I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 95


__ADS_3

Di perjalanan tampak Reno dan Vio yang sedang mengobrol.


''Vi ada file yang harus kamu pelajari. Tetapi file nya masih di rumahku. Gimana kalau kamu mampir dulu di rumahku,'' ucap Reno.


''Oke Mas,'' ucap Vio menyetujui.


Sampai akhirnya mereka pun sampai di halaman rumah Reno.


''Masuk yuk,'' ajak Reno.


''Kalau saya tunggu di sini aja gimana Mas, ngak enak kalau saya ikut masuk,'' ucap Vio.


''Nggak papa, udahlah. Yuk,'' ucap Reno turun dari mobil.


Reno segera mengajak Vio mampir di rumahnya terlebih dulu. Vio duduk di kursi ruang tamu, sedangkan Reno menuju ruang kerjanya. Cezy yang baru saja keluar dari kamar asli milik William hanya menyipitkan mata.


''Perempuan itu siapa?'' batin Cezy yang melihat dari atas seorang perempuan duduk di sofa ruang tamu.


Cezy pun segera menuruni anak tangga karna sangat penasaran.


''Ehm,'' Cezy berdehem pelan. Otomatis Vio langsung menoleh ke arah Cezy.


''Hallo,'' ucap Vio menundukkan kepalanya.


''Kamu siapa?'' tanya Cezy.


''Dia asisten baruku di kantor,'' ucap Reno turun dari tangga.


''Asisten?'' ucap Cezy mengulangi ucapan Reno.


''Ya,'' ucap Reno seadanya. Reno melewati Cezy begitu saja. Ia segera duduk di samping Vio.


''Vio ini filenya, kalau ada yang belum faham tanyakan padaku,'' ucap Reno.


''Iya Mas,'' ucap Vio.


''Mas? Dia memanggil atasannya dengan sebutan Mas,'' batin Cezy bertanya-tanya.


''Ayo aku antarkan kamu pulang,'' ucap Reno. Cezy tambah melebarkan telinganya saat mendengar Reno ingin mengantarkan bawahannya.


Reno dan Vio hilang di balik pintu, sementara Cezy masih berperang dengan fikirannya sendiri.


''Apa selama ini aku yang terlalu bodoh?'' batin Cezy.


''Saat hatiku sudah jatuh cinta kepadamu, tapi saat itu juga kamu menghancurkan hatiku,'' batin Cezy.

__ADS_1


Cezy duduk di ruang tamu, ia akan menunggu Reno pulang. Namun hampir 1 jam lamanya ia menunggu, namun Reno belum kembali juga.


''Apa sejauh itu rumah asistennya?'' batin Cezy menggerutu. Ia masih bertahan menunggu Reno pulang. Hampir 2 jam sudah ia menunggu. Reno baru kembali mengantarkan Vio.


''Mas,'' ucap Cezy berdiri dari duduknya. Ia segera mendekat ke arah Reno.


''Ada apa Cez,'' ucap Reno.


''Aku mau bicara sama kamu,'' ucap Cezy yang masih memendam rasa sesak di dadanya.


''Aku lelah Cez. Aku istirahat dulu,'' ucap Reno berjalan melewati Cezy.


''Mas, apakah tidak ada waktu untukku 5 menit saja,'' ucap Cezy.


''Cez aku lelah. Aku ingin segera istirahat,'' ucap Reno.


''Aku hanya ingin kamu mendengarkan aku bicara. Cukup 5 menit Mas,'' ucap Cezy.


''Kamu ingin bicara apa?'' tanya Reno membalikkan tubuhnya menatap Cezy.


''Apa sudah tak ada cinta di hatimu untukku Mas?'' tanya Cezy dengan mata berkaca-kaca.


''Kamu ini bicara apa,'' ucap Reno mengalihkan tatapannya. Ia sebenarnya tak sanggup membuat pujaan hatinya menangis seperti ini.


''Jika memang kamu sudah tak mencintai aku lagi, aku akan pergi dari sini dengan senang hati Mas. Tidak perlu menyakiti hatiku seperti ini,'' ucap Cezy yang sudah tak bisa membendung air matanya lagi.


''Cez---


''Aku tau di hatimu sudah tak ada lagi namaku. Bahkan hampir 1 minggu ini kamu mencampakkan aku begitu saja Mas. Aku yang terlalu bodoh Mas. Seharusnya aku mundur, di saat kamu mengusirku di rumah sakit dulu. Tapi nyatanya aku malah menggagalkan keberangkatanku ke Amerika hanya demi kalian,'' ucap Cezy. Ia merasa sakit jika teringat pengorbanannya selama ini.


Apalagi 1 minggu ini membuat Cezy mengeluarkan ekstra kesabarannya. Selama 1 minggu Reno selalu acuh kepada Cezy, bahkan yang biasanya selalu mencium Cezy saat akan berangkat bekerja ia lupakan begitu saja. Bahkan saat Cezy tak datang ke rumahnya, Reno yang biasanya selalu menelpon atau sekedar mengirim pesan tak lagi seperti itu.


''Semoga William segera mempunyai Mommy pengganti yang lebih sabar,'' ucap Cezy meninggalkan Reno. Cezy naik ke lantai atas. Dimana kamar William berada. Ia segera mencium seluruh wajah William sebelum meninggalkan William.


''Mommy sayang sekali dengan William. Cepat besar sayang. Jadi anak kebanggaan Mommy. Sampai kapan pun kamu anak Mommy. Walaupun Mommy tak pernah melahirkanmu. Semoga kita bertemu lagi Nak,'' ucap Cezy tak kuasa menahan air matanya agar tak jatuh. Ia langsung meninggalkan kamar William. Namun Reno sudah berada di depan kamar William.


''Aku permisi,'' ucap Cezy menghapus air matanya. Ia segera berlari turun dari tangga. Reno menyusul Cezy yang turun ke bawah.


''Cez maafkan aku,'' ucap Reno memeluk Cezy dari belakang.


''Maafkan aku sayang,'' ucap Reno.


''Tidak ada yang perlu di maafkan Mas,'' ucap Cezy berusaha melepaskan pelukan Reno.


''Lepasin Mas,'' ucap Cezy.

__ADS_1


''Mas nggak akan melepaskan kamu sayang. Sebelum kamu maafin Mas. Mas sayang sama kamu,'' ucap Reno.


''Kamu mau kan menikah sama Mas?'' tanya Reno.


''Pertanyaan macam apa itu Mas?'' tanya Cezy yang terus menangis namun bibirnya berusaha tersenyum.


''Aku ingin menikah denganmu Cez. Tapi selama ini kamu selalu menolak saat aku ingin bertemu dengan orang tuamu. Aku sedih Cez. Aku merasa kamu hanya mempermainkan aku,'' ucap Reno.


''Aku ingin kita segera menikah. Aku ingin segera menghalalkanmu sayang. Tapi kenapa kamu sulit sekali di raih. Sampai akhirnya aku bertanya kepada Ronald tentang keluargamu. Dan Ronald mengatakan jika kamu kabur ke Indo hanya ingin mencari duda,'' ucap Reno tanpa di tutup-tutupi.


Air mata Cezy langsung berhenti. Antara sedih dan malu menjadi satu.


''Awas kamu Kak Ronald!'' batin Cezy.


''Cez,'' ucap Reno membalikkan tubuh Cezy yang semula membelakanginya menjadi menghadap ke arahnya.


''Cez maukah kamu menikah denganku,'' ucap Reno berjongkok di depan Cezy sambil menggenggam tangan Cezy.


''Maaf Mas aku ngak bisa,'' ucap Cezy melepaskan genggaman tangan Reno.


''Cez---


''Maaf Mas. Aku ngak bisa menikah dengan orang yang masih punya kekasih lain di belakangku. Aku pamit, aku pulang,'' ucap Cezy. Namun langkahnya terhenti saat Reno menarik tangannya.


''Pasti kamu mengira Vio adalah selingkuhanku kan. Dia asisten sementara ku di kantor. Kamu tak perlu khawatir sayang. Aku hanya mencintaimu. Vio adik kelasku dulu saat sekolah menengah atas,'' ucap Reno.


''Bohong!'' ucap Cezy.


''Aku nggak bohong sayang. Dia hanya di sewa oleh Ronald selama 2 minggu untuk membuat kamu cemburu. Dan 1 minggu lagi dia akan keluar dari perusahaan,'' ucap Reno meyakinkan Cezy.


''Tapi kenapa dia memanggilmu Mas juga. Aku ngak suka Mas,'' ucap Cezy mengerucutkan bibirnya.


''Agar kamu lebih cemburu,'' ucap Reno tersenyum menggoda.


''Dan kamu berhasil membuat aku cemburu, sakit hati dan marah,'' ucao Cezy kesal.


*


*


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.


Doa kan juga anak author cepet sembuh ya man teman.


See you next episode😊

__ADS_1


__ADS_2