I LOVE YOU, ASISTENKU

I LOVE YOU, ASISTENKU
Chapter 6


__ADS_3

''Iya Bu. Makasih ya Bu udah repot-repot nyiapin air hangat buat Chaca. Kalau begitu Chaca mandi dulu Bu,'' ucapku pergi menuju kamar mandi.


Tapi saat aku masih sampai di ruang tamu, aku bertemu dengan Devan yang ingin keluar.


''Em Van, aku boleh ngak pinjem baju kamu. Aku ngak bawa baju ganti soalnya. Sama handuk kamu sekalian,'' ucapku kepada Devan.


''Nona Chaca mau pakai baju saya?'' tanya Devan memastikan.


''Iya aku pinjem baju kamu, masa aku pinjem bajunya Devi, Devi kan tubuhnya kecil, ngak muat dong di tubuh aku,'' ucapku dengan bibir mengerucut.


''Hem iya Nona nanti saya carikan bajuku yang masih baru. Tapi memangnya tak apa-apa Nona Chaca memakai baju saya?'' tanya Devan.


''Memangnya kenapa? toh nanti kita juga jadi suami istri,'' ucapku di dekat telinga Devan dengan suara menggoda.


Gleg


Aku tau kalau saat ini Devan pasti sedang mengontrol jantungnya karna sikapku tadi.


''Aku pasti akan secepatnya menaklukkan singa jantan sepertimu Devan,'' ucapku dalam hati.


''Van mana baju sama handuknya. Keburu dingin tuh airnya,'' ucapku kepada Devan yang masih mematung di tempatnya.


Tanpa berkata-kata Devan langsung lari ke arah kamarnya. Aku menunggunya di ruang tamu. setelah beberapa menit dia membawakan kaos berwarna hitam dan celana training.


''Van celana ini besar banget loh. Kamu kira aku mau terbang?'' ucapku protes kepada Devan.


''Tapi Nona saya tidak punya celana yang lebih kecil lagi. Sebentar saya tanyakan Devi kalau dia punya,'' ucap Devan menuju kamar Devi.


Beberapa saat kemudian Devan membawa beberapa celana Devi. Tapi yang muat di tubuhku malah celana hotpants yang baru Devi beli kemarin.


''Aku pakai yang ini aja,'' ucapku sambil membawa celana itu ke kamar mandi. Aku bersyukur karna yang muat di tubuhku celana hotpants itu. Karna aku tidak terbiasa tidur dengan memakai celana panjang.


Setelah aku selesai dengan ritual mandiku. Aku segera keluar dari dalam kamar mandi. Aku membuka pintu kamar mandi. Betapa kagetnya aku saat mendapati Devan yang duduk di kursi dekat kamar mandi dengan netra memandangku.


''Apa yang kamu lakukan disini Van?'' tanyaku penasaran.


''Saya juga mau mandi Nona, Nona mandi terlalu lama makanya saya tunggu di sini,'' ucap Devan lalu menghilang di balik pintu kamar mandi.

__ADS_1


*


Pov Devan


Kenapa pikiranku selalu liar saat memandang Nona Chaca. Hanya mendapati dia berpakaian seperti tadi jiwa kejantananku berontak.


''Akhhhh kenapa calon istriku begitu cantik dan se*y,'' ucapku mengusap kasar wajahku.


''Kenapa aura Nona Chaca dan Monica berbeda. Saat dulu Monica tanpa busana di depanku aku malah di buat jijik dengannya. Berbeda dengan Nona Chaca, Dia masih berpakaian lengkap, hanya saja sedikit se*y menurutku tapi juniorku langsung bangun dari tidur panjangnya. Akhhhhh aku bisa gila kalau terus-terusan begini,'' ucapku yang terus mengomel di dalam kamar mandi.


Aku menuntaskannya di kamar mandi. Pintu kamar mandi di ketuk dari luar, mungkin karna aku terlalu lama saat berada di dalam kamar mandi.


''Sayang, sudah belum mandinya? kenapa lama sekali,'' suara Nona Chaca terdengar dari dalam kamar mandi.


Aku pun segera keluar, karna memang aku sudah selesai dengan ritual mandiku.


''Makan dulu yuk Nak, pasti calon istrimu sudah lapar. Bapak sudah menunggu di ruang makan,'' ucap Ibu tiba-tiba yang keluar dari kamar.


Aku segera mengajak Nona Chaca ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan kami segera duduk di kursi meja makan.


''Ayo Nak di makan, disini adanya makanan sederhana seperti ini, ngak kayak di kota besar makanannya enak-enak,'' ucap Bapak. Aku melihat ekspresi wajah Nona Chaca, dia hanya tersenyum ke arah Bapak.


Kami menikmati makan malam itu. Aku melihat Nona Chaca yang sedang makan. Aku takut jika Nona Chaca tidak menikmati makanan sederhana ala kampung. Tapi ternyata aku salah, Nona Chaca begitu menikmati masakan Ibuku sampai ia nambah lagi.


''Masakan Ibu enak sekali. Aku harus belajar banyak dari Ibu,'' ucap Nona Chaca kepada Ibuku.


''Kamu bisa belajar kapan saja sama Ibu Nak. Ibu dengan senang hati mengajari calon mantu kesayangan Ibu ini,'' ucap Ibuku dengan senyum bahagia.


''Terima kasih Bu,'' ucap Nona Chaca.


''Iya Nak. Ibu juga ingin berterima kasih kepada kamu, karna kamu mau sama anak Ibu ini,'' ucap Ibuku.


''Hanya orang bodoh Bu yang menyiayiakan orang sebaik Mas Devan. Bukan hanya baik dia juga sangat tampan. Aku saja sampai kepincut dengannya,'' ucap Nona chaca dengan tawa kecil di akhir kalimatnya. Wajahku langsung seperti kepiting rebus saat mendengar pujian darinya.


Kami melanjutkan perbincangan kami di teras rumah. Ibu, bapak dan Devi sudah tidur. Kami tidak ingin percakapan kami mengganggu istirahatnya.


''Mas,'' panggil Nona Chaca. Aku pun hanya diam. Bingung ingin menjawab karna takut salah.

__ADS_1


''Mas Devan!'' ucap Nona Chaca kembali.


''Ada apa Nona?'' tanyaku.


''Kan aku udah bilang jangan panggil aku Nona,'' ucap Nona Chaca yang kesal kepadaku.


''Terus harus panggil apa dong,'' tanyaku kepadanya.


''Terserah tapi jangan Nona,'' ucap Nona Chaca dengan nada manja. Aku masih memikirkan panggilan yang pas untuk Chaca.


''Panggil Chaca kek atau caaaayang kek kan lebih romantis,'' ucap Nona Chaca kepadaku.


''Tapi Nona, pernikahan ini kan hanya sementara. Nona hanya ingin membalaskan sakit hati anda kepada mantan anda. Begitupun sebaliknya, saya juga tidak ingin di ganggu oleh mantan saya lagi,'' ucapku pelan kepada Nona Chaca.


''Kapan aku berbicara seperti itu. Pernikahan itu sakral, sekali seumur hidup. Memangnya aku pernah bilang ke kamu kalau pernikahan ini hanya sementara?'' ucap Nona Chaca kesal. Aku menelan salivaku dengan susah payah.


''Jadi maksud anda?''


Nona Chaca hanya menganggukkan kepalanya.


''Aku mencintaimu Devan Alterio,'' ucap Nona Chaca sedikit berbisik di dekat telingaku. Ia segera pergi dari hadapanku menuju kamarku karna aku akan tidur di sofa ruang tamu.


''Nona tunggu!''


''Nona Chaca tunggu!'' ucapku yang terus mengejar Nona Chaca hingga di pertengahan pintu kamarku.


''Nona, apa saya tidak salah dengar?'' tanyaku memastikan.


''Kamu tidak salah dengar, aku ngantuk aku mau tidur,'' ucap Nona Chaca kepadaku. Sikap Nona Chaca tiba-tiba dingin kepadaku. Ia segera masuk ke dalam kamar lalu menguncinya.


''Ada apa dengan Nona Chaca? kenapa sikapnya langsung dingin kepadaku? dan sejak kapan dia mencintaiku?'' banyak pertanyaan yang tak terjawab olehnya.


*


*


*

__ADS_1


Ig: mayarentika


__ADS_2