I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Episode 108


__ADS_3

1 tahun pun telah berlalu. Baby Al dan Baby El sudah tumbuh besar dan semakin tampan. Perpaduan wajah Chaca dan Ronald melekat pada mereka. Mereka pun sudah bisa berdiri dan berjalan beberapa langkah.


Chaca juga tengah mengandung anak ketiga mereka dan di kabarkan jika anak ketiganya nanti perempuan. Kehamilan yang masih memasuki trimester kedua ini membuat Chaca hanya bisa berdiam diri di rumah. Berbeda dengan kehamilan pertamanya, dulu Chaca tak merasakan apa-apa, mungkin hanya mual saja. Namun kehamilannya kali ini membuat tubuhnya semakin kurus, karna setiap apa yang ia makan akan di muntahkan lagi. Badannya selalu lemas tak bertenaga membuat Ronald tak tega melihatnya.


''Sayang kamu pengen makan apa? Biar Mas masakin atau beliin,'' ucap Ronald.


''Aku nggak pengen apa-apa Mas. Aku lemas aku ingin tidur,'' ucap Chaca dengan pelan. Ia benar-benar tak mempunyai tenaga. Hanya susu hamil yang tidak ia muntahkan, selain itu jika sudah masuk kedalam perut, nantinya akan kembali lagi ia muntahkan.


''Jika aku tau akhirnya akan begini, aku memilih hanya mempunyai Al dan El,'' gumam Ronald pelan.


''Jangan berbicara seperti itu lagi. Anakmu nanti akan sedih di dalam sana. Aku baik-baik saja Mas,'' ucap Chaca sambil memejamkan matanya.


''Aku tak tega melihatmu seperti ini sayang. Lihatlah tubuhmu semakin hari semakin kurus. Jika saja aku bisa bertukar posisi di posisimu. Akan aku lakukan itu,'' ucap Ronald tulus.


''Terima kasih Mas. Tapi tidak usah, karna itu tidaklah mungkin,'' ucap Chaca tersenyum, namun dengan mata yang masih terpejam.


''Aku akan kembali ke kantor lagi. Kalau ada apa-apa segera hubungi Mas. Love you,'' Ronald mengecup kening sang istri sedikit lama.


''Love you too.''


Ronald juga mengelus perut istrinya yang sudah semakin membuncit.


''Jangan nakal di perut Mommy sayang. Jaga Mommy ya. Daddy berangkat kerja dulu,'' Ronald berpamitan dengan anak yang ada di perut istrinya. Ada rasa nyaman yang di rasakan Chaca saat Ronald mengelus perutnya.


Ronald seperti tak rela meninggalkan istrinya dalam keadaan seperti ini. Namun mau gimana lagi, Ronald mempunyai tanggung jawab yang besar di perusahaan Bora Group milik istrinya dan di perusahaan miliknya sendiri.


Sementara ini Ronald belum mempunyai orang kepercayaan. Berbeda dengan tahun lalu, ada Reno yang siap siaga membantunya. Namun tahun ini berbeda saat Reno memutuskan pindah ke Amerika tempat tinggal istrinya.


Bahkan Ronald harus bolak balik dari Bora ke perusahaan miliknya sendiri. Sang Papa pun sudah lepas tangan, karna Papa Sanjaya tau jika Ronald bisa menghandle semuanya.


''Mau balik lagi ke kantor?'' tanya Mama Luna.


''Iya Ma, jika ada sesuatu cepat hubungi aku ya Ma,'' ucap Ronald mencium tangan Mama Luna dengan takzim.


''Iya, kamu hati-hati. Yang fokus kerjanya, Mama akan siap siaga menjaga anak dan istrimu,'' ucap Mama Luna.

__ADS_1


*


*


5 bulan yang lalu, kebahagiaan menyelimuti keluarga Alterio. Anak pertama dari pasangan Salsabella dan Devan Alterio telah lahir. Seorang bayi mungil yang di beri nama Belvania Alterio itu lahir dengan selamat. Belvania di ambil dari nama Salsabella dan Devan.


Saat ini Devan dan Salsa tinggal di London sampai batas waktu yang tak di tentukan. Farah, ibu Salsa masih ingin merawat cucunya sampai cucunya tumbuh besar. Farah tak mengizinkan mereka balik ke Indonesia sebelum Belva tumbuh dewasa.


''Cucu Oma tambah hari tambah pintar dan juga tambah cantik. Kecantikan Oma waktu muda menurun semua ke kamu sayang,'' Oma Farah menoel-noel hidung mancung milik bayi mungil itu. Darah bule yang di miliki suaminya menurun ke cucunya ini.


Hidung mancung, kulit putih dan rambut berwarna pirang membuat Belva semakin cantik. Apalagi bola mata berwarna biru membuat kecantikannya bertambah. Wajah tampan Devan pun tak ada di wajah cantik Belva. Semua yang ada di wajah Belva menurun dari opanya.


''Belva ayo kita mandi dulu sayang,'' Sasla pun keluar menuju teras tempat Mama dan anaknya berada. Ia sudah membawa handuk dan memakai daster ala emak-emak kekinian. Walaupun berpenampilan sederhana, namun kecantikan Salsa tak luntur sama sekali. Tubuhnya pun sekarang semakin berisi setelah melahirkan Belva.


Sementara Devan kali ini masih perjalanan pulang dari kantor. Ia sekarang mengambil alih perusahaan papa mertuanya karna papa mertuanya sudah capek bekerja dan ingin istirahat. Papa mertua Devan meminta Devan untuk memegang semua perusahaannya. Baik yang ada di London maupun di Indonesia.


Brem brem brem.


Suara mobil milik Devan telah sampai di pekarangan rumah. Salsa dan Belva menyambutnya dengan senyuman.


''Assalamualaikum bidadari Papa.''


''Walaikum salam Papa,'' Salsa menirukan suara anak kecil. Salsa mencium tangan Devan, begitu juga dengan Belva. Belva di ajari oleh Salsa mencium tangan Papanya. Devan mendaratkan ciumannya di kening istri dan di pipi anaknya.


''Tambah gemoy ya anak Papa,'' ucap Devan mencubit pipi Belva dengan gemas. Apalagi pipi Belva yang sudah seperti bakpau, membuat orang yang melihatnya terlihat gemas.


''Kok baunya asem, belum mandi ya?'' tanya Devan.


''Belum Pa, ini baru mau mandi,'' ucap Salsa.


''Gimana kalau Papa yang mandiin. Boleh ya Ma?'' ucap Devan menatap Salsa dengan tatapan memohon.


''Beneran Bisa?''


''Ya makanya latihan dulu. Kapan bisanya kalau nggak mencoba,'' ucap Devan.

__ADS_1


''Ya udah deh boleh, Papa ganti baju dulu sana,'' ucap Salsa.


Mereka pun masuk ke dalam rumah bersama-sama.


*


*


Sementara di tempat lain.


Cezy terlihat sedang mengantarkan William ke sekolah. Cezy di temani dengan Mami Mita. Mami Mita tak mau jika sesuatu terjadi kepada Cezy karna kehamilan Cezy memasuki 9 bulan. Berbeda dengan Chaca, Cezy nampak lebih bugar dan tak merasakan apa-apa. Saat trimester pertama pun Cezy tak merasakan mual seperti ibu hamil kebanyakan.


Mereka nampak mengantar jemput William bersama-sama. Cezy tak mau hanya berdiam diri di rumah karna itu sangat membosankan menurutnya. Sedangkan Reno bekerja di perusahaan Papa mertuanya yang ada di Amerika.


*


*


Mereka semua nampak bahagia dengan porsi mereka masing-masing.


Udahan dulu ya perjumpaan kita di karya ini. Jangan pernah bosan dengan karya Maya Rere gaes.


Untuk para teman-teman semua yang sudah mendukung karya I LOVE YOU, ASISTENKU saya haturkan matur suwun.


Tanpa kalian karya ini tak berarti apa-apa.


Terima kasih sudah membaca dari awal hingga karya ini tamat.


Dan jangan lupa mampir juga di karya sebelah. Insyaallah akan up setiap hari. Kalau sedang nggak khilaf ya😁😁😁hehehe.


Jangan lupa tinggalkan kopi dan bunga untuk perpisahan kita.


See you gaesssssπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹


Kita jumpa di novel berikutnya😍😍😍😍😍

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2