I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 53


__ADS_3

Di tempat lain lebih tepatnya di Bandara. Seorang gadis cantik berperawakan tinggi, berkulit putih, bermata sipit dan berambut pirang sedang berjalan menuju jemputannya.


''Hah, hampir 7 tahun aku tidak menginjakkan kakiku di sini. Rasanya sangat-sangat berbeda saat aku berangkat ke Amerika 7 tahun yang lalu,'' ucap gadis tersebut.


Setelah taksi online yang dia pesan sudah berada di depannya, ia langsung masuk ke dalam taksi tersebut.


Setelah beberapa saat perjalanan taksi tersebut berhenti di depan rumah mewah 2 lantai.


Tok tok tok.


(Suara ketukan pintu).


Ceklek.


(Pintu di buka dari dalam).


''Hai Bi, apa kabar?'' tanya gadis itu tengah tersenyum.


''Non Cezy?'' tanya Bi Inah ragu.


''Ya, aku Cezy bi. Mama ada?'' tanya Cezy kepada Bi Inah.


''Ada Non ada. Silahkan masuk Non, saya panggilkan nyonya dulu,'' ucap Bi Inah meninggalkan Cezy di ruang tamu.


''Permisi Nyonya, di bawah ada Nona Cezy,'' ucap Bi Inah.


''Cezy? dia kesini?'' tanyanya.


''Iya Nya,'' ucap Bi Inah.


Mereka menuruni anak tangga. Bi Inah di belakang Mama Luna.


''Mama,'' ucap Cezy berhamburan memeluk Mama Luna.


''Cezy kapan kamu sampai? kenapa tidak memberitau Mama jika kamu pulang?'' tanya Mama Luna.


''Cezy buat kejutan Ma. Mama terkejutkan dengan kedatangan Cezy,'' ucap Cezy.


''Ya Mama benar-benar terkejut sayang,'' ucap Mama Luna.


Ya Cezy Aurora adalah keponakan Mama Luna, ia menetap di Amerika bersama kedua orang tuanya. Ia lahir di Indonesia. Saat tamat sekolah menengah pertama, Cezy dibawa oleh kedua orang tuanya ke Amerika.

__ADS_1


''Kenapa Mami mu tidak memberitau Mama jika kamu pulang ke Indonesia, hem?'' tanya Mama Luna.


''Hem mungkin mami lupa Ma,'' ucap Cezy yang terus mengunyah makanannya.


''Apa jangan-jangan kamu kabur Cez?'' tanya Mama Luna penuh selidik. Ia sering mendengar kenakalan Cezy selama ini saat di Amerika.


''No Ma, aku udah pamit sama mami, tapi mami ngak ngizinin aku, jadi bukan salah aku dong disini,'' ucap Cezy santai.


''Astaga Cez. Bagaimana kalau mami mu saat ini sibuk mencarimu. Dasar gadis nakal,'' ucap Mama Luna yang geleng-geleng kepala saat melihat sendiri kenakalan ponakannya.


''Aku ngak nakal Ma, hanya sedikit saja,'' ucap Cezy terkekeh.


''Oh iya Ma, kak Chaca mana?'' tanya Cezy.


''Chaca di rumah suaminya. Kenapa, kamu kangen sama kakakmu itu? Chaca sedang hamil Cez, bawaannya nempel mulu sama suaminya,'' ucap Mama Luna. Mama Luna sudah mengetahui jika Chaca saat ini sedang hamil.


''Nanti Mama telpon kakakmu biar dia kesini,'' ucap Mama Luna lagi.


Mereka mengobrol hingga hari hampir petang.


''Kamu bersih-bersih dulu. Kakakmu nanti malam kesini,'' ucap Mama Luna.


Hari pun sudah mulai malam. Saat ini Chaca dan Ronald sedang bersiap-siap pergi ke rumah Mama Luna. Walaupun hari ini badan Ronald capek tapi ia akan menyempatkan pergi ke rumah mertuanya itu.


''Adik aku pulang dari Amerika Mas,'' ucap Chaca.


''Adik? adik yang mana? aku kok ngak tau kalau kamu punya adik,'' ucap Ronald.


''Ponakan mama, anak tante aku Mas,'' ucap Chaca. Dan Ronald hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah beberapa saat perjalanan, Chaca dan Ronald sudah sampai di halaman rumah keluarga Bora.


''Kak Chaca,'' teriak Cezy. Ia segera berlari kepelukan Chaca.


''Ngak usah teriak-teriak kali. Kakakmu ini belum budek,'' ucap Chaca kesal. Dulu saat Cezy masih tinggal bersamanya, hampir setiap hari ia di buat kesal dengan tingkah Cezy yang menurutnya sangat bar-bar.


''Kakak ngak kangen sama Cezy? padahal Cezy kangen banget loh sama Kakak. Ih Kakak jahat deh,'' ucap Cezy dengan muka di buat sedih.


''Ngak usah akting sedih kamu. Ngak pantes tau,'' ucap Chaca mencubit pipi cubby milik Cezy. Ia sangat gemas melihat muka Cezy yang terbilang baby face.


''Oh iya, ini kenalin suami Kakak. Namanya Ronald,'' ucap Chaca memperkenalkan suaminya kepada Cezy.

__ADS_1


''Wah gilaaaa!!! Kakak dapet berondong? astaga apes banget sih jadi Kak Ronald. Pasti Kak Chaca main dukun nih,'' ucap Cezy menatap Ronald dengan memelas.


''Hey hey hey, ngak usah bertingkah ya kamu. Orang dia yang bucin duluan sama Kakak. Iya kan Sayang,'' ucap Chaca memeluk lengan kekar suaminya.


''Ngak usah pamer kemesraan di depan Cezy ya. Cezy tau Cezy jomblo tapi jangan di pameri terusss,'' ucap Cezy kesal.


''Awas jangan naksir sama suami Kakak,'' ucap Chaca waspada. Walaupun Chaca tau tipe adiknya itu bukanlah seperti Ronald.


''Walaupun suami Kakak tampan tapi aku ngak tertarik sama sekali. Karna bagiku duda lebih menggoda,'' ucap Cezy. Chaca dan Mama Luna hanya geleng-geleng kepala melihat Cezy.


''Udah-udah kalian ini selalu berantem. Mama pusing denger kalian berantem seperti ini,'' ucap Mama Luna. ''Mending sekarang kita masuk, makan malam,'' ucap Mama Luna lagi.


Sejak dulu Cezy memang sangat berharap menikah dengan duda. Walaupun duda yang sudah mempunyai anak. Baginya Duda lebih menggoda. Itulah yang di pikirkan oleh Cezy.


Mereka makan malam bersama. Kadang ke usilan Cezy membuat Chaca kesal.


''Kak Chaca hamil berapa bulan?'' tanya Cezy. Chaca yang di tanya hanya mengangkat jari telunjuknya pertanda 1.


''Oh 1 bulan,'' ucap Cezy menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.


''Kak Chaca makannya banyak banget sih. Kakak kelaparan ya? di rumah suami Kakak ngak di kasih makan?'' tanya Cezy. Ia melihat cara makan Chaca jadi kenyang sendiri.


''Hust kalau ngomong suka ngadi-ngadi. Kakak sekarang berbadan tiga jadi harus banyak dong makannya,'' ucap Chaca.


''Jadi Kak Chaca hamil bayi kembar? wahh ponakan aku kembar, asikkk,'' ucap Cezy yang masih seperti bocah. ''Aku juga pengen nanti hamil bayi kembar. Uh pasti lucu bangett,'' ucap Cezy.


''Memangnya situ udah dapat dudanya. Dapet aja belum udah mau hamil aja,'' ucap Chaca.


''Ih Kak Chaca nyebelin deh. Kakak punya kenalan duda ngak sih. Aku mau dong di kenalin,'' ucap Cezy.


''Sorry ya, aku ngak punya tuh kenalan duda. Kalau kenalan berondong banyak,'' ucap Chaca langsung mendapat tatapan tajam dari pawangnya.


''Eng enggak Mas cuma bercanda,'' ucap Chaca hanya nyengir kuda. Tawa Cezy pun pecah. Entah sejak kapan Kakaknya ini bucin kepada berondong. Padahal dulu katanya ogah-ogahan nikah sama berondong. Kenal berondong aja ngak mau apalagi nikah.


''Kak Chaca kayaknya bucin parah deh sama Kak Ronald,'' ucap Cezy.


''Harus dong Cez. Aku udah berjanji kepada diriku sendiri agar bisa menaklukkan singa betina kayak Kakakmu itu,'' ucap Ronald pelan tapi masih di bisa di dengar oleh Chaca.


''Mas Ronald bilang apa?'' tanya Chaca menatap Ronald horor.


*

__ADS_1


*


__ADS_2