
''Kamu mau ngapain Cez pulang ke Indo?'' tanya Mama Luna penasaran.
''Aku mau kerja di sini Ma. Kayaknya seru deh,'' ucap Cezy.
''Yang benar saja. Perusahaan Om Nichol di Amerika, dan kamu mau kerja di sini?'' Chaca mengerutkan keningnya. ''Kenapa ngak mengelola perusahaan disana aja,'' ucap Chaca.
''Kak, aku tuh mau cari duda dulu disini. Nanti kalau udah nemu dudanya, aku bawa kesana deh,'' ucap Cezy serius namun Chaca, Ronald dan Mama Luna menanggapinya hanya bercanda.
''Ya ya ya terserah kamu aja deh,'' ucap Chaca.
*
*
Sementara di tempat lain.
''Sayang kapan kira-kira mama papa kamu pulang kesini?'' tanya seorang pria tampan.
''Hem ngak tau ya, yang pastinya masih lama. Kenapa?''
''Apa kita susulin kesana aja? aku mau minta restu buat meminang kamu,'' ucap Dokter Malik.
''Kamu ngak lagi bercanda kan yank,'' ucap Salsa menatap Malik lekad-lekad.
''Memangnya aku kelihatan bercanda? aku serius sayang. Aku udah ngak sabar pengen cepet-cepet halalin kamu,'' ucap Malik.
''Apa tidak terlalu cepat yank. Bahkan kita kenal masih beberapa bulan ini. Bukannya aku tidak percaya padamu tapi aku tidak mau di permainkan dengan laki-laki,'' ucap Salsa ragu mengatakan hal itu.
''Apakah se begitu besarnya kamu meragukanku sayang? aku ingin segera menghalalkanmu karna aku ngak mau kehilangan kamu. Aku tidak memberikan harapan palsu. Kalau bisa kita berangkat sekarang ke London,'' ucap Malik serius.
''Jangan sekarang dong sayang. Gimana kalau minggu depan,'' ucap Salsa memberi ide. Ia juga akan memberitau keluarganya yang berada di sana terlebih dahulu.
''Baiklah. Aku udah ngak sabar pengen meminangmu,'' ucap Malik menangkup kedua pipi Salsa lalu mencium keningnya.
''Sayang malu, banyak yang lihat tuh,'' ucap Salsa dengan wajah yang merah merona. Baru beberapa bulan mengenal Dokter Malik tapi membuatnya bucin akut.
''Kenapa? biarin lah. Mereka kan punya mata,'' ucap Dokter Malik acuh.
Mereka saat ini sedang berada di Restoran dekat dengan kantor Salsa. Jika tidak terlalu sibuk, Dokter Malik selalu mengajak Salsa makan siang bersama. Ia tak akan menyiayiakan moment untuk lebih dekat dengan calon istrinya.
''Sayang, nanti malam keluar yuk. Jalan-jalan atau nonton gitu, kayaknya seru deh,'' ucap Dokter Malik sambil memakan makanannya.
__ADS_1
''Hem lihat situasi nanti ya sayang. Soalnya aku akhir-akhir ini banyak kerjaan banget. Ngak mungkin kan aku tinggal,'' ucap Salsa yang tidak enak hati menolak ajakan Malik.
''Ya udah ngak papa deh, lain kali aja. Apa perlu aku bantuin pekerjaan kamu biar cepat selesai? itung-itung bantu calon istri kerja. Ya walaupun nanti kamu harus ajarin aku dulu,'' ucap Malik terkekeh pelan.
''Ngak usah sayang. Kan kamu udah capek di Rumah Sakit, masa iya aku tega buat kamu lebih capek lagi,'' ucap Salsa.
Setelah selesai makan siang, Dokter Malik mengantarkan Salsa menuju perusahaan milik keluarga Salsa.
''Terima kasih Sayang. Kamu ngak mau mampir dulu?'' tanya Salsa.
''Kapan-kapan aja ya sayang. Sebentar lagi ada jadwal operasi. Yang fokus kerjanya jangan mikirin aku mulu,'' ucap Dokter Malik tersenyum.
''Ngak salah kamu ngomong gitu? yang ada kamu tuh yang mikirin aku mulu,'' ucap Salsa terkekeh.
Salsa turun dari mobil Dokter Malik. Ia segera masuk ke dalam perusahaannya. Sesampainya di depan lift, ponsel Salsa berbunyi. Salsa segera mengambil ponselnya yang berada di dalam tas.
''Ya hallo,'' ucap Salsa.
''.......''
''Hem baiklah, mungkin ada kalau hanya satu orang. Nanti aku carikan, jangan khawatir beb,'' ucap Salsa. Ia segera mematikan panggilan telepon tersebut dan menuju ke ruangannya.
Tok tok tok.
''Masuk,'' ucap Salsa.
''Ada apa Mit?'' tanya Salsa, padahal yang di suruh ke ruangannya adalah Devan, kenapa yang muncul malah Mita. Salsa menatap heran.
''Begini Bu, saya mau mengajukan resign,'' ucap Mita.
''Kenapa tiba-tiba ingin resign Mit. Kamu sudah lumayan lama lo berada di sini,'' ucap Salsa heran.
''Maaf Bu. Tapi calon suami saya meminta saya untuk resign, karna kami akan pindah ke Sumatera,'' ucap Mita. Sebenarnya ia sangat berat meninggalkan perusahaan ini. Tapi Mita juga harus nurut dengan calon suaminya.
''Kapan kalian akan menikah?'' tanya Salsa.
''Minggu depan kita menikah Bu. Tapi pindahannya besuk lusa karna kita melangsungkan pernikahan di Sumatera,'' ucap Mita.
''Kenapa mendadak sekali Mit?'' tanya Salsa. Salsa bertambah pusing dengan keluarnya Mita. Karna selama ini Mita sudah membantu banyak.
''Maafkan saya Bu. Sebenarnya planningnya tidak seperti itu Bu. Rencananya pernikahan kami akan di langsungkan di Jakarta, tapi mengingat calon papa mertua saya sakit keras jadi pernikahannya di langsungkan di sana,'' ucap Mita.
__ADS_1
''Huftt. Oke baiklah. Semoga pernikahan kalian di lancarkan,'' ucap Salsa sambil memijit kepalanya yang terasa nyut-nyutan.
Sebenarnya Salsa tak rela jika Mita resign dari perusahaannya. Tapi mau bagaimana lagi, Mita juga berhak bahagia bukan?
Tok tok tok.
''Masuk,'' ucap Salsa.
''Maaf Nona. Ada apa anda memanggil saya,'' tanya Devan.
''Kenapa kamu lama sekali?'' ucap Salsa menatap Devan tajam. ''Mita resign dari perusahaan ini, apa kamu sudah tau?'' tanya Salsa kembali.
''Hem, tadi pagi Mita berbicara dengan saya Nona. Tapi saya belum sempat bicara dengan anda,'' ucap Devan yang takut kena semprot jika salah bicara.
''Kalau kamu sudah tau ya sudah. Besuk akan ada gantinya Mita. Namun kamu harus mengajari dia sampai bisa. Aku yakin dia masih sangat muda dan sangat labil,'' ucap Salsa pelan di akhir kalimatnya.
''Jika pengganti Mita masih muda dan sangat labil kenapa anda menerimanya Nona. Bukankah disini perusahaan yang menerima seorang pekerja keras. Jadi untuk apa anda menerima orang yang masih labil?'' tanya Devan tanpa tau Salsa yang menatapnya tajam.
''Udah ngomongnya?'' tanya Salsa kesal kepada Devan.
''Hem maaf Nona,'' ucap Devan tertunduk.
''Dia adik sahabat saya. Kalau saya ngak menerimanya ngak enak dong sama sahabat saya,'' ucap Salsa.
''Baiklah,'' ucap Devan yang tidak bisa berbicara apa-apa lagi.
Berarti dia masuk bukan karna prestasi tetapi karna orang dalam. Dan orang dalamnya adalah pemilik perusahaan itu sendiri. Bisa di simpulkan jika orang itu tidak mempunyai kemampuan apapun. Pikirnya.
Jam menunjukkan pukul 5 sore. Salsa dan Devan memutuskan untuk pulang bersama, karna Salsa merasa badannya sangat lelah sekali jika hari ini lembur. Devan mengantarkan Salsa ke rumahnya. Sampai di rumah Salsa segera membersihkan diri dan segera istirahat.
*
*
GOOD NIGHT๐๐๐๐
Istirahat dulu ya gaes.
Besuk di lanjut lagii.
See you next episodee๐ค๐ค๐ค๐ค๐ค
__ADS_1