I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 82


__ADS_3

Di perjalanan Chaca dan Ronald berperang dengan fikiran masing-masing. Entah apa yang mereka fikirkan hanya mereka yang tau.


''Ehm,'' Cezy berdehem di kursi belakang. Ia merasa bahwa Kakak nya saat ini sedang memikirkan sesuatu.


''Ehm,'' Cezy berdehem lagi.


''Kenapa Cez, batuk?'' tanya Ronald.


''Enggak Kak. Tenggorokan ku kering aja,'' ucap Cezy melirik Chaca yang diam saja.


''Minum,'' ucap Ronald menyodorkan botol minum kepada Cezy.


''Thanks Kak Ronald yang tampan,'' ucap Cezy centil. Chaca yang mendengar Cezy menyebut suaminya tampan segera mendaratkan tatapan tajam ke arah Cezy.


''Kak Chaca kenapa?'' tanya Cezy pura-pura tidak mengerti.


''Ngomong lagi aku sumpal tuh mulut,'' ucap Chaca melotot tajam.


''Apaan sih. Jangan galak-galak dong. Nanti baby boy ikutan galak kayak emaknya,'' ucap Cezy.


''Dia lagi patah hati Cez. Mantannya menikah,'' ucap Ronald tanpa melirik ke arah istrinya.


''Ha?? Kak Chaca masih punya rasa sama Pak Devan?'' tanya Cezy yang heboh sendiri.


''Apaan sih kalian ini. Aku lagi ngak mood aja ya,'' ucap Chaca memilih melihat ke luar jendela.


''Iya ngak mood gara-gara di tinggal nikah sama mantan,'' ucap Ronald yang terus menerus meledek.


''Ngak usah ngomong kayak gitu ya. Aku udah ngak ada rasa sama dia,'' ucap Chaca yang kesal. Sejak tadi ia memilih diam karna terlalu lelah, tadi pagi mereka datang sebelum ijab qabul di mulai dan sampai acara resepsi selesai.


''Ngak ada rasa gimana, orang kayak patah hati gitu kok,'' ucap Ronald.


''Udah-udah kalian ini kenapa sih. Di sini ada anak di bawah umur ya. Kalau mau berantem nanti kalau udah nyampek rumah. Berantem tuh sepuasnya di atas ranjang,'' ucap Cezy kesal.


Sesampainya di rumah Mama Luna, Cezy segera turun dari mobil milik Ronald. Ronald segera melajukan mobilnya tanpa mau mampir dulu di rumah sang mertua.


''Udahlah ngak usah di fikirin. Emang dia jodohnya sahabat kamu sendiri kok,'' ucap Ronald tiba-tiba. Chaca hanya memutar bola matanya jengah.


''Kenapa diam saja. Nanti kesambet loh kalau melamun aja,'' ucap Ronald lagi. Namun lagi-lagi Chaca hanya diam saja tanpa mau merespon ucapan Ronald.


''Cha,'' panggil Ronald yang merasa kesal karna di cuekin oleh Chaca.

__ADS_1


''Chaaa,'' panggil Ronald lagi. Namun Chaca bungkam, tak ingin menjawab panggilan Ronald.


''Chacaaaaa,'' ucap Ronald setengah berteriak.


''Apaa sih Ronalddddd?'' tanya Chaca seadanya. Tanpa embel-embel Mas atau Sayang.


''Aku kira udah ngak bisa ngomong gara-gara di tinggal nikah,'' cibir Ronald.


''Aku lagi ngak mood aja debat sama orang gila,'' ucap Chaca memejamkan matanya.


''Apa kamu bilang. Aku ini suamimu loh. Kenapa kamu berkata seperti itu sama suami sendiri?'' ucap Ronald menatap Chaca dengan tatapan tajam.


Mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di halaman rumah mereka. Chaca segera turun dari mobil tanpa melihat ke arah Ronald. Tubuhnya terasa sangat lah lelah. Ia merasa bayinya seharian ini tidak se aktif biasanya.


''Tunggu Cha,'' ucap Ronald mengejar Chaca yang sudah hampir sampai di dalam kamar. Tanpa menjawab apapun, Chaca hanya membalikkan badannya menatap Ronald.


''Sampai segitunya kah kamu sakit hati karna di tinggal menikah dengan sahabatmu sendiri, hah?'' tanya Ronald menatap Chaca dalam-dalam.


''Aku lelah Ro. Please ngertiin aku,'' ucap Chaca berbalik dan masuk ke dalam kamar. Ronald yang melihat Chaca meninggalkannya segera ikut masuk ke dalam kamar.


Chaca terlihat masuk ke dalam kamar mandi. Beberapa saat kemudian, ia keluar dari dalam kamar mani dengan rambut yang basah. Pemandangan tersebut tak luput dari penglihatan Ronald. Ronald sangat penasaran kepada istrinya karna seharian ini hanya diam saja. Ronald mengira jika Chaca patah hati di tinggal menikah oleh mantam kekasihnya, dan yang lebih membuatnya sakit hati mantan kekasihnya menikah dengan sahabatnya sendiri.


Ronald segera masuk ke dalam kamar mandi. Ia tak mau berprasangka buruk kepada istrinya.


*


*


Salsa yang baru selesai dengan ritual mandinya, ia keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi. Rambut yang masih basah, membuat Devan menelan salivanya. Salsa tak tau jika suaminya sedang menatapnya dengan tatapan penuh gairah.


Greb


Devan memeluk Salsa dari belakang. Sontak saja Salsa di buat kaget. Tadi ia melihat Devan yang masih duduk di sofa kamarnya, tapi entah kapan ia berjalan ke arahnya dan memeluknya dari belakang.


''Sayang, aku ingin memiliki mu seutuhnya,'' bisik Devan di dekat telinga Salsa, membuat Salsa meremang.


''Em, aku keringkan rambut dulu Van,'' ucap Salsa melepaskan tangan Devan yang sedang memeluk pinggangnya mesra.


Salsa berjalan menuju meja riasnya. Ia segera menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambutnya. Tatapan Devan ke Salsa membuat Salsa bergidik ngeri.


''Aduh tatapannya itu lo, buat aku takut,'' batin Salsa yang mencuri-curi pandang lewat kaca di depannya.

__ADS_1


''Biar aku bantu,'' ucap Devan mendekat ke arah Salsa. Devan dengan telaten mengeringkan rambut sang istri.


Setelah rambut nya kering, Salsa berdiri dari duduknya. Devan segera menarik tubuh Salsa agar menempel di tubuhnya.


''Sayang,'' ucap Salsa gugup.


''Apa hem, jangan menghindar lagi sayang. Aku udah ngak bisa nahan,'' ucap Devan segera me*umat bibir se*y milik Salsa.


''Eugh,'' suara leng*han keluar dari mulut Salsa saat tangan Devan dengan aktifnya memasuki baju milik Salsa.


''Sa yang eugh,'' ucapan Salsa yang keluar dari mulutnya.


''Apa hem, enak kan?'' tanya Devan tersenyum ke arah Salsa. Salsa segera menundukkan kepalanya karna malu.


''Apaan sih,'' ucap Salsa memukul dada Devan pelan. Devan segera menarik tangan Salsa dan ia letakkan pada lehernya. Tanpa ba bi bi Devan segera menggendong Salsa menuju ranjang mereka.


Devan menindih tubuh Salsa berada di bawahnya. Ia sudah tak sabar ingin belah duren malam ini.


''Em Sayang aku kebelet pipis, sebentar,'' ucap Salsa mendorong tubuh Devan, Salsa segera meluncur menuju kamar mandi.


''Uh selamet,'' ucap Salsa memegang dadanya. Di dekat Devan membuat jantungnya lari maraton.


''Tapi aku keterlaluan ngak sih. Masa aku harus kayak gini. Sekarang kan Devan memang suamiku, sudah seharusnya aku melayaninya. Tapi gimana ya kalau sakit, aduh aku jadi takut gini,'' ucap Salsa panik di dalam kamar mandi.


Suara ketukan pintu membuat Salsa semakin panik.


''Gimana nih, ini semua gara-gara Chaca. Kalau Chaca ngak bilang sakit, aku ngak mungkin setakut ini. Chaca kan ngak pernah bohong,'' ucap Salsa polos.


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk lagi. Mau tak mau ia harus membukanya. Salsa ingin melawan rasa takutnya itu.


Ceklek.


''Kenapa lama sekali?'' tanya Devan menaikkan sebelah alisnya.


''Em, tadi aku sakit perut, jadi lama,'' ucap Salsa kepada Devan.


*


*

__ADS_1


Wkwkwk. Siapa nih yang nungguin mereka malam pertama😁😁


__ADS_2