
Setelah makan siang bersama, Reno pamit kepada William untuk balik lagi ke kantor. Ia menitipkan William bersama Cezy.
''Aku ke kantor dulu,'' pamit Reno kepada Cezy. Biasanya Reno mencium kening Cezy, namun tidak dengan hari ini.
''Apa ada urusan penting?'' tanya Cezy penasaran.
''Asisten baruku sudah menunggu sejak tadi, aku pergi dulu,'' ucap Reno langsung melangkahkan kakinya keluar dari rumah setelah mengantarkan Cezy dan William pulang ke rumah.
''Asisten baru?'' gumam Cezy mengerutkan keningnya. Prasangka buruk datang ke dalam fikirannya.
''William, Mommy ada urusan sebentar sama Daddy, William ngak papa kan kalau sama Oma dulu di rumah,'' ucap Cezy.
''Ngak papa Mom, Wiyiam masuk duyu yah. Dada Mommy,'' ucap William masuk ke dalam kamar Omanya.
Sementara Cezy segera memesan taksi online untuk mengikuti Reno ke perusahaan.
Setelah sampai di perusahaan, Cezy segera masuk ke dalam lift dan turun di lantai tempat ruangan Reno berada.
''Di sini sepi sekali,'' ucap Cezy. Ia melangkahkan kakinya menuju ruangan Reno. Dari luar terdengar suara canda tawa orang yang berada di dalam ruangan.
''Apa langsung seakrab itu Reno dan asisten barunya?'' batin Cezy yang ingin marah.
Tok tok tok
Suara keras ketukan pintu terdengar ke telinga Reno menghentikan canda tawa mereka.
''Masuk,'' ucap Reno dari dalam.
Ceklek.
Cezy membuka pintu ruangan tersebut. Dan ia melihat Reno bersama seorang wanita yang sangat cantik duduk di sofa ruangan tersebut.
''Cezy, ada apa?'' tanya Reno.
''Em, tidak ada apa-apa. Maaf mengganggu,'' ucap Cezy menutup kembali pintu ruangan Reno. Ia segera pergi dari sana.
''Bahkan aku pergi dari hadapannya saja dia tak mengejarku. Apa semua laki-laki seperti itu?'' batin Cezy yang terlihat kesal.
Ia segera pergi dari perusahaan tersebut dan pulang ke rumah Mama Luna. Ia sangat kesal sekali dengan Reno.
''Eh Cez, tumben udah pulang. Anak kamu udah bobok memangnya?'' tanya Chaca yang saat ini sedang berada di teras rumah bersama Baby Al dan Baby El. Biasanya Cezy Pulang ke rumah jika William sudah tidur, jika William susah tidur, Cezy lebih memilih menginap di sana, karna di sana ada mama Reno juga.
__ADS_1
''Lagi ngak mood jadi baby sitter,'' ucap Cezy ketus. Ia segera berjalan ke lantai atas dimana kamarnya berada.
''Cezy lagi kenapa sih. Kadang-kadang normal, kadang-kadang kayak orang kurang waras,'' gumum Chaca.
''Tutup telinga dan mata kalian, tantemu itu memang sedikit kurang waras jika menyangkut perasaan,'' ucap Chaca kepada baby Al dan baby El. Padahal baby Al dan baby El sedang tertidur pulas. Jadi sebenarnya siapa yang kurang waras di sini.
Sedangkan di dalam kamar, Cezy sedang memikirkan Reno yang saat ini sedang bersama dengan wanita cantik. Bahkan sampai detik ini Reno tak mengirim pesan atau sekedar menghubunginya. Apa segitu sibuknya kah dia bersama wanita itu sampai-sampai ia lupa kepada wanitanya.
''Reno brengsek!!!'' ucap Cezy kedua kalinya mengumpati Reno.
Sedangkan di dalam perusahaan Reno sedang memikirkan cara agar Cezy cemburu dan mau mengenalkannya pada orang tuanya. Ia sudah tak tahan jika harus terus menerus bersama Cezy namun tak ada cap halal di antara mereka. Reno tersenyum smirk saat ide cemerlang hinggap di otaknya.
*
*
1 minggu pun berlalu, Reno semakin dingin kepada Cezy. Cezy sudah tak tahan dengan sikap dingin Reno kepadanya. Hari ini Cezy ingin mengajak Reno makan siang bersama dengan William juga.
Saat ini Cezy sedang berada di rumah Reno, jam pun menunjukkan pukul 11.30 sebentar lagi waktu makan siang.
''William mau ngak makan siang sama Daddy?'' tanya Cezy.
''Kalau begitu sekarang William telpon daddy ya, biar Daddy jemput,'' ucap Cezy.
''Oke Mom,'' ucap William.
Cezy segera melakukan panggilan telepon ke handphone milik Reno. Namun yang berbicara bukan Cezy melainkan William.
''Hallo,'' ucap Reno dari dalam telepon.
''Dad, kita makan siang sama-sama ya,'' ucap William.
''Maaf sayang. Tapi Daddy udah ada janji sama teman Daddy. William makan siang sama Mommy aja ya,'' ucap Reno dan itu pun langsung di dengar oleh Cezy. Cezy mengepalkan tangannya erat.
''Kita makan siang berdua sayang. Ngak papa kan?'' tanya Cezy masih di dengar oleh Reno.
''Maafkan aku sayang. Aku hanya ingin segera menghalalkanmu, tapi kenapa kamu masih sangat sulit di raih,'' batin Reno.
''Mas, kita jadi makan siang bareng kan?'' ucap seorang wanita dan itupun masih di dengar oleh Cezy.
''Daddy tutup dulu ya telponnya. Daddy masih banyak kerjaan sayang,'' ucap Reno lalu menutup sambungan teleponnya.
__ADS_1
Cezy ingin sekali marah dan berteriak. Ia sangat marah dan kesal kepada Reno yang sekarang sudah mencampakkannya.
''Apa Reno sudah tak mencintaiku lagi,'' batin Cezy tanpa sengaja meneteskan air matanya.
''Mom, Mommy menangis?'' tanya William polos.
''No sayang. Mommy ngak nangis, Mommy cuma kelilipan saja. Kita makan siang berdua ya, kamu mau makan siang dimana?'' tanya Cezy berusaha tegar di depan William.
''Kita makan siang di rumah aja ya Mom. Nggak seru nggak ada Daddy,'' ucap William. Cezy langsung menganggukan kepalanya. Ia juga tak berselera makan di luar.
''Mommy masak dulu ya. William tunggu saja di sini,'' ucap Cezy. Cezy segera memasak makan siang untuk mereka berdua dan oma. Setelah selesai memasak, Cezy memanggil Calon Mama mertuanya.
''Kita makan sama-sama Mah,'' ucap Cezy kepada Mama Nini.
Saat ini mereka sudah berada di meja makan. Cezy memasak ayam goreng, cah kangkung dan beberapa menu lainnya kesukaan William. Walaupun Cezy seperti anak yang manja, namun kalau urusan dapur Cezy bisa menghandle nya.
''Enak sekali masakan calon menantu Mama,'' ucap Mama Nini.
''Mama bisa aja,'' ucap Cezy.
''Mama Nini saja selalu memuji apa yang aku lakukan. Berbeda dengan Reno,'' ucap Cezy tersenyum getir saat mengingat Reno yang saat ini sedang makan siang bersama wanita lain.
Sebenarnya Reno hanya ingin tau seberapa besar cinta Cezy kepadanya. Sampai saat ini Cezy belum ada tanda-tanda cemburu ataupun marah kepadanya.
Hari pun menjelang sore, Reno memutuskan untuk pulang ke rumah karna terasa badan sangat lah lelah. Kebetulan asisten baru Reno juga ingin pulang, dan ia sedang menunggu taksinya di depan loby.
''Vi, mau pulang?'' tanya Reno.
''Iya Mas, masih nunggu taksi,'' ucap Vio.
''Rumah kita kan se arah. Bagaimana kalau kamu bareng aku aja,'' ucap Reno dan tanpa menunggu lama Vio menyetujui ajakkan Reno.
*
*
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya.
Like, coment, vote dan beri hadiah.
Kopi dan bunganya jangan lupa bestieππππ
__ADS_1