
Di rumah sakit.
Chaca yang habis melahirkan tadi malam, saat ini ia berlatih duduk, karna sejak semalam ia hanya boleh memiringkan tubuhnya.
''Aw ishhh,'' desis Chaca yang merasakan sakit pada bagian perutnya yang bekas operasi.
''Masih sakit yank?'' tanya Ronald memegangi tubuh Chaca agar tidak ambruk.
''Hem sedikit,'' ucap Chaca yang menahan rasa ngilu tersebut.
''Mas, aku pengen gendong baby Al El,'' ucap Chaca. Ronald segera menggendong baby Al dan meletakkannya di tangan Chaca. Sedangkan ia kembali menggendong Baby El.
''Hih anak Mommy tidur mulu sih. Jadi tambah gemes,'' ucap Chaca menoel noel hidung mancung milik Baby Al.
Ronald dan Chaca menamai bayi kembar mereka Aarash Alvano Sanjaya dan Aarash Elvino Sanjaya. Nama panggilan mereka Al dan El.
Setelah menggendong Baby Al, kini Chaca menggendong Baby El. Ia harus adil kepada bayi kembarnya.
''Kamu juga kenapa mirip banget sama Daddy. Mbok ya 1 mirip Mommy to sayang, semua milik Daddy kalian angkut,'' ucap Chaca kepada Baby El.
*
*
Sementara di kamar pengantin baru, Salsa dan Devan baru saja membuka mata. Karna terlalu lelah dengan kegiatan semalam.
Salsa turun dari ranjangnya karna ia ingin ke kamar mandi. Namun belum sampai kakinya menginjak lantai, bagian intinya terasa ngilu.
''Kamu kenapa sayang?'' tanya Devan yang tidak peka.
''Sakit,'' ucap Salsa.
''mana yang sakit?'' tanya Devan khawatir.
''Masih nanya bagian mana. Memangnya bagian mana yang kamu robek tadi malam?'' ucap Salsa kesal.
''Ya maaf sayang. Tapi semalam kamu juga menikmatinya kan,'' ucap Devan.
''Sttt diam,'' ucap Salsa menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya.
Salsa berdiri pelan-pelan. Ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
''Jalanmu seperti bebek sayang,'' ucap Devan. Salsa yang mendengar ucapan Devan lalu melototkan matanya.
''Dasar ngak tanggung jawab banget,'' gerutu Salsa yang masuk kamar mandi.
Ponsel Salsa yang berada di atas nakas berbunyi. Tanda ada pesan masuk.
''Siapa sih,'' ucap Devan penasaran. Ia meraih ponsel tersebut dan membukanya. Ternyata ada yang mengirim chat di grub sosmednya.
__ADS_1
''Chaca melahirkan?'' ucap Devan membuka foto baby twins yang di kirim di grub tersebut.
''Lucu sekali,'' ucap Devan tersenyum saat melihat baby Al dan baby El.
''Kamu kenapa senyum-senyum seperti itu?'' tanya Salsa yang baru saja keluar dari kamar mandi.
''Lihat ini, lucu banget,'' ucap Devan memperlihatkan foto baby Al dan El.
''Bayi siapa?'' tanya Salsa yang belum tau.
''Bayi Chaca dan suaminya. Lucu ya. Kita buat yang seperti itu yuk,'' ucap Devan semangat.
''Chaca udah melahirkan?. Kita ke rumah sakit sekarang yuk,'' ajak Salsa yang tak sabar.
''Mandi dulu sayang. Ngak sabar banget sih,'' ucap Devan berlalu ke kamar mandi. Sementara Salsa yang berada di dalam kamar melihat lagi foto baby Al dan El.
''Lucu banget sih kalian. Tapi kalau di lihat-lihat seperti ini kalian mirip banget dengan Ronald,'' ucap Salsa yang tertawa cekikikan sendiri.
Setelah sarapan, Salsa dan Devan pergi ke rumah sakit tempat Chaca melahirkan. Salsa benar-benar tak sabar ingin bertemu dengan baby Al dan El. Walaupun dia masih kesakitan namun ia sangat ingin bertemu dengan si kembar.
Setelah perjalanan beberapa menit, mereka telah sampai di rumah sakit tempat Chaca melahirkan. Mereka segera menuju ruangan Chaca.
Tok tok tok.
Pintu ruanga tersebut di ketuk dari luar.
''Ngak tau, coba aku lihat dulu,'' ucap Ronald menidurkan baby Al ke dalam box bayi. Ronald berjalan menuju pintu.
Ceklek. Pintu di buka oleh Ronald.
''Eh kalian, silahkan masuk,'' ucap Ronald mempersilahkan Salsa dan Devan masuk. Salsa segera masuk ke dalam ruangan Chaca.
''Hai Chaa, gimana keadaan kamu?''' tanya Salsa berjalan mendekat ke arah Chaca.
''Alhamdulillah aku udah sehat kok,'' ucap Chaca.
''Selamat ya bebeb. Udah jadi mommy aja sekarang,'' ucap Salsa tersenyum ke arah Chaca. Salsa juga minta izin ingin menggendong si kembar dan Chaca jelas mengizinkannya.
''Ututu, lucu sekali sih kalian. Pengen cubit tuh pipi, boleh yaa,'' ucap Salsa yang terlihat gemas.
''Jangan di cubit lah Sa. Nanti dia nangis,'' ucap Chaca.
''Hehehe, habisnya gemes banget deh. Tak bawa pulang 1 ya,'' ucap Salsa menggoda Chaca.
''Buat sendiri dong. Kalau aku bisa menghasilkan bayi kembar seharusnya kamu juga bisa hamil bayi kembar 3, 4 atau 5 sekalipun,'' ucap Chaca.
''Memangnya aku kucing? Hamil kembar 3, 4 atau 5,'' ucap Salsa kesal.
Semua yang ada di ruangan tersebut tertawa bahagia. Chaca sekarang sudah tak sekesal dulu dengan Devan. Ia sudah memaafkan Devan.
__ADS_1
*
*
''Lama banget sih nih siput. Udah ngak sabar pengen ketemu baby boy nih,'' ucap Cezy ngedumel sendiri. Saat ini Cezy berada di taksi menuju rumah sakit. Semalaman Mama Luna tak membangunkan Cezy saat Mama Luna pergi ke rumah sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit, ia segera bergegas menuju ruang rawat Chaca.
Ceklek.
Pintu ruangan itu Cezy buka dari luar, semua mata memandang Cezy yang baru sampai.
''Hai Kak,'' ucap Cezy nyengir kuda. Cezy segera masuk ke dalam ruangan. Di sana masih ada Devan dan juga Salsa.
''Halo Kak Salsa,'' sapa Cezy. Ia berjalan mendekat ke arah Chaca. Cezy tanpa melirik ke arah Devan. Ia sangat menjaga matanya agar tak baper-baper lagi dengan Devan.
''Selamat ya kak, baby boy udah launcing,'' ucap Cezy.
''Iya Cez,'' ucap Chaca. Cezy segera menggendong Baby El.
''Udah pantes belum kak?'' tanya Cezy kepada Chaca.
''Kamu itu masih gadis bau kencur. Belum pantes sama yang beginian,'' ucap Chaca menatap sinis Cezy.
''Ya ampun Kak-Kak. Aku ini udah 22 tahun, udah pantes kalau nikah,'' ucap Cezy.
''Sayangnya belum ada yang mau sama gadis bar-bar kayak kamu,'' ucap Chaca.
''Gitu amat sih,'' ucap Cezy dengan muka di tekuk.
Tok tok tok.
Ronald yang mendengar pintu di ketuk langsung berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
Ceklek.
''Eh, hai Ren. Masuk,'' ucap Ronald membuka pintu sedikit lebar. Reno yang di persilakan masuk langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan.
''Selamat ya Ro, Cha atas kelahiran bayi kembarnya. William punya teman berantem nih,'' ucap Reno di selingi dengan tawa.
''Menurutmu aku susah-susah buat anak cuma di suruh berantem aja, gitu?'' tanya Ronald bersedekap dada. Ia menatap Reno dengan tatapan tajam.
''Biasa aja kali bro. Kayak kita kan senang kalau berantem,'' ucap Reno.
''Ya kali anaknya juga di suruh berantem. Yang bener aja kali,'' ucap Chaca yang ikut nimbrung.
*
*
__ADS_1