I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 29


__ADS_3

''Aku tak tau apa yang di pikiranmu selama beberapa hari ini Ro. Tapi aku ingin mengucapkan terima kasih untukmu. Aku akan berusaha mencintaimu seumur hidupku.'' Batin Chaca berbicara.


*


*


Pov Ronald


Aku tak menyangka hari ini bisa mengucapkan kata ijab kabul di depan penghulu dengan lancar Cha. Bahkan aku juga tak menyangka akan berjodoh dengan seorang Chalondra Athalia Bora seorang pengusaha yang sukses. Aku ingin sekali berterima kasih kepada Almarhumah omaku dan omamu karna sudah menjodohkanku dengan wanita secantik dirimu. Bahkan rasanya aku sangat beruntung mendapatkanmu.


Aku juga tak menyangka akan berjodoh dengan gadis yang berumur di atasku. Terima kasih Cha sudah mau menerimaku apa adanya. Batin Ronald


*


Chaca turun dari kamarnya di gandeng oleh Salsa dan juga Mama Luna. Chaca sangat cantik menggunakan kebaya berwarna putih. Saat menuruni anak tangga Ronald sampai tak berkedip saat melihat Chaca yang begitu cantik dan anggun.


Saat ini jujur Chaca sangat grogi. Banyak pasang mata yang melihat ke arahnya. Bahkan suaminya sendiri sampai tak berkedip melihatnya.


Chaca duduk di samping Ronald. Ronald segera memasangkan cincin di jari manis Chaca begitupun sebaliknya Chaca juga memasangkan cincin di jari manis Ronald. Chaca mencium tangan Ronald dan Ronald mencium dahi Chaca. Air mata bahagia mengalir di pipi mama Luna.


Chaca dan Ronald mencium tangan orang tua mereka. Chaca menangis tersedu-sedu saat mencium tangan mama Luna. Mama yang selama ini selalu ada untuknya. Mama yang merangkap menjadi ayah untuknya.


''Terima kasih Ma. Doakan Chaca bahagia dengan Ronald,'' ucap Chaca meneteskan air matanya.


''Mama akan selalu doakan kamu dan juga Ronald agar bahagia selalu. Sekarang kamu sudah menjadi istri Nak, berbaktilah kepada suamimu, dia yang berhak atasmu,'' ucap Mama Luna.


''Ma terima kasih sudah memberikan anak gadis Mama kepadaku. Anak yang selama ini Mama besarkan dengan kasih sayang Mama. Aku akan menjaganya seperti kalian menjaganya dengan segenap jiwa raga. Aku akan selalu memenuhi keinginannya seperti Mama yang selalu berusaha memenuhi keinginan Chaca. Aku akan selalu berusaha membahagiakannya Ma,'' ucap Ronald kepada Mama Luna dengan mencium tangan Mama Luna.


''Ronald, jaga anak gadis mama baik-baik. Dia masih memerlukan sosok ayah, jadilah sosok ayah untuknya. Dia juga butuh sosok suami, jadilah sosok suami yang selalu menyayanginya dan dia juga butuh sosok teman, kadang jadilah seperti temannya yang mau mendengarkan keluh kesahnya. Sayangi dia seperti kamu menyayangi dirimu sendiri Nak,'' ucap Mama Luna tersedu-sedu.


Chaca bergeser kearah Papa Sanjaya dan mencium tangan Papa Sanjaya.


''Pa sayangi aku seperti anak papa sendiri,'' ucap Chaca yang tak bisa membendung air matanya.

__ADS_1


''Papa menyayangimu seperti Papa menyayangi anak Papa sendiri Mak. Papa akan menjadi Papa yang terbaik untukmu.'' Ucap papa Sanjaya tersenyum ke arah Chaca. Chaca bergeser lalu mencium Tangan Mama Reni, Mama Reni segera memeluk Chaca dengan erat.


''Terima kasih sudah mau menerima anak Mama Nak. Mama minta sayangi Mama dan Papa seperti kamu menyayangi orang tuamu sendiri,'' ucap mama Reni yang tak henti-hentinya menangis.


''Chaca janji akan menyayangi Mama dan Papa seperti menyayangi orang tua Chaca sendiri,'' ucap Chaca tersenyum kearah Mama Reni. Mama Reni lalu menghapus air mata Chaca.


''Mas, anakmu sekarang sudah menjadi istri orang. Orang yang sangat kamu yakini bisa menjaga Chaca dengan baik. Aku bahagia mas bisa menepati janjiku.'' Batin Mama Luna yang terus mengusap air matanya.


''Ayah aku sudah menikah yah. Menikah dengan orang yang oma pilihkan untukku. Aku bersyukur Ronald mau dengan gadis sepertiku. Walaupun usia kami terlampau jauh tapi Ronald selalu bisa menjagaku yah. Ayah, dulu aku ingin sekali di nikahkan oleh ayah tapi ayah lebih dulu di panggil oleh sang kuasa. Aku harap ayah bahagia di sana.'' Batin Chaca. Air mata Chaca tambah mengalir dengan deras.


Setelah acara sungkeman telah selesai para tamu undangan memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru. Ronald tampak bahagia sekali, senyum tak henti-hentinya menghiasi wajah tampannya.


''Yank jangan menangis lagi. Aku akan selalu berada di sisimu dan selalu menjagamu seperti ayah menjagamu waktu dulu.'' Ucap Ronald berada di samping Chaca dan mengusap sisa-sisa air mata. Saat ini para tamu undangan sudah pulang, hanya tinggal keluarga dekat saja.


''Jaga Chaca dengan baik Ronald. Papa dan Mama saat ini harus pulang,'' ucap Papa Sanjaya.


''Papa dan Mama pamit ya Nak. Jangan lupa kasih mama cucu yang banyak,'' ucap Mama Reni setengah berbisik.


''Mama,'' ucap Ronald melotot ke arah Mama Reni, Mama Reni malah memasang wajah yang menyebalkan menurut Ronald. Sedangkan wajah Chaca sudah seperti kepiting rebus.


''Hati-hati Ma Pa,'' ucap Ronald dan Chaca. Lalu mobil papa Sanjaya keluar dari area rumah keluarga Bora.


''Kalian berdua bersih-bersih dulu sana lalu istirahat. Nanti turun lagi makan malam.'' Perintah mama Luna.


Chaca segera mengajak Ronald kelantai atas di mana kamarnya berada. Mereka jalan sendiri-sendiri tanpa bergandengan tangan. Seperti bukan pengantin baru pada umumnya. Chaca berjalan lebih dulu sedangkan Ronald berjalan di belakangnya.


Sesampainya di kamar Ronald segera merebahkan badannya di atas ranjang empuk milik Chaca.


''Mandi dulu baru istirahat,'' ucap Chaca.


''Sebentar saja. Masih capek banget. Kamu aja yang mandi dulu,'' ucap Ronald memejamkan matanya. Walaupun acaranya singkat tapi terasa lelah sekali. Chaca menunggu Ronald sampai membuka matanya kembali. Ia belum ingin mandi jika belum mendapatkan penjelasan dari Ronald.


''Ro,'' ucap Chaca.

__ADS_1


''Hem apa yank.'' Ronald masih memejamkan matanya.


''Ronald bangun dulu lah Ro. Aku ingin bertanya sesuatu sama kamu,'' ucap Chaca sedikit kesal kepada Ronald. Bukankah pengantin baru jika sudah berada di kamar, mereka bermesra mesraan ya. Tapi beda dengan mereka berdua.


''Tanya apa hem.'' Ronald membuka matanya dan duduk mendekat kearah Chaca.


''Setelah acara makan-makan kemarin kamu kemana kok langsung ngilang begitu aja. Ngak masuk kerja nomor susah di hubungi sekali bisa di hubungi ngak di angkat. Kemana aja sih?'' tanya Chaca penasaran.


''Hem kenapa? kangen ya?'' tanya Ronald dengan senyum menggoda.


''Ronald!! aku lagi serius,'' ucap Chaca menatap tajam Ronald.


''Di rumah.'' Ucap Ronald singkat. Ronald membelai lembut pipi Chaca.


''Whattt?''


''Kenapa kangen ya. Itulah hukuman buat kamu karna kamu suka peluk dan cium cowok lain,'' ucap Ronald. Chaca pun teringat dengan kejadian saat acara kemarin.


''Kenapa kamu ngak ngaca! Bukannya kamu juga suka di cium dan di peluk cewek lain '' ucap Chaca yang tersulut emosi.


''Kapan. Aku ngak pernah...'' ucapan Ronald langsung di potong oleh Chaca.


''Ngak pernah apa?? Saat di restoran waktu itu namanya apa kalau bukan di peluk dan di cium,'' ucap Chaca sebal.


''Jadi kamu cemburu yank?'' tanya Ronald.


''Ngak usah tanya. Minggir aku mau mandi,'' ucap Chaca kesal kepada Ronald. Sudah jelas ia cemburu masih tanya.


*


*


Kasih kopi dan bunga biar author tambah semangat.

__ADS_1


Koment yang teratur ya kakak😊😊


__ADS_2