
Jam menunjukkan pukul 23.00. Acara resepsi pernikahan Cezy dan Reno telah usai. Para tamu undangan dan kolega bisnis keluarga Cezy pun sudah berpamitan pulang. Cezy terlihat sangat lelah. Bagaimana tidak lelah, sejak pukul 19.00 waktu setempat, ia berdiri di atas pelaminan dengan menggunakan gaun yang terasa berat di tubuhnya.
''Capek? Kita istirahat di kamar yuk,'' ajak Reno.
''Tapi Mas Reno jangan macam-macam ya. Untuk malam ini jangan minta itu dulu, Cezy benar-benar lelah Mas,'' ucap Cezy memijat kakinya yang terasa pegal.
''Iya sayang. Mas juga nggak setega itu sama kamu. Mas anterin ke kamar yuk,'' Reno mengulurkan tangannya ke arah Cezy. Cezy pun meraih tangan Reno.
''Mi, kita istirahat dulu ya. Cezy capek banget,'' ujar Cezy berlalu menuju kamar hotel yang sudah di siapkan.
''Dasar pengantin baru. Maunya cepat-cepat masuk kamar,'' Mami Mita hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara Cezy dan Reno telah sampai di kamar hotel yang di dekor untuk pasangan pengantin baru.
Bunga mawar tertata rapi di atas ranjang. Lilin-lilin menghiasi kamar pengantin baru itu. Cezy merasa takjub melihat kamar yang di dekor sedemikian rupa.
''Cantik sekali,'' ucap Cezy menatap berbinar kamar tersebut.
''Sama seperti kamu. Cantik,'' ucap Reno memeluk tubuh Cezy dari belakang.
''Ih kamu udah janji ya Mas nggak mau macam-macam,'' ucap Cezy.
''Nggak macam-macam Sayang, hanya satu macam saja,'' ucao Reno mengerlingkan matanya nakal.
''Capek Masss,'' rengek Cezy.
''Mau Mas pijitin?'' tanya Reno.
''Boleh Mas?'' tanya Cezy dengan mata berbinar.
''Boleh banget dong. Apasih yang nggak buat istriku tercinta ini,'' ucap Reno menoel hidung mancung milik Cezy.
''Cezy bersih-bersih dulu. Setelah itu pijitin ya Mas,'' ucap Cezy.
''Oke sayang,'' ucap Reno tersenyum smirk. Entah apa yang di fikirkan oleh Reno. Namun Reno punya ide cemerlang di otaknya.
Hampir memakan waktu 20 menit, Cezy baru keluar dari kamar mandi. Cezy menggunakan gaun ma*am yang tertutup namun masih terlihat se*y di mata Reno.
''Mas ke kamar mandi sebentar sayang,'' ucap Reno langsung berlari ke kamar mandi. Ia segera melepaskan baju yang ia pakai tadi. Dan menggantinya dengan piyama panjang. Reno membasuh muka dan menyikat giginya lalu keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
''Cepet banget Mas?'' tanya Cezy.
''Iya, kasian istriku menunggu terlalu lama,'' ucap Reno menghampiri Cezy yang ada di depan meja rias.
''Jadi di pijitin?'' tanya Reno lembut.
''Emangnya Mas nggak capek? Besok masih bisa kok Mas. Mending kita istirahat aja,'' ucap Cezy.
''Nggak pa pa sayang. Mas nggak capek kok. Sekarang kamu berb*ring di atas ranjang biar aku pijitin,'' ucap Reno menuntun Cezy ke atas ranjang.
Reno segera memijit kaki mu lus milik Cezy.
''Kalau ada minyak urut, enak banget loh yank,'' ucap Reno.
''Nggak ada Mas. Adanya lotion yang biasa aku pakek,'' ucap Cezy.
''Lotion juga nggak pa pa yank. Malah enak bau nya wangi,'' ucap Reno.
Cezy mengambil Lotion miliknya. Reno mengoleskan lotion itu ke kaki Cezy lalu ia mengurutnya.
''Enak nggak?'' tanya Reno.
Sekarang Reno memijit p* ha milik Cezy, lama kelamaan pijitan Reno merambat naik ke atas.
''Mas kok ke sana sih,'' ucap Cezy yang merasakan tangan Reno yang sudah masuk ke dalam ba junya.
''Biar sembuh yank pegel-pegelnya. Cukup diam dan rasakan,'' ucap Reno tersenyum nakal.
''Jangan aneh-aneh ya,'' ucap Cezy memperingati.
''Iya-iya.''
Jari jemari Reno dengan lihainya memijat p* ha mulus milik Cezy, kadang kala tangan itu naik ingin mencari l*m bah milik Cezy. Namun Cezy segera menepis tangan Reno.
''Kamu teng kurap yank biar aku pijit punggungmu,'' ucap Reno.
Cezy pun menurut, ia teng kurap dan tanpa sadar baju yang ia pakai menyingkap ke atas. Reno menelan salivanya saat melihat t*buh indah sang istri.
''Yank buka b*jumu, biar aku oleskan lotion di t*buhmu,'' ucap Reno. Tanpa fikir panjang, gaun milik Cezy sudah tergeletak di atas lantai. Dan tanpa sadar Cezy hanya menggunakan d* lamannya saja.
__ADS_1
''Lihat yang belakang aja aku udah on, apalagi lihat yang depan,'' batin Reno merasakan jika celananya mulai s*sak.
Reno memijit punggung Cezy yang mulus. Tanpa sadar Cezy sudah berada di alam mimpinya. Ia merasakan nyaman di tubuhnya karna pijatan Reno. Reno melepas tali kaca mata dan kain segitiga milik Cezy. Namun Cezy tak bergerak sama sekali.
''Sayang, maafin Mas. Mas udah nggak tahan lihat t*buh kamu yang udah po los begini,'' ucap Reno menyentuh bagian inti tu buh Cezy
Suara l*nguhan keluar begitu saja dari mulut Cezy. Namun Cezy tetap menutup matanya.
Reno mencium setiap inchi tu buh Cezy. Bau harum tubuh Cezy membuat Reno candu. Reno segera membalikkan tubuh Cezy yang awalnya tengkurap menjadi t*r lentang. Sungguh ciptaan yang begitu sempurna, pikir Reno.
''Maaf sayang, Mas bukannya ingkar janji tapi adik kecil Mas udah pengen masuk ke dalam sana,'' ucap Reno pelan.
Reno mengarahkan tong kat nya menuju lem bah Cezy. Tanpa sadar bi bir Cezy mengeluarkan suara-suara yang membuat Reno tambah bersemangat.
Sekali dua kali gagal. Namun Reno tak menyerah begitu saja. Ia paham, jika istrinya baru pertama kali melakukan seperti ini.
Dan saat tong kat itu mampu menerobos lu bang goa, Cezy menjerit, namun Reno segera membekap bi bir Cezy dengan bi bir miliknya.
Cezy hanya melototkan matanya dan menahan nyeri pada bagian intinya.
''Mas kamu ingkar!!'' suara itu bukan suara kemarahan yang terdengar, namun suara di sertai d*sahan.
''Maaf sayang. Mas nggak mampu menahan melihat tu buhmu yang begitu indaj sayang,'' ucap Reno
Setelah acara unboxing malam itu, akhirnya mereka berdua tumbang bersama-sama.
Reno memeluk tubuh Cezy yang terasa lengket karna berkeringat. Bagaimana tak berkeringat jika tengah malam mereka ber olah raga yang belum pernah Cezy lakukan.
''Tidurlah sayang. Kamu nggak mau kan besok bangun kesiangan. Yang ada nanti di bully oleh Ronald dan istrinya,'' ucap Reno mengecup kening Cezy.
''Iya Mas. Selamat malam,'' ucap Cezy.
*
*
Kurang hott????
Mak udah kasih ter hott di episode ini. Jangan suruh Mak e bikin yang lebih hot ya. Mak e ndak mampu😁😁😁
__ADS_1
Episode ini udah 3 kali di tolak gays. Wkwkw sedih pengen ketawa juga😁😆