
''Hem aku baik-baik saja,'' ucap Chaca sambil memijit kepalanya yang terasa nyut nyutan.
''Dia siapa?'' tanya Ronald.
''Dia?'' beo Chaca. Ia tidak tau kemana arah pertanyaan Ronald.
''Iya, pria tadi siapa?'' tanya Ronald.
''Dia mantanku,'' ucap Chaca.
''Mantan?'' tanya Ronald.
''Iya mantanku. Awal kami berkenalan saat kami masih kuliah dulu. Kami berpacaran hampir 4 tahun. Hingga akhirnya dia menghianatiku,'' ucap Chaca menjelaskan.
''Selama itukah kalian berpacaran?'' tanya Ronald. Chaca hanya menganggukkan kepalanya.
''Dia adalah cinta pertamaku. Dan aku juga cinta pertamanya. Tapi entah lah Tuhan malah menjodohkan ku dengan dirimu.'' Chaca menatap Ronald lekad lekad. Sepertinya suaminya ini sedang cemburu.
''Jadi itu alasan kamu berdandan cantik hari ini?'' tanya Ronald yang siap mengeluarkan tanduknya.
''Aku tak tau jika yang mewakili bu Lily adalah Haris,'' ucap Chaca.
''Masa?'' tanya Ronald dingin.
''Hem. Kenapa kamu cemburu?'' tanya Chaca seakan tanpa dosa.
''Ya jelas iya lah. Apa kamu tadi tidak melihat? dia melihatmu sampai ingin jatuh tuh mata. Rasanya aku ingin mencolok matanya tadi,'' ucap Ronald geram.
''Ya begitulah punya istri cantik. Apalagi seorang CEO,'' ucap Chaca semakin membuat Ronald emosi.
''Oh jadi kamu bangga? begitu?'' tanya Ronald dengan tatapan dingin.
''Bukannya bangga tapi itu memang kenyataannya. Kenapa kamu harus marah-marah,'' ucap Chaca.
''Semua yang ada pada dirimu itu milikku. Jadi tidak boleh ada yang melihat ataupun menyentuhnya,'' ucap Ronald menatap tajam istrinya.
''Sore nanti kita berangkat! aku sudah tak sabar memberikan hukuman padamu,'' ucap Ronald yang tidak ingin di bantah.
''Tapi mas, perjanjiannya kan besuk.'' Rengek Chaca.
''Tidak ada tapi-tapian,'' ucap Ronald menatap tajam ke arah Chaca. Chaca hanya mendengus kesal.
Setelah seharian menyelesaikan pekerjaannya. Chaca dan Ronald pulang dari perusahaan Bora Group. Ia segera menyiapkan barang-barang yang akan di bawanya.
''Ngak usah cemberut gitu. Kita cuma beberapa hari berada di sana,'' ucap Ronald.
''Berapa hari?'' tanya Chaca penasaran.
__ADS_1
''Tergantung dong,'' ucap Ronald tersenyum licik.
Setelah sampai di rumah keluarga Bora. Chaca segera masuk ke dalam rumah. Di sana sudah ada Mama Luna yang menyambut kedatangan mereka.
''Gimana rumah barunya? nyaman banget ya sampai lupa kalau Mama di sini sendirian,'' ucap mama Luna terlihat cemberut.
''Mama ngak usah lebay deh Chaca di sana masih 2 hari kayak di tinggal 1 tahun aja,'' ucap Chaca kesal dengan tingkah mamanya yang kadang-kadang lebay.
''Iya iyaaa. Oh iya barang-barang kalian udah mama siapin. Jadi kalian tinggal berangkat deh,'' ucap mama Luna begitu semangat.
''Mama ngak merencanakan sesuatu kan?'' tanya Chaca mencurigai sang Mama.
''Kenapa otak kamu itu selalu berfikir negarif sama orang lain sih. Mama udah baik hati loh menyiapkan keperluan bulan madu kalian. Tapi malah berfikir yang enggak enggak sama Mama,'' ucap mama Luna yang terlihat kesal.
''Iya iya Ma, maafin Chaca dan terima kasih udah mau nyiapin keperluan Chaca,'' ucap Chaca sambil memeluk mamanya. Kadang mereka berdua seperti kucing dan tikus. Tapi sebenarnya mereka saling menyayangi satu dengan yang lain.
Dulu yang seperti kucing dan tikus adalah papa Wira dan Chaca semenjak papa Wira meninggal. Mama Luna berusaha menjadi papa dan mama yang baik untuk Chaca.
''Ma kita ke atas dulu ya. Mau bersih-bersih dulu,'' ucap Ronald.
''Iya setelah itu kalian turun makan,'' ucap mama Luna.
*
*
''Cari kerja dong Van. Uang tabungan kita sudah menipis nih.'' Monica merengek menyuruh Devan untuk mencari kerja.
''Kan aku sudah pernah bilang sama kamu. Kalau ancaman Chaca itu bukan hanya sekedar ancaman. Dan sekarang kamu merasakan semuanya kan?'' ucap Devan. Sebenarnya Devan juga pusing ingin melamar pekerjaan di mana lagi. Bahkan semua perusahaan tidak menerimanya. Pasti ini semua ada kaitannya dengan Chaca.
''Ya kamu hubungi dia lagi lah. Terus minta maaf pasti dia akan maafin kamu. Secara kan dia cinta banget sama kamu,'' ucap Monica tanpa dosa.
''Enak banget ya kalau ngomong. Kita hidup seperti ini juga gara-gara kamu. Kalau kamu tidak menggodaku mana mungkin hidupku sekarang seperti ini,'' ucap Devan kesal.
''Udahlah Van kamu jangan nyalahin aku terus. Aku kan hanya ngak mau kehilangan kamu. Aku cinta sama kamu Van,'' ucap Monica serius.
''Makan tuh cinta,'' ucap Devan lalu meninggalkan Monica begitu saja.
Hidup Devan sekarang sangat sulit. Tabungannya semakin menipis. Apalagi sekarang Devan hanya tinggal di kontrakan yang sangat kecil. Setiap hari Devan mencari pekerjaan dari perusahaan ke perusahaan yang lain tapi semua perusahaan menolaknya.
''Apa aku harus ke Jakarta. Dan mencari pekerjaan di sana?'' pikir Devan.
''Tapi bagaimana dengan Monica. Monica sekarang sedang hamil, dan yang di kandungnya adalah anakku. Aku ngak mungkin ninggalin dia sendiri,'' ucap Devan lagi.
*
*
__ADS_1
Sementara pasangan penganti baru saat ini sudah berada di Bandar Udara Internasional Lombok. Mereka baru saja tiba di sana.
''Mas capek.'' Keluh Chaca.
''Sebentar lagi kita sampai yank,'' ucap Ronald mengelus kepala sang istri. Mereka terlihat seperti pasangan yang sangat romantis.
Setelah beberapa saat menaiki taksi mereka sampai di hotel tempat mereka menginap. Chaca segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
''Huft capek sekali,'' ucap Chaca memejamkan matanya.
''Mandi dulu.'' Perintah Ronald.
''Sebentar mas,'' ucap Chaca yang masih memejamkan matanya.
''Apa kamu ingin mandi bareng?'' tanya Ronald sambil mengerlingkan matanya nakal.
''Oke. Aku mandi duluan,'' ucap Chaca langsung berlari ke kamar mandi. Sementara Ronald tertawa terbahak bahak melihat Chaca yang salah tingkah.
''Aduh gimana kalau malam ini malam terakhir aku jadi perawan,'' ucap Chaca panik.
''Sebenarnya aku belum siap. Tapi aku juga ngak mau dapat dosa. Aduh gimana ini,'' ucap Chaca lagi yang berada di kamar mandi.
Tok tok tok.
''Yank kamu ngak tidur kan di kamar mandi?'' tanya Ronald mengetuk pintu kamar mandi. Karna hampir setengah jam Chaca belum keluar juga dari kamar mandi.
''Iya sebentar,'' ucap Chaca di balik pintu.
''Aduh bajuku ketinggalan lagi. Gimana ini?'' Chaca terlihat mondar mandir di kamar mandi.
''Ah pakek baju yang tadi aja lah,'' ucap Chaca lagi. Ia segera memakai bajunya yang di pakai tadi saat berangkat.
Ceklek.
Pintu kamar mandi terbuka. Terlihat Chaca yang keluar dari kamar mandi.
''Ngak ganti baju yank?'' tanya Ronald.
''Hem iya. Ini mau ganti baju. Kamu sana cepat mandi,'' ucap Chaca.
Ronald segera masuk kamar mandi dengan membawa handuknya. Sementara Chaca mencari baju gantinya yang ada di koper.
''Mana sih baju gantiku. Kok semuanya baju kurang bahan seperti ini sih.'' Gerutu Chaca.
.
.
__ADS_1
Cieee siapa yang nungguin malam pertama Chaca dan Ronald๐๐๐