I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 46


__ADS_3

Saat ini Dokter sedang memeriksa Ronald. Tapi Ronald masih terlelap dalam tidurnya. Chaca sampai heran kenapa dari tadi pagi Ronald nyenyak sekali tidurnya. Apa karena pengaruh obat yang di minum, pikirnya.


''Gimana Dok keadaan suami saya?'' tanya Chaca.


''Pasien besuk sudah boleh pulang,'' ucap Dokter.


''Saya mau pulang hari ini Dok,'' ucap Ronald yang tiba bangun.


''Kondisi anda masih lemas Pak, jadi anda di izinkan pulang besuk,'' ucap Dokter.


''Saya sudah sembuh Dok, pokoknya saya mau pulang hari ini juga,'' ucap Ronald yang keras kepala.


''Mas, Dokter bilang kalau kamu masih lemas. Besuk ya kita pulang,'' ucap Chaca. Namun Ronald tak menjawab, ia malah merebahkan tubuhnya lagi dan tidur.


''Saya permisi Bu,'' ucap Dokter. Setelah Dokter keluar, Chaca mendekati suaminya. Ia duduk di dekat Ronald.


''Aku tau kenapa kamu betah berlama-lama di sini. Karna ada mantanmu kan. Agghhh sh*tttt,'' batin Ronald mengumpat habis-habisan.


Kringggg


Dering telpon di handphone Chaca membuyarkan lamunannya. Ia segera mengangkat teleponnya.


''Halo.''


''Selamat Siang Bu, jadwal hari ini ada meeting dengan perusahaan Wijaya Corp jam 2 siang,'' ucap Nina sekretaris Chaca.


''Apa meetingnya bisa di undur Nin? saat ini saya masih di Rumah Sakit,'' ucap Chaca.


''Maaf bu, meetingnya sudah tidak bisa di undur lagi. Karna seharusnya meeting ini di laksanakan minggu lalu,'' ucap Nina.


''Baiklah, saya akan segera ke kantor,'' ucap Chaca. Ia ingin berpamitan dengan Ronald tapi Ronald terlihat tidur nyenyak.


''Aku telpon mama Reni ajalah, kasian Mas Ronald disini sendiri,'' ucap Chaca, ia langsung mencari nomor telepon mama Reni.


Setelah Mama Reni sampai di Rumah Sakit, Chaca segera berangkat ke perusahaannya.


Mama Reni duduk di sofa yang ada di ruang rawat Ronald. Ia sedang mengotak atik benda pipihnya.


''Mama,'' ucap Ronald.


''Eh kamu sudah bangun?'' tanya Mama Reni.


''Mama kok disini?'' tanya Ronald heran.

__ADS_1


''Mama di suruh jagain kamu, karna Chaca ada meeting penting katanya,'' ucap Mama Reni menjelaskan. Ronald hanya menganggukkan kepalanya.


''Ma, Ronals ingin pulang hari ini,'' ucap Ronald.


''Memangnya kamu udah sembuh beneran? apa Dokter sudah mengizinkan kalau kamu pulang sekarang?'' rentetan pertanyaan di lontarkan Mama Reni.


''Ronald udah baik-baik saja Ma, Ronald udah ngak betah disini lama-lama,'' keluh Ronald.


''Baiklah, Mama akan bicara dengan Dokter,'' ucap Mama Reni berlalu keluar dari kamar itu. Mama Reni selalu menuruti apa yang di inginkan anaknya, karna Ronald anak satu-satunya. Dan Mama Reni juga melihat jika Ronald memang sudah sembuh.


Beberapa saat kemudian Mama Reni kembali ke dalam ruang rawat Ronald bersama dengan seorang suster.


''Gimana Ma, Ronald boleh pulang sekarang kan?'' tanya Ronald.


''Iya, kamu boleh pulang. Dan suster ini akan melepas infus yang ada di tanganmu,'' ucap Mama Reni.


Ronald takut bagaimana jika rasanya sakit. Ia memejamkan matanya saat suster mencabut jarum yang menancap di tangannya. Ronald membayangkan jika Chaca berada di sisinya.


''Sudah,'' ucap Suster itu. Ronald langsung bernafas lega. Ia tak merasakan sakit sedikit pun, karna bayangan Chaca mampu membuat dia tak merasakan sakit.


Setelah mengurus biaya administrasi, Ronald dan Mama Reni pulang. Ronald meminta Mama Reni untuk mengantarkannya pulang ke rumahnya sendiri. Entahlah apa yang di lakukan Mama Reni hingga Ronald dengan mudah di perbolehkan pulang.


''Beneran kamu mau pulang ke rumahmu?'' tanya Mama Reni.


''Baiklah, Mama akan mengantarkan kamu. Apa kamu sudah menghubungi Chaca jika kamu pulang hari ini?'' tanya Mama Reni.


''Chaca masih meeting Ma, nanti Ronald akan kasih tau Chaca kalau aku udah pulang,'' ucap Ronald.


Di lain tempat, Chaca baru selesai meeting dengan klien dari Wijaya Corp. Saat ini ia akan segera balik ke Rumah Sakit untuk menemani Ronald.


''Nin saya balik dulu, kalau ada apa-apa hubungi saya,'' ucap Chaca kepada sekretarisnya.


''Baik Bu, hati-hati di jalan,'' ucap Nina.


Chaca berjalan menuju mobilnya. Ia ingin segera sampai di Rumah Sakit. Setelah beberapa saat Chaca sudah sampai di parkiran Rumah Sakit, dan ia segera bergegas masuk.


Ceklek.


Pintu ruang rawat yang kemarin di tempati Ronald kosong. Chaca bingung kemana Ronald pergi. Chaca segera bertanya kepada suster yang lewat di depannya.


''Sus, pasien yang ada di kamar ini kemana ya, kok di dalam kosong?'' tanya Chaca.


''Pasien sudah pulang Bu, mungkin sekitar 1 jam yang lalu,'' ucap suster itu.

__ADS_1


''Pulang? kenapa Ronald tak memberi tau aku?'' batin Chaca.


Chaca segera mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Ia segera menghubungi nomor suaminya.


Tut tut tut.


''Halo,'' ucap Ronald dari seberang telepon.


''Mas kamu udah pulang? kok ngak kabarin aku, pulang kemana?'' tanya Chaca.


''Ke rumah kamu,'' ucap Ronald yang suaranya terdengar dingin.


''Ya udah aku pulang sekarang,'' ucap Chaca lalu berjalan keluar dari Rumah Sakit. Ia segera masuk ke dalam mobilnya dan melaju untuk pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah ia segera mencari keberadaan Ronald, ia segera masuk ke dalam kamar karna pasti Ronald ada di sana. Dan benar saja saat ini Ronald sedang duduk di atas ranjang dengan bermain ponsel.


''Mas, kenapa pulang ngak ngabari aku dulu,'' ucap Chaca ikut duduk di dekat Ronald.


''Ngak sempet,'' ucap Ronald tanpa menoleh kearah Chaca.


''Mas Ronald kenapa? kenapa cuek gitu sama aku,'' tanya Chaca.


''Ngak papa,'' ucap Ronald yang masih fokus pada benda pipihnya. Chaca tidak kehabisan cara ia segera bersandar di pundak Ronald.


''Mas lagi lihat apa sih, kenapa istrinya di cuekin,'' ucap Chaca dengan suara manja.


''Aku ke kamar mandi dulu,'' ucap Ronald yang tiba-tiba berdiri. Chaca hampir ambruk, untung Chaca masih bisa menahan tubuhnya.


''Salahku apa sih sebenarnya?'' batin Chaca yang merasa Ronald berubah kepadanya.


Beberapa saat kemudian Ronald keluar dari kamar mandi, ia memilih duduk di sofa saat tau Chaca masih duduk di ranjang.


''Mas. Mas Ronald kenapa sih? kalau aku salah aku minta maaf, tapi jangan cuekin aku kayak gini,'' ucap Chaca mendekati Ronald. Tapi Ronald tak bergeming, ia lebih memilih fokus pada benda pipihnya.


''Mas,'' rengek Chaca.


''Apasih ngak jelas banget,'' ucap Ronald berdiri dari duduknya, namun saat ingin melangkah Chaca segera memeluknya dari belakang.


''Mas kenapa kamu berubah kayak gini sama aku. Apa Mas udah ngak cinta sama aku?'' tanya Chaca yang sudah terisak, entah kenapa akhir-akhir ini ia begitu melow jika menyangkut perasaan.


*


*

__ADS_1


Jangan lupa tekan like, favorite, vote dan Coment.


__ADS_2