I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 60


__ADS_3

''Pak, Pak tunggu!'' ucap Cezy.


''Ada apa lagi sih Cez?'' tanya Devan menggertakkan giginya karna kesal.


''Pak, saya boleh ikut makan siang dengan Bapak?'' tanya Cezy.


''Ya udah, ayo,'' ucap Devan meninggalkan Cezy.


Cezy dengan setengah berlari menyusul Devan yang sudah berada di depan lift.


''Pak, Kak Salsa kenapa ngak masuk lagi?'' tanya Cezy penasaran.


''Ngak tau. Kenapa tanya ke saya, mending kamu tanya langsung ke orangnya,'' ucap Devan datar.


''Kan Bapak asisten pribadinya. Ngak mungkin kan Bapak ngak tau,'' ucap Cezy.


''Walaupun saya tau, tapi saya malas memberitahu kamu,'' ucap Devan ketus.


''Pak jangan ketus-ketus gitu dong Pak, nanti kalau Bapak berjodoh dengan saya Bapak malu sendiri loh,'' ucap Cezy tanpa di filter.


''Hahaha, bercanda kamu ngak lucu Cez,'' ucap Devan tersenyum sinis.


''Memangnya wajah saya terlihat seperti pelawak ya Pak?'' tanya Cezy.


Namun ucapannya terpotong saat pintu lift terbuka dan mereka sampai di lantai dasar. Devan tak menjawab pertanyaan Cezy, ia lebih memilih meninggalkan sekretaris pengganggu seperti Cezy.


''Pak, kita mau makan siang di mana?'' tanya Cezy.


''Saya mau makan siang di Restoran Tulip. Kalau kamu mau ikut ayo, tapi kalau tidak ya sudah. Berhenti mengikuti saya,'' ucap Devan.


''Saya ikut!'' ucap Cezy langsung membuka pintu mobil Devan. Ia duduk di samping kemudi. Senyum Cezy tak pernah luntur dari bibirnya.


''Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu, kesambet?'' tanya Devan.


''Em enggak kok Pak, Bapak tampan,'' ucap Cezy spontan langsung membekap mulutnya sendiri.


''Tanpa kamu bicara pun saya sudah tau!'' ucap Devan datar.


''Ih pede,'' gumam Cezy.


Sesampainya di Restoran Tulip mereka segera masuk ke dalam dan mencari meja yang masih kosong.


Sambil menunggu makan siangnya, Devan mengotak atik benda pipihnya. Entahlah apa yang ia cari. Namun ia terus menscroll atas bawah, seperti menunggu sesuatu. Dan tak berlangsung lama, sesuatu yang mungkin dia hindari dan juga sangat ingin dia ketahui, mampir di berandanya. Sebuah foto yang memperlihatkan jari manis dengan cincin yang melingkar di dalamnya. Terlihat sangat manis. Itulah yang di ucapkan oleh sebagian orang jika melihatnya.


''Selamat, untuk kedua kalinya aku patah hati,'' batin Devan yang terus memperhatikan benda pipihnya.


''Pak, Pak Devan ngak papa kan?'' tanya Cezy yang melihat perubahan dalam wajah Devan.


''Saya tidak apa-apa,'' ucap Devan datar.


''Pak Devan kenapa ya, kok terlihat sedih seperti itu. Padahal tadi, walaupun datar-datar saja tapi raut wajahnya tidak terlihat sedih, berbeda dengan sekarang. Apa dia sedang patah hati?'' batin Cezy yang terus menatap Devan dalam-dalam.

__ADS_1


''Kenapa hatiku sakit sekali saat melihat engkau bertunangan dengan orang lain,'' batin Devan.


Beberapa saat kemudian, makanan yang mereka pesan sudah tersaji di meja.


''Selamat makan Pak,'' ucap Cezy tersenyum menampilkan gigi putihnya.


''Hem,'' Devan hanya berdehem, tak ingin meladeni Cezy yang banyak bicara.


''Cuek banget sih. Makin tambah cinta deh,'' batin Cezy sambil menyantap makanan yang ada di depannya.


''Kenapa dari tadi dia senyum-senyum ngak jelas seperti itu, aku jadi merinding sendiri,'' batin Devan menatap Cezy dengan tatapan ngeri.


*


*


Di London.


Pertunangan Salsa dan Malik di langsungkan di London. Rencananya kemarin mereka hanya ingin bersilaturahmi, tapi orang tua Salsa menyuruh mereka untuk bertunangan dan segera melangsungkan akad nikahnya. Tentu membuat Salsa dan Malik senang. Bukankah ini yang memang mereka harapkan.


''Sa, menginaplah disini untuk semalam saja. Apa kalian tidak lelah, baru kemarin kalian sampai di sini,'' ucap Mama Salsa.


''Kita ngak capek kok Ma. Malik cuti hanya 4 hari jadi sekarang kita harus balik lagi ke Jakarta,'' ucap Salsa.


''Tapi Mama masih kangen sama kamu sayang,'' ucap Mama Salsa berkaca-kaca.


''Kan bulan depan ketemu lagi Ma, di acara pernikahan Salsa,'' ucap Salsa tersenyum.


''Pasti Tante, saya akan menjaganya melebihi saya menjaga diri saya sendiri,'' ucap Malik.


''Terima kasih Nak Malik. Kamu benar-benar calon menantu idaman,'' ucap Papa Salsa.


Salsa dan Malik berpamitan kepada orang tuanya. Mereka di antar ke Bandara oleh supir pribadi keluarga Salsa.


Perjalanan dari London ke Jakarta hampir memakan waktu 16 jam. Salsa terlihat begitu lelah.


''Sayang, apa kamu lelah?'' tanya Malik.


''Ngak usah di tanya, pasti ya capek lah,'' ucap Salsa ketus.


''Sayang, udah dong marah nya. Kan disini bukan aku yang salah,'' ucap Malik membela diri.


''Ya tetep aja kamu yang salah. Kenapa punya wajah begitu tampan. Sampai-sampai pramugari tadi tidak berkedip,'' ucap Salsa yang masih kesal.


''Udah ya,'' ucap Malik.


Cup.


Malik mengecup bibir merah milik Salsa. Salsa hanya menatap tajam kearah Malik.


''Sayang, kan sebentar lagi kita menikah, apa kamu lupa?'' tanya Malik.

__ADS_1


''Tapi ini masih di pesawat sayang,'' ucap Salsa pelan.


''Berarti kalau tidak di pesawat boleh?'' bisik Malik. Wajah Salsa berubah menjadi merah karna malu.


Selelah pesawat mendarat di Bandara Jakarta, Malik segera memesan taksi. Malik ingin cepat-cepat sampai di apartemennya.


''Kita mau kemana sayang. Ini bukan jalan ke rumahku loh,'' ucap Salsa penug selidik.


''Kita mampir ke apartemenku dulu. Nanti kamu akan aku antar,'' ucap Malik. Salsa hanya mengangguk saja.


Sesampainya di apartement Malik merebahkan tubuhnya di ranjang king size miliknya.


''Sini sayang,'' ucap Malik menepuk kasur di sebelahnya.


''Tapi jangan macam-macam,'' ancam Salsa. Salsa berjalan ke arah ranjang milik Malik. Salsa juga merebahkan tubuhnya di sebelah Malik.


''Ngak nyangka ya, sebulan lagi kita akan menikah,'' ucap Malik.


''Iya,'' ucap Salsa seadanya, karna sekarang ini Salsa benar-benar gugup. Walaupun Malik adalah calon suaminya, tapi ia perlu was-was.


Malik memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Salsa, Salsa yang di terus menerus di tatap oleh Malik semakin gugup.


''Jangan menatapku seperti itu,'' ucap Salsa gugup.


''Kenapa?'' tanya Malik.


'Hem a aku harus pulang,'' ucap Salsa bangun dari ranjang, namun tangannya di tarik oleh Malik. Alhasil Salsa yang kehilangan keseimbangan tumbang di atas tubuh Malik. Tatapan mereka bertemu, jantung Salsa saat ini seperti ingin lari maraton.


''Sayang, aku menginginkannya. Boleh ya,'' ucap Malik dengan mata sayu nya. Terlihat ia benar-benar menahan hasratnya.


''A apa?'' tanya Salsa pelan.


''Aku menginginkanmu sayang. Satu kali ini saja,'' ucap Malik memohon. Salsa yang melihat Malik memohon seperti itu merasa iba. Otaknya sudah tidak berfungsi dengan baik.


Cup.


Cup.


Cup.


Malik menghujani kecupan di wajah dan bibir Salsa. Salsa hanya diam tak ingin menolak juga tak ingin membalas.


Ciuman yang awalnya hanya sekedar kecu*pan sekarang menjadi sebuah lu*matan. Malik begitu sangat menikmati, namun Salsa hanya diam.


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak ya.


Kopi dan bunganya jangan lupa😊😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2