
''Sayang, kamu cantik sekali,'' ucap Ronald mendekat ke arah istrinya. Selama ini Chaca jarang memakai baju seperti itu. Apalagi di tambah kehadiran Baby Al dan Baby El.
''Mas baru pulang?'' tanya Chaca sambil mengelus dada bidang suaminya. Ronald yang menerima sentuhan itu pun hanya menahan hasratnya yang sudah sampai ubun-ubun.
''Iya sayang,'' ucap Ronald. Ronald segera men ci um bibir merah milik Chaca.
''Manis sekali, seperti biasa,'' ucap Ronald tersenyum mengusap bibir merah milik Chaca.
''Mas Ronald bisa aja sih,'' ucap Chaca tersipu malu. Chaca akan membuat Ronald selalu puas bersamanya, hingga Ronald tak akan sempat jajan di luaran sana.
''Mas ingin kamu yank. Dari Baby Al dan Baby El lahir, kita belum melakukannya lagi,'' ucap Ronald menatap Chaca dengan mata yang sayu.
''Aku siap Mas,'' ucap Chaca tersenyum.
Ronald segera mengangkat tubuh indah milik Chaca ke dalam kamar. Ia merebahkan tubuh Chaca di atas ranjang mereka.
Ronald segera melepas pakaiannya sendiri. Ia sungguh tak sabar menikmati tu buh istrinya itu setelah sekian lama berpuasa.
''Mas akan pelan-pelan sayang,'' ucap Ronald. Ia tau jika lama tak melakukan hubungan su ami istri akan merasakan sakit.
Chaca hanya mengangguk pelan. Chaca juga rindu akan bela ian Ronald.
Setelah hampir 2 jam melakukan hubungan sua mi istri, akhirnya mereka melakukan pelepasan. Chaca terlihat tak berdaya. Tubuhnya rasanya hampir rontok semua.
''Terima kasih sayang. Ihh bikin candu tau ngak,'' ucap Ronald mencubit pipi gemas Chaca.
''Jangan jajan di luaran sana Mas. Walaupun tubuhku ngak se se xy dulu,'' ucap Chaca dengan memejamkan matanya.
''Kamu memang nggak se xy tapi kamu mon tok yank. Bikin aku tambah cinta,'' ucap Ronald.
''Mon tok?'' tanya Chaca membuka matanya.
''Iya kamu mon tok, bukan gendut lo ya. Badan kamu berisi dan menambah ke se xy an kamu yank,'' ucap Ronald.
''Benarkah?'' tanya Chaca.
''Heem benar banget. Bikin aku candu,'' ucap Ronald apa adanya.
''Ngak candu sama yang lain?'' tanya Chaca.
''Nggak lah. Udah punya yang kayak gini, udah nggak tertarik sama yang lain,'' ucap Ronald.
''Beneran?'' tanya Chaca.
''Iya bener bawel,'' ucap Ronald mencium bibir mungil milik Chaca.
__ADS_1
''Tapi kata Cezy kamu punya kekasih di belakang aku,'' ucap Chaca mengerucutkan bibirnya yanh mungil. Ia mendrama semelow mungkin.
''Cezy?'' tanya Ronald mengerutkan keningnya.
''Iya, kata Cezy kalau aku udah ngak menarik lagi. Apa lagi aku habis lahiran,'' ucap Chaca manja.
''Awas kamu Cez,'' batin Ronald.
''Nggak usah dengerin Cezy. Kamu tetap menarik di mata Mas,'' ucap Ronald mengelus punggung polos Chaca.
''Aku takut kalau Mas punya yang lain di luaran sana,'' ucap Chaca.
''Mas nggak punya yang lain selain kamu sayang. Mas bersyukur sekali udah punya kamu. Kamu cantik, mon tok, pinter di ranjang apalagi yang aku cari dari orang lain,'' ucap Ronald.
''Ih Mas, aku serius ini,'' ucap Chaca mencubit dada bidang Ronald.
''Mas juga serius. Mas udah ngak tertarik sama wanita di luaran sana,'' ucap Ronald serius.
Setelah membicarakan uneg-uneg di hatinya, Chaca merasa lega karna Ronald masih sama seperti dulu. Chaca juga tak akan mempercayai perkataan Cezy yang bicara omong kosong tadi siang.
*
Pagi pun menjelang. Cezy sudah duduk di meja makan karna sudah tak sabar ingin melihat kekesalan di wajah Ronald.
Makanan pun sudah siap di meja makan. Namun tak ada satu pun yang turun untuk sarapan bersama.
Mama Luna yang baru keluar dari dalam kamar sudah mendapati Cezy yang berada di meja makan hanya menatap heran. Biasanya Cezy yang paling akhir tiba di meja makan, namun kali ini berbeda.
''Tumben Cez,'' ucap Mama Luna tiba-tiba.
''Pagi Ma,'' ucap Cezy tersenyum ke Mama Luna.
''Mimpi apa semalam. Kok tumben udah di meja makan?'' tanya Mama Luna.
''Cezy hanya ingin belajar menjadi istri Ma. Bangun lebih pagi,'' ucap Cezy beralasan.
''Kalau mau belajar jadi istri ya bantuin bibi masak dong. Masa cuma bangun pagi, terus duduk manis di meja makan,'' ucap Mama Luna.
''Males ah Ma. Bibi juga sudah selesai masaknya,'' ucap Cezy. Mama Luna hanya menggelengkan kepalanya.
''Kak Chaca kok belum turun juga sih Ma,'' ucap Cezy.
''Mungkin masih tidur kali,'' ucap Mama Luna.
''Cezy bangunin Kakak dulu ya Ma,'' ucap Cezy berjalan menaiki tangga menuju kamar Chaca.
__ADS_1
Tok Tok Tok.
''Kak, udah di tunggu Mama di meja makan. Cepet keluar!'' ucap Cezy.
Chaca yang sedang memasangkan dasi Ronald menoleh ke arah pintu yang di ketuk.
''Ya sebentar,'' ucap Chaca.
Ronald dan Chaca akhirnya turun berdua. Sementara Baby Al dan Baby El bersama baby sitter mereka.
Ronald menggandeng tangan Chaca mesra. Ia akan tunjukkan ke Cezy kalau hubungan mereka baik-baik saja.
Chaca dan Ronald sampai di meja makan dengan wajah yang sumringah. Senyum terus terbit di bibir mereka. Cezy yang melihatnya pun menjadi kesal
''Asyem gagal deh rencana ku,'' ucap Cezy dalam hati.
Cezy menatap Ronald tajam.
''Ada apa Cez. Kenapa kamu menatapku seperti itu?'' tanya Ronald kepada Cezy.
''Ngak kenapa napa. Mungkin Kakak merasa aku menatap Kakak. Padahal kan enggak,'' ucap Cezy acuh. Cezy memotong daging yang ada di depannya dengan geram.
''Aku merasakan sakit hati selama seminggu loh. Dan dengan pedenya Kak Ronald tidak merasa bersalah sama sekali,'' batin Cezy yang masih menatap tajam Ronald. Namun Ronald terlihat acuh kepada Cezy.
''Jangan bilang kalau kamu suka sama aku Cez. Dari tadi lihatin mulu. Aku jadi ngak enak makan nih,'' ucap Ronald mengomel. Chaca yang mendengar ucapan Ronald menatap Cezy tajam.
''Dia suami Kakak Cez. Jangan macam-macam!'' ucap Chaca menatap Cezy dengan tatapan peringatan.
''Ihhhh siapa juga yang suka sama suami orang. Tetep enakan duda ku kaleeeee. Udah ganteng, baik, ngak neko-neko lagi,'' ucap Cezy.
''Kamu ngak tau aja,'' ucap Ronald dengan senyum devilnya.
''Tau apa?'' tanya Cezy.
''Ya apa gitu,'' ucap Ronald santai.
''Ihhhh Kak Ronald jangan mancing-mancing mulu deh. Aku sebal sama Kak Ronald,'' ucap Cezy mengerucutkan bibirnya.
''Kenapa Cez, kenapa?'' tanya Chaca.
''Tanya aja tuh sama suami tercintamu,'' ucao Cezy melirik Ronald.
''Ada apa sih sebenarnya Mas. Kenapa kalian kayak kucing dan tikus gini,'' ucap Chaca.
''Gini Kak, aku jelasin,'' ucap Cezy menjelaskan secara rinci tentang Ronald yang memberi ide agar Cezy cemburu padanya. Ia bahkan mengkontrak seorang wanita cantik untuk di jadikan asisten Reno.
__ADS_1
*Jangan lupa dukungannya ya.
Maaf baru bisa up😊