
''Aku ingin makan yang banyak Ro. Cari restoran yang paling enak.'' Perintah Chaca kepada Ronald.
''Baik Nona,'' ucap Ronald. Ronald melajukan mobilnya ke sebuah Restauran yang ada di Kota tersebut.
''Kenapa dia aneh sekali, kebanyakan wanita jika habis di hianati kekasihnya pasti akan galau, nangis atau bahkan mogok makan. Tapi dia beda, malah ingin makan yang banyak.'' Batin Ronald.
''Kenapa Ro, kamu mengataiku?'' tanya Chaca menatap Ronald.
''Tidak Nona,'' ucap Ronald.
''Jangan panggil aku Nona saat kita berdua Ro. Aku mau kamu menjadi temanku tidak hanya asistenku,'' ucap Chaca serius.
''Baik Cha,'' ucap Ronald.
Mereka sampai di restoran. Ronald segera turun dan membuka pintu untuk Chaca.
''Makasih Ro,'' ucap Chaca.
Mereka memasuki restoran yang tidak terlalu besar. Ia pun segera memesan makanan karna sedih juga butuh tenaga.
''Mas ayam panggang 1, bebek goreng 1, ayam cabe ijo 1, nasi 2 porsi dan minumnya es jeruk dan air mineral,'' ucap Chaca.'' kamu apa Ro?'' tanya Chacaa.
''Saya 1 porsi nasi ayam penyet aja sama teh hangat,'' ucap Ronald kepada pelayan.
Setelah menunggu beberapa saat makanan yang mereka pesan akhirnya datang. Chaca segera memakan makanannya. Chaca tidak mau memikirkan Devan yang sudah menyakitinya terlalu dalam. Ia tidak ingin masuk rumah sakit kedua kalinya gara-gara Devan.
''Pelan-pelan Cha,'' ucap Ronald. Sedangkan Chaca hanya tersenyum.
''Kamu mau cobain bebek gorengku ngak Ro. Enak banget lo,'' ucap Chaca.
''Ngak usah terima kasih.'' Ronald menolak halus. Sebenarnya ia ingin sekali, apalagi di suapi oleh Chaca tapi itu semua mustahil untuk Ronald.
''Nih aku bagi sama kamu. Aku ngak habis Ro, nanti mubazir lagi,'' ucap Chaca sambil membagi bebek gorengnya dan di berikan kepada Ronald.
''Pakek tangan biar lebih nikmat,'' ucap Chaca. sejak tadi Chaca makan tanpa memakai sendok.
''Saya ngak bisa makan kalau ngak pakek sendok,'' ucap Ronald ragu.
''Sini aaaaaa...'' ucap Chaca menyodorkan tangannya yang sudah ada nasi dan bebek goreng.
__ADS_1
''Tapi..'' ucap Ronald terpotong saat bebek goreng sudah berada dalam mulutnya.
''Susah banget sih tinggal mangap doang.'' Gerutu Chaca.
''Terima kasih,'' ucap Ronald dengan wajah yang memerah.
''Enak kan?'' tanya Chaca. Ronald hanya menganggukan kepalanya.
''Mau lagi?'' tanya Chaca.
''Su sudah No eh Cha. Saya sudah kenyang,'' ucap Ronald gugup. Ia tidak bisa mengontrol jantungnya. Berada di dekat Chaca membuat hatinya tak karuan. Ia ingin sekali mengungkapkan isi hatinya, tapi nyalinya tak seberani itu.
Setelah selesai makan Chaca mengajak Ronald jalan-jalan di kota itu untuk menghilangkan rasa sedihnya. Untung saja ada Ronald yang selalu menemani Chaca. Bahkan setelah di hianati oleh Devan, Chaca tidak lagi merasa sedih.
''Ro, Cari hotel di dekat sini. Malam ini aku ingin menginap di sini.'' perintah Chaca.
''Baik Cha,'' ucap Ronald memutar setir mobilnya mencari hotel yang ada di dekat sana. Setelah beberapa menit, mereka menemukan hotel yang cukup besar. Ronald memesan 2 kamar.
''Ini kamar anda, kamar saya ada di sebelah. Kalau ada apa-apa hubungi saya,'' ucap Ronald menyerahkan kunci kamar.
''Ro jangan seformal itu bisa ngak sih.'' Gerutu Chaca. ''ini bukan di kantor ya. Aku lagi butuh temen buat ngehibur aku,'' ucap Chaca dengan muka di tekuk.
''Maaf.'' Hanya 1 kata yang di ucapkan Ronald.
''Hallo,'' ucap Ronald.
''Ronald Ronald kekamarku sekarang!!! tolong aku Ro! cepat!!!'' teriak Chaca di balik telepon. Ronald segera lari ke kamar Chaca. Saat sampai di kamar Chaca, Ronald mencari keberadaan Chaca ternyata Chaca sedang berada di pojok tempat tidur dengan ketakutan.
''Apa yang terjadi?'' tanya Ronald sedikit ngos-ngosan.
''Ro tolong, Di bawah meja sana ada kecoa Ro,'' ucap Chaca dengan keringat bercucuran. Ronald segera mencari kecoa yang di maksud Chaca. Tapi hasilnya nihil mungkin kecoanya sudah lari pikir Ronald.
''Ada kan Ro,'' ucap Chaca yang masih gemetar.
''Mungkin sudah lari. Ngak ada apa-apa di bawah meja.'' Ronald mendekat kearah Chaca.
''Ro tapi tadi ada di sana. Tiba-tiba dia menggelitik kakiku. Aku takut Ro,'' ucap Chaca dengan tangan yang gemetar.
''Sudah jangan takut, ada aku di sini,'' ucap Ronald. Chaca segera melompat ke tubuh Ronald. Ia memang sangat geli sekali dengan kecoa.
__ADS_1
Hembusan nafas Chaca begitu terasa di kulit Ronald. Jatung Ronald berdetak dengan cepat. Ia tidak bisa mengontrol dirinya jika terus-terusan seperti ini.
''Maaf Cha,'' ucap Ronald.
''Kenapa?'' tanya Chaca yang belum sadar akan posisinya. tangannya masih melingkar di leher Ronald dan kepalanya mendelik ke leher Ronald sedangkan kakinya melilit tubuh Ronald.
''Apakah anda bisa turun sebentar?'' tanya Ronald dibuat sesantai mungkin.
''Ngak mau, aku takut Ro,'' ucap Chaca.
''Sebentar saja Cha, kecoanya sudah lari kok.'' Ronald yang menahan hasratnya mati-matian.
''Ngak mau.'' Chaca berucap, ia menggelengkan kepalanya yang masih menempel di leher Ronald.
''Please Cha jangan begini,'' ucap Ronald pelan. Chaca segera sadar akan posisinya dan segera turun dari gendongan Ronald.
''Maaf,'' ucap Chaca gugup. Ia baru sadar jika posisinya tadi membuat Ronald tidak nyaman. Pasti sekarang Ronald menahan hasratnya mati-matian.
''Hem,'' ucap Ronald sedang mengatur nafasnya.
''Maaf Ro,'' ucap Chaca lagi.
''Iya Nona Chaca'' ucap Ronald dengan sedikit ketus. Chaca hanya tersenyum saat melihat Ronald tidak memakai baju.
''Ro,'' ucap Chaca yang duduk di atas ranjangnya.
''Iya, ada apa?'' tanya Ronald.
''Kamu mau menggodaku Ro?'' tanya Chaca dengan senyum nakalnya.
''Menggoda?'' beo Ronald. Ia langsung tersadar jika ia tidak memakai baju, hanya melilitkan handuk di badannya. Wajahnya pun langsung memerah Ronald langsung setengah berlari pergi dari hadapan Chaca.
''Ro aku takutt, kamu mau kemana?'' tanya Chaca dengan suara manja. Tapi mungkin Ronald terlalu malu untuk menoleh lagi. Ia bergegas membuka pintu kamar dan keluar.
''Kenapa aku senang sekali menggoda si gunung es itu. Aku rasa saat ini aku sudah gila,'' ucap Chaca berbicara dan senyum-senyum sendiri.
''Kenapa aku jadi sebodoh ini. Pasti Chaca berpikir yang tidak-tidak tentangku.'' Ronald yang merutuki kebodohannya sendiri saat sudah sampai di dalam kamarnya.
*
__ADS_1
*
TINGGALKAN KOPI DAN BUNGA BIAR OUTHOR TAMBAH SEMANGAT NGEHALUNYA😁😁