
''Siapa juga yang mau bunuh diri. Aku cuma ingin berdiri di sana. Kamu kira aku sebodoh itu,'' ucap Monica tanpa dosa.
''Aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu. Tapi aku tidak bisa berjanji akan mencintaimu sama seperti dulu lagi,'' ucap Devan datar kepada Monica.
*
*
''Ronald makan siang yuk.'' Ajak Chaca kepada Ronald.
''Sebentar lagi, tunggu aku 5 menit.'' Ucap Ronald yang masih berkutat dengan pekerjaannya. Sementara Chaca lebih memilih duduk di kursi depan Ronald. Chaca memandangi Ronald yang masih bekerja. Ia tak menyangka akan menikah dengan pria yang umurnya di bawahnya 5 tahun. 1 bulan lagi mereka akan sah menjadi suami istri.
''Jangan memperhatikanku seperti itu. Apa kamu sedang mengagumi ciptaan Tuhan yang begitu tampan ini?'' ucap Ronald.
''Cepatlah Ro. Aku sudah sangat lapar,'' ucap Chaca mengalihkan pembicaraan. Ronald menutup laporan-laporan yang ia kerjakan. Ia segera menggandeng tangan Chaca keluar dari ruangannya.
''Ro lepasin. Ini masih di kantor,'' ucap Chaca memperingati Ronald.
''Hehehe maaf,'' ucap Ronald dengan senyum di wajahnya.
Setelah sampai restauran mereka segera memesan makanan. Banyak pengunjung di restauran itu karna sekarang jam makan siang. Chaca memilih restauran seafood, hari ini ia ingin memakan cumi udang lada hitam di restauran favoritenya.
Chaca dan Ronald duduk di kursinya. Mereka menunggu pesanan makanan mereka. Tiba-tiba ada seseorang yang mengenali Ronald.
''Ronald, kamu Ronald kan?'' tanya gadis yang seumuran Ronald.
''Bella,'' ucap Ronald.
''Bener kamu Ronald? ya ampun Ronald aku sangat merindukanmu,'' ucap gadis yang bernama Bella. Bella langsung memeluk Ronald dan mencium pipi kanan dan pipi kiri Ronald. Chaca hanya menyipitkan matanya saat Ronald di cium oleh gadis lain. Sedangkan Ronald hanya diam saja saat di peluk dan cium oleh gadis itu.
''Ehm.'' Chaca berdehem. Ronald segera menoleh kearah Chaca. Ronald bergidik ngeri saat Chaca menatapnya tajam.
''Apa dia kakakmu Ro? yang selalu kamu ceritakan kepadaku dulu.'' Tanya Bella penasaran.
''Bu...'' Belum sempat Ronald meneruskan ucapannya Chaca segera memotongnya.
__ADS_1
''Iya kenalkan saya Chaca Kakaknya Ronald,'' ucap Chaca memperkenalkan diri dengan senyuman di buat seramah mungkin, sampai-sampai Ronald merinding melihat senyuman Chaca.
''Hai Kak, kenalin aku Bella teman dekatnya Ronald saat kuliah dulu. Kita kemana-mana selalu bersama, banyak orang yang mengira kita sepasang kekasih lo. Iya kan Ro?'' ucap Bella.
''Kalian memang cocok. Yang 1 tampan dan yang 1 cantik benar-benar pasangan serasi,'' ucap Chaca. Ucapannya dibuat seramah mungkin agar Bella tidak curiga kepadanya.
''Kakak bisa aja,'' ucap Bella malu.
Setelah percakapan singkat itu Bella di ajak Chaca untuk makan siang bersama dan Bella jelas tak menolak ajakan Chaca. Mereka makan dengan sedikit mengobrol.
''Terima kasih kak. Kak Chaca baik sekali, sama seperti Ronald. Ronald sangat beruntung mempunyai Kakak seperti kak Chaca,'' ucap Bella.
''Terima kasih atas pujiannya,'' ucap Chaca. Setelah makan siang bersama, Chaca memutuskan kembali ke kantornya karna ini sudah hampir jam 2 siang. Ia berjalan setengah berlari meninggalkan Ronald. Ronald segera mengejar Chaca yang berjalan cukup jauh.
''Cha tunggu!'' ucap Ronald. Chaca segera menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Ronald.
''Cha aku bisa jelasin semuanya,'' ucap Ronald yang sudah tau jika Chaca marah kepadanya.
''Tapi aku ngak butuh penjelasan kamu!'' ucap Chaca meneruskan langkahnya.
''Chaa please dengerin aku dulu,'' ucap Ronald yang segera menarik tangan Chaca.
''Aku ngak akan lepasin tangan kamu kalau kamu belum mendengar penjelasanku,'' ucap Ronald.
''Terserah!" ucap Chaca lagi.
Ronald segera membuka pintu mobilnya. Dan menyuruh Chaca untuk masuk kedalam mobilnya. Ia akan menjelaskan kepada Chaca tentang Bella.
''Dia teman aku waktu kuliah dulu. Kami tidak sedekat apa yang di bicarakannya tadi. Kita hanya sebatas teman tidak lebih. Dan saat dia memelukku dan menciumku tadi aku tidak tau kenapa dia tiba-tiba dia menciumku dan memelukku. Yang aku tau dia memang seperti itu kesemua temannya,'' ucap Ronald menjelaskan.
''Tapi sayangnya aku ngak peduli Ronald!'' ucap Chaca membuat Ronald menggeram kesal. Ia sudah menjelaskan susah payah tapi reaksi Chaca hanya bilang tidak peduli.
''Apa kamu cemburu?'' tanya Ronald tiba-tiba, karna Chaca yang terlihat kesal kepadanya.
''Aku cemburu? sama temanmu yang bocah ingusan tadi? Ah yang benar saja!'' ucap Chaca dengan senyum smirknya.
__ADS_1
''Kalau kamu ngak cemburu kenapa terlihat kesal kepadaku?'' tanya Ronald.
''Aku kesal kepadamu karna kamu banyak bicara. Dan lihat ini sudah jam berapa? Membuang-buang waktu saja,'' ucap Chaca menggerutu kesal.
''Jadi kamu ngak cemburu sama Bella tadi?'' tanya Ronald.
''Buat apa aku cemburu. Kan aku hanya kamu anggap sebagai kakak bukan sebagai calon istri,'' ucap Chaca enteng.
''Chaa kamu salah paham lagi. Sebenarnya...'' ucap Ronald yang di potong lagi oleh Chaca.
''Sudahlah Ro. Aku ngak punya waktu untuk urusan yang ngak penting seperti ini,'' ucap Chaca. Sebenarnya ia sangat sebal kepada Ronald yang dengan mudahnya di peluk dan di cium oleh teman lawan jenis. Bagaimana kehidupan Ronald selama ini. Apa dia sudah tak perjaka? hal itu mungkin terlintas di pikiran Chaca saat ini.
''Cepat jalankan mobilnya atau aku akan memotong gajimu 50%,'' ucap Chaca.
''Aku ngak peduli. Bahkan jika aku bekerja tidak mendapatkan upah sama sekali itu tidak masalah bagiku. Karna aku keturunan satu-satunya keluarga Sanjaya yang kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan,'' ucap Ronald.
''Cih sombong sekali,'' ucap Chaca .
''Itu fakta Cha,'' ucap Ronald.
''Cepat jalankan mobilnya Ronald! Jangan membuatku marah!'' ucap Chaca yang sudah mengeluarkan tanduknya.
''Iya yank, Ngak usah marah-marah gitu lah. Nanti cepet tua cepet keriput loh,'' ucap Ronald yang membuat Chaca semakin marah tapi Chaca masih bisa menahannya.
''Nanti malam datang ke acara barbeque an di rumahku,'' ucap Chaca.
''Apasih yang enggak buat kamu, aku pasti datang yank,'' ucap Ronald yang sudah fasih memanggil dengan sebutan itu.
''Awas Ronald, akan aku balas apa yang sudah kamu perbuat tadi kepadaku.'' Batin Chaca tersenyum penuh arti.
Setelah perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di perusahaan Bora Group. Chaca segera masuk tanpa menoleh kearah Ronald yang berjalan di sampingnya. Ia masih teringat kejadian saat di restauran tadi. Saat Ronald dengan pasrah di cium oleh perempuan lain. Ada perasaan aneh yang menjalar kehatinya, ia tidak terima jika miliknya di sentuh oleh orang lain.
*
*
__ADS_1
Tinggalkan like sebanyak-banyaknya teman.
Kopi dan bunga juga, agar author tetap semangat menghalunya๐๐๐๐