
''Van ke restoran biasa yuk,'' ajak Salsa dan di angguki oleh Devan.
''Sebentar,'' ucap Salsa. Ia segera mengetuk ruangan Cezy.
Tok tok tok.
''Masuk,'' ucap Cezy dari dalam ruangan.
''Cez makan siang dulu yuk. Aku sama Devan mau makan siang di luar, kamu ikut ya,'' ucap Salsa. Dengan senang hati Cezy ikut makan siang dengan atasannya.
Selang beberapa menit mereka sampai di restoran. Mereka segera memesan makanan mereka.
Tringg tringg
Handphone Devan berbunyi.
''Siapa Van. Istrimu?'' tanya Salsa melirik ke arah Cezy.
''Istri? apa Pak Devan sudah punya istri?'' batin Cezy bertanya-tanya. Tatapannya masih fokus pada Devan yang mengangkat teleponnya.
''Hem istriku,'' ucap Devan menekan kalimat akhir.
''Berarti udah ngak duda lagi dong sekarang?'' tanya Salsa sengaja ingin memancing Cezy.
''Duda? jadi Pak Devan dulu duda, dan sekarang udah mau punya istri lagi?'' batin Cezy. Tatapan Cezy sulit di artikan, mungkin tidak terima jika Devan sudah memiliki istri.
''Istri dari Hongkong,'' ucap Devan sinis.
''Hahahaha canda Pak duda. Kenapa harus marah,'' tawa Salsa.
''Jadi Pak Devan duda?'' tanya Cezy antusias. Dan di balas anggukan kepala oleh Salsa.
''Kenapa?'' tanya Devan datar.
''Ngak kenapa-kenapa kok Pak,'' ucap Cezy tersenyum penuh arti.
''Aku yakin Cezy akan mengincar Devan,'' batin Salsa.
Setelah acara makan siang selesai, mereka kembali lagi ke kantor.
''Van ajari Cezy sampai bisa,'' ucap Salsa.
''Hem, iya iya,'' ucap Devan berlalu pergi meninggalkan Salsa.
Devan berjalan ke arah kursi kebesarannya. Ia sedikit memijit pelipisnya, kepalanya rasanya nyut-nyuttan.
''Huh,'' Devan menghembuskan nafasnya kasar. Setelah beberapa detik memejamkan mata, Devan pun membuka matanya kembali. Dan dia di kagetkan dengan sosok yang ada di depannya.
''Apa yang kamu lakukan di sini?'' tanya Devan yang hampir melompat dari tempatnya karna terkejut.
''Maaf Pak, tadi saya sudah mengetuk pintu, tapi Bapak tidak dengar. Saya hanya ingin di ajari membuat ini,'' ucap Cezy menyerah sebuah lembaran kertas yang terdapat banyak tulisan di sana.
''Saya sibuk! tolong pergi dari ruangan ini,'' ucap Devan dingin.
''Pak please, aku benar-benar tidak bisa Pak,'' ucap Cezy berbohong. Padahal, semua bisa Cezy lakukan, karna Cezy punya otak yang pintar. Hanya saja ia ingin selalu berada di dekat Devan.
__ADS_1
''Nanti saya ajari. Kamu pergi dari sini sekarang!'' perintah Devan. Devan memijit pelipisnya lagi. Entah akhir-akhir ini emosinya gampang meluap begitu saja.
''Chaca selama ini aku sudah mati-matian melupakanmu dan itu berhasil. Tapi kenapa sekarang aku malah mencintai seseorang yang akan menjadi istri orang,'' batin Devan. Ia segera menghembuskan nafasnya kasar.
''Devan kamu jangan begini. Ini perasaan yang salah Devan. Cukup Chaca saja yang kamu sakiti, jangan menambah korban lagi,'' batin Devan geram. Kenapa perasaan itu muncul begitu saja seiring berjalannya waktu.
*
*
Hari pun berganti bulan. Dan hari ini kehamilan Chaca menginjak 3 bulan.
''Sayang hari ini jadwal kita periksa ke Dokter,'' ucap Ronald mengingatkan Chaca.
''Iya Mas aku ingat kok,'' ucap Chaca.
''Nanti aku jemput kamu ya. Kamu ngak usah ikut ke kantor, kamu istirahat saja di rumah,'' ucap Ronald dan di balas anggukan oleh Chaca.
Cup
Cup
Cup
Cup
Ronald mengecup pipi kanan, pipi kiri dan juga kening, dan tidak lupa perut buncit milik sang istri.
''Sayang jagain istri Daddy, kamu jangan nakal di dalam sana ya jagoan Daddy,'' ucap Ronald mengelus perut buncit milik istrinya.
Ya ini sikap Chaca yang lain. Kadang ia akan bersikap manja dan orang lain harus menuruti keinginannya. Dan kadang ia akan bersikap cuek tanpa peduli dengan orang lain.
''Anak Mommy ngapain di dalam. Mommy kesepian sayang. Cepat tumbuh besar biar cepat berjumpa dengan Mommy ya,'' ucap Chaca yang mengelus perutnya.
Setelah selesai bersiap-siap Chaca turun ke lantai bawah untuk menunggu suaminya pulang. Selang beberapa saat mobil milik Ronald sudah terparkir di depan rumah.
''Udah nunggu lama?'' tanya Ronald yang terus mengecup setiap inchi wajah istrinya.
''Baru aja turun,'' ucap Chaca seadanya.
''Ya udah kita berangkat sekarang yuk,'' ajak Ronald.
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil. Ronald melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Selang beberapa saat mereka sudah sampai di Rumah Sakit.
''Sayang, Dokter yang biasa memeriksamu sedang cuti. Nanti ada Dokter lain yang menggantikan. Gimana, kamu mau tidak?'' tanya Ronald.
'Ngak papa Mas. Aku mau-mau aja. Bukankah Dokter sama saja,'' ucap Chaca.
Mereka segera masuk keruangan periksa. Sampai di sana ia tertegun dengan Dokter yang akan memeriksa Chaca.
''Indah,'' gumam Ronald pelan tapi masih di dengar oleh Chaca yang berada di sampingnya.
''Ronald kamu benar Ronald kan?'' tanya Dokter itu.
''I iya,'' ucap Ronald yang sedikit gugup.
__ADS_1
''Kamu udah nikah ya Nal. Kenapa aku ngak di undang?'' tanya Dokter cantik tersebut.
''Hem iya aku udah menikah. Dan ini istriku. Namanya Chaca,'' ucap Ronald mengenalkan Chaca kepada Indah. Chaca hanya tersenyim tipis, bahkan sampai tidak terlihat.
''Halo namaku Indah, saya teman SMA nya Ronald,'' ucap Indah memperkenalkan diri menyalami Chaca, Chaca juga membalasnya.
''Bisa kita langsung mulai, karna saya masih banyak pekerjaan,'' ucap Chaca yang terdengar dingin di telinga Ronald.
''Oh iya iya. Maaf saya sampai lupa. Silahkan berbaring Nyonya Chaca,'' ucap Dokter cantik tersebut.
Chaca berbaring, Indah segera memeriksa Chaca.
''Gimana keadaan anak ku Ndah?'' tanya Ronald.
''Bayinya sehat. Dan ternyata kembar ya. Wah sebentar lagi kamu bakal punya 2 jagoan dong,'' ucap Indah dengan sedikit tertawa.
''Aku tidak sabar menantikan hari itu,'' ucap Ronald.
Setelah selesai di periksa Chaca dan Ronald memutuskan untuk pulang ke rumah.
Di sepanjang jalan Chaca hanya membuang mukanya kesamping. Ia malas jika menatap suaminya itu.
''Beneran ngak mau mampir kemana gitu?'' tanya Ronald.
''Ngak!'' ucap Chaca.
''Apa kamu ngak pengen sesuatu?'' tanya Ronald.
''Pengen sih. Pengen nonjok orang sampai babak belur,'' ucap Chaca yang mermas jari-jarinya.
Glugg.
Ronald menelan ludahnya kasar.
''Pasti dia lagi marah,'' batin Ronald.
''Sayang kamu kenapa?'' tanya Ronald.
''Ngak papa,'' ucap Chaca.
''Huh, mulai lagi nih. Baby bantu Daddy agar Mommy mu ngak marah lagi,'' batin Ronald.
''Sayang di depan sana ada toko kue kesukaan baby kita. Apa kamu mau mampir dulu,'' ucap Ronald pelan.
''Ngak. Aku ngak nafsu,'' ucap Chaca ketus.
''Jangan marah dong yank. Kalau Mas punya salah Mas minta maaf. Tapi jangan seperti ini,'' ucap Ronald memelas.
*
*
Hehehhe
Yuk tebak siapa orang yang di sukai Devanππππ
__ADS_1