I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 86


__ADS_3

''Terima kasih. Tapi aku udah biasa di bilang cantik,'' ucap Salsa berjalan ke arah lemari pakaiannya. Salsa mengeryitkan dahinya. Karna keadaan lemarinya seperti habis terkena gempa.


''Kamu habis ambil apa di lemari. Kenapa berantakan sekali,'' ucap Salsa.


''Em itu tadi aku ambil baju, ngak sengaja yang lain ikut keluar,'' ucap Devan di buat sesantai mungkin.


''Baju? Baju apa? Kenapa ambil di lemariku. Lemarimu kan sebelah,'' ucap Salsa semakin curiga kepada Devan.


''Iya tadi aku lupa, soalnya pintunya sama,'' ucap Devan tak jelas.


''Ih ngak jelas banget sih,'' ucap Salsa yang tak sadar ada pakaiannya yang hilang di dalam lemari tersebut.


Ia segera memakai bajunya. Setelah selesai siap-siap mereka langsung turun le lantai bawah dengan membawa dua koper milik mereka.


''Ngak ada yang ketinggalan kan sayang?'' tanya Mommy Salsa.


''Kayaknya ngak ada Mom. Mending kita berangkay sekarang daripada nanti telat,'' ucap Salsa.


Mereka segera masuk ke dalam mobil. Sopir pribadi keluarga Salsa mengantar mereka sampai di Bandara Ibu Kota.


*


*


Hari ini adalah hari kedua bagi Cezy bekerja di RHD Group. Tadi malam ia sudah berbicara kepada Chaca perihal Reno yang selalu mengganggunya. Namun Chaca tidak komentar banyak, Chaca sudah mengenal Reno lumayan lama, menurut Chaca, Reno adalah pribadi yang baik dan asik. Cezy yang tidak menerima dukungan dari sang Kakak hanya memendam rasa kesal tersebut.


''Kak Chaca apa-apaan sih. Kenapa malah belain si tua bangka itu. Udah tau punya anak istri, masih juga gangguin orang,'' geruty Cezy yang saat ini berada di ruangannya. Reno selalu mencari cara agar bisa masuk ke dalam ruangan Cezy dan membuat dirinya kesal.


Ceklek.


Pintu ruangan Cezy di buka begitu saja dari luar. Cezy memutar bola matanya malas. Ia sudah tau siapa yang masuk ke dalam ruangannya tanpa permisi.


''Apalagi sih Pak?'' tanya Cezy malas.


''Makan siang yuk,'' ajak Reno.


''Saya makan siang di kantin saja,'' ucap Cezy datar.


''Makanan di kantin rasanya kurang enak. Gimana kalau kita makan di luar,'' ucap Reno pantang mundur.


''Menurutku makanan di kantin enak kok Pak. Kalau Bapak mau makan di luar silahkan,'' ucap Cezy.

__ADS_1


Tringg tringgg tringg.


Handphone milik Reno berdering, Reno segera merogoh saku celananya.


''Halo, ada apa Bi?'' tanya Reno.


''Den William Tuan, dari tadi pagi ngak mau makan sama sekali,'' ucap seseorang di balik telepon.


''Saya segera pulang Bi,'' ucap Reno langsung mengakhiri panggilan telepon tersebut. Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya lagi.


Reno menatap Cezy lekad-lekad, Cezy yang di tatap seperti itu hanya bisa menundukkan wajahnya, ia pura-pura sibuk dengan pekerjaannya.


''Kenapa dia menatapku seperti itu. Dasar buaya buntung!'' batin Cezy kesal.


''Ikut saya!'' ucap Reno langsung menarik tangan Cezy.


''Bapak apa-apaan sih. Saya mau di bawa kemana Pak?. Saya ngak mau ya Pak, atau saya akan teriak, biar semua orang tau jika pimpinan perusahaan ini berbuat kasar kepada karyawannya sendiri,'' ucap Cezy yang berusaha melepaskan cekalan tangan Reno.


''Saya minta tolong satu kali ini saja Cez, please,'' ucap Reno dengan muka memelas. Cezy yang melihatnya pun tak tega.


''Minta tolong apa?'' tanya Cezy pelan.


''Ikut saya, nanti kamu akan tau sendiri,'' ucap Reno.


''Aku ngak akan macam-macam sama kamu Cez, sebelum kamu menerima cintaku,'' ucap Reno memelankan kalimat akhir.


''Bapak ngomong apa?'' tanya Cezy yang memang kurang dengar.


''Lupakan, sekarang kita berangkat,'' ucap Reno membukakan pintu mobil untuk Cezy. Cezy pun tanpa paksaan menurut begitu saja.


Mobil milik Reno membelah jalanan Ibu Kota. Setelah perjalanan hampir setengah jam, mobil mereka sampai di depan rumah yang terlihat begitu besar dan mewah.


''Ini rumah siapa Pak?'' tanya Cezy yang sudah gatal ingin bertanya sejak tadi.


''Rumah saya,'' ucap Reno.


''Whatt??? Ngak Pak, saya ngak mau turun. Gimana reaksi istri Bapak, kalau Bapak tiba-tiba pulang dengan seorang gadis cantik seperti saya,'' ucap Cezy panik.


''Ngak papa. Istri saya tak akan marah kok. Nanti saya kenalkan dengannya,'' ucap Reno. Ia segera turun dari mobil dan membuka pintu sebelah Cezy.


''Tapi Pak---''

__ADS_1


''Udahlah, Cepat turun!'' ucap Reno yang tak mau di bantah. Cezy segera turun dari mobil walaupun hati terasa was-was, ia takut jika di sebut sebagai pelakor dan di viralkan seperti kebanyakan orang zaman sekarang.


Reno dan Cezy berjalan beriringan menuju pintu utama rumah tersebut. Tanpa mengetuk pintu, Reno mengajak Cezy untuk masuk.


''Ikut saya!'' ucap Reno.


''Saya tunggu di sini saja ya Pak. Ngak sopan kalau saya ikut Bapak,'' ucap Cezy duduk di sofa ruang tamu.


''Siapa yang suruh kamu duduk. Ayo ikut saya,'' ucap Reno mengajak Cezy naik tangga rumah tersebut.


''Ngak mau!'' ucap Cezy bersedekap dada.


''Cez, ini penting, jangan bercanda dong,'' ucap Reno.


''Saya ngak sedang bercanda Pak. Saya ngak mau ikut Bapak. Nanti jangan-jangan saya di perkosa sama Bapak,'' ucap Cezy bergidik ngeri.


''Saya tidak akan memperkosa kamu sebelum menghalalkanmu Cez. Cepat ayo,'' ucap Reno.


''Enggak pokoknya saya ngak mau!'' ucap Cezy. Perdebatan mereka tak luput dari pandangan seseorang dari lantai atas. Bocah kecil yang berumur 3 tahun itu menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.


''Daddy,'' ucap William langsung memeluk Daddy nya.


''Hai boy. Kata Bibi kamu ngak mau makan ya, kenapa?'' tanya Reno berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan anaknya.


''Ngak mau Dad. Aku mau ketemu Mommy!'' ucap William dengan wajah yang sedih. Selama ini William tak pernah tau jika Mommy nya sudah meninggalkan mereka untuk selama lamanya. Yang ia tau, ia tak punya Mommy, ia hanya punya Daddy. Karna Reno tak pernah menceritakan Mommynya, William terlalu kecil untuk mengerti itu semua.


''William ingin bertemu Mommy?'' tanya Reno dan di angguki oleh William. Beberapa malam ini, William selalu mengigau Mommynya, maka dari itu, Reno mempunyai ide untuk membawa Cezy ke rumah untuk menjadi Mommy bohongan untuk William, agar William mau makan. Semakin besar William semakin mengerti, kenapa yang ada di sisinya hanya Daddy, namun tidak ada Mommy seperti teman-teman sebayanya.


''Ini Mommy William. Sekarang William makan ya, di temani sama Mommy Cezy,'' ucap Reno menoleh kepada Cezy. Cezy yang mendengar Reno berkata seperti itu melototkan matanya tajam.


''Ini Mommy Wiyiam Dad?'' tanya William memastikan.


''Iya, ini Mommy William. Coba William sapa Mommy William,'' ucap Reno. William segera mendekat ke arah Cezy dan menjabat tangan Cezy lalu menciumnya. Cezy merasa nyaman dekat dengan anak ini. Cezy mengelus pucuk kepala William, lalu memeluknya. Namun apa kabar dengan Mommy William yang sebenarnya. Jika tau Reno membawa wanita lain ke rumah ini, bisa-bisa Mommy William yang sebenarnya mengamuk, Pikir Cezy.


''Mom, temani Wiyiam makan ya,'' ucap William dengan wajah yang memelas.


''Iya sayang. Tan e maksud Mommy, Mommy akan temani William makan,'' ucap Cezy dengan senyum di paksakan.


*


*

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya sobat.


__ADS_2