
Hari ini adalah hari akhir pekan. Dimana hari ini Cezy dan juga Reno berangkat ke Amerika menemui orang tua Cezy.
Setelah penerbangan kurang lebih 1 hari 1 malam akhirnya mereka tiba di Amerika, tempat orang tua Cezy berada.
''Apa masih lama?'' tanya Reno. Baru kali ini Reno perjalanan jauh ke LN. Walaupun biasanya ia juga pergi ke LN, namun negara yang ia tuju tidak terlalu jauh.
''Sedikit lagi,'' ucap Cezy yang bersandar di bahu Reno. Cezy terlihat tenang dan biasa-biasa saja. Namun saat ini hatinya tengah merasa tak nyaman. Ia takut jika kedua orang tuanya tak merestui hubungan mereka. Apalagi Reno seorang duda dan mempunyai seorang anak.
''Huft,'' Cezy menghembuskan nafasnya kasar. Di perjalanan ia membayangkan bagaimana jika kedua orang tuanya tak merestuinya dan menyuruh ia menetap di Amerika.
Berbeda dengan Reno, Reno terlihat santai dan terus tersenyum. Reno memang benar-benar bahagia karna Cezy mau mengenalkannya kepada orang tuanya.
''Gimana kalau nasibku seperti Kak Chaca yang tidak di restui saat Kak Chaca berhubungan dengan Devan. Aduh aku ngak mau sampai seperti itu,'' batin Cezy, ia menggeleng-gelengkan kepalanya.
''Kamu kenapa sayang?'' tanya Reno menatap aneh Cezy.
''Emm en enggak papa kok. Leherku sedikit sakit aja,'' ucap Cezy berkilah.
Setelah perjalanan hampir 1 jam, akhirnya mereka telah sampai di rumah super mewah. Reno sampai melongo melihatnya.
''Ayo Mas kita masuk,'' ucap Cezy.
''In ini rumah kamu?'' tanya Reno menjadi gugup.
''Iya, ayo masuk,'' ajak Cezy.
Cezy mengetuk pintu rumah tersebut. Dan tak menunggu lama pintu itu terbuka lebar.
''Selamat datang Nona Cezy,'' ucap asisten rumah tangga yang berseragam biru membungkuk memberi hormat kepada Cezy. Cezy hanya menganggukkan kepalanya. Ia segera masuk ke dalam dan menyuruh Reno duduk di sofa.
''Mami mana?'' tanya Cezy.
''Nyonya besar sedang berada di kamarnya Nona. Sebentar saya panggilkan,'' ucap asisten itu berlalu dari hadapan Cezy.
''Kamu kenapa dari tadi diam aja Mas,'' ucap Cezy.
''Aku minder,'' ucap Reno. Kali ini nyalinya menciut. Reno benar-benar ingin menyerah sebelum berperang. Jika tau Cezy anak orang kaya seperti ini, Reno jelas takut untuk mendekati Cezy.
''Minder kenapa?'' tanya Cezy.
''Orang tua kamu bukan orang biasa,'' ucap Reno.
Mami Cezy turun dari lantai atas. Reno langsung menelan salivanya susah payah. Walaupun Mami Cezy berwajah mirip dengan Mama Luna namun Reno tidak tau sikap dan sifat mereka.
''Ternyata anak bandel Mami pulang juga,'' ucap Mami Mita berjalan ke arah Cezy dan Reno.
''Udah selesai Mam berkelananya,'' ucap Cezy memeluk Mami nya.
__ADS_1
''Kenalin Mam, dia Reno. Kekasih Cezy,'' ucap Cezy mengenalkan Reno kepada Mami Mita.
''Reno Tante,'' ucap Reno menyalami Mami Mita.
''Mita,'' ucap Mita membalas jabatan tangan Reno.
''Silahkan duduk,'' ucap Mita menyuruh Reno duduk.
''Awal yang baik,'' ucap Reno berkata dalam hati.
''Papi mana Mam?'' tanya Cezy.
''Papi masih kerja. Mungkin sebentar lagi pulang,'' ucap Mami Cezy.
''Reno kerja di mana?'' tanya Mami Mita tiba-tiba.
''Em saya kerja di perusahaan suaminya Nona Chaca Tante,'' ucap Reno.
''Oh di perusahaan Ronald,'' ucap Mami Mita.
''Iya Tante,'' ucap Reno berusaha tersenyum walaupun saat ini tubuhnya berkeringat dingin.
''Posisi apa?'' tanya Mami Mita.
''Maaaa,'' ucap Cezy memberi peringatan kepada Mami Mita agar tak menanyakan hal seperti itu.
''Saya asisten Tuan Ronald Tante,'' ucap Reno menggenggam tangan Cezy erat.
''Iya Tante,'' ucap Reno seadanya. Ia gugup dan tak tau harus menjawab apa.
''Apa orang tuamu sudah tau jika Cezy kekasihmu?'' tanya Mami Mita.
''Sudah Tante. Hampir setiap hari Cezy berada di rumah saya. Cezy sangat sayang dengan anak saya,'' ucap Reno.
''Anak?'' tanya Mami Mita langsung melototkan matanya.
''Iya, maaf Tante sebenarnya saya seorang duda. Dan saya juga mempunyai anak yang saat ini berumur 3 tahun,'' ucap Reno jujur.
''Cez ikut Mami sekarang!'' ucap Mami Mita tiba-tiba meninggalkan ruang tamu.
''Jangan khawatir. Apapun yang terjadi aku akan tetap bersamamu,'' ucap Cezy mencium tangan Reno. Reno seperti mempunyai semangat lagi setelah tau respon Mami Mita seperti itu.
''Lancarkan lah Ya Tuhan,'' ucap Reno menangkup wajahnya.
Cezy saat ini sudah berada di kamarnya. Ia melihat Mami Mita yang melipat tangannya di dada dan duduk di atas ranjangnya.
''Ada apa Mam?'' tanya Cezy duduk di sebelah Mami Mita.
__ADS_1
''Sejak kapan kamu berhubungan dengan si duda itu. Kan Mami udah pernah bilang berkali-kali sama kamu kalau Mami ngak mau punya menantu duda. Apalagi dia udah punya anak Cez,'' ucap Mami Mita menggebu-gebu.
''Mam, Sejak dulu kan Cezy memang tertarik sama duda. Tolong Mami restui kami,'' ucap Cezy.
''Cez, dia itu udah punya anak. Apa kamu nggak mikir sampai sana?'' tanya Mami Mita.
''Justru anak Mas Reno yang menyatukan kami Mi. Cezy sangat sayang kepada William Mi. Dia sangat lucu dan menggemaskan,'' ucap Cezy.
''Gimana reaksi Papi kamu kalau tau kamu berpacaran sama seorang duda,'' ucap Mami Mita memijit pelipisnya yang terasa nyut-nyutan.
''Aku yakin Papi pasti merestui hubungan kami. Mas Reno orang yang baik Mi. Cezy nyaman sama dia, Cezy cinta Mi sama dia,'' ucap Cezy menangis di depan Mami Mita.
''Kuncinya ada di Mami, kalau Mami merestui hubungan Cezy sama Mas Reno pasti Papi juga merestui Mi. Cezy mohon Mi,'' ucap Cezy berlutut di depan sang Mami.
''Bangun Cez,'' ucap Mami Mita. Mami Mita sebenarnya juga tak tega dengan Cezy yang menangis di depannya seperti ini.
''Kita turun!'' ucap Mami Mita datar.
''Tapi Mami restui aku kan?'' tanya Cezy.
''Kita turun sekarang!'' ucap Mami Cezy. Mami Cezy berlalu terlebih dulu, Cezy segera menyusul Maminya turun ke bawah.
Cezy melihat Reno sedang bersama seseorang di bawah. Ia takut jika papinya juga tak merestui hubungannya.
''Papi,'' ucap Cezy memeluk Papinya dari samping.
''Dasar anak nakal. Kemana aja selama ini ha? Udah main petak umpetnya?'' tanya Papi Cezy yang wajahnya di foto copy oleh Cezy.
''Pii,'' ucap Cezy mengerucutkan bibirnya.
''Cezy habis nangis? Apa Tante Mita tidak merestui hubungan kami?'' batin Reno bertanya-tanya.
''Apa hem?'' tanya Papi Cezy.
''Papi udah kenalan sama dia?'' tanya Cezy menunjuk Reno.
''Udah. Terus?'' tanya Papi Cezy sedikit menggoda.
''Restui kami ya Pi, Pleaseee,'' ucap Cezy mengatupkan kedua tangannya tanda memohon.
''Kalau Papi restui hubungan kalian, Papi dapat apa?'' tanya Papi Cezy.
''Nanti Cezy buatin Papi cucu yang lucu deh. Kaya Al dan El,'' ucap Cezy
''Beneran? Oke, Papi merestui hubungan kalian,'' ucap Papi Cezy tiba-tiba.
*
__ADS_1
*
Yuk yuk jangan lupa tinggalkan jejak yuk😊