
''Jadi makan ngak. Tante Luna tadi telpon, kita di suruh cepat-cepat pulang,'' ucap Ronald.
''Mama telpon kamu? kenapa ngak telpon aku?'' tanya Chaca sedangkan Ronald hanya mengedikan bahunya tanda tidak tau.
Mereka akhirnya makan dan segera pulang ke Jakarta daripada terkena amukan sang mama. Setelah perjalanan beberapa jam mereka sampai di Jakarta. Ronald mengantar Chaca pulang ke rumahnya.
''Kamu ngak mampir dulu?'' tanya Chaca.
''Enggak terima kasih,'' ucap Ronald.
''Ya udah deh,'' ucap Chaca segera turun dari mobil Ronald. Sedangkan Ronald langsung pulang ke rumahnya karna sang mama sudah menunggunya.
''Maa Chaca pulangggg,'' teriak Chaca.
''Dari mana kamu?'' tanya Mama Luna dengan bersedekap dada.
''Dari perusahaan cabang,'' ucap Chaca enteng.
''Harus nginep?'' tanya Mama Luna.
''Ya iya dong Ma. Capek kalau ngak nginep. Kerjaannya juga baru selesai hari ini,'' ucap Chaca duduk bersandar di sofa.
''Kerjaan apa kerjaan? Mama denger, kamu memecat Devan ya?'' tanya Mama Luna menaik turunkan alisnya.
''Em Mama tau dari mana?'' tanya Chaca menatap Mamanya takut.
''Ngak penting Mama tau dari mana. Tapi Mama sudah tau semuanya. Kamu di hianati Devan kan? itulah alasan Mama kenapa mama tidak merestui hubungan kalian,'' ucap Mama datar.
''Makasih Ma, Mama menyelamatkan aku dari orang yang salah,'' ucap Chaca memeluk Mama Luna. Air matanya menetes begitu saja.
''Sudah-sudah tidak usah sedih lagi. Kamu masih ingat kan apa yang Mama ucapkan 1 tahun yang lalu,'' ucap Mama Luna.
''Ucapan apa Ma?'' tanya Chaca karna memang dia tidak ingat ucapan yang di maksud Mamanya.
''Jika kamu tidak jadi menikah dengan Devan kamu akan Mama jodohkan dengan pria pilihan Mama. Kamu ingat kan? jangan pura-pura tidak ingat Cha,'' ucap Mama Luna.
''I iya ma ingat,'' ucap Chaca pelan dengan wajah tertunduk.
__ADS_1
''Ngak usah pasang wajah sedih begitu. Pilihan Mama ngak mungkin salah Cha. Kamu pasti bahagia dengan dirinya'' ucap Mama Luna.
''Tapi Ma---'' ucap Chaca terpotong.
''Ngak ada tapi-tapian. Nanti malam calon suami mu akan datang kemari. Jadi bersiap-siaplah.'' Perintah mama Luna.
''Kenapa mendadak sekali Ma. Rasanya Chaca belum siap Ma,'' ucap Chaca merengek seperti anak kecil. Mama Luna hanya menatap Chaca tajam pertanda ia tidak ingin di bantah.
''Mama sudah siapkan baju yang kamu pakai nanti malam, jadi bersiap-siaplah sekarang,'' ucap Mama Luna. Chaca segera naik menuju kamarnya. Ia harap-harap cemas dengan pilihan Mamanya. Memang Mamanya memilihkan yang terbaik untuknya. Tapi bagaimana kalau dia bukan tipe Chaca.
''Mama apa-apaan sih main jodoh-jodohin aku. Memangnya ini masih jaman dahulu kala apa.'' Gerutu Chaca di dalam kamarnya.
''Gimana ya kalau dia jelek trus ngak sesuai tipe aku trus tua lagi. Aduh-aduh rasanya aku mau kabur aja deh.'' Chaca yang kesal memikirkan jodoh pilihan mamanya.
''Mending aku kabur aja deh. Ronald pasti mau bantuin aku,'' ucap Chaca yang mencari hpnya dan menghubungi Ronald.
Tut tut
''Halo,'' ucap Ronald.
''Ro aku butuh bantuan kamu,'' ucap Chaca. Ia segera menjelaskan kepada Ronald niatnya untuk kabur dari acara pertemuan dengan calon suaminya. Tapi kali ini Ronald tidak bisa membantunya untuk kabur, karna saat ini Ronald ada acara dengan keluarganya.
*
''Ronald, Mama udah siapin baju buat kamu, nanti di pakai ya biar bisa couple an sama Chaca,'' ucap Mama Reni tersenyum kepada Ronald.
''Ronald takut Ma, gimana kalau Chaca nolak Ronald. Secara selama ini dia hanya tau Ronald hanyalah asistennya,'' ucap Ronald harap-harap cemas. Ia takut jika cintanya di tolak oleh Ronald
''Memangnya selama ini dia tidak tertarik sama kamu?'' tanya Mama Reni. Ronald hanya menggelengkan kepalanya.
''Kalau dia nolak kamu. Ya udah kamu cari jodoh lain dong,'' ucap mama Reni enteng.
''Tapi maa, Ronald mau nya sama Chaca.'' Rengek Ronald. Ia sudah seperti anak kecil jika bersama dengan Mamanya. Berbanding terbalik jika bersama dengan Chaca, Dia akan cuek dan dingin.
Jam pun menunjukkan pukul 7 malam. Saat ini keluarga Sanjaya sudah berada di jalan untuk menuju ke rumah Luna. Ronald sudah tidak sabar ingin menikahi Chaca. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia juga berharap agar Chaca mau menerimanya.
Sementara di keluarga Bora, Chaca dari tadi menggerutu tak jelas. Alasan gaunnya ngak enak di pakai lah make upnya terlalu menor lah dan masih banyak lagi keluhan Chaca. Chaca benar-benar tak siap dengan perjodohan ini.
__ADS_1
Setelah perjalanan hampir setengah jam, akhirnya mereka sampai di rumah keluarga Bora. Sudah lama sekali mereka tak menginjakkan kaki disini. Terakhir kesini waktu papa Chaca meninggal dunia.
Papa Sanjaya dan Mama Reni turun dari mobil, sementara Ronald masih mematung di dalam mobil. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Hari ini benar-benar membuatnya takut.
''Ronald kamu ngak turun?'' tanya Papa Sanjaya kepada anak semata wayangnya.
''Em i iya Pa,'' ucap Ronald gugup. Ronald mengikuti mama dan papanya. Setelah di sambut oleh Mama Luna mereka masuk ke dalam rumah.
''Chaca mana Na?'' tanya Mama Reni.
''Sebentar aku panggilkan dulu,'' ucap Mama Luna beranjak dari duduknya dan berjalan menaiki tangga.
Tok tok tok
''Cha sudah belum, udah di tungguin lo,'' ucap Mama Luna di balik pintu.
''Iya Ma sebentar,'' ucap Chaca berjalan pelan ke arah pintu. Jika ada pintu ajaib doraemon rasanya ia ingin menghilang saat ini juga.
''Doraemon aku butuh bantuanmu.'' Gumam Chaca yang sudah seperti orang gila.
''Cha cepetan dong. Lama banget sih,'' ucap mama Luna yang masih menunggu di balik pintu dengan tidak sabar.
''Iya iya ma sabar dong.'' Gerutu Chaca.
Mama Luna dan Chaca menuruni anak tangga. Chaca hanya menunduk tidak mau melihat pria pilihan Mamanya. Sampai di sofa pun Chaca masih menundukkan pandangannya.
''Nak, salim dong sama calon mertua kamu,'' ucap mama Luna. Chaca dengan wajah tertunduk menyalami Mama Reni dan Papa Sanjaya.
''Kamu ngak salim sama calon suamimu?'' ucap Mama Luna tersenyum. Chaca pun menurut, ia berjalan ke arah Ronald dengan posisi yang masih menunduk dan menyalami tangan Ronald tanpa mencium tangannya.
''Kenapa parfum ini tidak asing di hidungku?'' batin Chaca mengeryitkan dahinya. Ia kenal betul dengan bau parfum itu. Tapi Chaca tidak tau siapa yang mempunyai parfum tersebut. Dengan penasaran ia mendongakkan wajahnya pelan, ingin melihat siapa yang mempunyai bau parfum itu dan tak begitu lama Chaca di buat terkejut dengan apa yang ada di hadapannya saat ini.
*
*
Ayoooo likeee likeeee likeeee nya ya...
__ADS_1
🥰🥰🥰🥰🥰