
''Hussst kamu ini ngomongnya suka ngawur, kalau sampai bu Chaca dengar, bisa di pecat kamu.''
*
*
Di dalam ruangan meeting Ronald tak henti-hentinya mengumpat dalam hati, sebab yang menjadi klien mereka saat ini adalah seorang pria yang seumuran dengan Chaca istrinya. Mereka terlihat serius, tapi sesekali kliennya menatap Chaca dengan tatapan kagum.
Ronald yang melihat mereka hanya menggeram kesal. Pasalnya Chaca juga tak henti-hentinya tersenyum kepada klien mudanya itu. Ronald lagu-lagi di buat cemburu.
''Ah ****, kenapa Chaca selalu di kelilingi pria tampan,'' batin Ronald dalam hati.
Meeting yang di lakukan hampir memakan waktu 2 jam itu akhirnya berakhir juga. Ronald menghembuskan nafasnya kasar. Hanya 2 jam tapi menurut Ronald hampir 1 hari karna ia memendam rasa kesalnya.
Setelah kliennya berpamitan Chaca segera masuk ke dalam ruangannya, ia segera mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya. Chaca membuka layar laptop yang ada di meja. Ia tak menyadari jika sejak tadi ada yang mengekorinya.
''Yank,'' panggil Ronald yang berdiri di hadapan Chaca.
''Hem,'' Chaca hanya berdehem dan menaikkan alisnya tanpa menatap Ronald yang berdiri di depannya.
''Yank,'' panggil Ronald lagi.
''Hem, apa Mas,'' ucap Chaca yang masih sibuk dengan dokumen di mejanya.
''CHALONDRA ATHALIA SANJAYA,'' teriak Ronald yanh membuat Chaca terperanjat kaget.
''Apa sih Mas teriak-teriak kayak gitu, ini bukan hutan ya,'' kesal Chaca.
''Kamu dengerin Mas ngak sih,'' ucap Ronald kesal kepada Chaca.
''Ya dari tadi aku jawab panggilan Mas lo, malah Mas teriak-teriak ngak jelas,'' ucap Chaca yang terdengar sewot.
''Kamu nyalahin Mas?'' tanya Ronald yang tak habis pikir dengan jalan pikiran istrinya yang malah menyalahkannya.
''Siapa sih yang nyalahin Mas. Mas nih kenapa sensi banget sama aku,'' ucap Chaca tak kalah kesalnya kepada suaminya ini.
__ADS_1
''Gini nih kalau udah ketemu pria yang lain, suaminya udah ngak di anggep,'' ucap Ronald yang terdengar melow menurut Chaca.
''Siapa yang ketemu pria lain?''
''Ya kamu, sejak ketemu pria tadi yang berkedok klien, kamu cuekin Mas. Tapi aku pikir-pikir kenapa klien kamu rata-rata laki-laki dan masih muda-muda? apa kamu memang mencari klien yang masih muda?'' tanya Ronald menyipitkan matanya sebelah.
''Terserah mau ngomong apa TERSERAH!!!'' ucap Chaca yang tak mau berdebat dengan suaminya.
''Berarti benar ya, kamu memang mencari klien yang masih muda-muda,'' ucap Ronald yang selalu memancing emosi Chaca.
''Iya lah, daun muda lebih menggoda,'' ucap Chaca. Ia sadar jika yang di katakan akan menimbulkan perkara yang besar, tapi Chaca tidak akan diam saja jika Ronald sudah berpikir yang macam-macam terhadapnya.
''Oh gitu?''
''Heem, aku suka daun muda yang tampan. Bisa menambah energi setiap hari,'' ucap Chaca tersenyum smirk.
''Cha,'' ucap Ronald yang marahnya sudah sampai ubun-ubun.
''Apa? kamu sendiri kan yang bilang jika klienku hampir semua laki-laki dan masih muda, aku hanya membenarkan perkataanmu saja,'' ucap Chaca tanpa rasa bersalah. Ronald diam seribu bahasa tapi sorot mata tajamnya bisa Chaca rasakan.
''Apalagi daun mudanya seperti Mas Ronald yang bisa bikin aku merem melek, aku suka banget,'' ucap Chaca yang ingin menggoda Ronald, tapi yang di goda malah menatapnya lebih tajam. Chaca segera berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Ronald yang berdiri mematung.
Cup.
''Sayang kamu kenapa sih harus marah-marah kayak gitu, kamu ada masalah?'' tanya Chaca pelan. Tapi lagi-lagi Ronald tak menyahuti pertanyaan Chaca.
Cup.
1 kecupan lagi di bibir Ronald, Chaca berharap Robald tak lagi marah-marah seperti tadi. Chaca sudah menjatuhkan harga dirinya di depan suaminya agar suaminya tak marah dengannya.
''Mas,'' panggil Chaca sambil mengelus rahang tegas milik suami kecilnya.
''Apasih ngak usah pegang-pegang,'' ucap Ronald berjalan ke arah sofa lalu mendudukkan bokongnya di sana.
''Hem gini nih kalau nikah sama bocah, susah banget di bujuknya,'' gumam Chaca pelan, saking pelannya hingga Ronald tak mendengar ucapannya.
__ADS_1
''Beneran ngak mau aku pegang? ya udah nanti malam ngak ada namanya pegang-pegangan,'' ancam Chaca.
''Yank ngak gitu maksud Mas,'' ucap Ronald seketika berdiri saat Chaca mengancam seperti itu. Ia segera menarik tangan Chaca yang ingin duduk di kursi kebesarannya.
''Apasih ngak usah pegang-pegang,'' Chaca mengcopy ucapan Ronald tadi.
''Maafin Mas yang terlalu cemburu, Mas ngak mau kehilangan kamu sayang, Maafin Mas ya,'' ucap Ronald lalu menarik tangan Chaca dan segera memeluknya. Chaca tersenyum tipis, mana mungkin suaminya ini bisa tidur jika belum menyentuhnya.
Bagi Ronald tubuh Chaca sudah jadi candu untuknya. Ia tak akan bisa tidur jika tak memeluk tubuh se*y milik Chaca.
*
*
Di rumah mewah dengan gaya eropa. Saat ini seorang gadis sedang kesal kepada orang tuanya yang lagi-lagi menyuruhnya untuk kembali ke London. Untuk saat ini ia nyaman tinggal di tanah airnya, tapi orang tuanya memaksa ia untuk kembali dan tinggal di London.
''Mom please, aku mau tinggal di Jakarta, untuk saat ini jangan paksa aku Mom,'' ucap gadis itu.
''Tapi kamu mau ngapain di sini, tempat tinggal kamu ada di London Sal,'' ucap Mommy Salsa.
''Aku bisa mengurus perusahaan Daddy yang ada di sini, jadi izinin aku tinggal di sini Mom,'' ucap gadis itu memohon.
Ya dia Salsa sahabat Chaca. Salsa selalu di paksa untuk selalu menuruti keinginan orang tuanya. Tapi untuk saat ini dia ingin sekali tinggal di Jakarta. Ia ingin belajar mandiri.
''No Sal, kamu harus ikut Mommy kembali ke London. Jika kamu ngak mau ikut, pasti Mommy yang kena amukan Daddymu,'' ucap Mommy Salsa yang kesal terhadap anak semata wayangnya.
''Please Mom, sekali aja turuti keinginan ku. Aku juga pengen merasakan hidup mandiri Mom,'' ucap Salsa yang terus memohon kepada sang Mommy.
''Hufttt, apa kamu ngak kasihan kepada Mommy mu ini jika Daddymu mengamuk kepada Mommy?'' tanya Mommy Salsa dengan mata berkaca-kaca. Sebenarnya Mommy Salsa tidak ingin jauh dengan anak semata wayangnya. Ia benar-benar merasa kesepian jika Salsa tinggal di Jakarta. Selama ini Salsa selalu menuruti keinginannya. Tapi Mommy nya selalu egois yang selalu ingin dekat dengannya.
''Salsa yang akan jelasin semuanya kepada Daddy Mom, Mommy jangan khawatir,'' ucap Salsa kepada Mommynya.
*
*
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak.
Like, coment, favorite dan vote