I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 93


__ADS_3

Di dalam mobil, Devan memilih diam karna teringat kejadian tadi. Ia mengendarai mobilnya menuju rumah sakit lain. Devan tak mau jika anak yang di kandungnya di periksa oleh mantan kekasih istrinya. Apalagi dulu Malik pernah ingin berbuat yang tidak-tidak kepada istrinya.


''Sayang kamu marah?'' tanya Salsa menatap Devan yang sedang fokus menyetir.


''Enggak,'' ucap Devan masih fokus menyetir.


''Kenapa dari tadi diam saja,'' ucap Salsa.


''Lagi ngak mood bicara,'' ucap Devan.


''Aku ngak tau kalau dia pindah ke rumah sakit itu. Kan kamu yang daftarin, seharusnya kamu tau siapa dokter yang akan memeriksa,'' ucap Salsa.


''Kamu nyalahin aku?'' tanya Devan melirik ke arah Salsa.


''Ngak nyalahin sayang. Aku cuma bilang. Udah jangan diem mulu, membuat aku mual saja,'' ucap Salsa.


Sesampainya di Rumah Sakit milik keluarga Sanjaya. Salsa dan Devan segera mendaftar. Selang beberapa saat mereka di panggil untuk masuk ke dalam ruang periksa.


''Apa Ibu Salsa sudah melakukan tes?'' tanya Dokter wanita yang ada di depan Salsa saat ini.


''Sudah Dok, dan ini hasilnya,'' ucap Salsa memperlihatkan tespack yang ia gunakan tadi.


''Kalau begitu saya akan langsung memeriksanya, silahkan berbaring,'' ucap Dokter.


Salsa segera berbaring di atas blankar. Dokter pun segera memeriksa Salsa.


''Gimana Dok? Istri saya benar-benar hamil kan?'' tanya Devan.


''Iya Pak, istri anda sedang hamil. Usia kandungannya memasuki 2 minggu. Kandungannya masih sangat lemah ya Pak, Bu. Jadi harus lebih berhati-hati,'' ucap Dokter wanita itu.


''Baik Dok,'' ucap Salsa dan Devan serempak.


''Tapi masih boleh berhubungan suami istri kan Dok?'' tanya Devan tiba-tiba. Salsa langsung menoleh ke arah Devan dan mencubit paha Devan.


''Aww, sakit sayang,'' ucap Devan meringis menahan sakit.


''Bikin malu!'' ucap Salsa pelan.


''Pertanyaan ini sudah biasa di lontarkan oleh para bapak-bapak Bu, jadi tidak usah sungkan-sungkan,'' ucap Dokter tertawa pelan.


''Jadi gimana Dok?'' tanya Devan yang tak sabar dengan jawabannya.


''Kalau bisa hindari dulu ya Pak. Karna pada kehamilan trimester pertama ini masih sangat lemah. Takutnya terjadi hal yang tidak di inginkan oleh ibu dan calon bayi. Jika memang sudah tidak bisa menahan, cukup 1x dalam seminggu,'' ucap Dokter tersebut.


''Whattt? 1x dalam seminggu, yang benar saja,'' ucap Devan mengusap wajahnya kasar.


''Jangan bikin malu!'' ucap Salsa menatap tajam ke arah Devan.


''Ini obat serta vitaminnya jangan lupa di minum ya Bu. Dan jangan lupa minum susu ibu hamil,'' ucap Dokter tersebut.


''Terima kasih Dok, kami permisi,'' ucap Salsa dan Devan.

__ADS_1


Setelah selesai mereka segera pulang ke rumah. Di perjalanan Devan hanya diam dan cemberut.


''Kamu kenapa lagi sih, kayak cewek lagi PMS aja,'' ucap Salsa.


''Lagi kesal aja,'' ucap Devan dengan muka di tekuk.


''Kenapa?'' tanya Salsa yang tidak peka.


''Ya gimana nggak kesal kalau aku bolehnya jengukin bayi kita seminggu sekali,'' ucap Devan.


''Jengukin bayi atau jengukin bayi nih,'' ucap Salsa meledek.


''Ngak usah meledek ya, kamu seneng kan kalau aku tersiksa,'' ucap Devan.


''Seneng dong, seneng banget malah,'' ucap Salsa di iringi tawa.


''Kamu mah gitu orangnya,'' ucap Devan.


''Demi kebaikan bayi kita sayang. Kan katanya mau cepet-cepet punya baby,'' ucap Salsa.


''Iya iya,'' ucap Devan.


''Ngak lama kok, cuma 3 bulan. Setelah memasuki trimester kedua boleh melakukannya 2 sampai 3 kali dalam seminggu,'' ucap Salsa.


''Apa, 3 bulan?'' tanya Devan mengerutkan keningnya.


''Biasa aja kali sayang,'' ucap Salsa menahan tawanya.


''Emang dulu gimana kamu sama mantan istri kamu,'' tanya Salsa penasaran.


''Nggak usah bahas masa lalu,'' ucap Devan fokus menyetir.


''Ya kan aku pengen tau. Masa nggak boleh,'' ucap Salsa cemberut.


''Udah dong sayang. Kalau kita bahas masa lalu, nanti ujung-ujungnya kita bertengkar. Mending kita bahas yang lain,'' ucap Devan.


''Kan aku cuma pengen tau,'' ucap Salsa.


''Udahlah nggak usah pengen tau. Aku aja udah lupa gimana masa laluku,'' ucap Devan.


*


*


''Sayang, kapan kamu akan kenalin aku sama orang tuamu,'' ucap pria bertubuh tinggi.


''Nanti ya, kalau mereka udah kesini,'' ucap wanitanya.


''Katamu orang tuamu jarang kesini. Kamu beneran niat nikah sama aku ngak sih?'' tanya pria itu.


''Ya niat Mas,'' ucap Cezy.

__ADS_1


''Tapi kenapa setiap aku ingin bertemu dengan orang tuamu, kamu pasti punya seribu alasan,'' ucap Reno bertanya-bertanya.


''Karna aku kesini kabur Mas, dan aku masih ragu orang tuaku nerima kamu apa enggak, sementara aku udah cinta mati sama kamu,'' batin Cezy.


''Orang tuaku masih sibuk Mas, nanti pasti aku kenalin sama mereka,'' ucap Cezy santai.


''Baiklah,'' ucap Reno pasrah. Reno sebenarnya curiga dengan Cezy. Hubungan mereka hampir berjalan 1 bulan, namun Cezy masih enggan untuk mengenalkan pada orang tuanya.


Cezy, Reno dan William bermain di taman dekat rumah mereka. Cezy juga sering menginap di rumah Reno karna permintaan William. Namun jika membicarakan ke jenjang pernikahan Cezy seperti belum ingin menikah.


''Apa ada yang kamu rahasiakan kepadaku Cez. Aku ingin sekali menghalalkanmu, namun kenapa kamu sulit sekali mengenalkan aku kepada orang tuamu,'' batin Reno yang memandang ke arah Cezy dan William yang sedang asik bermain bola.


''Aku harus tanyakan semuanya kepada Ronald. Dia pasti tau sesuatu,'' ucap Reno mengambil handphone nya dan mengetik nama Ronald lalu menelponnya.


''Halo Ro,'' ucap Reno


''.......''


''Aku ingin menanyakan sesuatu sama kamu,'' ucap Reno.


''.......''


''Sebenarnya orang tua Cezy ada di mana? Kenapa setiap aku ingin bertemu dengan mereka Cezy memiliki seribu alasan,'' ucap Reno setengah berbisik agar Cezy tak mendengar.


''.......''


''Apa?? Astaga, dia memang wanita ter unik yang pernah aku temui,'' ucap Reno. Ia segera mematikan sambungan teleponnya saat melihat Cezy dan William mendekat ke arahnya.


''Udah mainnya?'' tanya Reno.


''Udah Dad, Wiyiam yaper,'' ucap William.


''Kita cari makan di dekat sini. Setelah ini Daddy mau kembali ke kantor,'' ucao Reno.


Mereka segera naik ke mobil dan mencari makan di sekitar taman. Setelah sampai di depan restoran padang, Reno memarkirkan mobilnya.


''Kita maka di sini!'' ucap Reno. Ia segera turun dan masuk ke dalam tanpa menunggu Cezy dan William.


Reno segera memesan makanan kesukaan mereka. Setelah menunggu beberapa saat makanan telah siap di hidangkan di meja mereka.


Reno menikmati makanannya tanpa bicara sepatah kata pun. Reno masih berperang dengan fikirannya sendiri.


*


*


Jangan lupa vote mingguannya kawan.


Like, coment, vote dan beri hadiah.


I lope you sekebon😁

__ADS_1


__ADS_2