
Cezy menangis di dalam taksi. Ia tak tau apa yang akan di lakukannya nanti. Walaupun hanya di peluk namun Cezy merasa dirinya hina dan kotor. Seumur hidup ia tak pernah di perlakukan seperti itu oleh lelaki.
"Aku benci kamu Pak Reno," ucap Cezy mengingat kembali saat-saat Reno memeluknya dan menciumnya.
"Aku benci Duda!" ucap Cezy. Selama ini ia jauh-jauh datang kesini untuk mencari duda. Namun pengalaman pahitnya dengan seorang duda juga.
Mobil taksi yang di tumpanginya berhenti di depan rumah 2 lantai tersebut. Cezy menghapus air matanya. Ia tak mau terlihat lemah di depan Mama Luna. Sejak di taksi tadi ia sudah memikirkan jika ia tak akan menceritakan masalahnya ini kepada siapapun.
"Eh Cez. Kok kamu sudah pulang?" tanya Mama Luna.
''Iya Ma, Cezy ngak enak badan aja, makanya Cezy pulang duluan,'' ucap Cezy.
''Ya sudah, kamu sekarang istirahat. Jangan terlalu lelah Cez,'' ucap Mama Luna penuh perhatian.
''Aku masuk kamar dulu Ma,'' ucap Cezy berjalan ke arah kamarnya yang berada di lantai atas tepat di samping kamar Chaca.
Cezy segera menghempaskan tubuhnya di ranjang. Bayang-bayang tubuh Reno yang sedang memeluknya terus terngiang ngiang di kepalanya.
''Reno brengsek!'' ucap Cezy mengepalkan tangannya erat. Bagaimana ia bisa menghindar dari laki-laki mesum itu jika ia masih bekerja di perusahaan Ronald.
''Aku harus cari cara agar tidak bertemu dengannya,'' ucao Cezy mondar mandir mencari ide.
*
*
Sementara di kamar Reno, William tak mau berhenti menangis. William mencari Mommy Cezy namun Mommy nya sudah tidak ada di sana. Reno yang melihat William seperti itu hanya bisa marah kepada dirinya sendiri. Harapannya Cezy akan bertahan dengannya saat ia menyatakan cintanya. Namun usahanya tidak membuahkan hasil sama sekali. Malah membuat masalah baru.
''Wil, dengerin Daddy. Daddy akan bawa Mommy Cezy kesini lagi, tapi William harus janji ngak boleh nangis lagi,'' ucap Reno.
''Iya Dad. Wiyiam janji ngak nangis yagi,'' ucap William mengusap ingus serta air matanya. Hati Reno seperti teriris.
''Maafin Daddy Nak, Maafin Daddy,'' batin Reno memeluk tubuh anaknya dengan erat. Ia merasa sangat bersalah kepada William. Siang hari tadi mereka masih bercanda ria bersama, namun setelah senja datang hanya tangisan yang terdengar di telinga Reno.
Reno segera berangkat ke rumah Mama Luna. Ia tak bisa terus menerus berada di rumah jika Cezy belum memaafkannya. Setelah beberapa menit perjalanan, mobil yang di tumpangi oleh Reno sampai di depan rumah Mama Luna. Reno segera turun dari mobilnya dan mengetu pintu utama.
Tok tok tok.
''Eh Mas Reno. Cari Tuan Ronald ya Mas?'' tanya Bibi Surti.
__ADS_1
''Em, Cezy nya ada Bi. Saya ingin bertemu Cezy,'' ucap Reno.
''Oh Non Cezy ada Mas. Mas Reno silahkan masuk, biar Bibi panggilkan dulu,'' ucap Bibi Surti. Reno masuk ke dalam rumah, sementara Bi Surti menaiki anak tangga dan mengetuk kamar Cezy.
Tok tok tok.
''Siapa?'' tanya Cezy dari dalam kamar.
''Ini Non, Bibi Surti,'' ucap Bi Surti.
''Kenapa Bi?'' tanya Cezy tanpa mau membuka pintunya.
''Di bawah ada Mas Reno yang nyariin Nona Cezy,'' ucap Bibi Surti.
''Aku lagi ngak enak badan Bi. Suruh dia pulang!'' ucap Cezy.
''Baik Non,'' ucap Bi Surti meninggalkan kamar Cezy. Bi Surti turun ke lantai dasar.
''Gimana Bi. Saya bolehkan ketemu sama dia,'' ucap Reno yang tak sabar.
''Maaf Mas Reno. Nona Cezy lagi ngak enak badan, jadi dia ngak mau di ganggu,'' ucap Bi Surti.
''Eh ada Reno. Cari Ronald ya?'' tebak Mama Luna.
''Em saya cari Cezy Tante,'' ucap Reno.
''Oh, Cezy katanya tadi ngak enak badan. Makanya dia pulang duluan,'' ucap Mama Luna.
''Ternyata Tante Luna ngak tau yang sebenarnya,'' batin Reno.
''Tante, boleh saya jenguk Cezy,'' ucap Reno.
''Boleh boleh. Tapi Cezy harus kesini. Bi tolong panggilkan Cezy,'' ucap Mama Luna kepada Bibi Surti.
''Nona Cezy katanya ngak mau turun Nya, ngak enak badan katanya,'' ucap Bi Surti.
''Ya udah, kamu boleh jengukin Cezy. Tapi jangan macam-macam ya Ren,'' ucap Mama Luna memperingatkan Reno.
''Baik Tante,'' ucap Reno langsung naik ke lantai atas tempat dimana kamar Cezy berada.
__ADS_1
Tok tok tok.
Reno mengetuk pintu terlebih dulu. Namun tak ada jawaban dari dalam kamar.
''Kok ngak ada jawaban sih, apa Cezy tidur ya,'' ucap Reno. Reno langsung memutar knop pintu tersebut tanpa menunggu di suruh masuk.
Reno yang masuk ke kamar Cezy hanya mengeryitkan dahi, karna Cezy tak ada di kamarnya.
''Kemana dia?'' ucap Reno pelan.
Reno melihat pintu menuju balkon terbuka. Ia segera berjalan menuju balkon.
''Tuhan, dari dulu aku ingin sekali mempunyai suami duda, namun saat sekarang duda sudah ada di depan mataku, aku malah ragu dengannya. Aku ragu akan cintanya Tuhan. Walaupun dia tampan, namun otaknya sangat sangat dangkal. Aku marah, aku kesal kepada nya karna tiba-tiba dia tidur di sebelahku. Aku hanya ingin tubuh ini di sentuh oleh suamiku nanti. Bukan duda gila seperti dia,'' ucap Cezy yang tengah menggerutu. Perkataan Cezy di dengar langsung oleh Reno. Reno hanya tersenyum smirk saat mendengar ocehan Cezy.
Grep.
Tubuh Cezy di peluk dari belakang. Siapa lagi pelakunya jika bukan Reno.
''Maafin aku Cez. Aku benar-benar minta maaf. Aku mencintaimu Cez. Aku ngak mau kamu meninggalkanku,'' ucap Reno memeluk erat tubuh ramping Cezy.
''Pak Reno?! Ngapain Bapak di sini. Kalau Mama tau bisa di penggal kepala Bapak,'' ucap Cezy berusaha melepaskan lilitan tangan Reno.
''Aku sudah minta izin sama tante Luna, dan beliau mengizinkan,'' ucao Reno tersenyum ke arah Cezy.
''Sekarang pergi dari sini. Aku sudah ngak mau ketemu Bapak lagi,'' ucap Cezy menarik tangan Reno masuk ke dalam kamar
''Walaupun kamu ngak mau, tapi kita tiap hari kan selalu bertemu,'' ucap Reno mengerlingkan sebelah matanya.
''Jangan harap!! Aku sudah membicarakan ini dengan Kak Ronald. Dan aku bisa saja langsung resign dari kantor itu,'' ucap Cezy.
''Cez. Please jangan gini dong Cez. Aku ngak mau kamu keluar dari perusahaan itu. Aku ngak mau pisah sama kamu Cez. Apalagi William, dia sudah sangat menyayangimu,'' ucap Reno dengan wajah memelas.
''Jebakan Bapak udah ngak mempan ya. Aku udah tau semuanya itu rencana licik Bapak. Jadi jangan jadikan William sebagai umpan,'' ucap Cezy menatap sengit Reno.
*
*
Kopi dan bunga nya jangan lupa kawan.
__ADS_1
☕🌹