
Hari pun berganti. Dan besok adalah hari di mana Wilson dan Cinta mengikat janji suci.
Hari ini Chaca dan Ronald bersiap-siap untuk pergi berbelanja. Hari ini Ronald menyempatkan waktu untuk istrinya, karna selama ini, dia terlalu sibuk bekerja. Mereka juga akan membelikan kado untuk Wilson dan istrinya.
Setelah beberapa saat perjalanan mereka sudah sampai di mall yang ada di kota tersebut. Ronald turun lebih dahulu, lalu ia membukakan pintu untuk istrinya.
''Terima kasih Mas,'' ucap Chaca menerima uluran tangan Ronald. Ronald menggenggam tangan Chaca sampai di sebuah toko pakaian wanita.
''Pilihlah yang kamu suka sayang,'' ucap Ronald.
Chaca memilih beberapa baju yang pas untuk ibu hamil dan juga beberapa dress.
''Cuma itu?'' tanya Ronald melihat Chaca hanya memilih beberapa baju.
''Ini aja deh,'' ucap Chaca yang memang sudah tak menginginkan yang lain.
''Mas bayar dulu, kamu istirahat aja di sini. Tungguin Mas, jangan kemana-mana,'' ucap Ronald meninggalkan Chaca di kursi toko tersebut.
Chaca fokus pada ponsel di tangannya.
''Chaca,'' panggil seseorang. Chaca segera mendongakkan wajahnya.
''Salsa,'' ucap Chaca langsung berdiri dan memeluk Salsa.
''Aku kangen banget sama kamu,'' ucap Salsa memeluk erat Chaca.
''Udah lepasin. Aku ngak bisa nafas nih,'' ucap Chaca. Salsa segera melepaskan pelukannya.
''Ih perutnya udah gede aja. Udah berapa bulan Cha?'' tanya Salsa mengelus gemas perut Chaca.
''Udah 8 bulan. Bentar lagi lahiran loh,'' ucap Chaca.
''Aku ngak sabar pengen kayak kamu juga,'' ucap Salsa.
''Memangnya kapan kamu married Sa?'' tanya Chaca.
''2 minggu lagi,'' ucap Salsa meringis memperlihatkan gigi putihnya.
''Waow, Malik gercep juga ternyata,'' ucap Chaca.
''Bukan sama Malik Cha, tapi sama seseorang yang sangat kamu kenal,'' ucap Salsa.
''Siapa?'' tanya Chaca mengerutkan keningnya.
''Dia masih ke toilet. Nanti aku kenalin sama kamu. Oh iya kamu udah selesai belanjanya?'' tanya Salsa.
''Udah, masih di bayar tuh sama misua,'' ucap Chaca menoleh ke arah Ronald yang masih mengantri di kasir.
''Sayang, udah belanjanya?'' tanya seseorang yang memeluk Salsa dari samping. Salsa dan Chaca langsung menatap orang tersebut.
''Devan!'' ucap Chaca kaget.
__ADS_1
''Hai Cha apa kabar?'' tanya Devan tersenyum ke arah Chaca.
''Cha, dia calon suami aku,'' ucap Salsa.
''Kamu beneran Sa. Tapi dia---''
''Aku udah tau semuanya Cha. Aku mohon restui kami. Devan sudah menyesali kesalahannya dulu. Dan dia juga sudah berubah,'' ucap Salsa menggenggam tangan Chaca.
''Tapi dia tidak sebaik yang kamu kira Sa. Aku ngak mau kamu merasakan apa yang aku rasakan dulu,'' ucap Chaca.
''Ini keputusanku Cha. Aku mencintainya,'' ucap Salsa dengan mata berkaca-kaca.
''Jika itu semua sudah keputusanmu, aku hargai itu Sa. Tolong jangan pernah sakiti dia Van,'' ucap Chaca beralih menatap Devan.
''Aku tidak akan menyakitinya Cha. Aku akan terus membuat dia bahagia,'' ucap Devan tersenyum ke arah Salsa.
Ronald yang telah selesai membayar belanjaan Chaca segera berjalan ke arah tempat Chaca. Di sana terlihat Chaca sedang berbicara dengan seseorang yang sangat di kenalnya.
''Sayang,'' ucap Ronald dari arah belakang.
''Iya, Udah Mas?'' tanya Chaca berbalik menghadap Ronald. Dan Ronald hanya menganggukkan kepalanya.
''Kita pulang!'' ucap Ronald datar.
''Sa aku balik dulu ya, jangan lupa undangannya,'' bisik Chaca di telinga Salsa. Chaca segera menggandeng tangan suaminya. Ia tau jika suaminya sedang tidak baik-baik saja.
''Kita langsung pulang Mas?'' tanya Chaca yang terus mengikuti langkah kaki Ronald.
''Hem,'' ucap Ronald datar.
''Iya kita pulang!'' ucap Ronald.
''Kenapa sih harus cuek gitu. Emang aku nglakuin salah apa?'' tanya Chaca yang kesal terhadap suaminya.
''Gini nih kalau udah ketemu masa lalunya, pasti maunya uring-uringan terus,'' ucap Ronald menatap datar ke depan.
''Apa sih gak jelas banget,'' ucap Chaca.
Mereka menghentikan perdebatannya. Setelah sampai parkiran mobil, Chaca masuk terlebih dulu lalu menutup pintu mobil dengan kencang.
''Yank apa-apaan sih. Ngak bisa apa pelan-pelan aja,'' ucap Ronald kesal.
''Ngak bisa!'' ucap Chaca tanpa menoleh ke arah Ronald.
''Seharusnya aku loh yang marah, tapi kenapa malah kamu yang uring-uringan,'' ucap Ronald yang tak kalah kesal.
''Memangnya cuma kamu aja yang bisanya marah-marah ngak jelas!'' ucap Chaca.
''Ya udah ya udah Mas minta maaf. Makanya jangan deket-deket sama mantan kamu,'' ucap Ronald.
''Yang deket-deket siapa? Di sana juga ada Salsa juga kok. Orang Devan calon suaminya Salsa,'' ucap Chaca.
__ADS_1
''Apa??'' tanya Ronald kaget.
''Devan calon suaminya Salsa,'' ucap Chaca menekan setiap kalimatnya.
''Mas ngak salah denger? Setau Mas, Devan itu asistennya Salsa deh. Kenapa sekarang jadi calon suaminya?'' ucap Ronald sambil mengerutkan keningnya.
''Ya mana aku tau,'' ucap Chaca mengedikkan bahunya. ''Jodoh siapa yang tau,'' ucap Chaca lagi.
''Kisah mereka seperti kita ya,'' ucap Ronald.
''Enggak lah. Aku kan menikah dengan berondong. Bukan menikahi duda,'' ucap Chaca yang terlihat masih kesal dengan Ronald.
''Jadi Devan itu duda?'' tanya Ronald kaget.
''Hem, kata Salsa sih. Aku juga ngak tau,'' ucap Chaca seadanya.
''Kamu masih marah sama Mas? Mas kan udah minta maaf yank, udah dong ngak usah ngambek lagi,'' ucap Ronald dengan muka memelas. Namun Chaca masih dengan muka di tekuk.
''Kamu mau apa, hem?'' tanya Ronald agar Chaca tak marah lagi.
''Aku mau sate kambing yang ada di dekat perempatan sana,'' ucap Chaca dengan bibir yang masih mengerucut.
''Oke kita beli. Tapi di makan di rumah aja ya,'' ucap Ronald dan di balas anggukan oleh Chaca.
Setelah sampai di depan sate kambing, Ronald segera memakai masker dan turun dari mobilnya. Ia tak tahan harus mencium bau daging kambing.
''Mas 2 porsi ya,'' ucap Chaca berteriak dari dalam mobil. Ronald hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
*
*
''Van, bagus ngak ini?'' tanya Salsa mencoba dress yang berwarna putih. Dress itu sangat cocom di pakai oleh Salsa.
''Kamu cantik Sa,'' ucap Devan menatap Salsa dari atas sampai bawah.
''Ya udah aku ambil ini aja ya,'' ucap Salsa.
''Ngak pengen yang lain lagi? Nanti aku yang bayar,'' ucap Devan.
''Aku bisa bayar sendiri Van. Aku belum miskin ya,'' ucap Salsa.
''Ngak boleh nolak rezeki dong. Mas yang akan bayar belanjaan kamu,'' ucap Devan.
''Ya udah terserah kamu saja,'' ucap Salsa.
Salsa memilih beberapa dress lagi. Setelah selesai memilih, Devan segera membayar belanjaan Salsa.
*
*
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya
Like, fav, vote, dan coment