
''Saya permisi,'' ucap Ronald. Chaca menghembuskan nafasnya kasar. Ia tau pasti Ronald akan marah besar nantinya. Tapi Chaca tidak peduli Chaca masih sakit hati saat teringat adegan di restauran tadi siang.
Ronald segera melangkahkan kaki menuju mobilnya. Lama-lama berada di sini membuat hatinya sakit.
''Kenapa kamu lakuin ini sama aku Cha,'' ucap Ronald memukul stir mobilnya dengan kasar, Ia sangat emosi mengingat kejadian tadi. Ronald segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi keluar dari area rumah Chaca.
''Kamu sudah pulang Ro?'' tanya Mama Reni yang sedang bersantai di ruang keluarga. Tapi Ronald hanya menganggukan kepalanya.
''Kamu kenapa? lagi berantem sama Chaca? kenapa mukanya di tekuk seperti itu.'' tanya Mama Reni.
''Ma aku ingin pernikahanku di percepat saja,'' ucap Ronald yang duduk di sebelah mamanya.
''Memangnya kenapa Ro? kamu udah ngak tahan ya?'' tanya Mama Reni tanpa di saring.
''Ronald ingin segera memiliki Chaca Ma. Aku ngak ingin Chaca di sentuh oleh orang lain,'' ucap Ronald datar tapi mengandung emosi.
''Oke oke nanti Mama bilang dulu sama papamu dan tante Luna gimana baiknya,'' ucap mama Reni.
''Makasih Ma. Mama memang terbaikkk.'' Ronald memeluk mamanya seperti anak kecil.
*
*
Pagi hari di keluarga Bora, Chaca dan mama Luna sedang sarapan bersama. Saat sedang menikmati sarapan Mama Luna memecah keheningan antara mereka berdua.
''Pernikahan kamu di percepat minggu depan Cha. Jadi siapkan diri dengan baik,'' ucap Mama Luna.
Uhuk uhuk uhuk
Chaca tersedak nasi goreng yang ia makan. Chaca kaget dengan perkataan Mama Luna tadi.
''Apaaaa?'' tanya Chaca.
__ADS_1
''Pernikahan kamu di percepat minggu depan,'' ucap mama Luna datar.
''Kenapa ma? bahkan aku masih mengenal Ronald baru beberapa hari ini.'' Bantah Chaca.
''Mama hanya takut kalau kalian melakukan hal-hal yang di larang. Secara kalian kemana-mana selalu bersama dan setan tidak luput dari sisi kalian,'' ucap mama Luna.
''Tapi maaa..'' Rengek Chaca.
''Tidak ada tapi-tapian Cha. Keputusan kita sudah bulat. Jadi jangan membantah lagi,'' ucap Mama Luna yang tidak ingin di bantah.
''Pasti ini semua gara-gara Ronald yang sudah ngadu ke mamanya. Dasar anak mama. Awas ya kamu Ro.'' Batin Chaca emosi.
Setelah selesai sarapan Chaca segera berangkat ke kantor mengendarai mobilnya sendiri. Pasti saat ini Ronald sedang marah kepadanya hingga tidak mau menjemputnya.
Sesampainya di perusahaannya ia segera masuk kedalam ruangannya. Ia tidak ingin tau Ronald sudah sampai apa belum.
Sampai beberapa hari kemudian Ronald tak menampakkan batang hidungnya. Ia tidak tau Ronald kemana karna sejak kemarin Chaca juga sulit menghubungi Ronald.
''Ronald kemana sih. Jadi nikahin aku ngak sih, kenapa ngilang mulu kerjaannya.'' Omel Chaca.
''Jangan sampai pernikahan ini batal. Mau di taruh di mana mukaku. 2 kali di khianati dan besuk pernikahan batal karna calon mempelai pria kabur. Aduh amit-amit deh,'' ucap Chaca berbicara sendiri.
Sebenarnya Ronald saat ini hanya malas saja jika bertemu dengan Chaca karna kejadian kemarin. Ia ingin menemui Chaca jika dia sudah sah menjadi suami Chaca.
''Tunggu besuk Cha. Akan aku buat kamu tidak bisa berjalan,'' ucap Ronald dengan senyum liciknya.
''Siapa suruh mempermainkan hati seorang Ronaldhina Sanjaya kamu harus menanggung akibatnya,'' ucap Ronald lagi.
Sedangkan di Rumah keluarga Bora, Chaca tak henti-hentinya menelpon Ronald tapi hasilnya nihil. Ronald sama sekali tak mau mengangkat telpon dari Chaca. Bahkan Chaca juga meminta nomor tante Reni untuk Chaca hubungi tapi juga tidak di angkat oleh tante Reni. Rasanya kepala Chaca ingin meledak saat menahan emosinya seperti ini. Kenapa Calon suaminya terlalu kekanak-kanak an seperti ini.
''Ronalddddd kamu kemana sihh!!!!!!!'' Teriak Chaca di dalam kamarnya. Untung kamarnya kedap suara jadi mama Luna tidak mendengar teriakan anak satu-satunya itu.
*
__ADS_1
Besuk adalah hari dimana Chaca mengakhiri status lajangnya. Ia akan menikah dengan pria pilihan omanya. Ia tak menyangka akan berakhir dengan perjodohan seperti ini.
Di rumah keluarga Bora. Banyak orang-orang yang sedang menghias ruang tamu rumah tersebut. Rumah yang sangat besar dan mewah. Mama Luna memilih menikahkan anaknya di rumah dari pada di gedung ataupun di hotel. Karna itu kemauan dari Chaca dan Ronald. Mereka memilih menikah di rumah dan dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja.
Hari ini Chaca hanya berdiam diri didalam kamar, ia tak di perbolehkan keluar oleh mama Luna selain makan.
''Bosen banget seharian di dalam kamar kek gini. Pengen keluar tapi pasti kena omel dari mama,'' ucap Chaca. Kerjaannya seharian ini hanya makan, tidur dan menonton drama korea. Bosen memang. Tapi mau bagaimana lagi ia harus menurut dengan orang jaman dulu.
*
*
Hari ini adalah hari yang di nanti oleh Ronald. Karna hari ini Ronald akan menikahi Chaca. Gadis yang di jodohkan oleh almarhumah omanya.
Ronald dan keluarganya sudah siap. Ia akan segera berangkat menuju rumah pengantin wanita.
''Aku ngak sabar ingin segera menghalalkanmu Cha.'' Batin Ronald dalam hati.
Selang beberapa saat mobil yang di tumpangi keluarga Sanjaya sampai di halaman rumah keluarga Bora. Sementara sang mempelai wanitanya masih di make up di kamarnya. Chaca begitu deg-deg an saat ini. Bayangan yang selama beberapa hari ini muncul di pikirannya semoga tidak terjadi. Chaca sangat takut jika Ronald melarikan diri dan membatalkan pernikahan mereka. Karna sampai saat ini Ronald tak pernah menjawab panggilan telepon darinya.
''Salsa aku takut banget nih. Gimana kalau Ronald melarikan diri,'' ucap Chaca kepada Salsa. Salsa, Nicco dan Wilson di undang di acara pernikahanmya. Mereka semua kaget kok bisa Chaca menikah dengan asistennya sendiri. Padahal waktu itu Chaca ingin menikah dengan asisten lamanya yaitu Devan.
''Rileks Cha Rileks okee? jangan grogi dan jangan takut. Ronald pasti menepati janjinya,'' ucap Salsa menenangkan Chaca. Tubuh Chaca mengeluarkan keringat dingin, tangannya pun ikut gemetar. Ia meremas jari-jarinya dengan kuat tapi dia tak merasakan sakit sama sekali.
Kata sahh pun terdengar di telinga Chaca dan juga Salsa. Saat ini mereka masih berada di dalam kamar. Chaca pun meneteskan air matanya. Ternyata Ronald menepati janjinya.
''Selamat Cha. Sekarang kamu sudah jadi istri orang. Semoga sakinah mawadah wa rahmah. Aamiin,'' ucap Salsa memeluk Chaca dan di amini oleh Chaca.
''Aku tak tau apa yang di pikiranmu selama beberapa hari ini Ro. Tapi aku ingin mengucapkan terima kasih untukmu. Aku akan berusaha mencintaimu seumur hidupku.'' Batin Chaca berbicara.
*
*
__ADS_1
Author ikut kondangan ke nikahan Ronald dan Chaca dulu gaessππππ