
Hari pun semakin sore, Ronald mengajak Chaca pulang. Chaca berjalan terlebih dahulu, tanpa menoleh ke arah Ronald yang masih di belakangnya.
*
*
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disinii๐๐๐