
''Udah ya, nggak usah marah-marah lagi,'' ucap Reno mengecup pipi Cezy.
''Ihhhh nggak usah cari kesempatan dalam kesempitan ya,'' ucap Cezy kesal.
''Udah dong marahnya sayang, Mas kan udah minta maaf,'' ucap Reno memohon.
''Aku akan memaafkan mu asalkan aku kembali lagi bekerja jadi asistenmu di kantor,'' ucap Cezy.
''Beneran mau kembali lagi ke kantor?'' tanya Reno.
''Ya beneran lah. Aku ngak mau ya kejadian hari ini terulang lagi. Walaupun kamu cuma akting tapi tetap saja aku cemburu,'' ucap Cezy.
''Kan kamu sendiri yang ingin keluar dari perusahaan. Apa kamu lupa?'' tanya Reno.
''Tapi sekarang aku mau balik lagi Mas! Pokoknya titik ngak pakek koma,'' ucap Cezy.
''Iya iya. Udah jangan marah-marah mulu. Nanti cepet tua loh,'' ucap Reno menggoda.
''Hem.''
*
*
Cezy pulang dari rumah Reno di antar oleh Reno. Mereka sudah merencanakan akan pergi ke Amerika pada akhir pekan ini.
''Kamu ngak turun dulu?'' tanya Cezy.
''Ngak usah sayang. Nanti William keburu bangun. Mas pamit dulu ya,'' ucap Reno mengusap rambut Cezy penuh kasih sayang.
''Hati-hati Mas,'' ucap Cezy langsung mencium sekilas bibir Reno.
''Udah mulai berani ya,'' ucap Reno. Sedangkan Cezy keluar begitu saja dari mobil dengan wajah yang bersemu merah. Ia malu kenapa bisa melakukan hal itu kepada Reno.
Reno segera pergi dari halaman rumah Mama Luna setelah Cezy sudah menghilang di balik pintu.
''Mama, Cezy pulanggg,'' ucap Cezy yang terlihat bahagia.
''Tumben mukanya nggak di tekuk. Kayaknya bahagia banget deh,'' ucap Mama Luna.
__ADS_1
''Akhir pekan aku sama Reno mau ke Amerika Ma,'' ucap Cezy.
''Tumben,'' ucap Mama Luna penasaran.
''Aku mau nikah sama Reno Ma. Aku nggak mau kehilangan Duda untuk kedua kalinya,'' ucap Cezy.
''Mama setuju, dari pada kalian kemana mana ngak ada ikatan lebih baik segera di halalkan,'' ucap Mama Luna.
''Ya udah, Cezy mau ke kamar dulu Ma,'' ucap Cezy berlalu ke kamarnya. Setelah sampai di depan kamar, Cezy melirik ke arah kamar Chaca.
''Aku akan balas perbuatan Kak Ronald yang selama 1 minggu ini buat aku sedih, marah dan bete. Awas kamu Kak,'' ucap Cezy tersenyum licik.
*
*
''Sayang, Mas pulang telat ya. Ada pekerjaan yang harus Mas selesaikan. Kamu nggak usah nungguin Mas, cepat tidur😘,'' isi pesan Ronald kepada Chaca.
''Mas Ronald tumben lembur sih,'' batin Chaca yang telah membaca isi pesan dari suaminya.
Tok Tok
''Halo keponakan Tante yang paling tampan. Besok kalau besar jadi cowok playboy ya. Kamu kan tampan, ngak ada yang bakalan nolak kalian,'' ucap Cezy sambil mencium baby Al dan Baby El.
''Hey hey hey, kenapa kamu mengajari mereka seperti itu sih. Memang adik ngak ada akhlak,'' ucap Chaca yang tiba-tiba datang.
''Kan mereka tampan Kak. Lihatlah, masih orok aja udah kelihatan kalau bibit unggul. Apalagi udah besar, udah bisa berpenampilan keren. Mana ada yang bisa nolak pesona Al dan El,'' ucap Cezy.
''Tapi ngak usah mengajari mereka buat jadi playboy juga kaleee Cezzz. Hih bikin kesal aja,'' ucap Chaca.
''Aku kan cuma bilang Kak, kenapa harus se kesal itu. Kayak ngak dapat jatah aja sama suami,'' ucap Cezy.
''Mas Ronald masih lembur. Jadi ngak ada jatah malam ini,'' ucap Chaca ketus.
''Kak Ronald lembur, Masa sih? Awas ya Kak, Kakak harus hati-hati. Di luaran sana banyak ya contoh suami seperti suami Kakak ini. Katanya lembur tapi malah kencan sama wanita lain. Apalagi di rumah istrinya sedang hamil atau habis melahirkan. Soalnya istrinya udah nggak menarik lagi. Jadi ya gitu deh, punya cadangan,'' ucap Cezy mengompori Chaca.
''Kamu itu masih kecil, tau apa?'' ucap Chaca.
''Walaupun aku masih kecil. Tapi banyak berita seperti itu yang aku dengar Kak. Pokoknya Kakak harus hati-hati,'' ucap Cezy tersenyum smirk.
__ADS_1
''Masa gitu sih Cez. Tapi Mas Ronald ngak mungkin kayak gitu deh. Dia cinta mati sama Kakak,'' ucap Chaca.
''Memangnya Kakak tau isi hati manusia?'' tanya Cezy. Chaca hanya menggelengkan kepalanya.
''Nah kan. Kak Ronald kan masih muda ya. Kalau jalan sama Kakak yang habis lahiran kayak gini di sangka jalan sama Tantenya. Makanya Kak Ronald jarang bawa Kakak keluar jalan-jalan atau hanya sekedar cari angin,'' ucap Cezy.
''Apa iya Mas Ronald juga seperti itu ya. Tapi memang bener sih, penampilanku setelah melahirkan ngak ada menarik-menariknya. Tubuh tambah melar, pakai daster tiap hari, kadang kalau baby Al dan El rewel seharian nggak mandi. Apa Mas Ronald cari perempuan lain lagi di luar sana, seperti yang Cezy ucapkan ya,'' batin Chaca melamun.
''Hey Kak, malah bengong,'' ucap Cezy membuyarkan lamunan Chaca.
''Cez, aku takut kalau Mas Ronald seperti itu,'' ucap Chaca.
''Aduh Kak Chaca gampang banget sih di kadalin. Udah jelas-jelas Kak Ronald bucin parah sama dia. Tapi masih ragu aja sama suami bucinnya,'' batin Cezy yang merasa rencananya akan berhasil.
''Positive thinking aja Kak,'' ucap Cezy.
*
Jam pun menunjukkan pukul 21.00 Namun belum ada tanda-tanda Ronald pulang. Chaca yang sejak tadi menunggu merasa was-was. Belum pernah Ronald semalam ini pulangnya.
''Mas Ronald kemana sih. Di telpon juga ngak bisa,'' ucap Chaca menggerutu.
Chaca saat ini memakai mini dress warna merah terang. Ia berpakaian sangat se*y malam ini. Ia tak mau jika suaminya berpaling darinya. Chaca juga memoles wajah yang selama ini jarang sekali ia poles dengan make up. Lipstik senada dengan baju menambah aura se*y untuk Chaca.
''Percuma dong aku berpakaian kayak gini kalau Mas Ronald nggak pulang-pulang,'' ucap Chaca kesal.
Chaca masih berperang dengan fikirannya sendiri di balkon kamarnya. Ia sampai tak tau jika Ronald sudah berada di kamarnya.
''Kemana Chaca,'' batin Ronald.
Ronald yang melihat pintu balkon terbuka segera menuju ke arah balkon. Ia melihat sosok wanita dengan pakaian yang sangat se*y. Rambut terurai berkibar di tiup angin begitu saja.
Ronald mendekat, memastikan kalau yang ada di depannya saat ini adalah istrinya.
''Sayang,'' panggil Ronald pelan. Chaca menoleh saat mendengar suara orang yang sangat ia cintai.
''Mas,'' ucap Chaca berbalik menatap Ronald. Ronald tersenyum saat mengetahui orang yang ada di depannya ini betul istrinya.
*
__ADS_1
*