I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 22


__ADS_3

''Kenapa aku jadi sebodoh ini. Pasti Chaca berpikir yang tidak-tidak tentangku.'' Ronald yang merutuki kebodohannya sendiri saat sudah sampai di dalam kamarnya.


Pagi itu di hotel yang sama tapi berbeda kamar mereka masih tidur dengan nyenyaknya. Padahal matahari sudah meninggi.


Setelah beberapa saat Ronald bangun dari tidurnya. Ia segera membersihkan diri di kamar mandi. Ia ingin keluar sebentar untuk membeli baju untuknya dan untuk Chaca karna kemaren mereka tidak membawa baju ganti.


Setelah sampai di pusat perbelanjaan yang tak jauh dari tempat mereka menginap, Ronald segera memilih baju untuknya dan untuk Chaca. Setelah selesai belanja Ronald segera membayar belanjaan tersebut. Ia berjalan keluar tanpa sengaja ia menabrak seorang gadis yang seumuran dengannya.


Brak


Belanjaan Ronald tercecer di lantai.


''Sorry kak, aku ngak sengaja,'' ucap gadis itu.


''Tidak masalah,'' ucap Ronald.


''Biar aku bantu kak,'' ucap gadis itu lagi. Ia segera membantu Ronald membereskan barang-barangnya yang tercecer di lantai.


''Thanks,'' ucap Ronald berlalu pergi begitu saja.


''Dia tampan sekali, andaikan dia jodohku,'' ucap gadis itu dengan senyum di wajahnya.


*


Tok tok


Ronald mengetuk pintu kamar Chaca, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Mungkin Chaca masih tidur. Ronald segera menghubungi nomor hp Chaca, ia khawatir jika terjadi sesuatu dengan Chaca. Apalagi Chaca baru putus cinta.


Tut tut


''Halo,'' ucap Chaca dengan suara serak khas habis tidur.


''Cha, kamu belum bangun?'' tanya Ronald.


''Ini bangun, kenapa?'' tanya Chaca.


''Bukain pintunya, aku membawa baju ganti untukmu,'' ucap Ronald di balik telepon.


''Hem sebentar,'' Chaca berjalan menuju pintu dan membukanya.


''Ini baju ganti untukmu,'' ucap Ronald menyerahkan baju ganti yang di beli olehnya.


''Thanks,'' ucap Chaca. ''Masuk Ro, aku mandi sebentar habis itu kita cari makan,'' ucap Chaca lagi.


'' Apa kita tidak jadi pulang hari ini?'' tanya Ronald.


''Entahlah, aku masih ingin disini,'' ucap Chaca berlalu ke kamar mandi.


Setelah beberapa saat, Chaca sudah selesai dengan ritual mandinya. Ia memakai pakaian yang di belikan oleh Ronald tadi. Sebuah dress sebatas lutut tanpa lengan dan berwarna peach. Sangat pas saat di pakai oleh Chaca. Chaca segera keluar dari dalam kamar mandi. Ia menghampiri Ronald yang duduk di sofa kamar tersebut.


''Thanks Ro, aku suka dress nya,'' ucap Chaca yang sudah berdiri di depan Ronald. Sementara Ronald mendongakkan kepalanya menatap Chaca yang berdiri di depannya.

__ADS_1


''Cantik.'' Batinnya.


''Em i iya sama-sama,'' ucap Ronald.


''Kenapa tambah hari tambah cantik sih, papa rasanya aku ingin menikahinya sekarang juga.'' Batin Ronald tersiksa.


Setelah selesai berdandan, Chaca dan juga Ronald keluar dari hotel tersebut ingin mencari makan karna memang sudah saatnya makan siang. Mereka memilih Restauran yang ada di dekat hotel itu. Chaca berjalan di samping Ronald, mereka nampak seperti sepasang kekasih. Mereka memasuki Restauran dan memilih tempat duduk yang ada di pojokan, dan tiba-tiba ada yang memanggil namanya.


''Kak Chaca.'' panggil seseorang. Chaca otomatis langsung mencari seseorang yang memanggilnya.


''Devi?'' gumam Chaca.


''Kak Chaca gimana kabar Kakak?'' tanya Devi dengan memeluk Chaca.


''Kabar Kakak baik, kamu gimana?'' tanya Chaca ramah.


''Aku juga baik, Kakak kapan kesini? kenapa tidak main ke rumah?'' tanya Devi.


''Em Kakak kesini kemarin,'' ucap Chaca seadanya.


''Mas Devan mana Kak?'' tanya Devi


Deg


''Kakak ngak tau. Kakak kesini ngak sama masmu,'' ucap Chaca malas menyebutkan nama Devan.


''Kakak kesini sendiri?'' tanya Devi penasaran.


''Terus mas Devan kemana kak, Dari kemarin dia ngak pulang lo,'' ucap Devi.


''Aku ngak tau Dev. Dia kan udah ngak kerja sama kakak,'' ucap Chaca.


Tiba-tiba Ronald datang ke meja Chaca. Devi yang melihat Ronald mendatangi meja tersebut tersenyum bahagia, ia mengira Ronald menghampiri dirinya.


''Kakak?'' ucap Devi tersenyum ke arah Ronald. Ronald hanya tersenyum tipis sedangkan Chaca hanya mengeryitkan dahinya heran kenapa Devi bisa mengenal Ronald.


''Ronald duduk sini,'' ucap Chaca menyuruh Ronald duduk di sebelahnya.


''Kak Chaca kenal sama kakak tampan ini?'' tanya Devi yang tak henti-hentinya tersenyum ke arah Ronald.


''Heem dia asisten pribadiku,'' ucap Chaca seadanya.


''Oh iya kamu kesini sama siapa?'' tanya Chaca mengalihkan pembicaraan karna sejak tadi Devi menatap Ronald tanpa berkedip.


''Aku sama ibuk Kak, ibuk masih ke toilet,'' ucap Devi. Tak berselang lama ibu Marwah datang menghampiri mereka.


''Nak Chaca?'' sapa ibu Marwah langsung memeluk Chaca. Chaca juga membalasnya.


''Kesini kok ngak bilang-bilang,'' ucap Ibu Marwah.


''Iya bu ada kerjaan mendadak,'' ucap Chaca dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


''Oh mana Devan?'' tanya Ibu Marwah.


''Kak Chaca ngak tau Bu, mas Devan juga udah ngak kerja di tempat kak Chaca,'' ucap Devi menjelaskan.


''Maksudnya apa Dev? tolong jelasin sama ibu,'' tanya Ibu Marwah tidak mengerti maksud Devi.


''Gini Bu sebenarnya Devan mengingkari janjinya untuk menikahi aku, Devan berhianat di belakang aku Bu, dia selingkuh dengan mantan kekasihnya. Bukan hanya selingkuh tapi juga melakukan hubungan terlarang Bu,'' ucap Chaca dengan memasang wajah sedih.


''Apaaa??? sejak kapan Nak?'' tanya Ibu Marwah yang kaget dengan penjelasan Chaca.


''Sejak dia pindah ke perusahaan cabang,'' ucap Chaca. Ia pun menjelaskan jika Devan di pindahkan ke perusahaan cabang untuk memenuhi syarat agar bisa menikahi Chaca, tapi Devan malah menghianatinya.


''Dasar anak tidak tau di untung. Tapi kenapa harus bersama ja*ang itu?'' ucap Ibu Marwah menangis tersedu-sedu.


''Udah Bu, nanti kita tanya langsung sama mas Devan langsung,'' ucap Devi menenangkan Ibunya.


''Maafin Devan ya Nak. Ibu juga minta maaf tidak bisa mendidik Devan dengan baik,'' ucap ibu Marwah serius.


''Iya Bu, Chaca sudah maafin kok. Ibu ngak salah, Devan saja yang mudah tergoda,'' ucap Chaca.


Setelah beberapa saat mereka selesai mengobrol. Ibu Marwah lebih memilih pulang, Ia terlalu malu dengan Chaca yang sudah di khianati oleh anaknya sendiri. Kurang apa coba seorang Chaca, dia cantik, baik, seorang pemilik perusahaan lagi. Tapi Devan lebih memilih dengan seorang ja*ang.


''Devan kamu benar-benar bodoh Nak.'' batin Ibu Marwah yang sudah berada di dalam taxi.


*


''Ronald kamu kenal sama Devi?'' tanya Chaca kepo.


''Enggak,'' ucap Ronald.


''Bohong! dia aja kenal sama kamu,'' ucap Chaca menatap wajah Ronald dengan penuh selidik.


''Tapi aku ngak kenal,'' ucap Ronald enteng.


''Tapi darimana dia bisa kenal sama kamu?'' tanya Chaca.


''Aku tidak tau,'' ucap Ronald.


''Dasar gunung es,'' ucap Chaca. Ronald memiliki 2 sifat kadang cuek dingin tapi kadang juga penuh perhatian.


''Jadi makan ngak. Tante Luna tadi telpon, kita di suruh cepat-cepat pulang,'' ucap Ronald.


*


*


*


Kira-kira ada apa ya kok di suruh cepat-cepat pulang.😁


Jangan lupa like, coment, favorite, vote dan beri hadiah sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


__ADS_2